PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

Tampilkan postingan dengan label KPU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KPU. Tampilkan semua postingan

Saksi Papua Dan Isu Israel


-PeduliFakta.Blogspot.com -Inilah Salah Kaprah Terbesar di Era Pilpres 2014

Hari ini, berkali-kali saya menerima pesan di inbox yang isinya lebih kurang sebagai berikut:

"Ada Kader Gerindra yang Mendukung Israel. Berarti Anda Sebagai Pendukung Prabowo Pro-Israel Juga Dong!"

Menurut saya, "tudingan" seperti ini merupakan tudingan khas anak kecil. Sangat buru-buru, diucapkan oleh mereka yang mungkin akalnya pendek.

Berikut saya jelaskan, agar Anda paham:

1. Saya belum tahu apakah memang benar ada kader Gerindra yang mendukung Israel. Jadi saya no comment saja untuk hal ini.

2. Kalaupun misalnya ada kader Gerindra yang mendukung Israel, apakah itu artinya seluruh kader Gerindra mendukung Israel? Apakah itu artinya Prabowo mendukung Israel? (Anda mungkin belum tahu bahwa Prabowo sering membantu Palestina tanpa diliput media). Apakah itu artinya seluruh pendukung Prabowo mendukung Israel?

Hehehe...
Saya kira, inilah salah satu SALAH KAPRAH di era Pilpres 2014. Banyak sekali orang yang mengira bahwa jika ada satu pendukung capres A yang bla bla bla... artinya semua pendukung capres A adalah bla bla bla juga.

Kasus serupa terjadi ketika beberapa hari lalu, seorang pendukung Prabowo berkata, "Prabowo Titisan Allah," (dan akhirnya orangnya minta maaf dan mengaku salah omong).

ANEH SEKALI karena setelah itu, banyak sekali orang yang membully para pendukung Prabowo, termasuk membullly Prabowo juga. Seolah-olah ucapan satu orang pendukung Prabowo pasti mewakili ucapa seluruh pendukung Prabowo.

Inilah pemikiran yang aneh bin ajaib. Suka menyamaratakan semua orang!

(Terlebih jika yang pro Israel tersebut hanya orang biasa, bukan tokoh penting yang ada kemungkinan diangkat jadi menteri, misalnya. Coba bandingkan dengan orang2 syiah, orang2 pro Israel dst dari kubu sebelah, yang kebanyakan adalah orang2 berpengaruh, tokoh2 penting, dst.)

================================================
UNTUK ANDA PENDUKUNG JOKOWI, COBA JAWAB INI:
================================================

Dulu ada pendukung Jokowi yang berkata blusukan Jokowi mirip Rasulullah. Ada juga yang pernah berkata Jokowi mirip Yesus. Apakah Anda setuju dengan ucapan ini?

Saya yakin, banyak (mungkin sebagian besar) pendukung Jokowi TIDAK SETUJU dengan ucapan seperti itu. Anda pun mungkin tidak setuju.

Ini artinya, menyamaratakan seluruh pendukung capres merupakan PEMIKIRAN SUPER KONYOL.

3. Saya bukan kader Gerindra. Jadi dari segi kepartaian, saya tak ada urusan dengan informasi tentang adanya kader Gerindra yang katanya pro Israel. Walau Gerindra dan PKS (partai saya) bersatu dalam satu koalisi, itu bukan berarti PKS dan Gerindra harus sama dalam segala hal. Aneh sekali jika Anda berpikir seperti itu.

4. Jika hari ini saya memposting status tentang Novela, bukan berarti saya ngefans sama dia, bukan berarti saya setuju dengan segala sesuatu mengenai dia. Saya bahkan belum kenal siapa dia. Saya memposting info mengenai dia, sebagai dukungan saya terhadap penegakan keadilan di MK.

Sebatas itu saja. SUNGGUH NAIF jika banyak sekali orang yang berkesimpulan bahwa mendukung kesaksian Novela sama artinya dengan setuju dan suka 100% terhadap segala sesuatu pada dirinya. Hihihi... lucu sekali! Kesimpulan khas anak kecil 



Jadi kalau ada kabar bahwa Novela pro Israel, ya tentu dalam hal yang satu ini saya TIDAK SETUJU dengan dia (jika kabar itu memang benar). Emangnya saya harus selalu setuju dengan semua pendukung Prabowo? Tidak, bukan?

5. Sejak awal saya SADAR-SESADAR-SADARNYA bahwa Prabowo BUKAN malaikat. Dia hanya manusia biasa yang tentu punya banyak kelemahan dan kekurangan.

Saya mendukung Prabowo karena saya yakin dialah pilihan terbaik di antara dua yang tidak sempurna. Memilih Prabowo adalah memilih yang mudharatnya paling sedikit.

Begitulah kira-kira.

Hm... sebenarnya sudah tidak relevan membicarakan "alasan saya mendukung capres," saat ini, karena Pilpres sudah lewat. Saya membicarakannya lagi, hanya sebagai PELENGKAP untuk tema tulisan ini (soal salah kaprah, seperti tertulis pada judul).

-jonru-
MARI KITA BERDOA SAUDARAKU…

MARI KITA BERDOA SAUDARAKU…

Bismillahirrahmaanirrahiim.

