PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

Tampilkan postingan dengan label Manipulasi Sejarah Pembantaian Muslim Terhadap Non-Muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manipulasi Sejarah Pembantaian Muslim Terhadap Non-Muslim. Tampilkan semua postingan

Fitnah GKI Yasmin

Kaum muslimin rahimakumullah, 

Akhir-akhir ini kita banyak disuguhi berita kasus Gereja GKI Yasmin Bogor. GKI Yasmin mengeluh bahwa Walikota Bogor Diani Budiharto tidak melaksanakan putusan Mahkamah Agung dan tetep menyegel gereja itu. Juga, berita-berita media massa cenderung menyudutkan masyarakat muslim Bogor yang dikesankan tidak toleran. Sehingga opini yang berkembang adalah pemihakan terhadap GKI Yasmin sebagai pihak “korban” serta perlawanan terhadap “kezaliman” yang dialami kaum minoritas. 

Kaum muslimin rahimakumullah,

Benarkah GKI Yasmin terzalimi? Benarkah umat Islam Bogor menzalimi kaum minoritas, khususnya kaum Kristen warga GKI?  Dan benarkah Walikota Bogor tidak melaksanakan putusan Mahkamah Agung terkait pembekuan IMB gereja GKI Yasmin dengan tetap menyegel gereja tersebut?

Kaum muslimin rahimakumullah, 

Masalah gereja GKI Yasmin dimulai dari adanya IMB yang dianggap “bodong” oleh masyarakat karena  ada proses yang salah dan melawan hukum, yakni adanya manipulasi persetujuan warga. Masyarakat muslim Yasmin memang terkaget-kaget tatkala melihat pembangunan gereja tersebut. Lalu masyarakat memprotesnya.  Akhirnya Kepala Dinas Tata Kota dan Pemukiman Bogor (DTKP) mengeluarkan surat pembekuan terhadap IMB gereja tersebut sehingga pembangunan dihentikan. Surat Pembekuan ini digugat oleh GKI Yasmin ke PTUN dan mereka menang. Hakim PTUN memutus Kepala DTKP yang bawahan Walikota tidak dibenarkan membekukan IMB yang dikeluarkan Walikota. Dengan bekal putusan PTUN ini pihak GKI Yasmin meneruskan kembali pembangunan gereja tersebut. Masyarakat terus memprotesnya  karena yakin mereka tidak memberikan persetujuan terhadap gereja tersebut. Warga GKI yang tinggal di sekitar perumahan Yasmin, sekitar lokasi pendirian gereja GKI itu, hanya sekitar tiga KK yang tentu sangat jauh dari syarat minimal dari jumlah yang dibutuhkan untuk pendirian rumah ibadah sesuai aturan PBM, yakni 60 KK. Sehingga masyarakat tetap menuntut bakal gereja tersebut disegel. Seiring dengan upaya hukum hingga ke Mahkamah Agung, pemkot Bogor pun menyegel bakal gereja GKI Yasmin itu.

Kaum muslimin rahimakumullah,


Mahkamah Agung ternyata memenangkan gereja. MA menguatkan keputusan Hakim PTUN bahwa Kepala Dinas tidak boleh mengeluarkan Surat Pembekuan terhadap IMB yang dikeluarkan walikota sehingga surat Kepala Dinas TKP itu harus dicabut. Oleh karena itu, Walikota Bogor mengeluarkan surat tertanggal 8 Maret 2011 yang mencabut  Surat Pembekuan Kepala Dinas TKP sehingga segel dibuka. Tentu saja masyarakat tidak terima apalagi pelaku manipulasi tanda tangan persetujuan masyarakat kepada gereja GKI Yasmin telah diadili dan divonis bersalah oleh hakim. Maka pada tanggal 11 Maret 2011 Walikota Bogor mengeluarkan surat yang isinya membatalkan IMB yang baru dicairkan tersebut.

Inilah peristiwa yang sebenarnya terjadi atas gereja GKI Yasmin Bogor. Jadi jelas keliru tuduhan bahwa Walikota tidak melaksanakan putusan MA. Putusan MA untuk membatalkan surat Kepala dinas TKP sudah dilaksanakan dan tidak ada putusan MA berkaitan dengan surat pencabutan IMB oleh Walikota Bogor.

