PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

Tampilkan postingan dengan label Sekulerisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekulerisme. Tampilkan semua postingan
Apakah mereka ingin mengubah keyakinan umat Islam?

Apakah mereka ingin mengubah keyakinan umat Islam?

Apakah mereka ingin mengubah keyakinan umat Islam? Bukan. Sepanjang yg saya tahu mereka 'tidak tertarik' dengan itu. Menjadikan umat Islam berubah keyakinan dan kemudian memeluk agama mereka, bagi mereka bukanlah prestasi yg luar biasa.

Lagian pula, mereka tahu bahwa tidak mudah untuk berpindah agama.

Lalu untuk apa?

Pertama, adalah masalah eksistensi. Apa yg (oknum) mereka lakukan adalah masalah eksistensi. Sebagai warga minoritas yg hidup di negara yg berpenduduk muslim terbanyak di dunia, mereka butuh perhatian publik bahkan dunia bahwa mereka itu ada dan tidak diam saja.

Crusade war tetap berlanjut. Walau dengan cara yg berbeda.

Kedua, dan ini INTI-nya, adalah menguji (test case) seberapa besar efek dari 'perang pemikiran' yg telah gencar mereka lakukan pasca kekalahan mereka di Crusade War 'terakhir' pada tahun 1254.

Seperti yg kita ketahui bahwa, pasca kekalahan mereka pada Crusade War 'terakhir' yg dipimpin oleh Louis IX, mereka sadar bahwa memerangi umat Islam dengan cara peperangan langsung adalah sebuah hal yg mustahil. Melakukannya sama saja dengan bunuh diri.

Maka Louis IX saat itu mencanangkan strategi perang baru yg dinamai 'Perang Pemikiran'.

"Misi utama kita bukan menghancurkan kaum muslimin lalu mengeluarkan mereka dari agama Islam dan berpindah ke agama kita. Misi utama kita adalah melahirlan generasi baru yg jauh dari nilai-nilai Islam (Al Quran dan Sunnah). Generasi yg tidak mempunyai keterikatan dengan Allah. Generasi yg tidak mempunyai keterikatan moral. Generasi yg tunduk kepada kita. Generasi yg malas dan hanya mengejar hawa nafsunya" (Semuel Zweimer, 1936).

"Percuma kita memerangi umat Islam. Kita selamanya tidak akan pernah mampu menguasai mereka sepanjang di dada pemuda dan pemudi masih ada Al Quran. Tugas utama kita adalah mencabut Al Quran dari hati mereka. Baru kita akan menang dan menguasai mereka.

Minuman keras dan musik lebih menghancurkan umat Muhammad daripada seribu meriam. Oleh karena itu, tanamkan kepada hati mereka rasa cinta terhadap materi dan ketakutan atas mati..." (Gleed Stones, Mantan PM Inggris)

Nah, setelah era 'menuai' infiltrasi pemikiran yg mulai dilakukan ratusan tahun lalu, menumbuh kembangkan 'kepercayaan' baru (liberalisme, sekularisme, sll). Saat ini adalah saat 'memanen'.

Dulu mereka tiarap. Menjalankan misinya secara sembunyi-sembunyi. Sekarang mereka sudah berani menampakkan diri.

Ya. Saat puncak-puncaknya umat Islam mengalami kelemahan di sana sini, dan terlena dengan bergelimangnya materi duniawi.

Maka, jangan kaget dengan penguasaan media, informasi, teknologi, hingga bidang politik dan ekonomi dijalankan secara masif.

Citra Islam dikerdilkan dengan teroris, tukang kawin, anti HAM, dll. Sementara mereka berlindung di balik topeng pahlawan HAM, emansipasi, toleransi, dll.

Satu-satunya cara adalah kita bangun dari tidur pulas kita. Kita sadar dari keterlenaan dunia. Kita kembali mulai berbenah. Tidak ada kata terlambat untuk melakukan penyadaran-penyadaran kepada masyarakat akan begitu besarnya potensi umat Islam.

Waktu yg lalu di Papua, gereja-gereja satu suara. Para pendeta, pastor dan tokoh agama mereka tidak henti-hentinya berkhotbah untuk 'mensukseskan' Pemilu untuk memuluskan kemenangan para tokoh daerah dan tokoh nasional yg sejalan dengan misi mereka. Sahabat sudah tahu sendiri siapanya. Dan kini, mari perhatikan 'balasan' dari sang tokoh yg dimenangkan:

1. Pembebasan tahanan politik Papua yg berupaya menjadikan Papua terlepas dari Indonesia.
2. Memperpanjang kontrak PT. Freeport Indonesia.
3. Dalam tragedi Tolikara, Prseiden malah mengundang 'provokator'-nya ke Istana Negara. Hal yg kontra jika pelaku tragedi intoleran adalah Muslim.
4. Berdiam diri atas tanpa klarifikasi atas isu pernyataannya mendukung Referendum Papua.
5. Dan lain-lain hal sebagainya.

Sementara umat Islam dibuat berpecah.

-AMI'

Pola Sekulerisasi Turki Dengan Pola Menghancurkan Indonesia

Pola Sekulerisasi Turki Dengan Pola Menghancurkan Indonesia

"Membersihkan Islam dari campur tangan politik."

Slogan di atas sekilas adalah mungkin bermakna memurnikan Islam, atau upaya mengembalikan Islam kepada keasliannya (ashalah-nya). Dan tafsir ini memang yg dikehendaki untuk berkembang di masyarakat awam. Padahal, tafsir si pembuat slogan di atas berbeda. 

Mustafa Kemal Ataturk (mantan panglima perang kekhalifahan Turki Utsmani di wilayah Anatolia pada Perang Dunia I antara Kehalifahan Utsmani dan Jerman melawan Inggris, Yunani dan Rusia) yg membuat slogan di atas. Dasar tujuannya adalah memisahkan Islam dengan politik (baca: negara/kekuasaan).

Lalu, untuk mewujudkan impiannya membangun Turki yg modern apakah Ataturk menggunakan cara-cara yg kasar? Revolusi atau kudeta misalnya? Tidak.