PeduliFakta.Blogspot.com ---Saat ini adalah bulan Ramadhan, saat mustajab doa. Salah satu yang dijanjikan dikabulkan doanya, adalah para Shaimin-Shaimat (orang-orang yang berpuasa). Apalagi saat ini adalah saat 10 hari terakhir. Inilah saat-saat terbaik untuk berdoa kepada Allah, menjelang pengumumkan kepemimpinan negara esok hari. Mari saudaraku kita berdoa agar Allah memberikan kepemimpinan bangsa yang lebih baik.

(Misalnya doa seperti di bawah ini)


Alhamdulillahi ‘ala kulli ni’amihi minal awwal ilal akhir, wa shalatu was salamu ‘ala Rasulillah Muhammad wa alihi wa ashabihi ajma’in.

Berdoa Sepenuh Khusyuk Saudaraku
Berdoa Sepenuh Khusyuk Saudaraku
Ya Allah ya Rabbana, ampuni kami atas segala salah, dosa, dan kezhaliman; baik yang besar atau kecil, baik yang kami sadari atau tidak disadari. Ampuni, ampuni, dan maafkan kami ya Ghafuur.
Ya Rabbana berikan kepada kami pemimpin yang lebih baik bagi Ummat ini, pemimpin yang santun, tidak menzhalimi, tidak mengganggu kehidupan Ummat, tidak menyakiti hati dan ibadah kami; serta tidak menodai simbol-simbol agama kami.

Ya Allah datangkan kepada kami pemimpin yang berhati lurus, takut kepada-Mu dalam urusan Ummat dan kehidupan; tegar membela kami menghadapi segala kezhaliman, penindasan, pengkhianatan.
Ya Allah datangkan kepada kami pemimpin yang belas kasih kepada rakyat lemah, menyayangi anak-anak, menyayangi kaum Muslimah, serta menjaga kebaikan-kebaikan alam.

Ya Allah ya Aziz, jauhkan kami dari pemimpin yang berlumur dosa, keras hati, banyak berbuat culas, dan memendam kebencian kepada Islam dan Ummat.

Ya Allah jauhkan kami dari tangan-tangan jahat, manusia-manusia penindas, serta orang-orang zhalim yang selalu menebar ancaman, kekerasan, dan penipuan.

Ya Allah ya Halim, hentikan konspirasi jahat, permufakatan keji untuk merusak di muka bumi, hentikan tangan-tangan berlumur dosa yang ingin membuat kegaduhan, permusuhan, dan kerusakan. Hentikan ya Rabbana sebab-sebab kehancuran, kerusakan, penderitaan Ummat.

Ya Allah ya Sallam, kami telah berbuat semampu kami untuk perbaikan kehidupan ini; maka kami pasrah kepada-Mu. Apapun takdir-Mu, siapapun yang Engkau tetapkan sebagai penguasa di negeri ini, kami pasrah kepada-Mu.

Ya Rabbana ya Rahiim, jadikan siapapun yang Engkau pilih menjadi pemimpin adalah PEMIMPIN TERBAIK bagi urusan dunia, agama, dan akhirat kami. Kami berlindung kepada-Mu dengan karunia dan keagungan-Mu dari segala fitnah, kezhaliman, tipu daya yang bersumber dari pemimpin yang telah Engkau pilihkan itu ya Rabbana ya ‘Alim.

Ya Allah ya Razzaq, berikan kepada kami harapan, tambahkan rasa optimis, tuangkan atas kami kesejahteraan yang lebih baik. Dekatkan kami kepada Ridha-Mu, jauhkan kami dari murka-Mu. Berikan kami husnul khatimah, jauhkan dari su’ul khatimah. Bukakan untuk kami pintu-pintu surga-Mu, selamatkan kami dari koibaran api neraka-Mu.

Allahumma ash-lih lana dinana alladzi huwa ‘ishmatu amrina, wa ash-lih lana dunyana allati fiha ma’asyuna, wa ash-lih lana akhirata allati fiha ma’aduna, waj’alil hayata ziyadatan lana fi kulli khair, waj’al mauta rahatan lana min kulli syarrin.

(Ya Allah perbaiki urusan agama kami karena ia adalah pokok urusan kami; perbaiki urusan dunia kami, karena ia adalah penghidupan kami; perbaikilah akhirat kami, karena ia adalah tempat kami berpulang nanti; jadikan kehidupan kami merupakan kebaikan yang bertambah-tambah; jadikan kematian kami sebagai istirahat dari segala keburukan).

Allahummaj’al tsa’rana ‘ala man zhalamana, wanshurna ‘ala man ‘aadana, wa taj’al mushi-batana fi dinina, wa laa taj’alid dun-ya akbara ham-mina wa laa mab-lagha ilmina, wa laa tusal-lith ‘alaina man laa yarhamuna.

(Ya Allah, jadikan kami kokoh atas orang-orang yang menzhalimi kami, tolonglah kami atas orang-orang yang memusuhi kami, jangan Engkau jadikan musibah kami terjadi pada agama kami, jangan jadikan dunia sebagai impian tertinggi kami dan tujuan ilmu kami, dan janganlah Engkau kuasakan atas kami menjadi pemimpin yaitu orang-orang yang tidak mengasihi kami).

Allahumma inna nas’aluka salamatan fid din wa ‘afiyatan fil jasad wa ziyadatan fil ‘ilmi wa barakatan fir rizqi, wa taubatan qablal maut, wa rahmatan ‘indal maut, wa maghfiratan ba’dal maut.

