PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

Tampilkan postingan dengan label TENTANG ATEIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TENTANG ATEIS. Tampilkan semua postingan
Menjawab logika liberalis tentang ''Agama Warisan"

Menjawab logika liberalis tentang ''Agama Warisan"

Merespon tulisan ANF
Quote: "Kebetulan saya lahir di Indonesia dari pasangan muslim, maka saya beragama Islam. Seandainya saja saya lahir di Swedia atau Israel dari keluarga Kristen atau Yahudi, apakah ada jaminan bahwa hari ini saya memeluk Islam sebagai agama saya? Tidak."
==========>
Orang yang lahir dari keluarga Muslim juga tidak ada jaminan istiqamah sampai mati, banyak yang murtad karena berbagai sebab. Termasuk murtad tanpa sadar karena tidak bangga dengan agamanya sendiri, atau merasa malu/inferior atas ajaran Islam, bahkan bersikap sok kafir.
Quote: "Saya tidak bisa memilih dari mana saya akan lahir dan di mana saya akan tinggal setelah dilahirkan. Kewarganegaraan saya warisan, nama saya warisan, dan agama saya juga warisan."
==========>
Gembong Atheis, Richard Dawkins berkata: "Gen-gen memang membentuk kita, tapi tidak menentukan kita"
Pembentuk paling mendasar spesies manusia adalah gennya, hal-hal yang selain itu bisa diubah sesuka hatinya. Bahkan gen sebetulnya pun bisa berubah dengan adanya mutasi, sayangnya belum ada mutasi terkendali yang bisa memastikan sifat menguntungkan saja.
Jadi, kewarganegaraan bisa berubah dengan naturalisasi, misalnya Greg Nwokolo dan Christian Gonzales dahulu bukan WNI, tapi sekarang beliau berdua adalah WNI dan sudah bela timnas.
Sayangnya, meski Greg dan Gonzales tidak pernah korupsi, keduanya tidak mungkin jadi presiden. Pasalnya dalam pasal 6 UUD amandemen memberi syarat, Capres-Cawapres harus WNI sejak orok/bayi merah. Kasihan gak mereka?
Sedangkan nama pemberian orang tua itu bisa diubah, tinggal diurus di Catatan Sipil.
Adapun soal agama, sudah disebutkan bahwa selain banyak orang murtad, juga banyak yang menjadi mualaf. Setiap orang punya akal dan hawa nafsu, mau memilih mana. Ikut Islam sampai mati atau pilih kekafiran.
Yang bisanya cuma ngikut orang tuanya itu ya bayi, atau anak yang belum baligh. Apa kamu mau bilang bahwa semua orang masih seperti bocah?
Ajaran Islam tentang anak kecil pun sangat bijak, yaitu sesuai fitrahnya. Jadi, biarpun ada anak orang kafir (non-Muslim), lalu meninggal saat kecil, dia tetap bisa masuk surga.
Lain dengan yang sudah dewasa, lewat akal normal dan kesadarannya, maka semua perbuatannya harus dipertanggung jawabkan.
Quote: "Untungnya, saya belum pernah bersitegang dengan orang-orang yang memiliki warisan berbeda-beda karena saya tahu bahwa mereka juga tidak bisa memilih apa yang akan mereka terima sebagai warisan dari orangtua dan negara."
==========>
Kalau dengan orang yang lahir dari orang tua pengikut teroris IS*S (ideologi teroris) atau pemberontak separatis bagaimana? Pernah bersitegang gak nduk dengan mereka? Atau kamu tetap "merangkul" hangat mereka. Kan katanya tiap orang sekedar "terima warisan"?
#mikir
Quote: "Setelah beberapa menit kita lahir, lingkungan menentukan agama, ras, suku, dan kebangsaan kita. Setelah itu, kita membela sampai mati segala hal yang bahkan tidak pernah kita putuskan sendiri."
==========>
Konflik itu muncul bukan sebatas alasan SARA, tapi karena berbagai faktor yang tidak diketahui. Sebelum kamu lahir pun gen kamu berlomba dengan jutaan gen saudaramu (sel sperma). Akhirnya kamu menang dan mereka semua mati.
Dalam Islam yang ditekankan adalah sikap adil dan membela kebenaran dari berbagai kezhaliman. Karena di dunia ini tempatnya konflik. Sehingga perjuangan menegakkan keadilan adalah perjuangan seumur hidup. Inilah esensi Islam. Cuma orang bodoh yang bilang ini sebagai jalan salah.
Justru dalam Islam, mati membela hal-hal duniawi termasuk perkara ashobiyah, matinya mati jahiliyah.
Quote: "Sejak masih bayi saya didoktrin bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar. Saya mengasihani mereka yang bukan muslim, sebab mereka kafir dan matinya masuk neraka. Sejak masih bayi saya didoktrin bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar. Saya mengasihani mereka yang bukan muslim, sebab mereka kafir dan matinya masuk neraka. Ternyata, Teman saya yang Kristen juga punya anggapan yang sama terhadap agamanya. Mereka mengasihani orang yang tidak mengimani Yesus sebagai Tuhan, karena orang-orang ini akan masuk neraka, begitulah ajaran agama mereka berkata. Maka, Bayangkan jika kita tak henti menarik satu sama lainnya agar berpindah agama, bayangkan jika masing-masing umat agama tak henti saling beradu superioritas seperti itu, padahal tak akan ada titik temu."
==========>
Saya juga sering merenung mengapa non-Muslim masuk neraka. Jawabannya sederhana, karena mereka kufur terhadap ajaran Islam. Namun mereka memiliki kesempatan sampai ruhnya dicabut di batang leher untuk mengakui Allah.
Di lain sisi, yang Muslim pun punya peluang serupa untuk murtad karena godaan setan, pindah keyakinan atau hal-hal duniawi lain.
Agama itu ibarat sebuah kumpulan gagasan yang diyakini, sehingga pasti saling bersaing.
Ideologi-ideologi sekuler juga bersaing. Separatisme pun bersaing dengan negara. Kaum revolusionis terus bergerak menyiapkan apa yang mereka yakini ideal. Parpol bersaing cari muka merebut pemilih saat pemilu/pilkada, sampai bentrok dan ada yang mati.
Dan jangan lupakan tadi, jutaan gen saudaramu (dalam sel sperma) mati karena kalah bersaing.
Ingin meniadakan persaingan, berarti otomatis memunculkan konflik baru. Karena kamu harus memaksa mereka turut memimpikan utopiamu dengan membuang nilai aslinya.
Qoute: Jalaluddin Rumi mengatakan, "Kebenaran adalah selembar cermin di tangan Tuhan; jatuh dan pecah berkeping-keping. Setiap orang memungut kepingan itu, memperhatikannya, lalu berpikir telah memiliki kebenaran secara utuh."
==========>
Saya tidak tahu konteks kalimat yang dipotong ini. Apakah Rumi berbicara tentang khilafiyah di internal umat Islam dalam memahami Al-Qur'an dan Hadits (kebenaran dari Tuhan), atau untuk kasus universal (semua manusia dan ideologinya).
Jika konteks perkataan Rumi bermaksud pada khilafiyah internal Muslim. Maka kalimat itu tidak nyambung dengan penggiringan opini di tulisanmu nduk.
Lalu jika konteksnya ternyata kasus universal, maka kalimat Rumi tidak rasional. Ingat ya, di seluruh dunia ini banyak keyakinan, ideologi dan gaya hidup.
Ada yang menyembah pohon karena mengklaim tuhan "nongkrong" di situ. Ada yang Komunis, ada yang hedonis, ada yang boros merusak bumi, ada pelacur, pezinah, teroris dan lain-lain.
Apa mau kamu bilang mereka semua "mewarisi" pecahan kebenaran dari Tuhan?
Quote: "Salah satu karakteristik umat beragama memang saling mengklaim kebenaran agamanya. Mereka juga tidak butuh pembuktian, namanya saja "iman"..."
==========>
Kalau pembuktian fisika adanya Tuhan itu memang tak mungkin, karena fisika adalah ilmu untuk mengobservasi makhluk ciptaan Tuhan.
Tapi, penerapan agama sebagai ilmu ada di dunia nyata. Banyak sekali metode pembuktian dan teori untuk mendukung kebenaran sebuah agama. Misalnya ilmu Hadits dan ushul fiqh.
Hukum syariat juga membutuhkan penelitian di dunia nyata agar bisa mengatasi berbagai masalah sosial. Jadi ada ajaran dasar yang diimani, sementara penerapannya membutuhkan ilmu.
