PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

Cerita Seorang Muslim di London

Cerita Seorang Muslim di London

Inferiority CompleX

----------------------------------------------
Cerita hari ini rada sedih. Saya ditugaskan buat jaga satu stand Indonesia di dekat icon utama kota london, yaitu London Bridge. Para pemilik stand pameran minta ada penjaga dari mahasiswa Indonesia untuk membantu komunikasi dengan pengunjung. Pas sampai disana, pemilik stand, yang namanya berbau Sunda, disana tampangnya terlihat asem begitu saya datang. Satu kawannya, seorang cewek, bertanya, "Mas ikhwan ya?". Hah, emangnya kenapa pikir saya.

Lalu ga berapa lama, satu mahasiswi yang akan berganti shift dengan saya mengajak bicara. "Mas, bapak itu maunya standnya dijaga perempuan". OK lah, mungkin saya bisa ajak tukeran dengan kawan lain. Pas sudah cari2, eh ternyata ga ada yg bisa diajak tukeran. Balik lah saya ke pemilik Stand dan sampaikan bahwa tidak ada pengganti penjaga wanita. Dengan "cold blood" dia bilang, "Ya udah saya sendiri aja, Mas".

Saya perhatikan gerak-geriknya, lho koq rada melambai!!! Paham lah saya alasan sebetulnya dibalik penolakannya. Orang macam gini biasanya baru pontang-panting cari makhluk berjenggot pas menjelang sakaratul maut, sekalian minta disolatin jenazah. Kita ga usah heran.

Lebih menyedihkankan lagi, buat transport ke lokasi acara saja secara normal sehari ini bisa habis 10 pound (silakan kalikan dengan rupiah). Koq iya membatalkan sepihak dengan alasan yang dibuat2.

Istri saya nasibnya lebih baik, meskipun nampaknya juga kurang diterima lantaran berjilbab dan bergamis lebar. Pemilik stand kain batik tempat dia berjaga kurang ramah melihat penampilannya.

Tapi satu yang ajib ya ikhwan, wanita2 bule lebih banyak menghampiri istri saya dan tanpa canggung bertanya panjang lebar tentang batik selama berjam2 ketimbang nyamperin penjaga2 dari kalangan mahasiswa yang seksi2. Subhanallah. Saya heran, tapi tidak terlalu heran.

Orang2 asli Inggris sangat ramah, jauh lebih welcome dari orang Indonesia sendiri terhadap muslim berjilbab, bercadar, berjenggot, dan bergamis. Itu pengalaman saya membandingkan hidup di Indo, Jerman, dan Inggris. Kampus saya sendiri berusaha menghindari jadwal kuliah sampai bentrok sama salat jumat, demi menghormati kaum muslimin. Kampus menerbitkan angket pertanyaan tentang waktu2 apakah Anda ingin kuliah tidak ada karena alasan relijius.

Minggu lalu pihak kampus meminta saya mengajar satu hari kuliah animasi 3D untuk bulan Juni ini khusus untuk mahasiswa PhD. Mereka bertanya, menu makanan apa yang saya inginkan setelah saya ngajar agar bisa disiapkan kampus. Saya jawab bulan Juni saya puasa Ramadhan, jadi ga perlu nyiapin menu buat saya. Diluar dugaan, staff kampus tersebut membalas bahwa dia tahun lalu ikutan puasa Ramadhan juga, padahal beliau non muslim. 

Acara yang diselenggarakan kementrian KUKM ini kalo mau jujur, sangat membuat kita malu. Tidak satu pun acara2 begini berani menampilkan identitas kita sebagai negara muslim terbesar. Saya datang ke KBRI Jerman, melulu isinya arca2 dan patung Bali. Sampai2 seorang bule muallaf Jerman ketika saya temani untuk mengurus visa Indonesia di Berlin bertanya dengan heran, "Zico, negaramu ini betulan negara muslim???". Saya jawab, Ya.

"Kenapa ada patung2 dewa ini di embassy kamu?" sahutnya.

