PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Apakah Hukum Islam Kejam? Obrolan Gus Sodrun

Apakah Hukum Islam Kejam? Obrolan Gus Sodrun

ISLAM ITU KEJAM??
.
Pak Sontoloyo (Ps) : Apa bener Gus, hukum Islam itu kejam, sehingga tidak tepat diberlakukan di Indonesia??
Gus Sodrun (Gs) : Memangnya kalo kejam kenapa Pak Sontol? Hukum Islam memang kadang terlihat kejam wong Allah sendiri juga punya sifat "kejam".
.
Ps : ah yang bener Gus sampean ojo ngawur. Allah itu maha pengasih penyayang pengampun.
.
Gs : nah itu pak Sontol, orang kalo yg diingat cuma ARRAHMAN ARRAHIM ALGHOFUR akibatnya bisa celaka. Jadinya berani bahkan rajin maksiat mendurhakai Allah dengan alasan Allah maha pengampun. coba sampean renungkan nama Allah ALMUNTAQIMU.
.
Ps : Artinya apa Gus?
Gs : walah ruu, tanyakan ke gurumu aja syaikh google.
.
Ps : hehe paketanku telas Gus, ajenge isi pulsa sungkan tasik gadah utang.
Gs : ngeten Pak, Allah mengenalkan diriNya dalam Alquran, selain sebagai dzat yang maha pengampun juga maha "kejam" aku pinjam istilah sampean tadi Pak.
{اعلموا أن الله شديد العقاب وأن الله غفور رحيم
} المائدة 98
weruho siro kabeh yen sak tenane Allah iku banget olehe nyikso lan saktenane Allah iku banget ngapurone lan welase.
.
شديد العذاب
شديد البطش
المنتقم
dan banyak lagi. Itu diingat ingat Pak Sontol biar gak "kendel" dosa.
.
Ps : Gih Gus saya paham. trus kalo hukum Islam kejam juga ya Gus?
Gs : Lah menurut sampean bagaimana Pak?
1. Pembunuh harus dihukum mati (qishosh). Kalaupun dimaafkan oleh keluarga korban, tetap wajib membayar diyah 100 ekor unta.
2. Pezina jika status pelakunya sudah nikah, harus dihukum rajam. Badannya dikubur, kelihatan kepalanya trus dilempari batu rame rame di tempat umu sampe mati. Kalo pelakunya perjaka atau perawan, hukumnanya dicambuk 100 kali.
3. Muslim yg pindah agama, atau muslim yg sengaja meninggalkan sholat harus dihukum mati, dipenggal kepalanya.
4. Pencuri harus dipotong tangannya meski yg dicuri hanya senilai 1/4 dinar. Satu dinar itu 4.25 gram emas murni kalo semperempat cuma berapa Pak. Sudah harus ditukar dengan tangan.
dan lain lain Pak.
.
Ps : wah wah wah... hukuman itu kalo menurut otak dangkal saya, melanggar HAM Gus. Tapi karna Allah dan Rasul yg bikin aturan saya gak berani bilang begitu Gus. Tapi kok bisa ya?
.
Gs : nah itu sudah sadar kalo dangkal. Hukuman hukuman itu justru menunjukkan KASIH SAYANG Allah Pak Sontol.  Coba renungkan
1. Mengorbankan nyawa seorang pembunuh demi menyelamatkan ribuan nyawa orang lain yg baik baik. Coba kalo hujum ini benar diterapkan, sampean mau bunuh orang pasti mikir seribu kali. Akhirnya pembunuhan tidak merajalela seperti sekarang.
2. Kalo pezina bener bener dirajam rame rame, hilang satu nyawa tapi berjuta wanita wanita suci selamat dari kejahatan kelamin. Begitu pula pria pria muslim lebih bisa mengontrol kont(r)olnya. Sudah dengar berita Yuyun kan? gadis 14 tahun yg diperkosa 14 pemuda lalu dibunuh? Kemarin barusan berita Eno Parinah, gadis yg diperkosa pacar dan temannya lalu kelaminnya ditusuk cangkul sampe mati? Kalo pelaku pelaku kejahat sejahat ini hanya dipenjara 5-10 tahun dan masih bisa diringankan dengan alasan masih dibawah umur, ya tunggu saja besok bahkan nanti sore akan ada Yuyun dan Eno yg lain.
4. Coba kalo pencuri bener bener dipotong tangannya, pasti Indonesia gak bakal masuk nominasi juara korupsi se dunia. Mengorbankan satu telapak tangan demi menyelamatkan negara Republik Indonesia Raya Merdeka apa itu kejam???