(Ya Allah kami meminta kepada-Mu keselamatan dalam agama, keselamatan jasad, bertambahnya ilmu –bermanfaat-, keberkahan dalam rizki, pertaubatan sebelum maut, kasih sayang saat maut, dan ampunan setelah maut).

Allahumma inna nas’aluka mujibati rahmatika wa ‘azaimi maghfiratik wa salamatan min kulli its-min wal ghanimata min kulli birri wal fauza fil jannati wa najatan minan naar.

(Ya Allah kami memohon kepada-Mu ketetapan rahmat-Mu,ketetepan ampunan-Mu, keselamatan dari dosa-dosa, limpahan dari berbagai kebaikan, keberhasilan mencapai surge dan keselamatan dari neraka).

Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban naar. Amin Allahumma ya Mujibas sa’ilin. Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.
Terimalah doa kami ya Rabbana ya Halim ya Rahiim. Amin amin amin.”

(Mohon bagikan doa ini –atau yang serupa ini- wahai Saudaraku. Bagikan, baca, dan amalkan sampai saat pengumuman kepemimpinan diumumkan. Gunakan waktu-waktu ini untuk melakukan ikhtiar Rabbaniyah pamungkas, wahai Saudaraku. Jazakumullah khair).

[Admin].

http://abisyakir.wordpress.com/

Kemenangan Rakyat Dirampas oleh KPU !!!

Kemenangan Rakyat Dirampas oleh KPU !!!

Bismillahirrahmaanirrahiim.

PeduliFakta.Blogspot.com ---Kemenangan di depan mata yg tiba tiba dirampas. Hasil tabulasi format C1 TNI/Polri, menunjukkan Prabowo-Hatta sudah unggul 54 % lawan Jokowi-JK dengan 46 %. Ini sangat nyata, sampai akun TM2000 sudah buru-buru memberikan ucapan SELAMAT kepada Prabowo Hatta. Artinya, peluang kemenangan itu sudah dikonfirmasi.

Begitu juga dengan rekap format C1 PKS juga menunjukkan hal itu, sehingga Pak Hidayat Nur Wahid menegaskan kemenangan pasangan Prabowo-Hatta. Harus dicatat, rekap PKS cukup obyektif, termasuk ketika mereka mengalami “kekalahan” dalam Pemilu Legislatif April 2014 lalu.

Allah Tidak Menyukai Orang-orang Khianat
Allah Tidak Menyukai Para Pengkhianat
Tapi semua itu tiba-tiba DIRAMPAS oleh KPU dengan dalih: “Kalo gak setuju silakan gugat ke MK” atau “pihak yg kalah harus legowo”. Ini benar-benar sangat menyakitkan.Perjuangan rakyat, dengan segala pengorbanan, kelelahan, penderitaan, dan sebagainya; tiba-tiba dirampas begitu saja. Kemenangan di depan mata, tiba-tiba direnggut dengan sangat zhalim. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.
Sebagai wasit dan panitia pemilu, KPU penuh dengan tikus-tikus penipu. Husni Kamil bukan sosok netral, dia dekat dengan Jusuf Kalla dan tim sukses pro Jokowi. Hadar Gumay pernah mmbocorkan soal debat capres. Seorang hacker tertentu menjelaskan betapa parahnya sistem rekapitulasi online KPU. Umumnya para user KPU memakai akun gratisan untuk masuk ke sistem IT-nya. Masya Allah, apa gunanya dana triliunan rupiah? Kok masih pakai akun gratis?

Tentu kita masih ingat peristiwa “surve yg ditukar” kemarin. Ketika data quick count di MetroTV dalam hitungan beberapa menit brubah drastis, jadi Jokowi 52% dan Prabowo 47 %. Hanya dalam hitungan menit, kemudian diikuti oleh publikasi quick count lainnya.

Ingat juga kedatangan Clinton secara mendadak ke Jakarta. Mau apa Anda Pak Clinton? Mau mengurusi masalah Monica Lewinsky lagi? Tidak ada angin, tidak ada badai, tiba-tiba datang ke Jakarta.

Ingat juga ancaman-ancaman kerusuhan jika Jokowi kalah, sampai membuat TNI/Polri menerapkan status siaga I di Jakarta. Lalu fakta ditangkapnya 37 hacker asal Korea-China di Semarang. Belum terjadi kejadian seperti ini sebelumnya. Untuk apa mereka di sini? Mau ikut ibadah Ramadhan? Aneh.
Satu ksimpulan: “Semua ini adalah makar besar-besaran untuk merampas pilihan rakyat Indonesia, agar NKRI tidak pernah MERDEKA selamanya.”

Satu kata: L A W A N !!!

Dengan ucap Bismillah dan mengharap pertolongan-Nya. Allahu Akbar !!!

Kita siap kalah jika JUJUR caranya. Jika MENIPU dan CURANG…dapat dipastikan negeri ini akan SEMAKIN HANCUR karena KORUPSI. Ingat penipuan dan kecurangan adalah dasar pemerintahan KORUP. Anda mau berharap apa dari pemerintahan yang dibangun di atas kecurangan dan penipuan?

Sebelum rakyat Indonesia lebih menderita lagi, mari kita lawan PERAMPASAN KEMENANGAN ini.