Kamu kira sains tidak diawali dari dogma mendasar yang jadi pijakannya?
Quote "Manusia memang berhak menyampaikan ayat-ayat Tuhan, tapi jangan sesekali mencoba jadi Tuhan. Usah melabeli orang masuk surga atau neraka sebab kita pun masih menghamba."
==========>
Kalau pernyataanmu itu dibalik gini gimana nduk:
"Manusia memang berhak menyampaikan hukum/UU negara, tapi jangan sesekali mencoba jadi negara. Usah melabeli orang penjahat, koruptor, separatis, pemberontak, teroris, anti kebhinekaan, intoleran sebab kita pun masih coba jadi WNI yang baik"
Jadinya ketahuan kan gimana ga rasionalnya pernyataan kayak gitu? Karena definisi kesalahan bisa mengacu ke hukum negara. Jika hukumnya jelas, maka boleh saja melabeli.
Adapun melabeli orang sebagai kafir (orang yang ingkar pada Islam) dan akan masuk ke neraka itu domain hukum Islam yang sudah jelas diturunkan dalam Qur'an dan Hadits. Yang tidak boleh adalah mengkafirkan seorang Muslim. Dan "memuslimkan" orang kafir.
Masak bukan Islam disuruh sholat dan puasa? Dikubur dikafani? Ada-ada Gajah....
Quote: "Latar belakang dari semua perselisihan adalah karena masing-masing warisan mengklaim, 'Golonganku adalah yang terbaik karena Tuhan sendiri yang mengatakannya'. Lantas, pertanyaan saya adalah kalau bukan Tuhan, siapa lagi yang menciptakan para Muslim, Yahudi, Nasrani, Buddha, Hindu, bahkan ateis dan memelihara mereka semua sampai hari ini?"
==========>
Ini bukti kalau kamu tidak paham penciptaan Tuhan. Yang diciptakan-Nya adalah semua hal.
Apa yang pasti terjadi (qadar) dan semua kemungkinan/cara yang bisa terjadi (qadha), telah ditentukan-Nya.
Inilah bijaknya Tuhan, tiap orang bisa memilih (karena semua kemungkinan sudah disiapkan), sehingga ia bertanggung jawab atas pilihannya.
Apa kamu mau bilang teroris IS*S, PKI, maling, koruptor, pemerkosa, begal, dkk itu ada karena "dipelihara" oleh Tuhan. Lalu Tuhan disalahkan?
Yang begitu adalah pemikiran kaum jabariyah.
Adanya agama-agama selain Islam itu ada di ranah kehidupan sosial dan jadi persaingan. Dalam kacamata Islam, mereka tetap salah. Tapi dalam ranah muamalah, kita harus berbuat adil pada mereka.
Quote: "Tidak ada yang meragukan kekuasaan Tuhan. Jika Dia mau, Dia bisa saja menjadikan kita semua sama. Serupa. Seagama. Sebangsa.
Tapi tidak, kan?"
==========>
Apa kamu mau bilang teroris IS*S, PKI, maling, koruptor, pemerkosa, begal, dkk itu ada karena "dipelihara" oleh Tuhan?
Bukan saya mau menyamakan kelompok-kelompok ini dengan agama, tapi ini kritikan atas pemahaman salahmu tentang penciptaan Tuhan.
Ada, dan tercipta, itu bukan berarti benar atau diridhoi oleh-Nya.
Quote: "Apakah jika suatu negara dihuni oleh rakyat dengan agama yang sama, hal itu akan menjamin kerukunan? Tidak!
Nyatanya, beberapa negara masih rusuh juga padahal agama rakyatnya sama.
==========>
Di Indonesia, sama-sama Pancasilais, sering rusuh ketika politik, pemilu dll. Apa kamu mau bilang Pancasila tidak bisa meredam konflik?
Sekali lagi jangan menyederhanakan konflik dengan mengkambing hitamkan agama. Penyebab konflik itu rumit, bisa rezim kejam, settingan, adu domba, rebutan perempuan, persaingan tanah subur, penjajahan, pendudukan, sengketa bisnis dll.
Quote: "Sebab, jangan heran ketika sentimen mayoritas vs. minoritas masih berkuasa, maka sisi kemanusiaan kita mendadak hilang entah kemana."
==========>
Sentimen mayoritas vs minoritas di Indonesia itu cuma pseudo konflik, yang dibuat oleh kelompok tertentu agar "menggambarkan dirinya terzhalimi".
Sikap yang benar adalah, agar mencegah konflik negara harus adil. Sehingga mayoritas diberi amanah untuk melindungi, sementara minoritas diberi amanah untuk menjaga rasa menghormati.
Quote: "Bayangkan juga seandainya masing-masing agama menuntut agar kitab sucinya digunakan sebagai dasar negara. Maka, tinggal tunggu saja kehancuran Indonesia kita."
==========>
Banyak yang menafsirkan sila-sila Pancasila itu sesuai dengan ajaran Islam, sampai dicocok-cocokkan dengan ayat Al-Qur'an, dan yang melakukannya termasuk sejumlah pejabat negara, apa mau kamu bilang mereka akan menghancurkan NKRI?
Saya sarankan kamu baca lagi sejarah pembentukan negara. Kelompok Islam sudah ngalah demi alasan "maslahat lebih besar".
Coba cari pendapat MUI tentang dasar negara, yaitu sebuah "perjanjian". Karena bersifat perjanjian, maka di konsepnya harus ada yang bisa diterima oleh orang Islam.
Kalau tafsiran perjanjiannya digeser-geser menjadi sekuler, alias tidak bisa diterima kelompok Islam, maka itulah si tukang perusak ketenangan.
Quote: "Karena itulah yang digunakan negara dalam mengambil kebijakan dalam bidang politik, hukum, atau kemanusiaan bukanlah Alquran, Injil, Tripitaka, Weda, atau kitab suci sebuah agama, melainkan Pancasila, Undang-Undang Dasar '45, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam perspektif Pancasila, setiap pemeluk agama bebas meyakini dan menjalankan ajaran agamanya, tapi mereka tak berhak memaksakan sudut pandang dan ajaran agamanya untuk ditempatkan sebagai tolok ukur penilaian terhadap pemeluk agama lain. Hanya karena merasa paling benar, umat agama A tidak berhak mengintervensi kebijakan suatu negara yang terdiri dari bermacam keyakinan."
==========>
Boleh saja agama mengintervensi kebijakan negara, ini dijamin sejak NKRI berdiri. Misalnya menuntut membasmi kemaksiatan dan perzinahan, serta aturan ketertiban beribadah oleh negara.
Terlebih, hukum sipil yang dipakai masih berasal dari warisan penjajah Belanda. Dimana yang dianggap berzinah adalah perselingkuhan. Suka sama suka dianggap bukan perzinahan. Pelacur dan homo pun tidak ada hukumnya.
Dulu pornografi tidak melanggar hukum sebelum UU anti Pornografi.
Maka, aspirasi apapun itu hak setiap golongan, yang penting diperjuangkan secara fair.
Kalau umat Islam menuntut negara mengadopsi hukum pidana baru sesuai syariat, maka ini hak yang dilindungi secara demokratis. Seandainya nih, hukum qisas pembunuhan (yang terbukti adil) diadopsi dalam hukum pidana, lalu disetujui oleh non-Muslim setelah perdebatan sengit untuk diyakinkan. Kamu siapa melarang-larang?
Masak hukum warisan Belanda dianggap "menyatukan NKRI", lalu hukum Islam dari Allah langsung dituduh menghancurkan kedamaian?
#mikir
Quote: "Suatu hari di masa depan, kita akan menceritakan pada anak cucu kita betapa negara ini nyaris tercerai-berai bukan karena bom, senjata, peluru, atau rudal, tapi karena orang-orangnya saling mengunggulkan bahkan meributkan warisan masing-masing di media sosial."
==========>
Yang sangat mengancam negara ini adalah orang-orang sekuler yang berambisi menendang pengaruh agama dari negara. Membentur-benturkan mayoritas dengan minoritas. Melarang-larang aspirasi umat Islam dengan alasan "bahayakan keutuhan negara", padahal ini negara berdemokrasi.
"Ketika negara lain sudah pergi ke bulan atau merancang teknologi yang memajukan peradaban, kita masih sibuk meributkan soal warisan."
==========>
Memangnya manfaat apa setelah sampai ke Bulan? Ada gitu SDA yang bisa ditambang dari Bulan untuk mengganti biaya ekonomi yang habis dipakai untuk misi?
AS saja sudah enggan meluncurkan misi ke Bulan, malah lebih memilih misi perang ke Irak yang kaya minyak dan Afghanistan yang kaya tambang Lithium.
Ilmuwan-Ilmuwan Barat Yang Masuk Islam