Selain itu  Walikota Bogor sebenarnya sudah memberikan solusi berupa relokasi pembangunan gereja GKI dan sementara mereka akan ditampung di salah satu gedung di kompleks Yasmin dengan tanggungan Pemkot Bogor. Sayang para aktivis GKI menolak solusi Pemkot Bogor tersebut dan tetap mengadakan kebaktian di Trotoar jalan dan berkampanye bahwa mereka terzalimi. 

Kaum musklimin rahimakumullah, 

Seharusnya GKI menggugat ke PTUN kembali. Namun sayang mereka tidak menempuh jalur hukum sebagaimana sebelumnya. Para aktivis GKI Yasmin justru terus mengumbar opini bahwa Walikota Bogor tidak melaksanakan  putusan MA dan dengan opini itu mereka menggalang dukungan bagi pemaksaan kehendak mereka untuk tetap mendirikan gereja di lokasi yang IMB-nya sudah dicabut oleh walikota itu. Mereka terus berkampanye dengan cara kebaktian di trotoar jalan untuk mendapatkan simpati dan dukungan para konsumen media massa walau aktivitas tersebut melanggar perda dan tentu saja mengganggu dan meresahkan masyarakat muslim yang beraktivitas di sekitar itu setiap hari Ahad pagi. Pertanyaan kaum muslimin Yasmin adalah: kenapa mereka tetap ngotot hendak membangun gereja di lokasi yang tidak ada penduduk Kristen kecuali 3 KK dan telah bermasalah dengan manipulasi tanda tangan itu? 

Kaum muslimin rahimakumullah,

Oleh karena itu, masalah GKI Yasmin ini benar-benar menjadi fitnah terhadap umat Islam, apalagi perkembangan terakhir ada indikasi upaya adu domba sesama umat Islam  dengan modus pro dan anti gereja GKI Yasmin!  Tentu ini merupakan fitnah dan makar yang nyata untuk memecah belah umat Islam!

Namun kita sebagai umat Islam yakin, makar jahat tersebut tidak akan berhasil selama semua umat Islam berpegang tguh kepada syariat Allah SWT. Allah SWT berfirman:

Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. dan Allah Sebaik-baik pembalas tipu daya. (QS. Al Anfal 30)

Kaum muslimin rahimakumullah, 

Dalam menghadapi makar dan fitnah tersebut  tentunya umat Islam harus bersatu dengan tali agama Allah (QS. Ali Imran 103) dan  bersatu dalam sikap menghadapi serangan misionaris semacam GKI Yasmin (QS. Al Baqarah 217) dan tidak terkecoh dengan tipu daya mereka (QS. Ali Imran 100). Dan umat Islam harus membentegi dan menjaga aqidah umat dengan tetap membela agama Allah SWT sebagaimana firman-Nya:

Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS. Muhammad 7).

Baarakallahu lii walakum
Manipulasi Sejarah Pembantaian Muslim Terhadap Non-Muslim

Manipulasi Sejarah Pembantaian Muslim Terhadap Non-Muslim

Manipulasi Sejarah Pembantaian Muslim Terhadap Non-Muslim

Assalamualaikum brothers and sisters,

Dua hari lalu saya terima email yang menyatakan seperti ini :

Aslm bang Zay,

Buku Anda The Khilafa menyatakan Islam tidak pernah ditegakkan dengan pedang. Apakah Anda tidak mendalami sejarah? Anda ini paling pintar membual. Coba lihat di bawah ini dan tolong data-data ini juga dimasukkan dalam buku Anda supaya seimbang. Jangan terlalu ngawur membela ideologi Anda. Terima kasih.

BAGAIMANA ISLAM DISEBARLUASKAN (PERANG) JAUH JAUH SEBELUM PERANG SALIB, MUSLIM MEROMPAK DAERAH DI LUAR MEKAH DAN MADINAH,

Tahun 635, Tentara Islam mengepung dan menaklukkan Damaskus, salah satu kota besar di Syria, dari bangsa pribumi Asyrian. Puluhan ribu bangsa Asyrian tewas.