Kalau kita menunda atau membiarkan mereka menang dengan jumawa: apakah dalam 5 tahun ke depan kita tidak akan dicurangi lagi? Siapa menjamin bahwa mereka akan lebih jujur pada 5 tahun lagi? Jangan-jangan setelah itu mereka akan gunakan semua aset-aset keamanannya untuk memberantas lawan-lawan politik. Nas’alullah al ‘afiyah.

Innallaha laa yahdi kaidal kha’inin” (sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk pada tipu daya orang-orang khianat).

By Abah.

Sumber: pengembangan dari status di akun Facebook.

http://abisyakir.wordpress.com/

http://pedulifakta.blogspot.com/2014/07/beredar-video-amatir-kecurangan-pilpres.html

http://pedulifakta.blogspot.com/2014/07/beredar-foto-ketua-kpu-bersama-timses.html

http://pedulifakta.blogspot.com/2014/07/skandal-kejahatan-it-kpu-di-bongkar.html

http://pedulifakta.blogspot.com/2014/07/video-fakta-hasil-pilpres-2014.html

Skandal Kejahatan IT KPU di Bongkar Oleh Hacker

PeduliFakta.Blogspot.com -Berikut kupas tuntas Radjoki Sinaga yang ia kutip dari tulisan Skandal Kejahatan IT KPU ? (Copas dari status Hidayat Ndayz) pada halaman Facebooknya. 
Security Audit Sistem IT KPU Pilpres 2014
Perkenalkan. Nama saya A. Tanpa nama belakang.

Saya lahir di Indonesia. Sebagai CEH, profesi saya konsultan keamanan jaringan komputer.

Baru tahun ini saya mengikuti berita-berita dan ikut memilih di Pemilu Presiden Indonesia.

Hari ini 23 Juli 2014. Saya membaca berbagai tulisan orang. Banyak yang bertanya: Apakah Pemilu Presiden 2014 berlangsung dengan jujur dan adil?

Saya mungkin punya jawabannya. Mungkin. Tulisan saya mungkin menjawab pertanyaan. Mungkin juga malah membuka banyak pertanyaan baru.

Namun sebelumnya mohon maaf. Saya bukan penulis. Mohon maaf jika bahasa saya kurang baik. Saya coba sampaikan dengan singkat dan efektif.

Tulisan ini saya tujukan untuk anda-anda yang penasaran.

Juga untuk calon presiden terpilih, pak Jokowi. Agar nanti sistem IT Pemilu 2019  bisa lebih baik dari sekarang. Agar tidak ada lagi yang teriak curang.

Juga untuk calon presiden tidak terpilih, pak Prabowo. Karena anda pasti penasaran. Juga untuk presiden sekarang, pak SBY. Siapa tahu, bapak juga penasaran.

Juga untuk para perancang dan admin sistem IT Pemilu 2014: Raden Santoso, Nanang Indra, Utian Ayuba, Andy Nugroho, Yoga Dahirsa, Muhammad Hafidz dkk.

Tentunya juga untuk pada anggota KPU: Husni Kamil Malik, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Ida Budhiati, Sugit Pamungkas dkk.

Anggap saja ini sumbangan saya. Untuk bahan pelajaran bersama. Agar Indonesia lebih aman. Indonesia hebat. Indonesia bangkit.
7 April 2014

Di 7 April 2014. Saya mengamati ada fenomena menarik.

Hacker dan cracker juga punya hak pilih. Punya hak berpolitik. Juga punya hak berkampanye mendukung nomor satu atau nomor dua.

Begitu besar semangat para hacker dan cracker dalam Pemilu Presiden 2014 ini. Sebagian besar dukung nomor dua. Walau juga ada yang dukung nomor satu.

Ini kesimpulan saya setelah melihat begitu banyak iklan capres di Google dan YouTube. Iklan yang baik-baik saja. Juga iklan yang tidak baik-baik saja.

Padahal tidak boleh ada iklan capres di kedua situs ini. Google melarang iklan politik di Indonesia. Dalam bentuk apapun. Namun...

Mereka pasti menyadari kemampuan Google dalam menyaring dan memblokir iklan terbatas. Celah ini yang diekploitasi.

Ada juga yang begitu bersemangat, banyak situs orang diretas, diubah jadi halaman untuk promosi atau menjelekkan yang tidak didukungnya.

Mereka berusaha untuk mempengaruhi persepsi. Persepsi mempengaruhi hasil.

Usaha mereka membuat saya bertanya. Selain menyebarkan informasi untuk mempengaruhi presepsi, apa lagi yang bisa mereka lakukan?

Dapatkan hacker dan cracker simpatisan capres meretas sistem IT KPU? Dan mempengaruhi hasil secara langsung? Saya mencobanya.
Celah Keamanan # 1: Email Anggota KPU

Untuk memahami bagaimana cara kerja sistem IT KPU saya perlu informasi dari dalam. Saya mulai dari mencari alamat email anggota-anggota KPU.


Saya menemukan dokumen ini semua alamat email komisioner KPU yang aktif digunakan ada di dokumen ini. Enam dari tujuh menggunakan email gratisan.

Saya jadi bertanya. Mengatur pemilu bukan pekerjaan main-main. Kenapa gunakan email gratisan yang mudah diretas? Apa mungkin disengaja?

Ferry Kurnia sepertinya adalah yang paling muda dari tujuh anggota KPU. Biasanya yang paling muda adalah yang paling terlibat untuk urusan IT.