Saya terdiam ga bisa jawab. Pertanyaannya sangat menohok. KBRI yang seharusnya jadi simbol yang menggambarkan wajah utama negeri Indonesia dan penduduknya, jadi diwakili oleh gambaran tanah secuil yang orang namai pulau Bali. Dan patung2 itu bukanlah representasi penduduk Indonesia. Dan bule ini bertanya tepat di simbol tersebut.

Silakan survey, berapakah banyak penduduk Indonesia yang dirumahnya menyimpan arca Bali dibanding penduduk Indonesia yang dirumahnya menyimpan Quran? Apakah arca Bali ini mewakili gambaran mayoritas Indonesia?

Saya injakkan kaki di KBRI London, yah mirip2 juga nasibnya dengan KBRI Berlin. Meski saya tahu sebagian karyawan KBRI disana sudah menjalankan ibadah haji.

Inferiority complex. Rasa malu dengan indentitas. Urusan identitas begini, saya lebih salut sama manusia yang asalnya dari India, Pakistan, dan Bangladesh. Jumlah mereka bejibun di London. Mereka sukses taklukkan London. Orang-orang kaya penguasa ritel di London adalah mereka. Bahkan mereka pilih sendiri Gubernur mereka untuk London, Sadiq Khan!!!

Sukses mereka bukan dengan menanggalkan identitas mereka. Bukan.
Mohon maaf bangsaku.

Mereka ini puluhan tahun seliweran di London dengan mengenakan peci, gamis, dan wanitanya sebagian malah bercadar. Ga malu mereka dengan identitas. Sering saya melihat seorang yang saya kira dia Imam mesjid, karena air mukanya nampak seperti orang saleh dan berjenggot lebat. Ternyata dia seorang polisi, lengkap dengan pistol dan lencananya. Sejumlah petugas pemerintah di London ini ngga canggung sehari2 bekerja dengan memakai peci. Mulai dari petugas kereta api, bis, pengatur lalin, dll.

Daerah Barking tempat saya tinggal beberapa minggu lalu lebih ganas. Cuman jarak radius 1 kilo dari rumah terdapat 5 mesjid ke segala arah penjurunya. Restoran2 ayam "KFC" India dan dan toko2 daging halal bertebaran. Mereka ga canggung pasang tulisan ayat Quran selebar plang Tokonya. Kadang gede2 ditulis kalimat syahadat persis didepan pinta kaca restoran. Toko daging halal dekat rumah saya unik lagi, Murattal disetel sangat nyaring di toko tersebut. Anda pernah lihat pemandangan tersebut di pasar2 Indonesia?

Buat salat jumat di mesjid terdekat rumah saya, saya harus tiba sejam sebelum khutbah dimulai jika ingin kebagian tempat solat didalam mesjid. Kalo ga, pasti saya salat dihalaman mesjid, padahal mesjidnya 3 tingkat. Kalo apes, saya terpaksa ikut jumatan kloter kedua sejam kemudian.

Sembari memperhatikan tingkah bangsa kita di pameran ini, tiba2 saya disampiri seorang security. "Are you an Indonesian?".. "Are you an Imaam here". "No, I am just visitor".

Hah, justru, sang sekurity dengan jenggotnya dan jambangnya yang lebat itu jauh lebih pas sebagai imam dari pada saya. "Where are you come from", tanyaku. "I was born here, but my parents came from Bangladesh". Saya katakan dalam bahasa Bangladesh "Vallo Achi (Apa kabarmu?)".

Kaget si Bangladesh ini dengan sapaan saya dalam bahasa ibunya. Ini emang kunci untuk mencairkan hati orang Bangladesh. Tapi saya pun ga kalah kaget. Seorang yang lahir di negara Inggris, tapi ga kagok sama krisis identitas.

"Saya malu dengan Bangladesh. Disana mesjid banyak dan azan terdengar dimana2, tetapi mesjid sepi. Di Inggris, azan tidak terdengar, tapi salat jamaah di mesjid selalu penuh".

"Sialan!!!" pikir gw dalam hati. Itu mah Indonesia banget.