Ataturk muncul pada awalnya adalah sebagai 'orang biasa'. Ia kemudian bergabung dengan militer kekhalifahan Utsmani. Gaya kepemimpinannya yg khas, revolusioner, berani, ahli strategi perang dan lainnya, menjadikan karirnya di militer mengalami kecemerlangan. Ia adalah sosok yg menonjol, sehingga rakyat Turki Utsmani saat itu memandang dia sebagai tokoh yg fenomenal.

Ternyata, kefenomenalannya bukan sebuah hal yg alami. Fenomenalnya Ataturk ternyata by designed. Setidaknya, Inggris dan Yahudi-lah yg meng-create seorang Mustafa Kemal Ataturk untuk kemudian menjadi duri dalam daging kekhalifahan Turki Utsmani saat itu.

Masih ingat tentang pernyataan Sultan Abdul Hamid II terhadap permintaan Hertzl (Bapak Zionisme Internasional) dan Inggris untuk menyerahkan wilayah Palestina? Bahkan ia ditawari uang sebesar 150 juta dinar emas (sekitar 270 Trilyun Rupiah), ditawarkan mengenai pelunasan 'hutang negara' yg cukup besar saat itu, juga pendirian Universitas Daulah Utsmaniyah di Palestina dan bantuan armada laut. Ya, jawaban Sultan Abdul Hamid II adalah sebagai berikut:

"Sesungguhnya andaikata tubuhku disayat-sayat dengan pisau atau salah satu anggota badanku dipotong maka itu lebih aku sukai dari pada aku perkenankan kalian tinggal di bumi Palestina yang merupakan negara kaum muslimin. Sesungguhnya bumi Palestina telah direbut dengan pengorbanan darah. Dan sekali-kali bumi itu tidak akan dirampas dari mereka melainkan dengan pertumpahan darah. Dan sungguh Allah telah memuliakanku sehingga dapat berkhidmat kepada agama Islam selama tiga puluh tahun. Dan aku tidak akan mencoreng sejarah para leluhurku dengan aib ini".
Kemudian Sultan Abdul Hamid II melanjutkan, "Simpanlah uangmu itu hai Hertzl! Jika Abdul Hamid telah mati, maka kalian akan mendapatkan negeri Palestina dengan cuma-cuma".

Ternyata, jawaban Sultan Abdul Hamid II kepada Hertzl membuat ia gerah. Kemudian ia bersumpah akan menghilangkan Kekhalifahan Turki Utsmani (baca: Islam) dengan cara apa pun.

Setelah dengan cara kekerasan dan peperangan mengalami kegagalan, Hertzl menggunakan cara spionisasi dan penghancuran dari dalam. Dijadikanlah tokoh fenomenal baru yg sedang naik daun, Mustafa Kemal Ataturk sebagai 'boneka'nya.

Mulailah upaya penghancuran kekhalifahan Turki Utsmani (baca: Islam) dengan cara-cara sebagai berikut:


1. Kriminalisasi terhadap Sultan Abdul Hamid II selaku pemimpin ummat Islam sedunia. Sultan Abdul Hamid difitnah sebagai koruptor, tukang kawin, diktator dan lain sebagainya. Upaya kriminalisasi ini dilakukan dengan gencar memberitakan fitnah melalui koran-koran pada zamannya saat itu.
2. Perekayasaan sejarah Islam terutama sejarah kekhalifahan Turki Utsmani. Dan rekayasa sejarah ini dibagikan secara masiv berupa buku bacaan yg disebar di seluruh negeri muslim saat itu.
3. Menyebarkan citra buruk terhadap Islam. Bahwa Islam itu adalah identikndengan kekerasan dan lainnya. Sehingga masyarakat awam terpedaya bahwa agama adalah tidak penting, yg penting adalah bukti 'kebaikannya' di masyarakat.
4. Dimunculkan paham liberal yg membenarkan semua agama yg berkedok toleransi, hak asasi manusia dan lainnya.
5. Mengidentikkan Islam dengan Arab. Sehingga dijadikan opini umum bahw Islam adalah Arab dan Arab adalah Islam. Selanjutnya dihembuskan bahwa kebiasaan buruk masyarakat Arab adalah merupakan ajaran Islam.
6. Masyarakat dijauhkan dari nilai-nilai keislaman. Sekolah-sekolah agama dianggap tidak modern dan ketinggalan zaman. Sementara sekolah-sekolah liberal yg menghilangkan simbol bahkan pelajaran agama disebut sebagai sekolah modern.
7. Dimunculkan tokoh dari 'beragama Islam' namun tidak berpemikian Islam.
8. Penguasaan media/pers. Jika pers orang-orang kafir di Eropa berbicara, maka pers-pers di Kairo harus menyuarakan seperti itu juga.
9. Mengeluarkan stigma bahwa antara politik dan kekuasaan tidak ada hubungan atau tabu jika bergandengan dengan Islam. Islam adalah sakral, yg hanya mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhan saja.
10. Dan lain sebagainya.

Dan hasilnya, perlahan namun pasti, kekuatan politik Islam melemah. Puncaknya, tahun 1923 Mustafa Kemal Ataturk pun berhasil 'merebut' tampuk kekuasaan Turki saat itu. Dan setahun kemudian, kekhalifahan Turki Utsmani sebagai representasi kepemimpinan umat. Islam sedunia pun runtuh. Dan sudah bisa ditebak kemudian, Palestina pun jatuh ke tangan Zionis dan segera mendeklarasikan negara Israel.

Apa hubungannya dengan Indonesia? Jika kita mau jujur dan memperhatikan, apa yg sedang dialami oleh ibu pertiwi, terutama umat Islam bangsa Indonesia saat ini adalah bahwa kita sedang dalam skenario global yg sama persis dengan proses sekulerisasi Turki tahun 1900-an dulu.

