PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

Tampilkan postingan dengan label arab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label arab. Tampilkan semua postingan

Kasus Bendera Merah Putih dan Sejarah BKR


Kasus Bendera merah putih bertuliskan lafadz tauhid (arab)  yang dianggap melukai bangsa dan mengkhianati para pejuang trdahulu (Katanya) mari kita sdikit flashback ke jadul (jaman dulu).

Merah putih dengan tulisan arab itu dulu adalah pin yg dipake BKR. BKR Cikal bakal TNI dan POLRI

Badan Keamanan Rakyat (atau biasa disingkat BKR) adalah suatu badan yang dibentuk untuk melakukan tugas pemeliharaan keamanan bersama-sama dengan rakyat dan jawatan-jawatan negara.[1] BKR dibentuk oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau PPKI dalam sidangnya pada tanggal 22 Agustus 1945 dan diumumkan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 23 Agustus 1945.[2]

Pembentukan BKR merupakan perubahan dari hasil sidang PPKI pada tanggal 19 Agustus 1945 yang sebelumnya merencanakan pembentukan tentara kebangsaan. Perubahan tersebut akhirnya diputuskan pada tanggal 22 Agustus 1945 untuk tidak membentuk tentara kebangsaan. Keputusan ini dilandasi oleh berbagai pertimbangan politik.

Anggota BKR saat itu adalah para pemuda Indonesia yang sebelumnya telah mendapat pendidikan militer sebagai tentara Heiho, Pembela Tanah Air (PETA), KNIL dan lain sebagainya. BKR tingkat pusat yang bermarkas di Jakarta dipimpin oleh Moefreni Moekmin.[3] Melalui Maklumat Pemerintah tanggal 5 Oktober 1945, BKR diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan setelah mengalami beberapa kali perubahan nama akhirnya menjadi Tentara Nasional Indonesia


Inilah Uang Logam Bertuliskan Aksara Arab yang Pernah Berlaku Resmi di Indonesia

Publik Indonesia yang hidup pada zaman sekarang tidak banyak yang mengetahui bahwa ternyata mata uang Indonesia pada tahun 1952 terdapat tulisan Arab, lebih tepatnya koin Indonesia 25 sen tahun 1952. Ukuran dan material koin 25 sen tersebut sangat mirip dengan koin Rp.500 “bunga melati” tahun 2003.

Ternyata Indonesia pernah mencetak koin dengan tulisan Arab, yakni 1 sen (1952), 5 sen (1951—1954), 10 sen (1951—1954), dan 25 sen (1952). Sejak itu aksara Arab dalam mata uang Indonesia lenyap dan digantikan seluruhnya dengan huruf latin.

Adanya aksara Arab dalam koin tersebut memperlihatkan bahwa kondisi masyarakat Indonesia saat itu sangat familiar dengan aksara Arab. Bahkan menurut beberapa literatur ketika Indonesia merdeka tahun 1945 hampir 90% masyarakat Indonesia dapat membaca aksara Arab.

Sebelum masa kolonial, Arab Melayu/Jawi/Pegon ini luas digunakan sebagai bahasa sastra, bahasa pendidikan, dan bahasa resmi kerajaan se-Nusantara. Beberapa karya sastra ditulis dengan aksara ini, seperti Hikayat Hang Tuah, Hikayat Raja-Raja Pasai, Hikayat Amir Hamzah, Syair “Singapura Terbakar” karya Abdul Kadir Munsyi (1830), juga karya-karya Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari dan tafsir Qur’an karya Kyai Saleh Darat juga ditulis dengan Arab Pegon yang kini sudah banyak dilupakan.

Surat-surat raja Nusantara, stempel kerajaan, dan mata uang pun ditulis dalam aksara Arab Melayu/Jawi ini. Kesultanan Pasai Aceh, Kerajaan Johor dan Malaka, Kesultanan Pattani pada abad 17, secara resmi menggunakan Arab Melayu sebagai aksara kerajaan. Termasuk juga dalam hubungan diplomatik, kerajaan-kerajaan Nusantara menggunakan aksara Arab Melayu untuk membuat perjanjian perjanjian resmi baik dengan Inggris, Portugis, maupun Belanda. Konon, deklarasi kemerdekaan Malaysia 1957 sebagian juga ditulis dalam aksara Arab Melayu.

Pengaruh kuat dominasi kolonial Belanda lambat laun menggeser kejayaan aksara Arab Melayu/Pegon. Terlebih lagi pada pergantian abad ke-19, media penerbitan secara besar-besaran mencetak huruf latin sebagai media komunikasi massa. Pun juga setelah merdeka, Pemerintah Indonesia lebih memilih untuk melestarikan aksara latin dengan menyebut orang-orang yang sehari-hari menggunakan aksara Arab Melayu atau aksara daerah, tapi tidak bisa membaca huruf latin, sebagai “buta huruf.”