Ps : Iya ya Gus.
Gs : Coba kalo ada dokter mengamputasi kaki pasien demi menyelamatkan sekujur badan apakah itu dokter kejam? pilih amputasi atau pilih mati? mikir dong Pak.
.
Ps : Iya ini lagi mikir Gus. hehe
Gs : Kalo ada orang tua atau guru jewer muridnya biar gak nakal apa itu kejam??? Kalo ada ibu maksa anaknya minum obat pahit apa itu kejam?? Kalo sekolah yg mengeluarkan muridnya karena nakal, apa itu kejam?? Kalo murid/santri belum waktunya naik kelas dinaikkan belum waktunya lulus diluluskan akhirnya keluar dari pondok masih goblok trus di masyarakat diserahi urusan agama karena pernah mondok apa itu pengasuh pondok bijaksana???  Trus kalo gak diluluskan dulu, biar masa belajarnya lebih lama apa itu kyai kejam???
.
Ps : Tapi Gus seandainya ada pezina dilempari batu kepalanya sampe mati apa sampean gak kasihan??
Gs : GAK. Coba baca Alquran tegas ada larangan untuk mengkasihani pezina yg dieksekusi.
{الزانية والزاني فاجلدوا كل واحد منهما مائة جلدة ولا تأخذكم بهما رأفة في دين الله إن كنتم تؤمنون بالله واليوم الآخر وليشهد عذابهما طائفة من المؤمنين
} النور 2
Gak boleh kasihan kalo kamu beriman. Malah disuruh menyaksikan banyak orang mukmin. Biar jadi renungan.
.
Ps : Tapi Gus, coba bayangkan bagaimana kalo yg itu anak sampean atau kelurga sampean?
.
Gs : Waduh Naudzubillah pak sontol, semoga keluarga kita diselamatkan dari maksiyat. Tapi kalo hukum diukur dengan "perasaan iba" yo bujat kabeh Pak.
.
Rasulullah saw saja bersabda
ﻭاﻳﻢ اﻟﻠﻪ ﻟﻮ ﺃﻥ ﻓﺎﻃﻤﺔ ﺑﻨﺖ ﻣﺤﻤﺪ ﺳﺮﻗﺖ ﻟﻘﻄﻌﺖ ﻳﺪﻫﺎ
yg kurang lebih artinya "JIKA FATIMAH BINTI MUHAMMAD MENCURI PASTI KUPOTING TANGANNYA". Ini contoh dari Rasul Pak Sontol.
.
Ps : Iya ya Gus tapi gak usah tinggi tinggi nadanya
Gs : heheh... ya harus tinggi Pak Sontol, mencerdaskan orang itu harus penuh tenaga dan sungguh sungguh. Kalo sampean baca nanti biar cerdas. heheheh.
.
Kalo anak sampean kondisi darurat di ICU, nangis nangis minta pulang, apa sampean paksa bawa pulang atau nurut dokter harus nginap?? Kalo anak sampean belum waktunya pulang dari pondok tapi nangis minta lulus apa sampean paksa bawa pulang atau nurut sama Kyai, biarkan dipondok sampe dinyatakan lulus sama Kyai?
.
Kalo anak sampean gak boleh makan ini itu sama dokter, gak boleh bawa hape di pondok sama kyai, sementara anak sampean merengek minta makanan itu, minta hape sampean nuruti siapa?

Ps : hehe... ya nurut dokter dan kyai Gus, wong dokter sama Kyai menahan anak saya itu demi kebaikan anak saya kok. melarang ini itu demi anak saya kok.

Gs : Nah itu Pak, masih banyak orang tua yg lebih menuruti anak dari pada kebaikan anaknya.
.
Ps : Gus Sodrun, monggo diunjuk kopine, kayaknya kita ngobrol terlalu panjang nanti yg baca bosen. Kayaknya juga bertele tele diluar tema.
Gs : Monggo... sruptttt. Aku kan cuma jawab pertanyaan sampean Pak Sontol. sampean aja yg kebanyakan tanya. hehe

Muhaddits Besar Itu Dulunya Beragama Hindu

Dia adalah Prof. Dr. Muhammad Dhiya'urrahman Al A'dzamy. Berikut biografi singkat beliau yang berhasil kami himpun dari berbagai sumber dan berdasarkan wawancara kami dengan beliau setahun yang lalu.