Ilmuwan-Ilmuwan Barat Yang Masuk Islam

sharia.co.id – Bila di Indonesia beberapa artis berpindah dari agama Islam, maka di Barat banyak kaum terpelajar berpindah ke agama Islam. Mereka menjadi mualaf setelah melakukan penelitian mendalam terhadap fenomena alam dan Islam. Berikut beberapa ilmuwan itu:

1. Maurice Bucaille (Masuk Islam karena jasad Fir’aun)

Prof Dr Maurice Bucaille adalah adalah ahli bedah kenamaan Prancis dan pernah mengepalai klinik bedah di Universitas Paris.Ia dilahirkan di Pont-L’Eveque, Prancis, pada 19 Juli 1920. Kisah di balik keputusannya masukIslam diawali pada tahun 1975.

Pada saat itu, pemerintah Prancis menawari bantuan kepada pemerintah Mesir untuk meneliti, mempelajari, dan menganalisis mumi Firaun. Bucaille lah yang menjadi pemimpin ahli bedah sekaligus penanggung jawab utamadalam penelitian.Ternyata, hasil akhir yang ia peroleh sangat mengejutkan.

Sisa-sisa garam yang melekat pada tubuh sang mumi adalah bukti terbesar bahwa dia telah mati karena tenggelam. Jasadnya segera dikeluarkan dari laut dan kemudian dibalsem untuk segera dijadikan mumi agar awet.

Namun penemuan yang dilakukan Bucaille menyisakan pertanyaan. Bagaimana jasad tersebut bisa terjaga dan lebih baik dari jasad-jasad yang lain (tengkorak bala tentara Firaun), padahal telah dikeluarkan dari laut?Bucaille lantas menyiapkan laporan akhir tentang sesuatu yang diyakininya sebagai penemuan baru, yaitu tentang penyelamatan mayat Firaun dari laut dan pengawetannya.

Laporan akhirnya ini dia terbitkan dengan judul ‘Mumi Firaun; Sebuah Penelitian Medis Modern’, dengan judul aslinya, ‘Les Momies des Pharaons et la Midecine’.Saat menyiapkan laporan akhir, salah seorang rekannya membisikkan sesuatu di telinga Bucaille seraya berkata:“Jangan tergesa-gesa karena sesungguhnya kaum Muslimin telah berbicara tentang tenggelamnya mumi ini”.

Dia mulai berpikir dan bertanya-tanya. Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Bahkan, mumi tersebut baru ditemukan sekitar tahun 1898 M, sementara Alquran telah ada ribuan tahun sebelumnya.Setelah perbaikan terhadap mayat Firaun danpemumiannya, Prancis mengembalikan mumi tersebut ke Mesir.

Namun, ia masih bertanya-tanya tentang kabar bahwa kaum Muslimin telah saling menceritakan tentang penyelamatan mayat tersebut. Dan akhirnya setelah pemikiran panjang, akhirnya dia masuk islam.

2. Jacques Yves Costeau (Di lautan terdalam menemukan Islam)

Mr Jacques Yves Costeau adalah seorang ahliOceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis yang lahir pada 11 Juni 1910. Sepanjang hidupnya ia menghabiskan waktu dengan menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filmdokumenter tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton oleh seluruh dunia melalui stasiun tv Discovery Channel.

Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba Costeau menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur atau tidak meleburdengan air laut yang asin di sekelilingnya. Sehingga seolah- olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.

Fenomena ganjil itu mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan.

Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang Profesor Muslim dan menceritakan fenomena ganjil itu kepadanya. Profesor tersebut lalu teringat ayat Alquran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez.

Ayat itu berbunyi: “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing”.

Kemudian dibacakan surat Al-Furqan ayat 53 : “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”

Terpesonalah Mr Costeau mendengar ayat-ayat Alquran itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam.Costeau pun berkata bahwa Alquran memangsesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Tak lama, Mr Costeau memeluk Islam.

3. Demitri Bolykov (Meyakini matahari akan terbit dari Barat)

Sebagai seorang ahli fisika asal Ukraina, Demitri Bolykov mengatakan bahwa pintu masuk ke Islam baginya adalah fisika.Demitri tergabung dalam sebuah penelitian ilmiah yang dipimpin oleh Prof Nicolai Kosinikov, yang juga merupakan pakar fisika.

Teori yang dikemukan oleh Prof Kosinov merupakan teori yang paling baru dan paling berani dalam menafsirkan fenomena perputaran bumi pada porosnya. Kelompok peneliti ini merancang sebuah sampel berupa bola yang diisipenuh dengan papan tipis dari logam yang dilelehkan, ditempatkan pada badan bermagnit yang terbentuk dari elektroda yang saling berlawanan arus.

Ketika arus listrik berjalan pada dua elektroda tersebut maka menimbulkan gaya magnet dan bola yang dipenuhi papan tipis dari logam tersebut mulai berputar pada porosnya fenomena ini dinamakan “Gerak Integral ElektroMagno-Dinamika”. Gerak ini pada substansinya menjadi aktivitas perputaran bumi pada porosnya.

Pada tingkat realita di alam ini, daya matahari merupakan “kekuatan penggerak” yang bisa melahirkan area magnet yang bisa mendorong bumi untuk berputar pada porosnya.

Kemudian gerak perputaran bumi ini dalam hal cepat atau lambatnya seiring dengan daya intensitas daya matahari.

Atas dasar ini pula posisi dan arah kutub utara bergantung. Telah diadakan penelitian bahwa kutub magnet bumi hinggatahun 1970 bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam setahun, akan tetapi pada tahun-tahun terakhir ini kecepatan tersebut bertambah hingga 40 km dalam setahun.

Bahkan pada tahun 2001 kutub magnet bumi bergeser dari tempatnya hingga mencapai jarak 200 km dalam sekali gerak. Ini berarti bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub magnet bergantiantempat. Artinya bahwa “gerak” perputaran bumi akan mengarah pada arah yang berlawanan. Ketika itu matahari akan terbit (keluar) dari Barat.

4. Dr.Fidelma O’Leary (Menemukan rahasia sujud dalam salat)

Dr Fidelma, ahli neurologi asal Amerika Serikat mendapat hidayah saat melakukan kajian terhadap saraf otak manusia. Ketika melakukan penelitian, ia menemukan beberapa urat saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan suplai darah yang cukup agar dapat berfungsi secara normal.

Penasaran dengan penemuannya, ia mencoba mengkaji lebih serius. Setelah memakan waktu lama, penelitiannya pun tidak sia-sia. Akhirnya dia menemukan bahwa ternyata darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otakmanusia secara sempurna kecuali ketika seseorang tersebut melakukan sujud dalam salat. Artinya, kalau manusia tidak menunaikan ibadah shalat, otak tidak dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal.

Rupanya memang urat saraf dalam otak tersebut hanya memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Iniartinya darah akan memasuki bagian urat otak dengan mengikuti waktu salat.