Kita ingat banyak tokoh Islam Indonesia dikriminalisasi dengan korupsi, kekerasan, perkawinan dan lainnya. Lembaga dan organisasi-organisasi Islam dicekoki dengan ego organisasi dan atau penghancuran citranya. Penguasaan media ditambah dengan rekayasa berita. Dimunculkannya tokoh-tokoh boneka yg mendadak 'pro rakyat' dan seterusnya dan seterusnya. Skenarionya sama persis kan?
Pertanyaannya kemudian adalah apakah ini adalah kebetulan? 

Menteri Rokok Republik Indonesia Perjuangan dan Gubernur Kafir

Saat manusia diwajibkan memilih yang terbaik dari orang-orang buruk | mereka kehilangan idealisme dan mulai menoleransi keburukan

tokoh kafir, berakhlak buruk, ditoleransi atas nama "the greater good", "asal kerjanya bagus" | kita nggak lagi mikir tentang teladan

kita tidak lagi berpikir, "harus orang Muslim yang akhlaknya baik, dan kerjanya juga baik" | beginilah pragmatisme merenggut idealisme

bayangkan masa depan, generasi yang akan datang, bagaimana cara mereka berpikir? | seandainya kita mulai menoleransi akhlak dan laku buruk?

"gak papa tatoan, asal bisa kerja", "gak papa kafir yang penting amanah", "nggak papa riba, asal manfaat" | ini pemikiran sesat menyesatkan

sama sesatnya dengan yang mikir, "daripada kerudungan tapi judes?" "daripada Muslim tapi korup?" | kita tidak bisa berpikir ideal dan syar'i

dengan begini, kita sudah nggak lagi menilai dengan penilaian Allah dan Rasul | kita sudah nggak lagi peduli pada Al-Qur'an dan As-Sunnah

"mending mana? kerudungan judes atau buka aurat tapi baik" | kalimat begini, bila terucap, nggak akan bawa pada ketaatan, naudzubillah

"nggak papa tatoan, ngerokok, yang penting bisa kerja!" | bagaimana bila esok, anak-anak kita yang berkata demikian? naudzubillah

ini tentang contoh, teladan, figur, imitative learning tanpa sadar oleh generasi muda | yang esok membawa mereka makin jauh dari Islam

saat dunia selalu jadi ukuran, maka tidak pernah akhirat didapat | namun banyak yang mengukur dirinya dengan akhirat, dunia mengikuti

karenanya kita perlu mendidik diri kita agar tetap idealis dan syar'i | serta mencontohkan diri, bisa berkarya juga berakhlak mulia

begitulah Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia | dan manusia yang terbaik, adalah yang paling baik akhlaknya.
Menteri Kondom Indonesia

Menteri Kondom Indonesia

Saya bongkar gerakan KONDOMISASI yaitu Ada 2 MISI dalam gerakan KONDOM ini..

PERTAMA: Merusak MORAL PEMUDA = MORAL BANGSA = mengancam NKRI (PENJAJAHAN BANGSA DENGAN MENGHANCURKAN MORAL PEMUDA)
jelas ini dilakukan FREEMASON dengan PEMIKIRAN LIBERAL MENJADI “PELICINYA”.

KEDUA: KEUNTUNGAN dari SPONSOR, karena MERACUNI PEMUDA. Dengan memakai LOGIKA TERBALIK ala LIBERAL “Mencegah HIV dgn kondom” = “Boleh zinah asal pakai kondom” (gak mungkin cuma kondom bisa mensponsori gerakan anti HIV tanpa bantuan ELIT MASON) market mereka KONDOM bukan alat KB tetapi market mereka PEMUDA doyan ZINAH.

“SECARA TIDAK LANGSUNG ORANG2 LIBERAL TELAH MENJAJAH NEGARA INI”

lihatlah buktinya di minimarket terdekat MINUMAN BERALKOHOL & KONDOM menjadi primadona PEMUDA.

KENAPA KONDOM berada di sisi depan (dekat permen, coklat, dan kasir) di SWALAYAN/MINIMARKET…?!?!

CERITA NYATA: sempat dulu pernah ada anak kecil disuruh ambil coklat/permen sama ibunya “Nak mana permen/coklat yang kamu mau” dengan muka kebingungan dan tergesah2, anak itu menujuk dengan polos “itu bu, aku belum pernah beli permen yang itu” Ibunya pun langsung membantah “Itu bukan permen nak”.
Semoga cerita tersebut menjadi pelajaran MORAL buat anda, kita, dan lingkungan.

“”SETEBAL APAPUN KONDOMNYA TIDAK AKAN BISA MELINDUNGI DIRI DARI DOSA””

-bang safrol-

Kapitalis BIN Anti Islamis

Kapitalis BIN Anti Islamis

Tidak ada negara berdasarkan agama yang ada hanya negara berdasarkan pancasila

doktrin yang abadi tanpa jelas ujungnya di mana

padahal; itu adalah jualan kaum kapitalis kepada negeri ini

mereka jual sekulerisme dan liberalisme didalam usaha nya untuk mengikis nilai nilai islamis

aneh; liberal dipelihara tapi islamis yang jelas sebuah keyakinan agama malah di buang

itulah kapitalis BIN anti kaum islamis

hedonis dan individualis adalah karakter asli kaum kapitalis

maka wajar; musuh kapitalis adalah kaum islamis

kapitalis (sekuler+liberal) vs islamis

kapitalis pula lah yang melahirkan jiwa mafia dan broker

kapitalis juga lah yang menciptakan sapta marga untuk para anggota militer

semua terdoktrin menjadi sebuah ajaran yang satu untuk melawan dan mengkerdilkan kekuatan kaum islamis

mesir hancur oleh kaum kapitalis (sekuler+liberal) yang anti dan gelisah terhadap hegemoni kaum islamis

pun dengan jaringan intelejen

saya yakin mesir punya badan intelejen

begitupula dengan indonesia yang memiliki BIN

masa’ intelejen mesir tidak berpihak; kecuali kepada kekuatan anti kaum islamis yaitu militer yang kapitalis (sekuler+liberal)

lalu apa yakin BIN indonesia berpihak kepada siapa

informasi penetapan 16 tahun buat LHI sudah diketahui oleh mereka (praktisi intelejen) sejak vonis tuntutan jaksa penuntut yang 18 tahun