Saya kirimkan satu email phishing ke Ferry. Tidak sampai dua jam, saya sudah bisa akses dan membaca semua email yang pernah diterima dan dikirimkan.

Apa yang saya temukan membuat saya bingung. Saya yakin para anggota KPU, dan para perancang sistem IT KPU bukan orang sembarangan.

Namun mereka seperti membuat semuanya begitu mudah untuk seorang yang punya niat seperti saya untuk masuk ke sistem IT KPU.
Celah Keamanan # 2: Berkirim Username dan Password di Email

Hal pertama yang saya lakukan ketika membuka boks email salah satu anggota KPU adalah mencari kata "password".  Saya sungguh terkejut.

Saya langsung dapat password ke SILOG. Sistem Logistik.


Saya juga dapat password ke Dropbox yang dipakai untuk simpan copy data pemilih seluruh Indonesia.


Dapat juga password ke sistem real count KPU. Ya. Ternyata KPU memiliki sistem real count yang entah mengapa tidak ditampilkan di websitenya sehingga publik harus menghitung sendiri seperti di website kawalpemilu.org.


Dapat juga password untuk mengelola website KPU. Dapat juga password untuk SIDALIH, sistem data pemilih. Dapat juga password untuk banyak sistem lainnya.

Ini juga membuat saya bingung. Berbagai password dikirimkan begitu saja oleh admin melalui email. Apakah ingin memudahkan hacker untuk masuk sistem?

Catatan: Banyak password di screenshot ini masih digunakan... Jadinya saya hidden ya... Maaf kalau jadi penasaran.
Celah Keamanan # 3: Ada Google Docs Daftar Username dan Password

Betapa terkejutnya saya. Email ini benar-benar di luar logika dan cara berpikir saya. Saya temukan satu email yang dikirimkan oleh admin sistem IT KPU kepada semua anggota KPU. Isinya GOOGLE DOCS dengan daftar semua password sistem IT KPU.

Saya jadi benar-benar curiga, para admin dan anggota KPU memang ingin memudahkan hacker dan cracker untuk masuk ke sistem IT KPU.

Apalagi...
Celah Keamanan # 4: Pola Password Mudah Ditebak

Sebagai contoh, ini password SSH ke website KPU yang pernah digunakan: 4dm1n80njol@w1w1k. Username: kpuadmin.

Password root shell/MySQL: m3rd3k41945!

Banyak password sistem IT KPU menggunakan pola yang sama. Apakah agar mudah diingat... Atau agar mudah diretas. Maaf jika saya berpikir yang tidak-tidak, karena saya dilatih untuk mencermati pola.
Celah Keamanan # 5: Semua Anggota KPU Bisa Edit Daftar Pemilih Sesuka Hati

Ini adalah Sistem Data Pemilih (SIDALIH) KPU. Dengan sistem ini KPU mengatur nama-nama yang masuk ke Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan Daftar Pemilih Tetap (DPT).


Penambahan atau pengurangan nama-nama pemilih dapat dilakukan dari sistem ini. Ini krusial karena di Indonesia pemilih dapat memilih cukup berbekal undangan tanpa perlu KTP.

Saya orang awam. Namun jadi pertanyaan besar untuk saya. Jika mau aman: Kenapa semua anggota KPU bisa edit DPT sesuka hati? Kenapa akses yang diberikan oleh admin tidak hanya read only?

Keputusan hak edit ini, tentu saja keputusan disengaja, tidak mungkin kecelakaan, memberikan kewenangan sangat besar untuk setiap anggota KPU untuk bermain dengan jumlah pemilih. Mengurangi atau menambahkan.

Bisa saja jika ada anggota KPU yang komunikasi dengan tim sukses calon presiden tertentu, atau jika ada hacker atau cracker pendukung calon  presiden tertentu yang masuk ke sistem seperti saya... Bisa saja menambahkan pemilih baru... atau mengurangi pemilih di daerah-daerah tertentu.

Mereka yang belum bisa memilih, bisa diberikan hak untuk memilih. Mereka yang diketahui akan memilih calon tertentu, bisa dicabut hak memilihnya... Dengan mudah. Sangat mudah.

Apalagi untuk setiap entri... Tidak ada info atau log secara terbuka, siapa yang terakhir melakukan edit apalagi edit history.

Celah yang membahagiakan... Bagi siapapun yang punya niat tidak baik.
Celah Keamanan # 6: Semua Anggota KPU Bisa Edit Jumlah Pengiriman Kertas Suara Sesuka Hati

Sistem Logistik (SILOG) KPU. Dengan sistem ini KPU mengatur distribusi surat suara ke semua daerah / TPS. Penambahan atau pengurangan pengiriman kertas suara dapat dilakukan dari sistem ini.


Pertanyaan saya mengenai SILOG ini sama dengan SIDALIH.

Saya orang awam. Namun jadi pertanyaan besar untuk saya. Jika mau aman: Kenapa semua anggota KPU bisa edit logistik pemilu seperti kertas suara sesuka hati? Kenapa akses yang diberikan oleh admin tidak hanya read only?

Maaf kalau ini seperti mengulang. Keputusan ini, tentu saja keputusan disengaja, tidak mungkin kecelakaan, memberikan kewenangan sangat besar untuk setiap anggota KPU untuk bermain dengan jumlah kertas suara.