5. Profesor William (Menemukan tumbuhan yangbertasbih)

Sebuah majalah sains terkenal, Journal of Plant Molecular Biologies, mengungkapkan hasil penelitian yang dilakukan sebuah tim ilmuwan Amerika Serikat tentang suara halus yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa (ulstrasonik), yang keluar dari tumbuhan. Suara tersebut berhasil disimpan dan direkam menggunakan alat perekam canggih.

Dari alat perekam itu, getaran ultrasonik kemudian diubah menjadi menjadi gelombang elektrik optik yang dapatditampilkan ke layar monitor. Dengan teknologi ini, getaran ultrasonik tersebut dapat dibaca dan dipahami, karena suara yang terekam menjadi terlihat pada layar monitor dalam bentuk rangkaian garis.

Para ilmuwan ini lalu membawa hasil penemuan mereka ke hadapan tim peneliti Inggris di mana salah seorangnya adalah peneliti muslim.Yang mengejutkan, getaran halus ultrasonik yangtertransfer dari alat perekam menggambarkan garis-garis yang membentuk lafadz Allah dalam layar. Para ilmuwan Inggris ini lantas terkagum-kagum dengan apa yang mereka saksikan.

Peneliti Muslim ini lalu mengatakan jika temuan tersebut sesuai dengan keyakinan kaum muslimin sejak 1400 tahun yang lalu. Para ilmuwan AS dan tim peneliti Inggris yang mendengar ucapan itu lalu memintanya untuk menjelaskan lebih dalam maksud yang dikatakannya.

Setelah menjelaskan tentang Islam dan ayat tersebut, sang peneliti Muslim itu memberikan hadiah berupa mushaf Alquran dan terjemahannya kepada Profesor William, salah satu anggota tim peneliti Inggris.

Selang beberapa hari setelah peristwa itu, Profesor William berceramah di Universitas Carnegie Mellon. Ia mengatakan: “Dalam hidupku, aku belum pernah menemukan fenomena semacam ini selama 30 tahun menekuni pekerjaan ini, dan tidak ada seorang ilmuwan pun dari mereka yang melakukan pengkajian yang sanggup menafsirkan apamakna dari fenomena ini. Begitu pula tidak pernah ditemukan kejadian alam yang bisa menafsirinya. Akan tetapi, satu-satunya tafsir yang bisa kita temukan adalah dalam Alquran. Hal ini tidak memberikan pilihan lain buatku selain mengucapkan Syahadatain,” demikian ungkapan William.

Antara Fitrah dan Tabiat

Antara Fitrah dan Tabiat

Menariknya manusia itu. Sudah diberi Allah dg akal yg punya sifat anti kontradiksi. Juga diberi fitrah dalam jiwanya . Jadi setting awalnya beriman.

Factory setting nya akal itu menolak kontradiksi , sehingga akal pasti berkecamuk ketika setuju pada sesuatu yg kontradiksi.

Factory setting jiwa manusia (fitrah) adalah mencintai kebaikan, maka jiwa akan gelisah jika melakukan hal yg tdk baik.

Sehingga akal dan fitrah akan tenang jika ikut pada factory settingnya : tunduk pada Allah.

Fitrah manusia contohnya adalah suka dengan kejujuran, tp melakukan kejujuran adalah sesuatu yg berbeda.

Ketika seseorang melakukan yg berlawanan dg fitrahnya , maka akan stress. Pun demikian dg org yg membawa kontradiksi di akalnya.

Org yg melanggar aksioma akal dan fitrah , Ibarat mobil sedan dipake buat off road . Gak nyaman .

Islam itu menyelaraskan manusia dg akal dan fitrahnya ... Maka nyaman.

Sehingga , meski krn keimanannya seorang muslim diperangi , rasa di jiwanya tetap nyaman .

Tp ada yg rela melawan factory setting nya , hanya krn melestarikan tradisi keyakinan ortu dan nenek moyangnya.

Sehingga rela meyakini makhluk sebagai tuhan , mengakui makhluq yg memohon sekaligus tuhan yg mengabulkan.

Org rela membawa kontradiksi di akalnya dg setuju "org yg lemah dan memohon" adalah sekaligus "Tuhan Yan Maha kuat dan menjawab permohonan.

Krn doktrin yg dipercaya melawan default setting dr akal dan fitrah , akhirnya lari ke atheisme. Di sini pun melawan akal dan fitrah.

Org melanggar default akal dan fitrah itu bisa , di sekitar kita mayoritas org melanggar default settingnya . Stress melanda dunia.

Fitrah juga berbeda dg tabiat ... Tabiat sifatnya fisik. Fitrah itu jiwa. Tabiat mendorong kita utk banyak tidur , banyak makan.

Tabiat menggiring fisik ke banyak makan banyak tidur , tp fitrah tau makan muluk dan tidur muluk itu salah .

Ada kesenjangan antara tabiat dengan  fitrah, akal dan taklif nya ... Kesenjangan inilah nilai surga.

Tabiat menyeret utk memandangi perempuan yg bukan mahram, fitrah tau itu tdk baik, syariah melarangnya. Kesenjangan ini harga surga.

Yg tunduk kpd syariah yg memberi taklif manusia dg apa2 yg sesuai fitrah akal dan jiwa nya tp berlawanan dg tabiat , maka surga rewardnya.

Fitrah manusia mencintai kejujuran, syariah memberi beban (taklif) utk bertindak jujur. #selaras

Akal defaultnya menolak kontradiksi , syariah menyuruh akal utk menuhankan pencipta bukan yg dicipta. #selaras

Di sini menariknya Islam , akal dan jiwa mu selaras dg apa yg dibebankan oleh Islam . Tdk perlu melawan default setting.

Gmn tweeps? Asyik ya Islam? ^_^

CIRI KHAS DUKUN TRADISIONAL MAUPUN DUKUN MODERN DAN DUKUN BERKEDOK USTADZ

Ditulis oleh : Perdana Akhmad,S.Psi (Founder Qur'anic Healing Indonesia )
Jangan tertipu dengan kemasan para dukun untuk menjual dagangan sihirnya, dibawah ini adalah persamaan prilaku dukun dari masa kemasa walau berbeda nama namun hakikatnya sama sesatnya, Penjabarannya adalah :

1. BERDAGANG AZIMAT
a. Dukun tradional jualan azimat keris, batu akik, besi kuning
b. Dukun berkedok ustadz jualan azimat Qur'an Istanbul, tasbih karomah, wafaq, izim
c. Dukun modern jualan azimat kalung, gelang infared/maghnet. bioenergy lantern, Kartu bioenergi, gelang power balancer, orgonite, kristal energi dan baju kaos berenergi

2. MENGAJARKAN ILMU SIHIR

a.Dukun tradisional mengajarkan aji kesaktian seperti aji lembu sekilan, ajian rajah kala cakra, ajian bandung bondowoso, ajian panglimunan dll
b.Dukun Berkedok ustadz mengajarkan ilmu hikmah seperti hizib nashor, hizib bahr, hizb maghrobi, ilmu kasyaf (melihat ghoib), Ilmu laduni dll
c.Dukun modern mengajarkan ilmu esoterik reiki, tenaga dalam, prana, chi, ki,

3. MEMBERIKAN RITUAL SIHIR
a. Dukun tradisional, memberikan amalan dan ritual kungkum disungai, bertapa,
b. Dukun berkedok ustadz , memberikan amalan khalwat, riyadhoh, dzikir lathifa,
c. Dukun modern memberikan amalan meditasi kundalini, meditasi cakra, latihan pernapasan tenaga dalam, menyerap energi alam dll

4. MEMILIKI KHODAM
a. dukun tradisional punya khodam jin, setan, tuyul, genderuwo, kuntilanak, sedulur papat limo pancer dll
b. Dukun berkedok ustadz memiliki khodam malaikat (abal-abal), rijalul ghoib dll
c. Dukun modern punya khodam Virtual assistance, jessica, Avatar dll

4. LOKASI RITUAL SIHIR
a. Dukun tradional di kuburan, didalam tanah, digua, ditempat angker, dikuburan
b. Dukun berkedok ustadz di masjid, pesantren
c. Dukun modern di Balai Room, di hotel berbintang

5. MEMASUKKAN ILMU SIHIR
a. Dukun tradional memberikan pengisian khodam,
b. Dukun berkedok ustadz memberikan bai’atan, khataman, rajahan tubuh
c. Dukun modern memberikan attunement, inisiasi, pembukaan cakra, pembangkitan kundalini

6. MEMILIKI JULUKAN KHUSUS
a. Dukun tradisional memiliki nama khusus seperti Ki Cilik Guntur bumi, Ki gareng, Mbah
b. Dukun berkedok ustadz memiliki nama khusus yaitu mursyid, ahli thoriqoh, hukama, Kyai , ajengan
c. Dukun Modern memiliki gelar M.Ph (master penghusada), grand master, Master, R.M = Reiki master, didepan namanya, mempunyai gelar V.M.G = Vajra master gtumo dibelakang namanya dll

7. KLAIM MEMILIKI ILMU MENGETAHUI SEGALA HAL BAIK BERSIFAT NYATA DAN GHOIB
a. Dukun tradional memiliki ilmu trawangan, bisikan ghoib
b. Dukun berkedok ustadz memiliki ilmu makrifat, ilmu kasyaf, ilmu bathin dll
c. Dukun modern memiliki ilmu clairvoyance, mata ketiga, indigo
=================================
ADA YANG MAU MENAMBAHKAN ???