satu hari ini saya investigasi hal tersebut;

apakah praktisi intelejen tahu vonis LHI 16 tahun; sebelum hakim ketok palu

aneh bin ajib; sebagian besar sudah tahu

bukan sebuah rahasia umum lagi; kasus LHI juga melibatkan jaringan intelejen alias ada pesanan intelejen dibalik vonis LHI

tanyakan kepada hendropriyono yang secara personal; buat apa dirinya memiliki ambisius terhadap OTB sejak tahun 70 an sementara OTB itu saat ini sudah berubah menjadi partai bernama PK lalu PKS

memahami vonis 16 tahun adalah memahami tuntutan jaksa penuntut yang 18 tahun; korting 2 tahun dengan mindset mengikuti ‘mau’ nya hendropriyono

saud situmorang yang anggota DAS BIN sekaligus konsultan penyidik KPK pernah keceplosan “kami bergerak mulai tahun 2004″

artinya mulai dari pembebasan ahmad fathanah pada tahun 2004 dari penjara australia oleh hendropriyono

pada waktu itu; setiap rapat di BIN; selalu memakai kode angka ’16’ untuk mengindentifikasi julukan buat PKS

karena PKS pada saat pemilu 2004 mendapatkan nomor urut 16

setelah pada 2002 berubah nama dari PK menjadi PKS

dan ‘kebetulan’ nya pada 2001-2004 kepala BIN nya adalah hendropriyono

tahun 2003 KPK di dirikan

sementara rizal ramli pernah membuat pernyataan; semua lembaga dan BUMN milik negara sudah di susupkan oleh BIN

tidak menutup kemungkinan KPK yang di dirikan pada masa hendropriyono menjabat kepala BIN tidak disusupi oleh intelejen BIN

kembali; vonis LHI adalah pembuktian diri buat seorang hendropriyono terkait si nomor 16 itu di 2004

gile lo ndro berhasil; mari kita tepok tangan kawan kawan para praktisi intelejen, 16 itu kode bahwa ini adalah pembuktian hendropriyono

2004 era dimulainya pergerakan penyusupan untuk penghancuran kepada si nomor 16

hmmmm

judulnya rada kaga nyambung #penyesatan ala bang dw

-bang dw-

Kenapa Harus Indonesia Tanpa JIL

Get rid of JIL from our country !
Find us on Twitter #IndonesiaTanpaJIL

Meski mengakui dirinya masih 'begajulan', Fauzi memiliki komitmen yang kuat dalam membela Islam dan melawan pemikiran liberal, terutama melalui aktivitasnya di Twitter. Kontribusi dan semangatnya luar biasa, dan kerendahhatiannya pun perlu dicontoh oleh semua orang.

Fauzi Baadila berani bersuara, kamu ?


Sekarang, para intelektual muda indonesia sadar akan kesesatan JIL. Maka munculah gebrakan 'Gerakan Indonesia Tanpa JIL (Jaringan Iblis Laknatullah)'. Beberapa contoh keanehan JIL yaitu;

1. Mendukung gerakan pornografi dan pornoaksi dengan dalih kebebasan berekpresi.
2. Mendukung pernikahan sesama jenis.
3. Mengatakan meragukan kandungan AlQuran.
4. Meragukan Kerosulan Muhammad SAW.
5. Mengatakan Allah adalah Tuhan segala agama.

Berikut sekilas pandangan tentang kesesatan JIL (bukan Jaringan Islam Liberal, tapi Jaringan Iblis Laknatullah).

Sesuai dengan sifatnya ‘yang berbeda’, maka Fikih Lintas Agama itu pun berbeda dengan fikih hasil ijtihad para ulama. Di antara perbedaannya bisa disimplifikasikan/ disederhanakan sebagai berikut:

1.Dibiayai oleh lembaga orang kafir dan duit lembaga pendana itu dari orang kafir.

2.Ditulis oleh orang-orang yang latar belakang keilmuannya bukan ilmu fikih, namun rata-rata menggeluti filsafat atau perbandingan agama, atau tasawuf, atau ilmu kalam (bukan ilmu Tauhid). Kalau toh tadinya belajar ilmu fikih di Fakultas Syari’ah seperti Masdar F Mas’udi (salah satu dari 9 orang tim Penulis FLA Paramadina) pada perjalanan terkininya bukan lagi menekuni studi jurusan Fikih tetapi filsafat.

3.Cara ber-istidlal (mengambil dalil untuk menyimpulkan hukum) tidak ada konsistensi, sehingga antagonistis, bertabrakan satu sama lain.

4.Tidak jujur.

5.Memperlakukan ayat-ayat Al-Qur’an semau mereka.

6.Pendapat yang sangat lemah pun dijadikan hujjah, lalu disimpulkan satu ketentuan, dan ketentuan yang berdasarkan pendapat sangat lemah itu kemudian untuk menghukumi secara keseluruhan. Akibatnya, hukum dibalik-balik, yang haram jadi halal.

7.Pembolak-balikan itu untuk mempropagandakan “aqidah dan Fikih yang berbeda”.

Sekarang kita lihat beberapa kebodohan antek-antek JIL (Jaringan Iblis Laknatullah) lainnya, namun entah terlanjur gengsi atau iming-iming dollar dan kepopuleran dunia sehingga mereka menggadaikan akidah.

Coba tengok Gambar atau Ocehan mereka (JIL) di Twitland :

Turut berduka cita atas matinya akal orang ini...
kayaknya beliau merasa nyesel belajar agama ... salah alamat sih belajarnya
Maunya condong ke mana? lsrael? Buka mata dan nurani, lsrael tiap hari merampas tanah penduduk desa palestina
mungkin Islam yg difahami dan dianggap benar oleh Guntur adalah Islam oplosan...oplosan duit ASIa foundation

Melanjutkan tweet "bego"-nya, Luthfi Assyaukanie memperlihatkan watak sekularisnya yang serba hipokrit, sehingga keimanan pun dipandang secara parsial dan temporal.
Sekularisme tidak disembunyikan lagi. Anti agama 24 karat!
Inilah ciri khas kaum liberalis, selalu menggarisbawahi masalah-masalah yang tidak relevan. Yang dibicarakan hanya seputar batik dan kopiah, pakaian Arab dan pakaian Indonesia.