Bisa saja jika ada anggota KPU yang komunikasi dengan tim sukses calon presiden tertentu, atau jika ada hacker atau cracker pendukung calon  presiden tertentu yang masuk ke sistem seperti saya... Bisa saja mengirimkan kertas suara lebih ke daerah-daerah tertentu. Sangat mudah.

Apalagi seperti di SIDALIH... Untuk setiap entri... Tidak ada info atau log secara terbuka, siapa yang terakhir melakukan edit apalagi edit history.

Apresiasi: Sistem Scan Formulir C1

Dalam membuat tulisan ini, saya merasa saya harus adil. Jika ada celah keamanan, saya sampaikan. Jika ada best practice yang dilakukan, saya apresiasi.

Sistem scan formulir C1 yang dibuat oleh tim KPU menurut saya sangat bagus. Antarmuka aplikasi didesain sederhana, tidak banyak isian. Ini pastinya membantu meningkatkan penggunaan sistem.

Presentasi C1 di web pilpres2014.kpu.go.id juga bagus. Sederhana dan mudah digunakan oleh siapapun.

Pengelolaan C1 ini membuat persepsi kalau pemilu berlangsung dengan jujur dan adil. Hampir tidak mungkin mempengaruhi hasil pemilu jika scan C1 sudah terkumpul semua di server KPU.

Namun saya punya pertanyaan. Pertanyaan cukup besar. Admin membuat aplikasi real count, khusus untuk pada anggota KPU di alamat http://103.21.228.33/internal - kenapa data ini tidak dibuka ke publik?

Kenapa memaksa publik untuk melakukan gotong royong entri data dari ratusan ribu formulir C1? Padahal real count nya sudah ada...

Sekedar pertanyaan selewat saja. Mungkin ada penilaian sendiri...
Kesimpulan

Kembali ke pertanyaan awal: Apakah Pemilu Presiden 2014 berlangsung dengan jujur dan adil?

Saya tidak tahu. Terlalu banyak daerah, terlalu banyak TPS, terlalu banyak nama pemilih untuk dapat mengetahui permainan dengan SILOG atau SIDALIH.

Namun dua hal yang pasti: 

Pertama: Siapapun yang bisa punya akses ke SILOG dan SIDALIH dan punya niat untuk memenangkan calon nomor satu atau nomor dua, terutama sebelum bulan Mei 2014, dan punya kemampuan koordinasi dengan tim sukses di lapangan (TPS TPS, desa-desa mana saja yang perlu dilebihkan kertas suara... Nama-nama apa saja yang perlu ditambahkan atau dikurangi dari sistem) dapat sangat mempengaruhi hasil Pemilu Presiden 2014.

Kedua: Sama sekali tidak sulit untuk mengakses semua sistem IT KPU. Malah saya curiga... Seperti dibuat begitu mudah bagi hacker dan cracker yang ingin masuk. Ada apa?

Semoga bukan kenapa-kenapa. Semoga celah-celah keamanan yang saya tulis disini... Adalah kesalahan yang tidak disengaja.

Karena siapa yang punya akses ke sistem IT KPU... Bisa mempengaruhi siapa yang terpilih jadi presiden.

Presiden yang punya kuasa akan negara 250 juta penduduk. Anggaran 2.000 triliun. 600.000 tentara. Perputaran uang hampir 10.000 triliun.

Karena kalau memang disengaja...

Sangat mudah... Bisa ada ratusan... Ribuan... Mungkin jutaan pemilih "baru". Hasil kreasi dari mereka yang punya akses ke SIDALIH.

Bisa juga ada ratusan... Ribuan... Mungkin jutaan kertas suara yang "kebetulan lebih". Hasil kreasi dari mereka yang punya akses ke SILOG.

Maaf jika tulisan ini jadi menimbulkan pertanyaan baru.

Demikian tulisan saya. Semoga ini bermanfaat.


*Catatan kaki: Saya seorang hacker. Bukan cracker. Saya melakukan audit ini karena penasaran. Bukan karena ada niat tidak baik.

Namun undang-undang Indonesia tidak membedakan. Untuk menghindari kemungkinan pidana... I wish to remain anonymous.
Demikian informasi yang perlu dicermati rakyat pembela kebenaran, bagaimana menurut Anda? Hoax atau Real?
(voa-islam)

Beredar Foto Ketua KPU bersama TIMSES JOKOWI

Benarkah Ketua KPU Husni Kamil Manik Adik Ipar Jusuf Kalla?

PeduliFakta.Blogspot.com - Hari-hari ini semua orang tertuju kepada Husni Kamil Manik, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat. Setelah gagal mencapai target menyelesaikan rekapitulasi yang ia tetapkan sendiri, Minggu (4/5), kini ia keukeuh bisa melakukan penetapan hasil rekapitulasi nasional sesuai jadwal pada Jumat 9 Mei mendatang. “Soal keraguan itu kan sifatnya subjektif dan personal. Silakan saja meragu tapi kami akan tunjukkan tanggal 9 Mei, semua sudah oke,” kata ketua KPU, Husni Kamil Manik.

Biodata mengungkap Husni sudah akrab dengan kepemiluan sejak mahasiswa. Pada tahun 1999 ia diikutsertakan Forum Rektor Seluruh Indonesia menjadi pemantau pemilu. Selanjutnya, pada pemilihan anggota KPU Sumatera Barat dia terpilih sebagai anggota dalam dua periode berturut-turut (2003-2008 dan 2008-2013).