Ketika Tuhan Disingkirkan

Ketika Tuhan Disingkirkan

Oleh, Adnin Armas

Harun Yahya dalam bukunya The Disasters Darwinism Brought to Humanity (Al-Attique Publesher Inc.) menggambarkan berbagai bencana kemanusiaan yang ditimbulkan oleh Darwinisme, di antaranya berupa rasisme dan kolonialisme. Ketika ilmu dijauhkan dari tuntunan wahyu; ketika ilmu diabdikan untuk memenuhi hawa nafsu; maka bencana kemanusian tak mungkin terhindarkan.

Peradaban Barat, menurut sejarawan Marvin Perry, ialah sebuah peradaban besar sekaligus sebuah drama yang tragis(a tragic drama). Peradaban ini penuh kontradiksi. Satu sisi ia memberikan sumbangan besar terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dan bagi kemudahan dan penyediaan fasilitas hidup.  Namun pada sisi lain peradaban ini juga memberikan kontribusi besar terhadap kerusakan alam semestra (Marvin Perry, Western Civilization a Brief History, 1997)

Di zaman modern ini pula manusia telah membelanjakan secara gila-gilaan alat-alat pembunuh masal. Sekadar contoh, Jeremy Issacs dan Taylor Downing, dalam bukunya, Cold War, memaparkan antara 1945-1996, sekitar 8 triliun USD ($ 8.000.000.000.000) biaya dikeluarkan untuk persenjataan di seluruh dunia. Puncaknya, persediaan nuklir mencapai 18 mega ton. Padahal seluruh bom yang diledakkan  pada perang dunia II ‘hanya’ 6 megaton.
Dunia kedokteran modern mengenal paraktik vivisection (secara harfiah berarti memotong hidup-hidup) yaitu cara menyiksa hewan hidup sebagai dorongan bisnis untuk menguji obat-obatan agar dapat mengurangi daftar panjang segala jenis penyakit manusia (Pietro Croce, Vivisection or Science: An Investigation into Testing Drugs and Safeguarding Health, 1999). Praktik ini selain tidak beretika keilmuan juga “tidak berperikemanusiaan” juga menyisakan pertanyaan intrinsik tentang asumsi atas tingkat kesamaan uji laboratorium hewan dan manusia yang mengesahkan eksplorasi hasil klinis dari satu ke lainnya.

Dalam dunia pertanian modern, penggunaan bahan-bahan kimia seperti pestisida, herbisida, pupuk nitrogen sintesis dan lainnya telah meracuni bumi, membunuh kehidupan margasatwa bahkan meracuni hasil panen dan mengganggu kesehatan para petani. Pertanian yang sebelumnya dikenal dengan sebutan agrikultur (kultur: suatu cara hidup saling menghargai, timbal balik komunal, dan kooperatif, bukan kompetitif) kini berkembang dengan istilah agribisnis, sebuah sistem yang memaksakan tirani korporat untuk memaksimalkan keuntungan dan menekan biaya, menjadikan petani/penduduk lokal yang dahulu punya harga diri dan mandiri lalu berubah menjadi buruh upahan di tanah mereka sendiri (Adi Setia, Three Meanings of Islamization Science Toward Operasionalizing Islamization of Knowledge, 2007).

Ketika wahyu disingkirkan maka akal dituhankan. Rasionalisme menjadi pedoman. Gagasan rasionalisasi dapat ditelusuri dari seorang bernama Rene Descartes (w. 1650). Ia digelari sebagai bapak filsafat modern. Dia lah orangnya yang memformulsikan sebuah prinsip: cogito ergo sum (aku berpikir maka aku ada). Descartes tidak saja mengukur suatu kebenaran dengan rasio tapi juga mengakui eksistensi seseorang hanya bagi mereka yang menggunakan rasio sebagai asas tingkah lakunya.

Pendapat  Descartes bahwa sumber ilmu adalah rasio dan panca indera diikuti oleh para filosof lain seperti Thomas Hobbes, Benedict Spinoza, John Locke, JJ Rousseau, David Hume, Immanuel Kant, Hegel, Bertrand Russel, Emilio Betti, Gadamer, Jurgen Habermas, dan lain-lain. Selanjutnya pendapat ini melahirkan pembaratan (westernisasi) yang menekankan dasar ilmu pengetahuan adalah rasio dan panca indera.

Pendapat ini makin membuat peran akal menguat sehingga menafikan peran wahyu dan melahirkan ide-ide atheis. Immanuel Kant menyatakan bahwa segala hal yang berbau metafisika tidak mungkin mencapai kebenaran karena tidak disandarkan kepada panca indera. Menurut Kant di dalam metafisika tidak terdapat pernyataan-pernyataan sintetik-a priori seperti yang ada dalam matematika, fisika dan ilmu-ilmu yang berasar fakta empiris (Justus Harnack, Kant’s Theory of  Knowledge , 1968, hal 142-145).

Ide Kant ini berpengaruh pada filosof lain, di antaranya Hegel yang melahirkan filsafat dialektika, tesis-antitesis. Intinya, pengetahuan itu selalu berproses. Tahap yang sudah dicapai, disangkal atau didebat untuk melahirkan tahap baru. Sebuah tesis dibuat antitesisnya untuk melahirkan sintesis. Jika yang menyangkal (antitesis) kalah kuat dengan yang disangkal (tesis) maka tesis tersebut tetap dipertahankan dan menjadi sintesis. Ide ini kemudian melahirkan paham atheisme yang diusung oleh Ludwig Feurbach (1804-1872) dan Karl Marx (w. 1883) Marx berpendapat bahwa agama adalah candu. Agama adalah faktor sekunder, faktor primernya adalah ekonomi (Franz Magnis-Suseno, Pemikiran Karl Marx: Dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionisme, 2001, hal 71-76).

Selain Karl Marx, ilmuwan barat yang berpengaruh luas dalam dunia ilmu pengetahuan adalah Charles Robert Darwin (w. 1882). Ia menulis sebuah buku yang berjudul The Origin of Species yang menyatakan bahwa Tuhan tidak berperan dalam penciptaan. Makhluk hidup dapat hidup dan bertahan karena faktor adaptasi pada lingkungan. Menurutnya, Tuhan tidak menciptakan makhluk hidup. Semua spesies yang berbeda sebenarnya berasal dari satu nenek moyang yang sama. Spesies menjadi berbeda antara satu dengan yang lain disebabkan karena kondisi-kondisi alam (natural condition) (Charles Darwin, The Origin of Species, 1985, hal 437).

Lalu berbagai disiplin ilmu lain yang atheistik juga bermunculan. Bidang psikologi digemakan oleh Sigmund Freud dengan teori psikoanalisanya. Lucunya, psikologi modern, justru menjauhkan ilmu itu dari objek kajian utamanya, yaitu “jiwa” manusia itu sendiri. Dalam bidang sosiologi, positivisme August Comte berhasil menggusur peran agama. Di bidang politik,, Machiavelli mneggulirkan politik tanpa moral. Bahwa politik adalah sekedar mekanisme untuk merebut atau mempertahankan kekuasaan. Di lapangan filsafat ada Friedrich Nietzche (1884-1990) dengan semboyannya “God is dead”.
Dalam bukunya, A History of God (1993), Karen Armstrong menulis sebuah bab berjudul “Does God have a Future ?”