Beliau dilahirkan di India pada tahun 1362 H/1943 M dari sebuah keluarga Hindu yang taat. Beliau tidak ingat pasti kapan tanggal lahirnya. Semua data tentangnya hilang saat melarikan diri dari India.

Terlahir dari keluarga yg berkecukupan membuatnya mampu melanjutkan pendidikan hingga tingkat tsanawy (SMP). Sejak usia dini minat bacanya cukup tinggi. Banyaknya agama dan kepercayaan di India mendorong rasa ingin tahunya untuk mempelajari berbagai agama, mulai dari Yahudi, Kristen ,Budha dan agama-agama lainnya. Hingga kemudian Allah membukakan hatinya untuk memeluk Islam.

Interaksinya dengan berbagai macam literatur keagamaan mendorongnya menulis berbagai makalah ilmiah di bidang perbandingan agama. Diantara karya beliau dibidang perbandingan agama adalah "Dirasat fi Al-Yahudiyah wa An-Nashraniyah wa Adyaan Al-Hindi. Buku ini dicetak dalam jilid besar oleh "Maktabah Ar-Rusyd"

Perjalanan spiritualnya hingga memeluk islam sangat panjang. Semuanya beliau tuangkan dalam sebuah risalah yang berjudul "Min Dzulumaat Al Watsaniyyah Ila Dhiyaa' Al-Islam"

Saat menyatakan masuk islam, keluarga menolak keras perpindahan yang dilakukannya. Berbagai cara ditempuh agar menyurutkan iman keislamannya. Puncaknya mereka berencana untuk membunuhnya. Karena tekanan dan penindasan yang dialaminya demi mempertahankan keyakinan barunya, beliau melarikan diri ke negara tetangga Pakistan. Di Pakistan beliau ikut sebuah lembaga pendidikan asuhan Jamaah Islamiah (JI) yang diketuai oleh Abul A'la Al Maududy. Disanalah beliau mempelajari dan mendalami Madzhab Hanafy. Hingga akhirnya Allah membimbing beliau untuk sepenuhnya mengikuti dalil dan meninggalkan fanatik madzhab serta Jama'ah Islamiyah. Kisahnya bersama Jamaah Islamiyah bisa dibaca pada bagian terakhir dari buku beliau "Marwiyaat Abu Hurairah" cet. Maktabah Al ghuraba' madinah.

Agar keilmuannya semakin mantap, beliau memutuskan untuk pindah ke negeri Haramain. Di tempat barunya, beliau melanjutkan pendidikan strata satu di Universitas Islam Madinah (UIM). Setelah menyelesaikan pendidikan strata satu, beliau melanjutkan pendidikan pada program pasca sarjana Universitas Al Azhar Kairo di bidang hadits. Setelah meraih predikat Doktor dengan nilai terbaik beliau kembali dan diberi tugas sebagai dosen di Universitas Islam Madinah.

Beberapa tahun kemudian beliau dipercaya untuk menjalankan amanah sebagai Dekan Fakultas Hadits Universitas Islm Madinah. Selain pakar di bidang Hadits, Beliau juga sangat mumpuni di bidang perbandingan agama dan theologi, beliu sering diminta untuk menjadi pembimbing terhadap sejumlah desertasi di didang ini. Sebagai penghormatan atas kerja keras dan pengabdiannya terhadap Islam Kerajaan Saudi Arabia memberinya kewarganegaraan.

Kini beliau -hafidzahullah- tinggal menetap di Madinah Al Munawwarah. Diusianya yang tak lagi muda beliau menghabiskan waktunya untuk menulis pada berbagai disiplin ilmu. Tiga hari dalam sepekan (Senin, Selasa, Rabu ba'da Isya) beliau rutin menyampaikan ta'lim di Masjid Nabawi As-Syarief dengan materi Ilmu Hadits(*).