"Muslim Indonesia jauh lebih baik dari Muslim Bangladesh", ujarnya penuh semangat. Tetes air segede kepala turun dikepala saya, persis kayak Nobita diceramahin Suneo.

Puas lihat gonjrang-gonjreng, tari2, dansa-dansi, dan segala aksi ala Guruh Soekarno Putra di pameran Indo, seorang turis mendekati saya, "Are you Indonesian?". "Yes", I said.

"Apakah acara seperti ini rutin diadakan setiap bulan?", tanyanya. Setelah menjawab pertanyaannya, saya balik bertanya, "Where are you come from". Dijawab, "Saudi!".

Oh great, mari kita buka kunci hati orang ini. "Ah, takallamta bi lughatil arabiyah (Jadi kamu berbicara dengan bahasa Arab)".
"Naam".
"Fushah (Fasih dalam Bahasa Arab Asli)?", tanyaku.

"Aiwah", katanya.

Benar saja dia terlihat senang ada orang Indo bicara dalam bahasa dia. Celakanya dia mulai menyangka bahasa Arab saya level native. Lalu dia bicara dengan cepat dan bertanya macam2. Untung dia pakai bahasa Arab asli. Umumnya kawan2 kami dulu orang2 Arab Maroko dan Aljazair bicara dengan bahasa arab dialek darijah atau dialek alien lain.

"Apa rencanamu jika selesai kuliah disini nanti?", katanya

Saya balas, "Orang-orang Indonesia butuh orang seperti kami sebagai pengajar dalam bidang komputer dan sains". Dalam hati gw mikir nasibnya Dr. Warsito, Ricky Elson, dan jenius2 lain yang harus kick ass dari Indonesia, ato ga kudu ngajar di mana aje ada kampus yang metromini lewat didepannya. Tapi udah telat rasanya mo coba eksis di jalur artis.

"Nak, apakah kamu sudah mendakwahi orang-orang disini?", katanya. Wah, pertanyaan berat ini. Saya jawab sebisanya terkait kegiatan kaum muslimin Indonesia di London.

Orang seperti kamu harusnya ngajar di Saudi. Allah akan memuliakanmu. Negara kami akan sangat memuliakanmu. Saya berdoa semoga kuliahmu dan istrimu segera selesai dan bisa bermanfaat bagi bangsamu. Ga lama beliau pun pamit.

Lalu menjelang maghrib, tibalah waktunya pulang. Security Bangladesh itu menghampiri, "Brother, will you again tomorrow?".

"I will, Insha Allah". Dan beliau pun nampak senang.

Saya habiskan sisa hari berdua istri melihat2 London Bridge yang indah ini dengan lampunya yang warni-warni. Malamnya bahkan jembatan ini nampak jauh lebih indah.

Ternyata, tidak perlu krisis identitas untuk dihormati orang. Bahkan waktu kita malu dengan identitas bangsa, itulah nampak mental asli kita sebagai negara bekas jajahan.

(Al-Akh Zico Pratama Putra -hafizhahullah-. Mahasiswa Ph.D di Queens Mary of London)

Sampaikan Pesan Ini Pada Penggemar Emha dan Sujiwo tejo

Sampaikan Pesan Ini Pada Penggemar Emha dan Sujiwo tejo

Orang Yahudi gak terima Nabi terakhir orang arab, mereka maunya org mereka sampe dibela bela in pindah ke Madinah lagi mereka namun ujungnya mereka kecewa.

Varian Yahudi berikutnya adalah mereka menolak arab dan menginginkan islam berasal dari negeri mereka (kejawen) tanah jawa dan mereka punya slogan "Islam versi Nusantara"  benci sorban,benci jubah putih,benci jilbab,benci jenggot,benci ana antum, tapi suka sekali dengan rokok dan ungkapan janc*k ,asu dan lain lain yg saru dan kasar.

Lalu apa bedanya ,antara kedua varian Yahudi ini?

Yang satu nasib di dunianya bagus dimana makan keju dan steak, varian ke 2 nya memang bangsa gak tau malu, dah makan tempe bongkrek, marus, genjer ampe buah gohok di kira anggur namun tetap mereka merasa bisa menaklukan dunia dengan semar dan petruk pesakitan dari tumaritis.

