PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

Dakwah Salafi Masuk Target Operasi Intelijen

Sebagaimana saya percaya operasi inteligen itu menyasar ke tubuh NU, Dakwah Salafi Masuk Target Operasi Intelijen Muhammadiyah dan PKS, sayapun percaya bahwa operasi itu sudah menyusup ke tubuh dakwah salafiyah, dan juga di organisasi-organisasi lain. Secara umum, operasi inteligen ini menginginkan adanya perpecahan di tubuh objek operasi.

Operasi intelijen adalah suatu kegiatan memata-matai objek dalam keadaan senyap (silent operation) untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan pihak pengambil keputusan untuk suatu kepentingan tertentu. Operasi ini sebetulnya sudah banyak diterjunkan ke banyak objek dengan tujuan yang berbeda-beda sesuai objek operasi. Ada yang untuk kepentingan politik, kekuasaan, ekonomi, ideologi dan lain-lain.

Beberapa tahun yang lalu misalnya, ketika PKS mulai naik ke panggung nasional dan banyak kader baik daerah maupun pusat yang masuk ke jajaran pemerintahan dan banyak tokoh maupun pengamat yang memprediksi bahwa PKS  termasuk yang bakal menduduki peringkat tiga partai terbesar. Saat itu saya menduga kuat akan adanya operasi intelijen dalam tubuh PKS. Tujuannya agar PKS kehilangan simpati dari kader dan simpatisan, sehingga lama-lama PKS kembali menjadi partai kecil.

Benarkan? Akhirnya muncul banyak friksi dan faksi dalam tubuh PKS, tokoh-tokohnya dijatuhkan, ditangkap, dipenjara. Bahkan pucuk pimpinannya diperlakukan seperti maling sandal dimasjid, dikuak kehidupan pribadinya, dijatuhkan nama pribadinya sekaligus dirusak nama entitas organisasinya. Kalau sudah begini, siapa yang mau pilih PKS? Hanya kader solid saja yang masih tersisa.

Saya melihat ada banyak hal di tubuh PKS yang terkait dengan operasi intelijen, namun tidak perlu disebut disini. Jika kita cerdas mengamati, akan dengan mudah terlihat.

Perlu Anda ketahui bahwa PKS adalah partai kader, yakni satu-satunya partai yang jajaran pengurusnya tidak bisa diisi oleh sembarang orang kecuali setelah dia menjadi kader partai untuk sekian tahun. Artinya, tidak bisa orang setenar apapun, sekaya apapun, sekuat apapun basis masanya tiba-tiba bisa masuk dan menjadi pengurus partai kalau dia belum mengikuti pelatihan kaderisasi dari organisasi. Makanya PKS tidak menerima politisi kutu loncat. Semua jajaran pengurus elite partai haruslah seorang kader yang telah diketahui track record dan kontribusinya untuk organisasi. Itupun masih bisa diacak-acak oleh gerakan intelijen.

Bagaimana Dengan Operasi Intelijen di Tubuh Dakwah Salafi?

Saya mungkin terlalu sembrono menuliskan ini. Namun, tidak ada maksud lain saya tulis ini kecuali agar kita -para salafiyin- belajar dari apa yang telah diperbuat para kapital terhadap PKS.

Beberapa tahun yang lalu, saya dan Anda mungkin sepakat bahwa dakwah salafi diawasi oleh intel. Bahkan saat itu santer beredar rumor bahwa diantara ikhwan berjenggot yang ngaji dan membawa kitab, salah satu dari mereka adalah intel (agen). Maka hari ini saya memunculkan hipotesa bahwa bisa saja ada diantara asatidzah salafi yang merupakan seorang agen.

Beberapa hal yang menjadi indikator adanya operasi intelijen di tubuh dakwah salafi diantaranya;

1. Dakwah salafi selalu dikesankan kaku dan keras agar ummat lari dan antipati

2. Dakwah salafi dibuat selalu ribut dan bertengkar dengan sesamanya

3. Adu domba antar asatidzah. Beberapa indikasi yang masuk misalnya; menanyakan sikap ustadz fulan di majlisnya ustadz 'alan, padahal sudah ma'ruf jawabannya akan berselisih

4. Ada yang sengaja membenturkan dakwah salafi ke organisasi keislaman lain yang lebih senior dan lebih kuat mengakar di tengah masyarakat seperti NU dan Muhammadiyah agar selalu berselisih

5. Termasuk salah satunya adalah membuat akun-akun palsu di media sosial dan cenderung selalu berpolemik dan membuat kegaduhan sesama salafiyin.

Saya pernah menulis tentang operasi intelijen di tubuh PKS beberapa tahun yang lalu, dan sekarang benar adanya, PKS hancur dan menjadi bahan bullyan netizan. Dan saya menulis ini agar dakwah salafi tidak menjadi bahan bullyan umat islam, selalu bertengkar dan berkelahi dengan sesama. Agar kita bisa berbenah dan selalu memperbaiki diri. Jangan terlena dan sum'ah jika dakwah ini telah diterima masyarakat. Kita tetap harus menjaga dakwah ini agar tetap mulia dan lebih diterima masyarakat luas.

Jangan mau diadu domba, jangan mau terus berkonflik dan bertengkar. Cerdaslah menyikapi suatu informasi, jangan latah dengan langsung share berita tanpa meneliti kebenaran berita tersebut. Jangan ghuluw kepada seorang ustadz, apalagi ghuluw tersebut disertai dengan merendahkan ustadz lain yang lebih junior. Jagalah lisan dari keburukan orang lain, tutupilah aib saudara kita dan bukan malah mengumbarnya di media sosial yang ujung-ujungnya menjadi pertengkaran. Nasehatilah saudaramu dengan cara yang baik, bukan mencela dan mencemoohnya.

Salah satu tugas intel (agen) dalam operasi intelijen di tubuh dakwah salafi yang paling utama adalah selalu mencari cara dan celah agar sesama salafiyin dan duatnya bisa diadu domba! Be aware..!

Baca tulisan lain saya di www.masjumat.com

Label artikel Peduli Fakta judul Dakwah Salafi Masuk Target Operasi Intelijen...By : PEDULI FAKTA
Ditulis oleh: Peduli Fakta - Minggu, 15 Mei 2016

Belum ada komentar untuk "Dakwah Salafi Masuk Target Operasi Intelijen"

Poskan Komentar