Tahun 637, Tentara Arab Islam menaklukkan bangsa pribumi Chaldean dan Phoenician Kristen di Irak pada Perang al-Qadisiyyah. Ratusan ribu nyawa bangsa Chaldean melayang, Chaldean kehilangan identitas, menjadi bagian dari propinsi Arab.

Tahun 638, Tentara Arab Islam menaklukkan dan mencaplok Yerusalem, mengambil alih dari bangsa Israel dan Kerajaan Bizantium. Korban jiwa rakyat Yahudi mencapai puluhan jutaan orang, sebagian kecil melarikan diri ke Eropa.

Tahun, 638-650 Tentara Islam menaklukkan Kerajaan Zoroaster Persia (Iran) dan menjadikannya negara Islam,

kecuali di sepanjang Laut Kaspia. Jutaan jiwa tewas. Pembakaran Perpustakaan Besar Ilmu Pengetahuan Persia. Kemunduran peradaban di negeri Persia.

641 Tentara Arab Islam menaklukkan bangsa pribumi Asyria Kristen di Suriah dan Lebanon. Jutaan bangsa Asyrian tewas. Bangsa Asyrian kehilangan identitas sebagai bangsa Asyrian. Bahasa Arab menggantikan bahasa resmi Asyrian yaitu bahasa Aram. Sebagian bangsa Asyrian yang selamat membuat perjanjian damai dengan Muslim Arab, mereka secara rutin membayar jiyzah (upeti) kepada Muslim Arab. Sampai sekarang Kristen Koptik Asyrian yang ramah masih tetap ada di Suriah. Tingkat ekonomi mereka di era modern ini jauh lebih baik dari counterpart mereka yang beragama Muslim.

643-707 Tentara Arab Islam menaklukkan Kristen Afrika Utara dan Yordania. Sama seperti Kristen di Suriah, pada era modern ini, ekonomi dan tingkat pendidikan bangsa Yordania yang tetap memeluk Kristen jauh lebih baik dari saudaranya kaum Muslim.

710-713 Tentara Islam menaklukkan Lembah rendah Indus “Hindu Kush” dari bangsa Hindi. Jutaan jiwa bangsa Hindi yang memeluk Hindu tewas. Sebagian di Islam kan, daerah yang menganut Islam, sekarang namanya Pakistan.

Referensi: ”The name Hindu Kush means literally 'Kills the Hindu', a reminder of the days when (Hindu) slaves from the Indian subcontinent died in the harsh weather typical of the Afghan mountains while being transported by Muslim traders to the Muslim courts of Central Asia.” (Terjemahan: Hindu Kush dalam bahasa Urdu artinya “Bunuh orang Hindu”, sebagai pengingat ketika budak Hindu dari subbenua India tewas dalam cuaca yang sangat buruk ketika diangkut oleh pedagang Muslim ke koloni Muslim di Asia tengah). Dan masih banyak lagi kisah pembantaian umat Islam terhadap non-islam lainnya.Terima kasih atas tanggapannya bang Zay.

====================================

Wah kopasan yang begitu panjang dan membuat saya terharu.

Sebenarnya saya ingin kroscek data-data ini di om gugel tapi kalau ada yang seperti ini saya mahfum belaka bahwa sepertinya ini hasil risetnya universitas JIL, FFI dan teman-teman seperjuangannya. Saya agak khawatir informasi spt ini seringkali beredar luas di internet dan mereka yang doyan kopas dengan bangganya memperlihatkan seolah-olah mereka profesor sejarah yang paling tahu soal sejarah Islam. Namun yang lebih menyedihkan lagi bila yang membaca kopasan tersebut tidak melakukan apa-apa. Karena itu dengan kemampuan abal-abal saya dalam sejarah Islam, saya mencoba setidaknya menjelaskan apa yang saya pelajari dan saya pahami tentang penaklukan-penaklukan Islam di zaman Khulafaur Rasyidin.