Jawaban Jika Ada Yang Menitip Salam

jawaban ketika mendapat titipan salam:

وَعَلَيْهِ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ

Wa Alaihissalam warahmatullah

“baginya salam dan rahmat Allah”

Catatan:
bagi yang belum belajar bahasa Arab harus memahami kata ganti (dhamir), jika wanita maka diganti menjadi “alaihaa” sedangkan untuk jamak diganti “alaihim”

Kita diperintahkan agar menjawab penghormatan dan salam, jika kita diberi penghormatan atau salam. Kita balasa dengan yang lebih baik atau yang semisalnya.

Allah Ta’ala berfirman,

“Apabila kamu diberi penghormatan/salam dengan sesuatu penghormatan/salam, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa)…..” (An-Nisa’ 86)

Al-Baghawi berkata,

والمراد بالتحية هاهنا ، السلام ، يقول : إذا سلم عليكم مسلم فأجيبوا بأحسن منها أو ردوها كما سلم

“Yang dimaksud dengan penghormatan adalah salam, jika ada seorang muslim yang mengucapkan salam maka jawablah dengan yang lebih baik atau jawablah salam dengan semisal.” (Tafsir Al-Baghawi)

Berikut adalah lafadz jawaban jika ada yang menitip salam. Sebagaimana dalam hadits.

Dari Aisyah berkata: Rasulullah bersabda: “Wahai Aisyah, Tadi Jibril mengirimkan salam kepadamu”. Aku (Aisyah) menjawab: “Dan baginya salam dan rahmat Allah, engkau (Rasulullah) dapat melihat apa yang tak dapat kami lihat”.  (HR. Bukhari no. 6249 dan Muslim no. 2447)

http://muslimafiyah.com/jawaban-jika-ada-yang-menitip-salam.html

Penyusun: Raehanul Bahraen

Add Pاn BB muslimafiyah.com 5AE1E629
Telegram: www.telegram.me/muslimafiyah

Dakwah Salafi Masuk Target Operasi Intelijen

Dakwah Salafi Masuk Target Operasi Intelijen

Sebagaimana saya percaya operasi inteligen itu menyasar ke tubuh NU, Dakwah Salafi Masuk Target Operasi Intelijen Muhammadiyah dan PKS, sayapun percaya bahwa operasi itu sudah menyusup ke tubuh dakwah salafiyah, dan juga di organisasi-organisasi lain. Secara umum, operasi inteligen ini menginginkan adanya perpecahan di tubuh objek operasi.

Operasi intelijen adalah suatu kegiatan memata-matai objek dalam keadaan senyap (silent operation) untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan pihak pengambil keputusan untuk suatu kepentingan tertentu. Operasi ini sebetulnya sudah banyak diterjunkan ke banyak objek dengan tujuan yang berbeda-beda sesuai objek operasi. Ada yang untuk kepentingan politik, kekuasaan, ekonomi, ideologi dan lain-lain.

Beberapa tahun yang lalu misalnya, ketika PKS mulai naik ke panggung nasional dan banyak kader baik daerah maupun pusat yang masuk ke jajaran pemerintahan dan banyak tokoh maupun pengamat yang memprediksi bahwa PKS  termasuk yang bakal menduduki peringkat tiga partai terbesar. Saat itu saya menduga kuat akan adanya operasi intelijen dalam tubuh PKS. Tujuannya agar PKS kehilangan simpati dari kader dan simpatisan, sehingga lama-lama PKS kembali menjadi partai kecil.

Benarkan? Akhirnya muncul banyak friksi dan faksi dalam tubuh PKS, tokoh-tokohnya dijatuhkan, ditangkap, dipenjara. Bahkan pucuk pimpinannya diperlakukan seperti maling sandal dimasjid, dikuak kehidupan pribadinya, dijatuhkan nama pribadinya sekaligus dirusak nama entitas organisasinya. Kalau sudah begini, siapa yang mau pilih PKS? Hanya kader solid saja yang masih tersisa.