Saya pernah bertanya, "Mengapa anda lebih banyak waktu menulis ketimbang memberi pelajaran..?" Beliau menjawab "Bila aku mati, karyaku adalah kehidupan yang kedua bagiku"

Diantara Karya beliau:

1. Al jaami" al kamil (insyaallah akan dicetak dalam 20 jilid(**)
2. Mu'jam Mustholsh Al-Hadits
3. Dirasaat fil jarh watta'dil
4. Dirasat fi Al Yahudiyah wa An Nashraniyah wa Adyaan Al-Hindi
5. Minnatul Kubro Syarh & Takhrij Sunan As-Shughro (9 jilid)
6. Aqdhiah Rasulillah sallallahu alaihi wasallam karya Ibn al-Thalla' al-Qurtubi (wafat 497 h) (dirosah & tahqiq)

Dan Masih banyak lagi

Catatan:
* Saat ini beliau fokus pada qiroah & ta'liq terhadap Shohih Bukhory
** Kabar itu kami terima dari beliau beberapa pekan sebelum kami meninggalkan Madinah, wallahu a'lam apakah ada perubahan atau tidak.

_______________
Madinah, Ahad 23-04-1435 H
ACT El-Gharantaly

"Mengapa Kita Harus Merapatkan Shaf Ketika Sholat?" by @IslamDiaries


PeduliFakta.Blogspot.com -- Masih semangat kan? Yuk ah.. Jangan malas...
Wahai diri yg msh memamerkan menu sahur & berbuka. Ingat, dibelahan bumi lain msh ada yg semangat Puasa walau tanpa hidangan sahur & berbuka
Jika kamu dijauhkan dari perbuatan maksiat, maka itu adalah kenikmatan besar bagimu.
1. Bismillah. Rapatkan shaf dalam sholat. Maksudnya apa ya? Ini termasuk sesuatu yang penting loh...
2. Banyak loh orang2 yang sholat di Mesjid2 sekarang ini yang tidak rapatkan shaf nya? Apa benar? Kita bahas ya..
3. Agar dapat melaksanakan shalat berjamaah sesuai dengan syariat, imam maupun ma'mum, tidak lepas dari keadaan berikut ini :
4. 1). Ma'mum sendirian bersama imam (dalam hal ini, imam dengan satu orang ma'mum)
5. Bila seseorang berma'mum sendirian, maka posisinya berdiri di samping kanan SEJAJAR dengan imam.
6. Dasarnya adalah, kisah Ibnu Abbas dalam shalat bersama Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam yang berbunyi :
7. "Ibnu 'Abbas berkata: "Lalu aku bangun dan berbuat seperti yang beliau perbuat.
8. Kemudian aku pergi dan tegak di sampingnya, lalu beliau menempatkan tangan kanannya di kepalaku dan mengambilnya,
9. dan menarik telinga kananku, lalu shalat dua rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian dua rakaat,
10. kemudian dua rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian witir". [Muttafaqun 'alaihi]
11. 2). Imam bersama dua orang ma'mum.
12. Apabila imam mendapatkan ma'mum dua orang, maka hendaklah kedua ma'mum itu berdiri di belakang imam membentuk satu barisan.
13. Hal ini didasarkan pada hadits Jabir yang panjang, yang sebagiannya berbunyi:
14. "Kemudian aku datang sampai berdiri di sebelah kiri Rasulullah,
15. lalu beliau memegang tanganku dan menarikku hingga membuatku berdiri di sebelah kanannya.
16. Kemudian datang Jabbaar bin Shakhr, lalu ia berwudhu kemudian berdiri di sebelah kiri Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam,
17. lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memegang tangan kami dan mendorong kami hingga membuat kami berdiri di belakang beliau
18. [HR Muslim dalam Shahih-nya, no. 5328].
19. Perkara yang harus diperhatikan dengan serius dan tidak boleh diremehkan adalah permasalahan lurus dan rapatnya shaf (barisan shalat).
20. Masih banyak kita dapati di sebagian masjid, barisan shaf yang tidak rapat dan lurus
21. Dijelaskan di dalam hadits dari sahabat Abu Abdillah Nu’man bin Basyir, beliau berkata
22. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
23. “Hendaknya kalian bersungguh- sungguh meluruskan shaf-shaf kalian
24. atau Allah sungguh-sungguh akan memperselisihkan di antara wajah-wajah kalian” (HR. Bukhari 717 dan Muslim 436)
25. Diwajibkan seorang imam untuk tidak memulai shalat sampai ia meluruskan shaf dan memerintahkan para makmum untuk meluruskan shafnya.