Di Barat, gugatan terhadap eksistensi dan peran Tuhan dalam kehidupan, terus dikumandangkan. Jean-Paul Sartre (1905-1980) bertahan dengan pendapatnya, “even if God existed, it was still necessary to reject him, since the idea of God negates our freedom”.

Jadi, ide tentang Tuhan dianggap mengganggu manusia. Maka, para pemuja kebebasan berkomitmen: singkirkan Tuhan, agar kebebasan kita tak terganggu; agar kita sepuas-puasnya melampiaskan hawa nafsu. Padahal, Al-Qur’an justru menjelaskan: “ingatlah dengan mengingat Allah hati menjadi tenang!” (QS 13:28).


Artikel ini pernah dimuat dalam Jurnai Islamia Republika edisi 12 Maret 2009

12 Maret 2009
Agama

Agama

Bertrand Russel, seorang ahli Fisika sekaligus filosof matarialis modern, dia pernah mengatakan, bahwa: “Atheisme sebenarnya agama juga.” Pernyataan ini sangat menarik. Atheisme disebut agama, padahal mereka mengaku sangat anti agama. Seolah Bertrand Russel ingin mengatakan, “Orang yang ‘anti agama’, hakikat agama mereka ya sikap ‘anti agama’ itu.”

===>] Anak-anak muda hedonis, berkata dengan angkuh, “Hidup ini adalah kesenangan. Selagi masih hidup, habiskan untuk senang-senang. Gak usah ibadah bro, gak usah bersujud. Sudah happy-happy aja terus. Hidup ini kesenangan, bro. Jangan mau tertipu oleh ceramah ustadz-ustadz. Ayo bro. Jangan munafik. Ayo seneng-seneng. Cewek, miras, narkoba, judi, diskotik, hayo apa saja yang bikin lu seneng.” Nah, ini pemeluk agama juga. Agama hedonisme, agama memuja hawa nafsu. Ritual mereka ya seneng-seneng itu. Prinsip agama mereka, ya seperti perkataan itu.

==> Sebagian orang mengklaim, “Saya tidak percaya kepada doktrin-doktrin agama. Saya lebih percaya pada akal bebas, free thinking. Tidak ada dogma, yang ada adalah kebebasan berpikir.” [Komentar: Berarti agama orang itu, ya kebebasan berpikir itu sendiri. Dia tidak boleh marah, kalau manusia yang lain memilih "ketidak-bebasan berpikir"]. Kemudian ada yang mengklaim, “Bagi kami agama itu adalah rasio. Apa saja yang sesuai rasio, itulah agama kami. Rasio adalah tuhan bagi kami.” [Komentar: Berarti, agama mereka adalah agama rasio itu sendiri, sebab mereka mau terikat dengan aturan yang mendewa-dewakan rasio. Sebaliknya, mereka tidak boleh marah kepada orang yang mengagungkan ajaran "non rasio"]. Ada lagi yang lain, “Sudah, sudah, sudah. Semua ini omong kosong. Saya tidak percaya nilai apapun, saya tidak percaya kebenaran. Saya tidak percaya apapun. Saya memilih jalan hidup kosong, nihil, tanpa nilai apapun.” [Komentar: Nah, dia juga beragama dengan nihilisme-nya itu. Iya kan? Dia memuja tuhan "kosong", tuhan "nilai nol", tuhan "tanpa nilai". Iya kan]. ===> Singkat kata, manusia itu makhluk IDEOLOGIS. Mereka mau memilih apapun, itulah agamanya. Jadi, pada hakikatnya tidak ada manusia yang tak beragama.

==> Misalnya, kalangan Freemasonry. Mereka menyembah setan, memuja sihir, memuja baphomet, memiliki ritual tersendiri, membangun gerakan rahasia, memiliki aturan-aturan, pro Zionis, dll. Katanya, mereka punya missi menghapuskan semua agama yang ada. Nah, itulah agama mereka. Itulah ideologi dan jalan hidup mereka. Mereka adalah pemeluk agama, Freemasonry. Biarpun mereka mau jumpalitan gak karu-karuan, tetap saja mereka adalah pemeluk agama, yaitu agama Freemasonry.

===> Kelak di Akhirat, semua manusia akan dikumpulkan di padang Mahsyar. Ketika itu muncul aneka rupa bendera, sesuai dengan banyaknya aliran, agama, ideologi yang dianut manusia di dunia. Setiap orang akan menggabungkan diri dengan salah satu dari bendera itu. Para pengikut Rasulullah Saw akan berdiri di belakang beliau. Maka saudaraku, hati-hatilah Anda dalam memilih bendera ketika hidup di dunia ini. Pilihlah bendera Sayyidul Mursalin, Muhammad Rasulullah Saw!!!
Membenci Islam, Menjajakan Sekulerisme Bermuara Komunisme dan Atheisme

Membenci Islam, Menjajakan Sekulerisme Bermuara Komunisme dan Atheisme


Pada salah satu tulisannya, mendiang Nurcholish Madjid  pernah menyatakan: “Komunisme adalah bentuk lain dan lebih tinggi dari sekularisme. Sebab, komunisme adalah sekularisme yang paling murni dan konsekwen. Dalam komunismelah seseorang menjadi atheis sempurna“

Pernyataan itu dikutip oleh Abdul Hadi W.M. melalui tulisannya berjudul Islam, Marxisme dan Persoalan Sosialisme di Indonesia yang dipublikaskan di situs Bayt al-Hikmah Institute, bisa juga ditemukan di http://ahmadsamantho.wordpress.com/2008/01/28/islam-marxisme-dan-persoalan/.

Bila komunisme adalah bentuk lain dan lebih tinggi dari sekularisme, maka logikanya, sekularisme adalah bentuk lain dan lebih rendah dari komunisme, yang belum murni dan belum konsekwen sebagaimana komunisme. Kalau begitu adanya, tentu dari benak kita timbul pertanyaan, Mengapa mendiang Nurcholish Madjid dan sekutunya begitu getol menjajakan sekularisme?”

Mungkin mendiang Nurcholish Madjid tahu –karena ia juga mengaku-aku ikut menumpas PKI (Partai Komunis Indonesia)– bahwa bila komunisme itu dijajakan apa adanya, pasti kalah, karena akan langsung dilibas oleh kekuatan Islam. Oleh karena itu, boleh jadi mendiang Nurcholish Madjid sedang bereksperimen dengan menjajakan komunisme namun melalui tingkatan yang lebih rendah, yaitu sekularisme. Bila sekularisme ini berhasil diserap, lama-kelamaan akan sampai ke puncaknya yaitu komunisme, dan komunisme merupakan puncak kesempurnaan atheisme. Padahal, atheisme bertentangan dengan Pancasila dan agama-agama yang diakui keberadaannya oleh pemerintah Indonesia.

Hanya Allah yang Maha Mengetahui, hanya Allah yang Lebih Mengetahui apa-apa yang tersimpan di balik hati seseorang, termasuk di balik hati Nurcholish Madjid (dan sekutunya) yang begitu getol menjajakan sekularisme. Bahkan kini komoditas ideologis itu berkembang menjadi sepilis (sekularisme, pluralisme agama, dan liberalisme).

Yang jelas, sebelum ajal menjemput (29 Agustus 2005), Nurcholish Madjid pada tahun 2004 pernah diganti hatinya di negeri tirai bambu (China), dari donor orang China. Dan di China, mayoritas penduduknya berpaham komunis tulen. Di tahun 1980-an, Bambang Irawan Hafiluddin dan Hasyim Rifa’i yang telah bertobat dan keluar dari kubangan kesesatan Islam Jama’ah (LDII), pernah berkunjung ke rumah Nurcholish Madjid di Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Kepada Nurcholish Madjid mereka bertanya, ‘Negara mana di dunia ini yang pantas untuk ditiru sebagai teladan?_ Bambang dan Rifa’i spontan terkaget-kaget, karena ternyata jawaban Nurcholish Madjid adalah Negara China alias Tiongkok. Alasannya, karena di sana tidak ada perzinaan, pencurian dan sebagainya.