Mengenai pernyataan di buku saya, The Khilafa bahwa umat Islam tidak pernah melakukan penaklukan dengan pedang juga dipahami sepotong-sepotong. Untuk diketahui bahwa perang di mana pun dan dalam kondisi apa pun strateginya selalu sama, infiltrasi militer. Penaklukan tanpa pedang yang saya maksud adalah tidak pernah ada paksaan dalam Islam kepada pemeluk agama lain untuk memeluk agama tersebut. Coba lihat sejarah, di negeri di mana Islam berkuasa umat non muslim diperlakukan secara adil, dilindungi dan diberi pilihan untuk memilih Islam atau membayar jizyah. Nah, sekarang coba bandingkan dengan reconquista Spanyol ketika umat Islam diusir dari sana dan dipaksa memeluk agama Kristen. Tidak ada pilihan utk membayar upeti atau pajak, melainkan pindah ke agama Kristen atau mati.

Berikut beberapa jawaban dari kopasan2 tersebut,

Tahun 635, Tentara Islam mengepung dan menaklukkan Damaskus, salah satu kota besar di Syria, dari bangsa pribumi Asyrian. Puluhan ribu bangsa Asyrian tewas dibantai muslim.

Penaklukan Damaskus itu merupakan salah satu bagian penting dalam sejarah kekuasaan Khulafaur Rasyidin, dan menjadi tahap penting dalam beberapa perang menaklukkan Syria dan Persia. Mari kita cermati pesan Khalifah Abubakar terhadap pasukannya sebelum penaklukan Damaskus,

"...jangan membunuh perempuan atau anak-anak atau lanjut usia dan jangan menyembelih binatang kecuali untuk makan. Dan janganlah kamu melanggar pakta yang kalian buat. Kalian akan bertemu orang-orang yang hidup seperti pertapa di biara-biara, jangan membunuh mereka dan menghancurkan biara-biara mereka. Dan kalian akan bertemu orang lain penyembah Setan dan penyembah Salib, yang mencukur kepala mereka sehingga Anda dapat melihat kulit kepala mereka. Seranglah mereka dengan pedang kalian sampai mereka tunduk pada Islam atau membayar Jizyah. Saya Percaya Allah akan menjaga kalian. "

Bila terjadi pembunuhan maka itu adalah resiko perang, tetapi yang perlu kita pahami bahwa dalam setiap penaklukan yang dilakukan umat Islam, khususnya di bawah kalifah Abubakar dan Umar, pasukan muslim sangat menjaga orang2 yang lemah, orang sakit dan tertindas, orang lanjut usia, perempuan dan anak-anak. Mereka yang diperangi adalah mereka yang memang bersenjata dan memerangi Islam. Jadi bila binatang saja tidak boleh disembelih kecuali untuk makan maka cerita pasukan Islam membantai itu dari mana?

Tahun 637, Tentara Arab Islam menaklukkan bangsa pribumi Chaldean dan Phoenician Kristen di Irak pada

Perang al-Qadisiyyah. Ratusan ribu nyawa bangsa Chaldean melayang, Chaldean kehilangan identitas, menjadi

bagian dari propinsi Arab.

Perang al-Qadisiyyah sepemahaman saya adalah perang antara umat Islam melawan kerajaan Sassanid Persia di wilayah Qadisiyyah (dulu di sekitar Mesopotamia atau di Irak sekarang) yang dimenangkan pihak muslim yang dipimpin Saad bin Waqqas. Pasukan Islam pada perang ini berjumlah sekitar 30,000 orang sementara pasukan Persia yang bersekutu dengan Roma di bawah Heraclius berjumlah sekitar 200,000 orang. Bisa dibayangkan apakah yang 30,000 orang disebut membantai jika berhadapan dengan pasukan yang tujuh kali lebih besar jumlah pengikutnya? Tiga bulan kemudian terjadilah Perang Yarmuk yang membumihanguskan seluruh pasukan Roma. Jadi Perang Qadisiyyah bukan perang Arab Islam melawan Kristen Chaldean namun melawan Sassanid Persia yang didukung Roma. Materi perangnya sudah salah meskipun Islam memang juga menaklukkan Chaldean, namun Chaldean tidak kehilangan identitas. Orang-orang Kristen Chaldean mengalami pembantaian yang sangat buruk di jaman pemerintahan Zoroastrian Sphur II yang memimpin kerajaan Sassanid Persia. Jadi bukan di saat Islam masuk ke sana.