Parahnya lagi, ayahanda HAMKA disebut-sebut sebagai orang Arab, padahal Syaikh Abdul Karim Amrullah itu asli keturunan Minang.
Tentu saja, kita pun paham bahwa perbuatan 'rusak' di lingkungan yang 'rusak berat' tidak akan lagi dianggap abnormal. Itulah sebabnya di tengah-tengah kejahiliyahan, orang-orang yang berpegang teguh pada Islam akan dianggap sebagai 'ghurabaa', yaitu mereka yang terasingkan.
Ciuman adalah sedekah. Ini premis utamanya.
Syukron telah bertindak cukup akurat dengan membedakan antara ciuman dengan zina. Akan tetapi ia memberi kesan seolah-olah syariah tidak sejalan dengan fiqih.

Ketika Agama Menjadi Jahat (JIL)

Bertujuan pada konsep spiritual bias (Keatheisan)

Bahaya laten liberalisasi, sasaran, target, konsep, dan strategi sampah JIL, bahaya untuk semua agama!
 


JIL Mengganyang Islam

Salah satu musuh yang kini tengah dihadapi ummat Islam adalah ajaran sesat yang dibawa oleh Jaringan Islam Liberal/JIL. Sehingga kerancuan yang mereka tebarkan perlu dibantah, apalagi orang-orang yang membawa pemikiran sesat ini adalah tokoh-tokoh yang digelari cendekiawan, kyai dan intelektual. Sebenarnya pernyataan mereka terlalu menyakitkan untuk ditulis dan disebarluaskan, namun demi tegaknya kebenaran maka dalam kesempatan ini akan kami bawakan beberapa contoh kesesatan pemikiran mereka yang dengannya pembaca akan mengetahui betapa rusaknya akidah Islam Liberal ini.

Orang JIL Tidak Paham Tauhid

Nurcholis Majid menafsirkan Laa ilaaha illAllah dengan arti tiada tuhan (t kecil) kecuali Tuhan (T besar). Padahal Rasulullah, para sahabat dan para ulama dari zaman ke zaman meyakini bahwa makna Laa ilaaha ilAllah adalah tiada sesembahan yang benar kecuali Allah. Dalilnya adalah firman Allah, "Demikian itulah kuasa Allah Dialah sesembahan yang haq adapun sesembahan-sesembahan yang mereka seru selain Allah adalah (sesembahan) yang batil." (Al Hajj 22:62). Nah satu contoh ini sebenarnya sudah cukup bagi kita untuk mengatakan bahwa ajaran JIL adalah sesat karena menyimpang dari petunjuk Rasulullah dan para sahabat. Walaupun dalam mempromosikan kesesatannya mereka menggunakan label Islam, tapi sesungguhnya Islam cuci tangan dari apa yang mereka katakan.

Orang JIL Tidak Paham Kebenaran

Ulil Abshar mengatakan bahwa semua agama sama, semuanya menuju jalan kebenaran, jadi Islam bukan yang paling benar katanya. Padahal Al Qur'an dan As Sunnah menegaskan bahwa Islamlah satu-satunya agama yang benar, yaitu Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah hanyalah Islam" (QS Ali Imran 3:19). Nabi juga bersabda, "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya. Tidaklah ada seorang pun yang mendengar kenabianku, baik Yahudi maupun Nashrani kemudian mati dalam keadaan tidak beriman dengan ajaran yang aku bawa kecuali pastilah dia termasuk di antara para penghuni neraka" (HR. Muslim). Kalau Allah dan Rasul-Nya sudah menyatakan demikian, maka anda pun bisa menjawab apakah yang dikatakan Ulil ini kebenaran ataukah bukan?.

Orang JIL Tidak Paham Islam

Para tokoh JIL menafsirkan Islam hanya sebagai sikap pasrah kepada Tuhan. Maksud mereka siapapun dia apapun agamanya selama dia pasrah kepada Tuhan maka dia adalah orang Islam. Allahu Akbar! Ini adalah jahil murokkab (bodoh kuadrat), sudah salah, merasa sok tahu lagi. Cobalah kita simak jawaban Nabi ketika Jibril bertanya tentang Islam. Beliau menjawab, "Islam itu adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, engkau menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan berhaji ke baitullah jika engkau sanggup mengadakan perjalanan ke sana" (HR. Muslim). Siapakah yang lebih tahu tentang Islam; Nabi ataukah orang-orang JIL ?




Ini dia Musdah Muliah, tokoh yang sudah menghalalkan homo seks

Pernyataan Bodoh Musdah Muliah (Tokoh JIL). Ini dia Musdah Muliah, tokoh yang sudah menghalalkan homo seks. Ini adalah rekaman dari acara "Mata Najwa" di Metro TV 21 April 2010. Disini Prof Dr Siti Musdah Mulia, MA mengeluarkan pernyataan yang kontroversial, sampai-sampai Najwa Shihab pun sempet bengong dibuatnya. Detail lebih lanjutnya silahkan disaksikan sendiri.






Pergerakan berdasarkan Filosofi barat, bukan islam, apalagi Quran dan Sunnah. Nafsu dunia, berpijak pada kekuasaan, dan sekarang terealisasi dengan partai besar yang mengayomi pemimpin kita, BAHAYA bukan?

Orang JIL Menghina Syari'at Islam


Ulil Abshar mengatakan bahwa larangan kawin beda agama, dalam hal ini antara perempuan Islam dengan lelaki non-Islam sudah tidak relevan lagi. Padahal Allah Ta'ala telah berfirman, "Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagi kalian agama kalian dan Aku telah cukupkan nikmat-Ku atas kalian dan Aku telah ridha Islam menjadi agama kalian" (QS Al Ma'idah 5:3). Kalau Allah Yang Maha Tahu sudah menyatakan bahwa Islam sudah sempurna sedangkan Ulil mengatakan bahwa ada aturan Islam yang tidak relevan - tidak cocok dengan perkembangan zaman - maka kita justeru bertanya kepadanya : Siapakah yang lebih tahu, kamu ataukah Allah?!.