Husni saat ini sangat populer dalam situs Google karena terkait batas waktu penyelesaian rekap suara Pileg selain aktif di KPU Sumbar, Husni pernah menjabat anggota Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Indonesia periode 2003.

Dia masih aktif sebagai Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama Sumatera Barat periode 2010-2015. Saat mengikuti seleksi menjadi anggota KPU pusat, Husni dan para anggota KPU sekarang diuntungkan dengan dicoretnya para anggota KPU lama yang mencalonkan diri.
Tiga anggota KPU periode 2007-2012 yang mencalonkan diri adalah I Gusti Putu Artha, Sri Nuryanti, dan Saut Sirait. Tim seleksi anggota komisioner KPU dari DPR menyebut alasan pencoretan ketiga anggota KPU incumbent itu karena rekomendasi tiga lembaga negara, yakni DPR, Komnas HAM, dan MK yang menyatakan bahwa seluruh komisioner KPU 2007-2012 tidak layak untuk dipilih kembali karena dianggap gagal. 

Dalam voting terakhir di DPR, Husni masuk empat besar dari tujuh orang yang terpilih.
1. Sigit pamungkas 45 suara,
2. Ida Budiati 45,
3. Arief Budiman 43,
4. Husni Kamil malik 39,
5. Ferry Kurnia 35,
6. Hadar Nafis gumay 35,
7. Juri Ardiantoro 34.
Sedang tujuh orang lainnya tersisih.
Kejutan terjadi saat pleno pemilihan Ketua KPU. Nama Husni tiba-tiba menyeruak mengalahkan rekan-rekannya.
Pada pemilihan tahap pertama ia masuk dua besar bersama Arief Budiman. Selanjutnya tahap kedua, semua anggota KPU sepakat memilih Husni menjadi Ketua KPU periode 2012-2017.
Soal terpilihnya sebagai orang nomor satu KPU, seperti ditulis, vivanews.co.id, Husni berkata “Jangankan orang lain, saya juga kaget terpilih.” ucapnya ketika itu. 

Nah, kini tampaknya publik harus siap dengan kejutan lain

Terkait penyelesaian rekapitulasi nasional hasil Pilpres 2014 yang dipimpin Husni. Akankan nama Husni Kamil Malik dicap Ketua KPU gagal seperti Ketua KPU sebelumnya?

Tapi bukan itu yang menarik untuk ditelisik lebih dalam, beredar kabar yang menyatakan bahwa istri Husni Kamil Malik ini adalah Endah Mulyani yang tak lain adik istri Jusuf Kalla, Mufidah anak dari H. Buya Mi'ad (ayah) Sitti Baheram (ibu). Nah lho... benarkah Husni Kamil Malik adik ipar dari Jusuf Kalla?

Tak hanya itu, bukti foto yang tersebar di kalangan jurnalis menunjukkan ada komunikasi Husni Kamil Manik dengan timses Jokowi dan anak buah AM Hendro Priyono.
Selain aktif di KPU Sumbar, bapak tiga anak ini juga pernah menjabat anggota Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Indonesia periode 2003. Dia masih aktif sebagai Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama Sumatera Barat periode 2010-2015.

Berdasarkan penelusuran, ini biodata HUSNI KAMIL MANIK, S.P
Lahir di Medan, 18 Juli 1975 (39 tahun)
Husni Kamil Manik, S.P., (lahir di Medan, Sumatera Utara, 18 Juli 1975; umur 39 tahun) adalah Ketua Komisi Pemilihan Umum sejak 12 April 2012.[1][2] Sebelumnya ia merupakan komisioner KPU Provinsi Sumatera Barat sejak tahun 2008. Husni menempuh pendidikan dari SD hingga MTsN di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Setelah lulus dari MAN I Medan, ia masuk ke Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat pada tahun tahun 1994. Ia juga aktif di Nahdhatul Ulama dan menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan Wilayah Nahdhatul Ulama Sumatera Barat periode 2010-2015.

Status Perkawinan :
a. Menikah
b. Nama isteri: Endang Mulyani
c. Jumlah anak: 3 (tiga) orang:
    1. M.A. Afifuddin Manik (7 tahun)
    2. Abid W.A. Manik (5,5, tahun)
    3. Nuraisyah H. Manik (4,5 tahun)
d. Pekerjaan : Anggota KPU Provinsi Sumatera Barat

Benarkah Husni Kamil Manik adik ipar istri JK?

Saat Kampanye Capres 2009 silam, yang saat itu mendampingi suaminya Capres Jusuf Kalla dan pasangannya Cawapres Wiranto bersama istrinya Uga Wiranto, Mufidah diminta suaminya JK untuk membuka kampanye dalam bahasa Padang (Minang).

“Bagi saya Sumbar (Sumatra Barat) adalah kampung saya juga, karena itu sebelum mulai, saya minta istri saya bicara bahasa Padang,” kata JK kepada istrinya. Ibu Mufidah dengan busana muslimnya maju berkampanye yang disampaikannya dalam bahasa Minang.

“Ibuk-ibuk, bapak-bapak kasadonyo…ambo ko urang Lintau, Batusangka, Tanah Datar, jadi ambo dapek jodoh urang Bugih, nan elok, nan pandai, nan santiang dan siak pulo,”.

(Ibu-ibu dan bapak-bapak semua, saya ini orang Lintau, Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar. Saya dapat jodoh dengan lelaki Bugis. Orangnya baik, pandai, pintar dan alim pula).