26. [Lihat al Qaulul Mubîn Fî Akhthâ’il Mushallîn, Syaikh Mashûr Salmân, hlm. 208]
27. Ini bisa dilakukan oleh imam sendiri atau imam meminta orang lain meluruskannya. Dalilnya adalah sebagai berikut:
28. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dahulu mengusap bahu-bahu kami dalam shalat (ketika akan shalat) dan menyatakan:
29. Luruskan dan janganlah shaf kalian bengkok sehingga berakibat hati kalian berselisih. [HR Muslim].
30. Dalam hadits ini Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengucapkan
31. Ucapan.. bukan untuk mewajibkan agar ucapan beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam ini ditiru ketika meluruskan shaf.
32. Namun tujuannya adalah memerintahkan para sahabatnya meluruskan shaf.
33. Karena itu beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam mengungkapkannya dalam banyak ungkapan namun berisi perintah meluruskan shaf.
34. Diantara yang beliau ucapkan selain lafazh diatas adalah :
35. Luruskan shaf, ratakan bahu-bahu kalian, tutupi celah dan bersikap lunaklah terhadap tangan tangan saudara kalian
36. (mudah diatur untuk meluruskan dan merapatkan shaf).
37. [HR Abu Daud dan shahih dalam Shahîh Abu Daud, no. 620].
38. Dari sini dapat disimpulkan bahwa seorang imam memerintahkan utk meluruskan shaf
39. Salah satu kesalahan yang sering terjadi, seorang imam menghadap kiblat dan dia mengucapkan dengan lantang,”Rapat dan luruskan shaf,”
40. Kemudian dia langsung bertakbir. Dia tidak lihat kebelakang dulu. Lah.. Gimana bisa tau udah lurus atau rapatnya?
41. Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu berkata,
42. “Adalah salah seorang kami MENEMPELKAN BAHUnya ke bahu kawannya, KAKInya dengan kaki kawannya.”
43. Dalam satu riwayat disebutkan,
44. “Aku telah melihat salah seorang kami menempelkan bahunya ke bahu kawannya, kakinya dengan kaki temannya.
45. Jika engkau lakukan pada zaman sekarang, niscaya mereka bagaikan keledai liar (tidak suka dengan hal itu)
46. [HR Abu Ya`la dalam Musnad, no. 3720 dan lain-lain, sebagimana dalam Silsilah Shahihah, no. 31]
47. Tapi banyak kita liat dewasa ini, begitu kita rapatkan shaf dengan menempelkan kaki dan bahu. Malah banyak yang ngerasa RISIH! Sedih ya.
48. Berkata Syaikh Masyhur bin Hasan-hafizhahullah-,
49. “Jika para jama’ah tidak mengerjakan apa yang dikatakan oleh Anas dan Nu`man Radhiyallahu 'anhu,
50. maka celah-celah tetap ada di shaf. Kenyataanya, jika shaf dirapatkan, tentu shaf dapat diisi oleh dua atau tiga orang lagi
51. Akan tetapi, jika mereka tidak melakukannya, niscaya mereka akan jatuh ke dalam larangan syari’at. Diantaranya;
52. 1). Membiarkan celah untuk syetan dan Allah Azza wa Jalla putuskan perkaranya,
53. sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
54. “Luruskanlah shaf kalian, dan luruskanlah pundak-pundak kalian, dan tutuplah celah-celah.
55. Jangan biarkan celah-celah tersebut untuk syetan. Barangsiapa yang menyambung shaf, niscaya Allah akan menyambung (urusan)nya.
56. Barangsiapa yang memutuskan shaf, niscaya Allah akan memutus (urusan)nya.”
57. [ HR Abu Daud dalam Sunan, no. 666, dan lihat Shahih Targhib Wa Tarhib, no. 495.]
58. 2). Perpecahan hati dan banyaknya perselisihan diantara jama’ah.
59. 3). Hilangnya pahala yang besar, sebagaimana diterangkan dalam hadits shahih, diantaranya sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
60. "Sesungguhnya Allah dan MalaikatNya mendo’akan kepada orang yang menyambung shaf"
61. [HR Ahmad dalam Musnad, 4/269, 285,304 dan yang lainnya. Hadistnya shahih. . Lihat Akhtha-ul Mushallin, halaman 210-211]
62. Jadi kalo gak mau ada perselisihan.... Yuk Luruskan Shaf !! Jangan SUSAH untuk Rapat dan Luruskan shaf ....
63. Semoga kita selalu terus ingat dan diingatkan kepada perkara perkara yang dianggap kecil.. tapi ternyata luar biasa dampaknya..