Dalamnya laut dapat diduga, dalamnya hati siapa tahu? Yang pasti, mendiang Nurcholish Madjid adalah pendiri Yayasan Wakaf Paramadina di Jakarta. Salah satu personil yang menjadi aktivis Paramadina adalah Saidiman, ketua Forum Muda Paramadina. Pada tanggal 1 Juni 2008 lalu, Saidiman yang juga aktivis komunitas utan kayu ini, menjadi koordinator lapangan  aksi AKKBB mendukung Ahmadiyah.

Dengan tameng merayakan Hari Lahir Pancasila dan Mendukung Minoritas Ahmadiyah, AKKBB bin CIA ini melakukan unjuk massa dan orasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta. Sebenarnya, tujuan mereka adalah untuk mengalihkan perhatian atau meng-counter aksi massa yang menolak kenaikan harga BBM. Amerika memang berkepentingan agar harga BBM di Indonesia setara dengan harga BBM di luar negeri pada umumnya. Mungkin dimaksudkan agar rakyat kecil yag berprofesi sebagai sopir angkot mati kelaparan karena berhenti beroperasi akibat harga bensin yang melambung.

Menurut protap (prosedur tetap), seharusnya massa AKKBB bin CIA ini menempuh rute yang telah disepakati (antara AKKB dengan kepolisian), yaitu Gambir-Air Mancur Indosat-Bundaran HI, untuk kemudian berorasi di Bundaran HI. Rute ini melewati jalan Medan Merdeka Selatan melintas di depan Kedubes Amerika. Melintasi Kedubes AS bukan tanpa tujuan, tetapi memang begitulah aturan bakunya, untuk menunjukkan kepada majikannya bahwa mereka sudah menjalankan perintah sesuai pesanan. Sebagai ‘nomor bukti’ kira-kira begitulah.

Namun, pentolan AKKBB yang berkedok humanis ini ternyata serigala berbulu ayam. Begitu melihat ada massa Laskar Islam, watak aslinya keluar, naluri menghabisi musuh-musuhnya pun bangkit. Massa AKKBB bin CIA yang seharusnya menempuh rute yang telah disepakati, justru masuk ke kawasan Monas. Padahal, di Monas sudah disepakati menjadi tempat massa PDI-P dan massa Laskar Islam berkumpul untuk melakukan orasi dengan tema TOLAK KENAIKAN HARGA BBM.

Perubahan rute yang dilakukan AKKBB ternyata tidak dipedulikan pada persidangan Habib Rizieq dan Munarman, sehingga mereka berdua divonis 18 bulan. Seharusnya perubahan rute yang memicu terjadinya bentrokan, dijadikan novum penting yang dapat melemahkan tuduhan JPU (Jaksa Penuntut Umum) terhadap Habib Rizieq dan Munarman.

Karena akibat adanya perubahan rute itulah, terjadi bentrokan antara massa AKKBB dengan Laskar Islam, yang mengakibatkan Guntur Romli dan Saidiman bonyok. Massa AKKBB bin CIA jelas kalah. Karena, massa Laskar Islam (yang di dalamnya terdapat unsur laskar FPI), lebih solid dibanding dengan massa AKKBB bin CIA, yang merupakan massa cair dan spontan karena dibayar sekian puluh ribu rupiah per orang.

Ketika massanya dipentungi dan dipukuli, Saidiman sang Korlap (koordinator lapangan) yang juga aktivis Paramadina ini spontan mengeluarkan umpatan dan sumpah serapahnya, ‘dasar binatang-binatang. Islam anjing, orang Islam anjing.’

Demikian menurut laporan satu situs yang berpusat  di Surabaya di bawah lembaga yang memiliki cabang di berbagai wilayah.
Sejelek-jeleknya orang Islam, yang di dalam hatinya ada iman, ada keberpihakan kepada Islam, pasti tidak akan keluar kata-kata umpatan seperti itu. Kalau kita tuangkan isi teko, bila teko itu berisi air teh, maka yang keluar dan ditampung di dalam cangkir adalah air teh juga. Begitu juga dengan Saidiman, bila yang keluar dari mulutnya adalah anjing, maka hatinya dipenuhi dengan anjing.

Makian seperti dicetuskan mulut Saidiman itu jelas menunjukkan bahwa ia sesungguhnya membenci Islam. Kebencian Saidiman kepada Islam sudah menjadi pengetahuan umum. Karena, kebencian itu sering diungkapkannya di sebuah milis. Saidiman kerap menuturkan keburukan Islam dan Rasul-Nya, meski ia secara formal mengaku masih Islam. Padahal, yang membenci Islam, di Indonesia ini, bahkan membunuhi Ummat Islam adalah orang-orang komunis dan atheis. Contoh nyata adalah peristiwa Madiun 1948, yaitu dibantainya para Ulama dan Ummat Islam oleh PKI (Partai Komunis Indonesia). Saidiman ibarat murid yang sedang menunjukkan kepada kita, hasil belajar dan interaksinya selama ini dengan sang guru di tempatnya menggali ilmu.

Menunjukkan simpati pada Atheis

Akhir-akhir ini, kita dapati ada sejumlah orang yang gemar menunjukkan keberpihakannya kepada atheisme. Salah satunya Ahmad Syafi’i Ma’arif (ASM). Pada harian Republika edisi 27 Mei 2008, dalam rubrik Resonansi, melalui tulisannya berjudul Kaum Ateis Pun Berhak Hidup di Muka Bumi, ASM menunjukkan pembelaannya kepada kaum atheis. Menurut ASM, kaum anti agama (atheis) itu bisa masuk surga juga karena amal saleh yang mereka perbuat. Pernyataan itu, merupakan proses pemahaman ASM terhadap firman Allah pada surat Yunus ayat 99; Al-Baqarah ayat 256 dan Al-Isra ayat 107. Melalui ketiga ayat tadi, Allah memberikan hak kepada manusia berupa kebebasan untuk beriman atau tidak beriman. Begitu pemahaman ASM. (lihat artikel berjudul Lahn Qaul Ahmad Syafii Maarif June 5, 2008 10:06 pm).
Dalamnya lautan bisa diselami, tetapi dalamnya hati Ahmad Syafi’i Ma’arif siapa yang bisa selami? Untuk apa ia repot-repot membela kaum atheis dengan menyodorkan pemahaman bahwa kaum anti agama itu bisa masuk surga juga karena amal salehnya? Apalagi, belum tentu kaum atheis membutuhkan dukungan Ahmad Syafi’i Ma’arif. Bahkan belum tentu kaum atheis merasa senang dikabarkan bisa masuk surga, karena mereka memang tidak mempercayai keberadaan surga. Yang juga mengherankan, mengapa kok Republika yang katanya koran Islam mau-maunya memuat tulisan seperti itu? Jangan-jangan jajaran redaksi dan pemiliknya sudah condong kepada atheisme bin komunisme juga.

Kalau yang agak condong membela atheisme bin komunisme itu media cetak seperti TEMPO, barangkali masih bisa dimengerti. Karena, sejak lahir media cetak itu memang tidak punya komitmen apa-apa terhadap Islam dan umat Islam. Apalagi, Goenawan Mohamad (GM) akhir-akhir ini, terkesan cenderung memberikan posisi terhormat untuk kalangan atheis.

Sebagaimana tercermin melalui salah satu catatan pinggirnya berjudul Atheis, yang pernah dipublikasikan Majalah Tempo Edisi 23/30 Juli – 05 Agustus 2007. Bagi Goenawan Mohamad, di zaman ini iman (atau agama) dikibarkan dengan rasa ketakutan, dan rasa ketakutan dengan segera diubah jadi kebencian. Akibatnya, dunia tidak bertambah damai. Nah, karena agama atau iman kepada ajaran agama –yang dikibarkan dengan rasa ketakutan– maka kedatangan para atheis dengan pisau argumennya yang tajam, adalah sesuatu yang dinantikan. Siapa tahu para atheis inilah yang akan membuat kalangan agama mengalihkan fokus mereka dan kemudian berhenti bermusuhan.”