Kampanye dalam bahasa Minang oleh calon ibu negara itu mendapat sambutan simpati sekitar 50.000 simpatisan yang menghadiri kampanye itu. Massa bertepuk tangan saat mendengar pidato menggunakan bahasa Minang yang dilakukan pada kampanye tingkat nasional itu. Mufidah menambahkan, “Jadi cocok lah kami dan dapek lah kawan urang Jawa, istrinyo urang Gorontalo. Kami bahagia sakali, apolagi ibuk-ibuk bapak-bapak sadonyo, nanti tanggal lapan, mencontreng nomor tigo, tarimo kasih”.

(Jadi kami sudah cocok dan mendapat pasangan orang Jawa –Wiranto– yang istrinya orang Gorontalo. Kami bahagia sekali, apalagi ibu-ibu dan bapak-bapak semua pada tanggal 8 Juli 2009 akan mencontreng nomor tiga, terima kasih
).
Kampanye berbahasa Minang itu ditampilkan untuk memperkuat hubungan JK-Win dengan rakyat Sumbar serta mendapat simpati menuju pilpres. Secara adat kekerabatan Minangkabau, JK merupakan “Urang Sumando” (menantu) orang Minang, karena Mufidah adalah putri Minang asal Nagari Lintau, Tanah Datar.

Pada kampanye itu, JK juga memperkenalkan salah seorang putranya yang menyandang gelar adat Minangkabau (Datuak Rajo Panghulu). “Ini anak saya yang bergelar Datuak, tapi saya lebih tinggi karena menjadi bapaknya Datuak orang Minang,” kata JK dengan senyum.

Meski sama-sama minang, tak bisa serta merta ada hubungan kekerabatan.

Banyak pihak yang mengharapkan kejelasan informasi yang beredar sejak kemarin sore ini, hingga berita ini diturunkan jurnalis kami terus mencari keabsahan informasi ini, petunjuk ada pada Endah Mulyani dan Mufidah Jusuf Kalla apakah benar bersaudara dari pasangan H. Buya Mi'ad (ayah) Sitti Baheram (ibu)?

Mufidah Jusuf Kalla memang asli suku Minang, seperti halnya Husni Kamil Manik, namun benarkah Endang Mulyani berasal dari suku Minang.

Berdasarkan jawaban via Twitter Husni Kamil Manik membantah kabar tersebut melalui akun twitter @husnikamilmanik
Hmmm, Mari media massa dan rakyat tetap mengawal kecurangan serta modus KKN di negeri ini yang tidak segera kunjung berhenti rupanya. Namun harus terus diverikasi keabsahan 'jebakan batman' yang diterima di social media. Waspadalah... [edited/dbs/ajaf/ad/voa-islam.com] 

VIDEO FAKTA HASIL PILPRES 2014


PeduliFakta.Blogspot.com -Silahkan Ditonton dan disebarkan..

Kubu Prabowo Minta Agar Siapapun Yang Menang Agar Tidak Provokasi Rakyat




Pihak yang kalah dalam pemilihan presiden diminta dapat menahan diri dan jangan memprovokasi rakyat. Demikian disampaikan penasihat tim pemenangan Prabowo-Hatta, Letjen TNI Purn Suryo Prabowo.



“Siapapun yang menang, terhadap pihak yang kalah diminta jangan memprovokasi rakyat untuk berbuat rusuh,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Selasa (15/7).



Dia menambahkan, indikasi akan adanya kerusuhan setelah pengumuman pemenang pilpres sudah tampak sejak euforia kemenangan quick count Jokowi-JK. “Liputan media yang masif sangat membantu membangun persepsi publik. Seolah-olah Jokowi-JK sudah memenangkan pilpres. Inikan memberi harapan palsu pada rakyat. Iya kalau menang, kalau kalah kan rakyat pendukung Jokowi bisa ngamuk,” ujar Suryo.



Suryo menilai, adanya klaim Jokowi-Jk menang pilpres telah menempatkan rakyat sebagai fait accompli. Rakyat dipaksa percaya hanya pada satu pandangan sepihak saja. Saat ada pandangan lain yang sah secara hukum, mereka pasti menolak. “Karena dari awalnya sudah ada doktrin hanya kecurangan yang dapat mengalahkan Jokowi-JK, maka tidak ada kesiapan untuk kalah. Jadi pilihannya kalau kalah melawan, kalau menang bertahan,” jelasnya.



Padahal menurut Suryo, hasil quick count dari dari berbagai kemungkinan dapat terjadi kesalahan sehingga tidak dapat sepenuhnya mengandalkan quick count. “Quick count pada pilpres 2004 atau Pilkada Jabar 2013 bahkan jajak pendapat pelepasan Timor Leste menggunakan quick count tanpa real count. Itu salah satu faktor Timor Leste lepas dari NKRI,” ingatnya.



Dalam situasi begini, katanya, elite politik hendaknya dapat memberikan pencerahan pada publik. “Mari kita ajari rakyat kita berpolitik yang sehat. Politik siap kalah siap menang. Prabowo sendiri sudah berjanji siap kalah. Kalaupun Prabowo menang ini kemenangan bagi Indonesia. Bahkan jika menang, Prabowo sudah meminta orang terbaik PDIP, Nasdem, Hanura dan PKB untuk bergabung dalam kabinet membangun Indonesia,” tutupnya.