Saya melihat ada banyak hal di tubuh PKS yang terkait dengan operasi intelijen, namun tidak perlu disebut disini. Jika kita cerdas mengamati, akan dengan mudah terlihat.

Perlu Anda ketahui bahwa PKS adalah partai kader, yakni satu-satunya partai yang jajaran pengurusnya tidak bisa diisi oleh sembarang orang kecuali setelah dia menjadi kader partai untuk sekian tahun. Artinya, tidak bisa orang setenar apapun, sekaya apapun, sekuat apapun basis masanya tiba-tiba bisa masuk dan menjadi pengurus partai kalau dia belum mengikuti pelatihan kaderisasi dari organisasi. Makanya PKS tidak menerima politisi kutu loncat. Semua jajaran pengurus elite partai haruslah seorang kader yang telah diketahui track record dan kontribusinya untuk organisasi. Itupun masih bisa diacak-acak oleh gerakan intelijen.

Bagaimana Dengan Operasi Intelijen di Tubuh Dakwah Salafi?

Saya mungkin terlalu sembrono menuliskan ini. Namun, tidak ada maksud lain saya tulis ini kecuali agar kita -para salafiyin- belajar dari apa yang telah diperbuat para kapital terhadap PKS.

Beberapa tahun yang lalu, saya dan Anda mungkin sepakat bahwa dakwah salafi diawasi oleh intel. Bahkan saat itu santer beredar rumor bahwa diantara ikhwan berjenggot yang ngaji dan membawa kitab, salah satu dari mereka adalah intel (agen). Maka hari ini saya memunculkan hipotesa bahwa bisa saja ada diantara asatidzah salafi yang merupakan seorang agen.

Beberapa hal yang menjadi indikator adanya operasi intelijen di tubuh dakwah salafi diantaranya;

1. Dakwah salafi selalu dikesankan kaku dan keras agar ummat lari dan antipati

2. Dakwah salafi dibuat selalu ribut dan bertengkar dengan sesamanya

3. Adu domba antar asatidzah. Beberapa indikasi yang masuk misalnya; menanyakan sikap ustadz fulan di majlisnya ustadz 'alan, padahal sudah ma'ruf jawabannya akan berselisih

4. Ada yang sengaja membenturkan dakwah salafi ke organisasi keislaman lain yang lebih senior dan lebih kuat mengakar di tengah masyarakat seperti NU dan Muhammadiyah agar selalu berselisih

5. Termasuk salah satunya adalah membuat akun-akun palsu di media sosial dan cenderung selalu berpolemik dan membuat kegaduhan sesama salafiyin.

Saya pernah menulis tentang operasi intelijen di tubuh PKS beberapa tahun yang lalu, dan sekarang benar adanya, PKS hancur dan menjadi bahan bullyan netizan. Dan saya menulis ini agar dakwah salafi tidak menjadi bahan bullyan umat islam, selalu bertengkar dan berkelahi dengan sesama. Agar kita bisa berbenah dan selalu memperbaiki diri. Jangan terlena dan sum'ah jika dakwah ini telah diterima masyarakat. Kita tetap harus menjaga dakwah ini agar tetap mulia dan lebih diterima masyarakat luas.

Jangan mau diadu domba, jangan mau terus berkonflik dan bertengkar. Cerdaslah menyikapi suatu informasi, jangan latah dengan langsung share berita tanpa meneliti kebenaran berita tersebut. Jangan ghuluw kepada seorang ustadz, apalagi ghuluw tersebut disertai dengan merendahkan ustadz lain yang lebih junior. Jagalah lisan dari keburukan orang lain, tutupilah aib saudara kita dan bukan malah mengumbarnya di media sosial yang ujung-ujungnya menjadi pertengkaran. Nasehatilah saudaramu dengan cara yang baik, bukan mencela dan mencemoohnya.

Salah satu tugas intel (agen) dalam operasi intelijen di tubuh dakwah salafi yang paling utama adalah selalu mencari cara dan celah agar sesama salafiyin dan duatnya bisa diadu domba! Be aware..!