Tahun 638, Tentara Arab Islam menaklukkan dan mencaplok Yerusalem, mengambil alih dari bangsa Israel dan Kerajaan Bizantium. Korban jiwa rakyat Yahudi mencapai puluhan jutaan orang, sebagian kecil melarikan diri ke Eropa.

Catatan sejarah ini dari mana? Kata 'mencaplok' itu dari mana? Situs umat Islam berada di sana. Kalau bangsa Spanyol dan Inggris datang menyerang tanah indian dan menjadikannya negara Amerika bagi orang2 barat, itu namanya 'mencaplok' karena di sana ada kaum Indian yang tinggal dan mendiami tanah itu sebelumnya. Jika sebuah negara menyerang negara lain dengan alasan memiliki senjata pemusnah massal yang tidak pernah terbukti, itu namanya juga 'mencaplok'. Korban jiwa rakyat yahudi puluhan juta itu datanya dari mana? Ketika Abu Ubaidiyah dan pasukannya menaklukkan Yerussalem, pimpinan Kristen Sophronius menyerah secara damai, dan sejarah merekam peristiwa itu sebagai penaklukan tanpa darah. Lalu mereka katakan puluhan juta yahudi jadi korban. Apakah mereka tahu setelah Islam menaklukkan Yerussalem, Kalifah Umar membuat perjanjian dengan penguasa Kristen untuk mengembalikan hak hidup (tempat tinggal) kepada kaum Yahudi di tanah Yerussalem? Sejarah dunia mencatat justru Islam membebaskan orang2 Yahudi dari intimidasi penguasa Kristen (Roma) selama 500 tahun di tanah itu.

Tahun, 638-650 Tentara Islam menaklukkan Kerajaan Zoroaster Persia (Iran) dan menjadikannya negara Islam, kecuali di sepanjang Laut Kaspia. Jutaan jiwa tewas. Pembakaran Perpustakaan Besar Ilmu Pengetahuan Persia. Kemunduran peradaban di negri Persia.

Islam di Persia berkembang pesat justru karena agama lain dilindungi di sana. Mereka tidak dibunuh atau diperkosa atau digusur tempat tinggalnya dan hanya diwajibkan membayar jizyah (pajak). Pada masa itu justru kebudayaan Persia berkembang termasuk seni dan syair2 Arab yang kemudian diadaptasi oleh penyair2 Persia. Jadi bgm mungkin terjadi kemunduran peradaban? Hal ini juga dijelaskan oleh Bernard Lewis, sejarawan Amerika-Inggris yang meneliti penaklukan2 umat Islam di era Khulafaur Rasyidin. Kalau saya mengambil data dari orang Islam mungkin nanti akan disebut subyektif, jadi saya kutip referensi sejarawan Kristen saja.

Nah yang lucu justru pernyataan ini :

Sampai sekarang Kristen Koptik Asyrian yang ramah masih tetap ada di Suriah. Tingkat ekonomi mereka di era modern ini jauh lebih baik dari counterpart mereka yang beragama Muslim.

dan yang ini :

Sama seperti Kristen di Suriah, pada era modern ini, ekonomi dan tingkat pendidikan bangsa Yordania yang tetap memeluk Kristen jauh lebih baik dari saudaranya kaum Muslim.

Nah... justru pernyataan itu sendiri sudah jadi jawaban bagi mereka. Bila ras minoritas di sebuah negara hidup dalam kondisi ekonomi, politik dan tingkat kesejahteraan yang tinggi di bawah penguasaan para pemimpin Islam berarti ITULAH SEBAIK-BAIK SISTEM yang melindungi, memperlakukan mereka secara adil dan membesarkan mereka. Islam tidak mengadopsi rasisme, tidak memaksakan kehendak dan tidak menyakiti mereka yang lemah.