Orang Tidak Tahu Kok Diikuti ?

Demikianlah beberapa contoh kesesatan pemikiran JIL. Kita telah melihat bersama betapa bodohnya pemikiran semacam ini. Kalaulah makna tauhid, makna Islam adalah sebagaimana yang dikatakan oleh mereka (JIL) niscaya Abu Jahal, Abu Lahab dan orang-orang kafir Quraisy yang dimusuhi Nabi menjadi orang yang pertama-tama masuk Islam. Karena mereka meyakini bahwasanya Allah-lah pencipta, pengatur, pemberi rizki, yang menghidupkan dan mematikan, yang mampu menyelamatkan mereka ketika tertimpa bencana, sehingga ketika mereka diombang-ambingkan oleh ombak lautan mereka mengikhlashkan do'a hanya kepada Allah, memasrahkan urusan mereka kepada-Nya.

Namun dengan keyakinan semacam ini mereka tetap saja menolak ajakan Nabi untuk mengucapkan Laa ilaaha illAllah. Bahkan mereka memerangi Rasulullah, menyiksa para sahabat dan membunuh sebagian di antara mereka dengan cara yang amat keji. Inilah bukti bahwa orang-orang JIL benar-benar tidak paham Al Qur'an, tidak paham As Sunnah, bahkan tidak paham sejarah !!.

#IndonesiaTanpaJIL 

Source : http://panjarwala417.blogspot.com/2012/02/indonesia-tanpa-jil.html

Cara Partai Sekuler Jualan Agama

Capres partai sekuler mulai politisasi agama ...





Mulai dr imam shalat, foto lg di makkah beredar, isu puasa daud . Ini namanya jualan agama


Agama terus2an jd barang dagangan capres sekuler ... Sehari2 anti islam , pas pemilu mendadak pro islam

Bentar lg mendadak pake peci , jurkam perempuannya mendadak jilbab ... Simbol2 muslim dipake kampanye . Foto umroh beredar


Yg hobi jualan agama justru2 partai2 sekuler , mana pernah jurkam perempuan partai Islam mendadak pake jilbab, dr dulu dah pake :d


Ada politisi partai Islam kampanye dg jualan foto lg umroh? :d


Capres sekuler seperti biasa mulai keluarin jurus jualan agama


Mendadak jilbab, mendadak umroh, mendadak puasa, pokoknya mendadak islami deh . #jualanagama


Dulu kepala-sekolah muslim dicopot , sekarang pas kampanye sowan ke tokoh2 islam . Mulai jualan agama untuk nanti habisi agama


Umat islam dikibulin abis itu dihabisin deh


Muslim ... Bangun ... Jangan gorok lehermu sendiri ... Dg salah pilih presiden


Kepsek muslim dihabisi, lurah muslim dicopot , lelang jabatan akal2an , takbiran dilarang , hura2 didukung penuh , skrg jualan agama


Agama terus2an jd barang dagangan capres sekuler ... Sehari2 anti islam , pas pemilu mendadak pro islam


Anti uu pornografi , pas kampanye mendadak pake jurkam jilbab . #jualanagama


Ruu jaminan produk halal dihadang , sekarang mendadak jualan islam , sowan ke tokoh2 islam, tebar foto umroh. #jualanagama

Kalo sehari2 anti islam , gak usahlah mendadak islami pas kampanye ... Jangan menipu umat islam lah . #jualanagama


Biasanya anti islam ... Sekarang mendadak pake islam jd barang kampanye ... Abis jadi muslim dihabisi ... #jualanagama


Level ancaman itu: 1. Ancaman bg da'wah 2. Ancaman bg islam 3. Ancaman bagi nkri 4. Ancaman bg kemanusiaan


Menurut sy capres sekuler ini ancamannya sdh sampe level 3 ... Ancaman bg da'wah jelas, bg islam jelas, bg negara jelas


Lagi butuh suara , pesantren disambangi ... Kalo dah menang pesantren dibantai ..

Lagi butuh suara , jilbab dipake , kalo dah menang jilbab dilarang .


Lagi  butuh suara , datangi sekolah dg kepala sekolah muslim ... Kalo dah menang semua kepsek muslim dihabisi


Kasian umat islam , abis dipake suaranya trus dibantai .


Partai yg anti islam , ya tetep jualan anti islam dong pas kampanye ... Jangan mendadak pake simbol2 islam. #jualanagama


Kenapa jd imam shalat maghrib gak mau? Http://t.co/wb3qlufk7w


Kenapa jd imam shalat zuhur mau? Ini yg disebut shalat politik http://t.co/zs3lh3ngsq


Kini giliran masjid bersejarah yang dibongkar oleh pemprov dki “jokowi-ahok” | pas kampanye datangi masjid http://t.co/489iasvedg


Pas kampanye datangi masjid , dah beres kampanye rubuhkan masjid


Pas kampanye pake yg jilbab jd jubir , abis beres kempanye , jilbab dilarang diam aja


Pas kampanye mengunjungi #JIS , kalo dah beres kampanye provokator #LGBT  dikasih panggung , dikasih akses penuh hancurkan negeri


Sekarang cari dukungan ke masjid2 , beres kampanye masjid2 dirobohkan


Capres sekuler jualan agama utk membunuh agama


Muslim bangun ... Jangan gorok lehermu sendiri krn tertipu


Skrg jualan agama , abis kampanye agama dihapus dr ktp , masjid dirobohkan, LGBT  dilegalkan


Sekarang sowan dr masjid satu ke masjid yg lain, besok robohkan masjid satu per satu


Sekarang sok peduli korban Pelecehan Sek , besok LGBT  dilegalkan


Biasanya anti jilbab , gak bersuara d pelarangan jilbab , skrg pake jubir yg jilbab . #jualanagama