Berikut ini beberapa jenis koin bertuliskan aksara Arab yang pernah digunakan dimasyarakat Indonesia.



Koin 1 sen dan sen , pada tahun 1951, 1952 dan 1954
Koin 50 sen tahun 1952, Bertuliskan aksara Arab Dipanegara
Koin 1 Sen tahun 1936 Bertuliskan Aksara Arab
Koin 1 Sen tahun 1857




dikutip dari tulisan Adkhilni M.Sidqi
[opinibangsa.com / imi]
http://www.opinibangsa.com/2017/01/fakta-sejarah-inilah-uang-logam.html

Kata-Kata Serapan Dari Bahasa Arab

Siapa yang membaca sejarah masuknya Islam, akan faham bagaimana Islam pertama dibawa ke Indonesia, dan berpindahnya penduduk pribumi dari agama Hindu dan Animisme menjadi pemeluk Islam.
Islam menurut beberapa teori dibawa oleh pedagang-pedagang atau saudagar-saudagar dari Yaman. Tujuan awal mereka datang adalah murni untuk berniaga.
Pengaruh yang dibawa oleh para saudagar itu selain dari sisi ekonomi, juga dari sisi adat istiadat, agama dan bahasa.
Pengaruh bahasa Arab terhadap bahasa Indonesia -bersamaan dengan masuknya para saudagar tersebut- sangat jelas. Menurut penelitian kosakata bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Arab sangat banyak. Jumlahnya diperkirakan mencapai 2000 - 3000 kata. Segaian kata-kata Arab ini masih utuh, dalam artian sama antara pengucapan lafal dan maknanya, dan ada sebagian lagi yang berubah.
Dan jika ingin diklasifikasikan dari segi perubahannya, maka bisa kita bagi menjagi 4 :
Lafal dan arti masih sesuai dengan aslinya.
Lafalnya berubah, artinya tetap.
Lafal dan arti berubah dari lafal dan arti semula.
Lafalnya benar, artinya berubah.
Dan berikut ini contoh-contoh dari sebagian kata-kata serapan yang berasal dari bahasa Arab :
A
Abadi ( أبدي )
Adat ( عادة )
Adil ( عادل )
Ahad ( أحد )
Ahli ( أهل )
Aib ( عيب )
Ajal ( أجل )
Akal ( عقل )
Akhir ( أخير )
Akhlak ( أخلاق )
Akrab ( أقرب )
Alamat ( علامة )
Amanah ( أمانة )
Alam ( عالم )
Alat ( آلة )
Asal ( أصل )
Asli ( أصلي )
Awal ( أول )
B
Bab ( باب )
Badan ( بدن )
Bahas ( بحث )
Batin ( باطن )
Batal ( بطل )
Bait ( بيت )
Bakhil ( بخيل )
Bala ( بلاء )
C
D
Dahsyat ( دهشة )
Dakwah ( دعوة )
Dai ( داعي )
Doa ( دعاء )
Daerah ( دائرة )
Dewan ( ديوان )
Daftar ( دفتر )
Dalil ( دليل )
Daur ( دور )
Derajat ( درجة )
Dunia ( دنيا )
Dzikir ( ذكر )
E
F
Faidah ( فائدة )
Fakir ( فقير )
Fana ( فناء )
Fikir ( فكر )
Fitnah ( فتننة )
Fithrah ( فطرة )
G
Ghaib ( غائب )
Gamis ( قميص )
H
Hadiah ( هدية )
Hal ( حال )
Hadir ( حاضر )
Hasad ( حسد )
Haid ( حيض )
Hajat ( حاجة )
Hamil ( حامل )
Haram ( حرام )
Hasil ( حاصل )
Hewan ( حيوان )
Hidayah ( هداية )
Hijrah ( هجرة )
Hukum ( حكم )
Hakim ( حاكم )
Hak ( حق )
Hakikat ( حقيقة )
Hayat ( حياة )
Hibah ( هبة )
Hikayat ( حكاية )
Hikmah ( حكمة )
Hormat ( حرمة )
Hina ( هين )
Huruf ( حروف )
I
Ilmu ( علم )
Ilmiah ( علمية )