Demikian tulisan Goenawan Mohammad yang biasa disebut caping (catatan pinggir) yang ia mengaku di suatu wawancara, setiap kali menulis caping itu, ia memakan waktu lima jam, non stop, kadang jam tiga pagi sampai jam 08. bahkan sering diulang-ulang, hingga kadang redaksinya bingung, mana yang dipakai.

Meskipun sudah memakan waktu lima jam dan diulang-ulang, namun sangat ketahuan belangnya. Dalam hal atheis dan agama, Goenawan tampak merem, tidak melek. Padahal di hadapannya telah terpampang sejarah hitam PKI Madiun dan sebagainya. Di antaranya, sejarah ini perlu dia baca kembali:

…pembantaian yang sadis telah dilakukan oleh PKI (Partai Komunis Indonesia) yang berideologi marxisme, di antaranya dalam Affair Madiun atau Peristiwa Madiun (Pemberontakan PKI di Madiun, 18 September 1948 pimpinan Muso dan Amir Syarifuddin).

Seorang wartawan asal Madiun menulis di Majalah Media Dakwah tentang hilangnya kemanusiaan berganti dengan kesadisan. Di antaranya ia mengemukakan adanya dokumentasi di kantor berita foto, Ipphos, tentang foto genangan darah ulama yang disembelihi PKI  (Partai Komunis Indonesia) dalam Affair Madiun atau Peristiwa Madiun 18 Sepetember 1948. Dia sebutkan, foto genangan darah ulama itu setebal bercenti-centi meter saking banyaknya ulama yang disembelihi PKI. Di Kampung Gorang Gareng Madiun saja, ungkap wartawan asal Madiun ini, ada seratusan lebih ulama beserta keluarganya yang dibantai PKI pimpinan Muso dan Amir Sjarifuddin.[1]

Sederhanya, dengan merem dan tidak melek terhadap kenyataan sejarah, GM sedang menjajakan atheisme, karena atheisme itu lebih baik daripada beriman (beragama) tapi tidak bisa menciptakan kedamaian, justru memproduksi permusuhan dan pertikaian.

Membaca pernyataan di atas, GM dan para pendukungnya sudah bisa diduga akan berkilah, ‘Anda salah memahami maksud yang terkandung dari dalam tulisan GM.”

Oh, ya? Masalahnya, selama ini GM lebih sering memposisikan diri –melalui tulisannya di catatan pinggir– tidak tegas, tidak jantan, alias banci. GM bagai bencong yang menjajakan diri di perempatan jalan yang sunyi dan gelap: di kejar dari kiri, dia belok ke kanan; di kejar dari kanan, dia belok ke kiri. Seharusnya digrebek dari segala penjuru, supaya tidak bisa lari kemana-mana.


Tapi khan dulu GM merupakan salah satu budayawan Indonesia yang dimusuhi dan diobok-obok PKI. Begitu mungkin alasan yang disodorkan GM dan pengikutnya. Betul, tapi manusia bisa berubah. Faktanya, ada sosok yang semula laki-laki, kini berhasil menjadi perempuan. Kalau jenis kelamin saja bisa berubah (seketika), apalagi hanya keberpihakan kepada sebuah paham?

Ada kemiripan pesan antara pendapat Ahmad Syafi’i Ma’arif dengan Goenawan Mohamad dalam membela kalangan atheis ini. Ma’arif seolah-olah berpesan, karena beragama atau tidak merupakan hak yang diberikan oleh Allah, maka pilihan menjadi atheis pun tidak ada sanksi apa-apa dari-Nya, bahkan tetap bisa masuk surga-Nya karena telah melakukan amal saleh. Sedangkan GM seolah-olah sedang berpesan, daripada beragama tetapi tidak mampu menciptakan kedamaian, mending atheis sekalian.

Bila dikaitkan dengan pernyataan Nurcholish Madjid di atas, ‘Dalam komunismelah seseorang menjadi atheis sempurna’, maka boleh jadi, Ma’arif dan Goenawan sedang menjajakan komunisme yang lebih rendah tingkatannya, yaitu atheisme. Kalau atheisme sudah mendapat posisi terhormat di kalangan bangsa Indonesia, kelak akan mudah membawa bangsa Indonesia menuju tingkat yang lebih sempurna yaitu komunisme.

Perlu pula kita tengok di kampus perguruan tinggi Islam (IAIN, UIN, STAIN, STAIS dan sebagainya). Kasus di Bandung, ajakan dzikir dengan ucapan Anjing hu Akabar  diteriakkan oleh seorang mahasiswa senior untuk ditirukan oleh mahasiswa baru UIN bandung). Di suatu media dikemukakan: Acara taaruf di UIN (Universitas Islam Negeri) Bandung Jumat, 27 September 2004 pun segera berbuah kecaman. Ulama Bandung, Athian Ali M Dai, menyatakan benih-benih materialis, atheis, dan komunis ternyata telah tumbuh liar dan mencemarkan integritas dan citra UIN SGD Bandung. Ditambahkannya, benarkah hanya IAIN saja yang mengalami nasib seperti ini? Karena yang sangat faktual kader-kader anti Islam dan anti tuhan mulai menampakkan diri secara jalang.

Dari kenyataan-kenyataan itu, siapa bilang ideology komunisme telah mati? Kenyataannya, ideology komunisme masih hidup di Paramadina, di UIN, di IAIN, di AKKBB, di Tempo Grup, di Utan Kayu, di Republika, di Kompas dan masih banyak tempat lain, termasuk di berbagai parpol.

Peringatan Allah dan Rasul-Nya.
Allah Ta’ala berfirman:

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا بَعْضُهُمْ أَوْلِياَءُ بَعْضٍ إِلاَّ تَفْعَلُوْهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فيِ اْلأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيْرٌ
t73.  Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu[625], niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar. ((QS Al-Anfal: 73)
[625]  yang dimaksud dengan apa yang telah diperintahkan Allah itu: keharusan adanya persaudaraan yang teguh antara kaum muslimin.

اْلمُناَفِقُوْنَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُوْنَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ اْلمَعْرُوْفِ وَيَقْبِضُوْنَ أيَدْيِهْمِ ْنَسُوْا اللهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِيْنَ هُمُ اْلفَاسِقُوْنَ
67.  Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya[648]. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik. (QS At-Taubah: 67).

[648]  Maksudnya: berlaku kikir

إِنَّ اْلمُناَفِقِيْنَ فيِ الدَّرْكِ اْلأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيْراً -145- إِلاَّ الَّذِيْنَ تاَبُوْا وَأَصْلَحُوْا وَاعْتَصَمُوْا بِاللهِ وَأَخْلَصُوْا دِيْنَهُمْ للهِ فأولئك مع المؤمنين وسوف يؤت الله المؤمنين أجرا عظيما
145.  Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.
146.  Kecuali orang-orang yang Taubat dan mengadakan perbaikan[369] dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka Karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar. (QS An-Nisaa’: 145, 146)

[369] mengadakan perbaikan berarti berbuat pekerjaan-pekerjaan yang baik untuk menghilangkan akibat-akibat yang jelek dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan.


Hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي كُلُّ مُنَافِقٍ عَلِيمِ اللِّسَانِ (أحمد ، وابن أبى الدنيا فى ذم الغيبة ، وابن عدى ، ونصر فى الحجة ، والبيهقى فى شعب الإيمان ، والضياء عن عمر. قال الألباني في ” السلسلة الصحيحة ” 3 / 11 : إسناده صحيح )
Dari Umar bin al-Khatthab radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya yang paling saya takuti dari apa yang aku takuti atas ummatku adalah setiap orang munafik yang sangat pandai bicara. (HR Ahmad, Ibnu Abid Dun-ya, Ibnu ‘ِِِAdi, Nashr, Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dan Ad-Dhiyaa’; dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah juz 3/ 11). (haji/tede)

Kisah Ateis Masuk Islam

Berikut ini kesaksian Ruben