Pasukan bayaran internet nya biasanya caci maki islam dg agama onta , skrg majikannya sowan dr masjid ke masjid . #jualanagama


Pasukanya di internet biasanya melecehkan Islam dan Rasulullah SAW , skrg majikannya mepet2 ke Islam . Stop #jualanagama


Uu anti pornografi mereka tolak, ruu jaminan produk halal mrk tolak, uu sisdiknas mrk tolak, uu ekonomi syariah mrk tolak, skrg mepet2 ke Islam menipu Umat Islam

Sehari hari anti  Islam , melecehkan dan menghina Islam, sekarang mepet2 ke Islam ini mah  jualan agama
Dari dulu agama jd jualan politik partai sekuler
Pasukannya di internet  biasanya melecehkan islam, anti agama, skrg majikannya sholat politik

Biasa anti jilbab dan dukung pornografi, skrg pake jubir yg pake jilbab, muak dg partai yg #jualanagama


Biasa anti islam,tapi kalo lagi musim kampanye mendadak islami ... 

Takbir dilarang , pawai tahun baru boleh, metalica malah ikutan , skrg mendadak belajar kitab kuning, puasa daud , jubir berjilbab. #


Kemarin2 masjid dirobohkan , sekarang mendadak shalatnya diberitakan ... #jualanagama #muak


Muak dg partai dan capres yg #jualanagama , padahal biasanya anti islam


Takbir keliling dilarang, hura2 tahun baru didanai , skrg jualan Islam. #jualanagama #muak


Kemarin bongkar masjid, skrg pas kampanye datangi masjid, abis itu bongkar lagi , sampe bersih http://t.co/489iasvedg


Musim kampanye mendadak beredar capres jd imam sholat, puasa daud, foto umroh, belajar kitab kuning , jubir jilbab . #jualanagama


Agama jd jualan politik ... #muak


Biasa anti islam, pas kampanye sampaikan dong program2 anti islam yg akan dijalankan ... Skrg mendadak berita shalat . #jualanagama


Kepsek2 muslim di jakarta dicopot ... Skrg musim kampanye deket2 muslim krn butuh suara ... #jualanagama

Biasanya dukung kerusakan negeri ... Skrg ngomongin perbaikan negeri . #mual


Biasanya anti islam skrg capresnya deket2in islam ... Mendadak beredar foto umroh ... #jualanagama


Biasanya semua yg datang dari islam ditolak ... Skrg islam didatang datangi . #jualanagama
Stop jualan agama


Lagi pemilu baek2 deh sama muslim, abis pemilu muslim dihabisi http://t.co/vppextvsa0



Skrg muslim dirayu, besok muslim dilecehkan http://t.co/vppextvsa0



Pas kampanye deket2 muslim, abis kampanye muslim dibersihkan ...


5 tahun ini pembersihan muslim dari posisi2 strategis


Melek yuk umat islam ... Ada yg mau menghabisimu tp pinjem tanganmu sendiri


Duhai saudara muslimku ... Jangan bodoh . Ada yg hendak menghancurkanmu


Ini bukan ghibah ,

Ancaman buat islam dan Nkri


Mereka anti semua yg datang dari islam, skrg pas pemilu mendadak jualan islam .. Stop #jualanagama



Injil Bebas 'Menjebol' Kampus UIN Jakarta!



Hadirnya surat terbuka atas nama Gerakan Mahasiswa Pembebasan Komsat UIN Syarif Hidayatullah yang mengugat 'jebolnya' pertahanan moral pihak UIN Jakarta ini membuka 'luka lama'.

Masalah kegelisahan umat Islam pada lembaga UIN yang condong kepada Sepilis (Sekularisme, Pluralisme, Liberalisme) belum tuntas adanya. Bahkan kini semakin berani, buktinya bible bebas berkeliaran di lembaga pendidikan Islam yang seharusnya menjadi benteng terakhir dalam memperkuat aqidah umat. Ini sama saja 'gol bunuh diri' di kandang sendiri! 

Fakultas Ushuludin esensinya menjadi fakultas pengemban dakwah Islam ini malah menjebol gawang sendiri dengan mengundang agama - agama lain yang telah jelas kesesatan dan permusuhannya kepada Islam dan mencoba mendakwahkan agama mereka kepada para mahasiswa UIN. 

Hal ini tergambar pada Senin 25 November 2013 lalu dimana UIN Jakarta mengadakan Milad Fakultas Ushuludin ke -51 dengan agenda acara diantaranya adalah 'Agama - agama & Dialog Antar Agama' yang mengundang berbagai agama diantaranya Kristen, Hindu, Konghucu, dan Islam. 

Pada salah satu stand agama Kristen tanpa sungkan membagi-bagikan paket berupa Al Kitab (Injil), Komik Kristen, Mazmur, dan buku Kristen kepada para mahasiswa yang mengunjungi stand tersebut dengan terlebih dahulu didakwahi agama Kristen.



Tak pelak lagi, hal itu merupakan misi 'Kristenisasi' yang terang benderang dan memasarkan pluralisme secara bebas dan di fasilitasi pihak kampus UIN Jakarta.
Biang kerok jebolnya pertahanan dakwah di Kampus UIN Jakarta tak lain karena buruknya Al Wala dan Wal Bara para pemimpin UIN Jakarta yang tak lagi takut akan siksa neraka dan lebih bangga memasarkan Sepilis (Sekularisme, Pluralisme, Liberalisme) yang menganggap semua agama adalah sama - sama benar. 
Disisi lain, mahasiswa yang menyebarkan buletin Jumat Al Islam di Masjid Al Jamiah (Masjid dalam Kampus UIN) justru dilarang oleh pihak rektorat dengan alasan UIN tidak ingin ada organisasi luar menyebarkan opini dalam kampus. Buletin yang menyebarkan ide-ide tentang Islam yang tidak bertentangan dengan kampus UIN sebagai Universitas Islam, apalagi penyebaran buletin itu gratis tanpa mengambil dana dari UIN sepeserpun.
Itulah fakta yang terjadi di kampus Islam dalam rezim thoghut, kampus Islam negeri yang sejatinya menjadi benteng penjaga akidah umat bukan malah merusaknya, langsung dari 'jantung pertahanan umat'!
Bongkar mafia jahat pada Rektorat di UIN, apakah tak mendengar dan membaca Fatwa MUI tentang Sepilis (Sekularisme, Pluralisme, Liberalisme) telah final, bahwa Pluralisme 100% bertentangan dengan konsep tauhid dalam Islam.