710-713 Tentara Islam menaklukkan Lembah rendah Indus “Hindu Kush” dari bangsa Hindi. Jutaan jiwa bangsa Hindi yang memeluk Hindu tewas. Sebagian di Islam kan, daerah yang menganut Islam, sekarang namanya Pakistan.

Hindu Kush yang berarti 'Pembantaian Hindu' sebenarnya bukan pembantaian. Jutaan jiwa itu datanya terlalu

dibesar-besarkan. Cerita Hindu Kush ini berasal dari kematian ribuan orang Hindu yang dijadikan budak oleh pasukan Islam yang menyeberang dari perbatasan Gandhaar dan Vaadic Pradesh kemudian di tengah jalan mati karena tidak mampu melawan kerasnya alam. Jadi orang-orang Hindu ini meninggal disebabkan oleh cuaca dingin, angin kencang serta kurangnya suplai makanan. Kira-kira sama dengan kejatuhan Hitler ketika tentaranya kalah di Rusia karena tidak mengantisipasi cuaca dingin di sana. Jadi penggunaan kata 'Pembantaian' lagi-lagi salah alamat meskipun referensi British Encyclopedia mengatakan kata Hindu Kush pertama kali disebarkan oleh Ibn Battutah pada 1333 AD. Kalau pun Islam diyakini membantai umat Hindu lalu mengapa peristiwa Hindu Kush tidak lagi diajarkan oleh pemerintah India dalam sejarah bangsa India? Pemerintah dan para sejarawan sepakat bahwa cerita Hindu Kush versi Inggris cenderung dilebih-lebihkan seolah-olah pasukan Islam melakukan pembantaian besar-besaraan di sana. Pada tahun 1982, National Council of Educational Research and Training di India mengeluarkan pernyataan agar pemerintah India mengoreksi dan menulis ulang sejarah yang berkenaan dengan peristiwa Hindu Kush. Mereka juga mengeluarkan statemen sbb: "Characterization of the medieval period as a time of conflict between Hindus and Moslems is forbidden"

Otak abal-abal saya berpikir sederhana, bila sejarah ditulis ulang, berarti penulis sebelumnya yang mengeluarkan cerita tentang Hindu Kush telah menyebarkan kebohongan sejarah. Siapa para penulis cerita itu? Mereka yang menjajah India, para zionis Inggris.

Jadi kesimpulan pernyataan saya bahwa Islam memang melakukan penaklukan dan terlibat dalam peperangan, akan tetapi dalam setiap penaklukan pasukan Islam hanya memerangi dan membunuh musuh yang bersenjata dan yang memerangi Islam. Pemimpin Islam, para amir dan sahabat yang kemudian memimpin wilayah-wilayah kekuasaan Islam telah terbukti melindungi orang-orang non-muslim yang hidup di daerahnya dengan damai dan mengembalikan hak-hak hidup mereka, termasuk melindungi kaum Yahudi yang notabene terus menerus memerangi umat Islam.

Inilah jawaban saya terhadap pengirim email gelap itu, semoga menyenangkan hatinya. Informasi ini juga semoga berguna bagi teman-teman manakala para tukang kopas gentayangan menebar teror manipulasi sejarah tentang pembantaian umat Islam pada masa Khulafaur Rasyidin. Kita tidak perlu bicara tentang sejarah hitam di Afrika, pembantaian di Sudan, Rwanda, Ethiopia, perang sipil di Somalia, pengeroyokan Irak pada dua Perang Teluk, pembantaian di Afganistan, dan pembunuhan sipil di Palestina, Checnya, Kashmir, Moro serta Aljazair. Sebagai generasi yang hidup saat ini, kita tidak memerlukan catatan sejarah karena kita telah melihat semua bukti pembantaian terhadap umat Islam itu dilakukan karena ketakutan barat terhadap munculnya kekuatan baru yang akan mengambil kendali pemerintahan dunia. ONE MAN UNITE THEM ALL!

Oh ya, bagi Anda pecinta sejarah, saya merekomendasikan buku bagus Muhammad Al Fatih 1453 karya ust. Felix Siauw. Terima kasih semoga bermanfaat.

oleh Zaynur Ridwan

Penulis Novel Novus Ordo Seclorum