Iman ( إيمان )
Insan ( إنسان )
Istilah ( اصطلاح )
Istirahat ( استراحة )
Isyarat ( إشارة )
J
Jadwal ( جدول )
Jamaah ( جماعة )
Jasad ( جسد )
Jawab ( جواب )
Jenis ( جنس )
Jilid ( جلد )
Jumat ( جمعة )
K
Kabar ( خبر )
Kalam ( كلام )
Kalimat ( كلمة )
Kalbu ( قلب )
Kamis ( خميس )
Kamus ( قاموس )
Karib ( قريب )
Kertas ( قرطاس )
Kias ( قياس )
Kisah ( قصة )
Kitab ( كتاب )
Kuliah ( كلية )
Kuburan ( قبر )
Kursi ( كرسي )
L
Lisan ( لسان )
M
Madrasah ( مدرسة )
Majalah ( مجلة )
Majlis ( مجلس )
Makalah ( مقالة )
Makhluk ( مخلوق )
Maklum ( معلوم )
Makna ( معنى )
Makruf ( معروف )
Maksud ( مقصود )
Malaikat ( ملائكة )
Markaz ( مركز )
Masalah ( مسألة )
Masjid ( مسجد )
Mati ( ميت )
Misal ( مثال )
Miskin ( مسكين )
Mungkin ( ممكن )
Munkar ( منكر )
Mustahil ( مستحيل )
Musibah ( مصيبة )
Mushalla ( مصلى )
Musyawarah ( مشاورة )
N
Nabi ( نبي )
Nasib ( نصيب )
Najis ( نجس )
Nikmat ( نعمة )
Nafas ( نفس )
Nasab ( نسب )
Nafkah ( نفقة )
Nikah ( نكاح )
Noktah ( نقطة )
O
P
Paham ( فهم )
Pasal ( فصل )
Pikir ( فكر )
Q
R
Rahmat ( رحمة )
Rahim ( رحم )
Rasul ( رسول )
Rejeki ( رزق )
Riwayat ( رواية )
Rabu ( أربعاء )
Rakyat ( رعية )
Risalah ( رسالة )
Ruh ( روح )
Rujuk ( رجوع )
S
Saat ( ساعة )
Sabar ( صبر  )
Sabtu ( سبت )
Sabun ( صابون )
Sah ( صح )
Safar ( سفر )
Sahabat ( صحابة )
Salam ( سلام )
Salju ( ثلج )
Sehat ( صحة )
Sajak ( سجع )
Sedekah ( صدقة )
Sekarat ( سكرات )
Serikat ( شراكة )
Sebab ( سبب )
Silaturrahmi ( صلة الرحم )
Sihir ( سحر )
Sujud ( سجود )
Surat ( سورة )
Syirik ( شرك )
Syukur ( شكر )
Selamat ( سلامة )
Senin ( اثنين )
Selasa ( ثلاثاء )
Setan ( شيطلن )
Siasat ( سياسة )
Sifat ( صفة )
Silsilah ( سلسلة )
Shalat ( صلاة )
Soal ( سؤال )
Sohib ( صاحب )
Sulthan ( سلطان )
Sunnah ( سنة )
Syarat ( شرط )
Syair ( شاعر )
T
Taat ( طاعة )
Tabiat ( طبيعة )
Tauhid ( توحيد )
Tabib ( طبيب )
Takhayul ( تخيل )
Takabbur ( تكبر )
Takdir ( تقدير )
Tawakkal ( توكل )
Tawadhu ( تواضع )
Tamak ( طمع )
Tamat ( تمت )
Taubat ( توبة )
Telaah ( مطالعة )
Tertib ( ترتيب )
Tafsir ( تفسير )
U
Umat ( أمة )
Umum ( عموم )
Umur ( عمر )
Unsur ( عنصر )
Ustadz ( أستاذ )
V
W
Wasit ( واسط )
Was-was ( وسواس )
Wajah ( وجه )
Wajib ( واجب )
Wakil ( وكيل )
Waktu ( وقت )
Wali ( والى )
Warisan ( وراثة )
Wilayah ( ولاية )
Wujud ( وجود )
X
Y
Yakin ( يقين )
Yakni ( يعني )
Yatim ( يتيم )
Z
Zalim ( ظالم )
Zakat ( زكاة )
Zaman ( زمان )
Ziarah ( زيارة )
Zuhud ( زهد )
Demikian contoh kata-kata serapan dari bahasa Arab. Semoga bisa menambah wawasan Anda. Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan tulis pertanyaan Anda di kolom komentar di bawah ini. Saya berikan izin bagi siapa saja yang ingin mengbagi postingan ini, supaya faedahnya dirasakan oleh orang banyak. Syukran 'alaa haadzihiz-ziyaarah (terima kasih atas kunjungannya), wa jazaakumullahu khairan.