Fatwa MUI Tentang Pluralisme Agama

KEPUTUSAN FATWA

MAJELIS ULAMA INDONEISA

Nomor : 7/MUNAS VII/MUI/II/2005
Tentang

PLURALISME, LIBERALISME DAN SEKULARISME AGAMA

Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalam Musyawarah Nasional MUI VII, pada 19-22 Jumadil Akhir 1246 H. / 26-29 Juli 2005 M.;

MENIMBANG :
a.    Bahwa pada akhir-akhir ini berkembang paham pluralisme agama, liberalisme dan sekularisme serta paham-paham sejenis lainnya di kalangan masyarakat;
b.    Bahwa berkembangnya paham pluralisme agama, liberalisme dan sekularisme serta dikalangan masyarakat telah menimbulkan keresahan sehingga sebagian masyarakat meminta MUI untuk menetapkan Fatwa tentang masalah tersebut;
c.    Bahwa karena itu, MUI memandang perlu menetapkan Fatwa tentang paham pluralisme, liberalisme, dan sekularisme agama tersebut untuk di jadikan pedoman oleh umat Islam. 

MENGINGAT :

1.    Firman Allah :
"Barang siapa mencari agama selaian agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan terima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi…" (QS. Ali Imaran [3]: 85)
"Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam…" (QS. Ali Imran [3]: 19)
"Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku." (QS. al-Kafirun [109] : 6).
"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata." (QS. al-Azhab [33:36).

Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS. al-Mumtahinah [60]: 8-9).

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni’matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan. (QS. al-Qashash [28]: 77).

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang dimuka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta. (terhadap Allah). (QS. al-An’am [6]: 116).
Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu. (Q. al-Mu’minun [23]: 71).


2.    Hadis Nabi SAW :
a.    Imam Muslim (w. 262 H) dalam Kitabnya Shahih Muslim, meriwayatkan sabda Rasulullah SAW : “Demi Dzat yang menguasai jiwa Muhammad, tidak ada seorangpun baik Yahudi maupun Nasrani yang mendengar tentang diriku dari Umat Islam ini, kemudian ia mati dan tidak beriman terhadap ajaran yang aku bawa, kecuali ia akan menjadi penghuni Neraka.” (HR Muslim).
b.    Nabi mengirimkan surat-surat dakwah kepada orang-orang non-Muslim, antara lain Kaisar Heraklius, Raja Romawi yang beragama Nasrani, al-Najasyi Raja Abesenia yang beragama Nasrani dan Kisra Persia yang beragama Majusi, dimana Nabi mengajak mereka untuk masuk Islam. (riwayat Ibn Sa’d dalam al-Thabaqat al-Kubra dan Imam Al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari).
c.    Nabi saw melakukan pergaulan social secara baik dengan komunitas-komunitas non-Muslim seperti Komunitas Yahudi yang tinggal di Khaibar dan Nasrani yang tinggal di Najran; bahkan salah seorang mertua Nabi yang bernama Huyay bin Aththab adalah tokoh Yahudi Bani Quradzah (Sayyid Bani Quraizah). (Riwayat al-Bukhari dan Muslim). 

MEMPERHATIKAN : Pendapat Sidang Komisi C Bidang Fatwa pada Munas VII VII MUI 2005.

Dengan bertawakal kepada Allah SWT.

MEMUTUSKAN

MENETAPKAN : FATWA TENTANG PLURALISME AGAMA DALAM PANDANGAN ISLAM

Pertama : Ketentuan Umum
Dalam Fatwa ini, yang dimaksud dengan
1.    Pluralisme agama adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relative; oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengkalim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup dan berdampingan di surga.
2.    Pluralitas agama adalah sebuah kenyataan bahwa di negara atau daerah tertentu terdapat berbagai pemeluk agama yang hidup secara berdampingan.
3.    Liberalisme adalah memahami nash-nash agama (Al-Qur’an & Sunnah) dengan menggunakan akal pikiran yang bebas; dan hanya menerima doktrin-doktrin agama yang sesuai dengan akal pikiran semata.
4.    Sekualisme adalah memisahkan urusan dunia dari agama hanya digunakan untuk mengatur hubungan pribadi dengan Tuhan, sedangkan hubungan sesama manusia diatur hanya dengan berdasarkan kesepakatan sosial.

Kedua : Ketentuan Hukum
1.    Pluralism, Sekulerisme dan Liberalisme agama sebagaimana dimaksud pada bagian pertama adalah paham yang bertentangan dengan ajaran agama islam.
2.    Umat Islam haram mengikuti paham Pluralisme Sekularisme dan Liberalisme Agama.
3.    Dalam masalah aqidah dan ibadah, umat islam wajib bersikap ekseklusif, dalam arti haram mencampur adukan aqidah dan ibadah umat Islam dengan aqidah dan ibadah pemeluk agama lain.
4.    Bagi masyarakat muslim yang tinggal bersama pemeluk agama lain (pluralitas agama), dalam masalah sosial yang tidak berkaitan dengan aqidah dan ibadah, umat Islam bersikap inklusif, dalam arti tetap melakukan pergaulan sosial dengan pemeluk agama lain sepanjang tidak saling merugikan.

Ditetapkan di: Jakarta
Pada tanggal: 22 Jumadil Akhir 1426 H.
29 Juli 2005 M.

MUSYAWARAH NASIONAL VII MAJELIS ULAMA INDONESIA

Pimpinan Sidang Komisi C Bidang Fatwa Ketua,         (K.H. MA’RUF AMIN )

Sekretaris, (HASANUDIN)

(Gerakan Mahasiswa Pembebasan Komsat UIN Syarif Hidayatullah /Umar/voa-islam.com