Baca tulisan lain saya di www.masjumat.com

Apa beda sosialisme dan komunisme?

Apa beda sosialisme dan komunisme?

Pada dasarnya sosialisme dan komunisme itu dua hal berbeda, sosialisme ini teori ekonomi tentang subsidi antara yg lebih kepada yg kurang, sedangkan komunisme adalah ideologi yg menekankan penghilangan subsidi (karena tidak ada kaya miskin dalam komunisme) dan tidak mengakomodir ideologi lain.

Salah satu bentuk sosialisme adalah koperasi dimana di miliki oleh org banyak dengan distribusi tanggung jawab dan hak sedangkan komunisme tidak ada distribusi tanggung jawab dan hak yang ada hanya distribusi tanggung jawab (buruh hanya sebagai buruh, tentara hanya sebagai tentara, petani hanya sebagai petani) dan haknya di samakan semua, karena perhitungan pendapatan dalam komunisme adalah teori surplus value S/V yaitu kalori yg di keluarkan harus mendapatkan kelebihan dalam bentuk gaji dan ini tidak boleh berlebih.

Pada sosialisme surplus value ala marx dk katakan sebagai upah besi kenapa demikian?? karena marx yg menitik beratkan pada kalori (energi primer), teori upah besi adalah upah yg di berikan utk buruh hanya untuk bertahan hidup tanpa memanusikan buruh itu dalam hal kebutuhan sekunder dan tertier, gagasan upah besi ini di gagas oleh David Ricardo.

Komunisme tidak bisa di gunakan dengan ideologi lain, sedangkan sosialisme bisa karena sosialisme hanya ilmu distribusi ekonomi sedangkan komunisme adalah ilmu pemusatan ekonomi dan ideologi, socialisme bisa di gabung dengan ideoloi kanan (liberal) dimana menjadi social demokrat yg dipraktekan oleh belanda pada jaman PM coljin dan juga inggris sekarang di bawah partai buruh sedangkan komunisme tidak bisa.

Komunisme dia berbicara tentang ideologi sehingga pada negara komunisme tidak ada boleh ada ideologi pasar lain yg berkembang termaksud agama sedangkan di socialisme ideologi lain bisa berkembang.

Socialisme yg tadinya ilmu distribusi ekonomi mempunyai beberapa variant turunan salah satunya adalah komunisme, karena komunisme adalah (marx+energi bebad), ideologi yg lain adalah Anarchisme (Massa Goverment dan keadaan tanpa ada alat pemaksa), sindikalisme yaitu gabungan antara anarchisme dan socialisme seperti di praktekan di brazil.

Jadi intinya apa?? komunisme itu non sense alias agama baru berdasarkan teori sociologi dan ekonomi yg statis dan kuno, sedangkan socialist adalah ilmu ekonomi yg berkembang terus sesuai keadaan pasar yg menitik beratkan pada distribusi welfare dan pajak. jadi kalo ada buruh ngaku komunis maka dia gk boleh demo, karena komunisme dalam teori surplus value hanya menghitung kalori dan tidak menghitung rice cooker, perfume, kredit motor dsb 😂

DAFTAR KORBAN EXTRA JUDICIAL KILLING Densus88

DAFTAR KORBAN EXTRA JUDICIAL KILLING Densus88

DAFTAR KORBAN EXTRA JUDICIAL KILLING (PEMBUNUHAN DI LUAR PROSES
HUKUM) DENSUS 88 SEJAK TAHUN 2003 SAMPAI DENGAN 2016

1.Ichwanudin (2003)
2.Arman (Malang, 2005)
3.Jabir (Wonosobo, 2006)
4.Abdul Hadi (Wonosobo,2006)
5.Dedi (Poso, 2006)
6.Riansyah (Poso, 2006)
7.11 Orang Tidak Diketahui Namanya Dibunuh Bersamaan Dengan Terbunuhnya
Riansyah (Poso, 2006)
8.Icang (Poso, 2007)
9.Rasiman (Poso, 2007)
10.Wiwin (Poso, 2007)
11.Yusuf (Poso. 2007)
12.13 Orang Tidak Diketahui Namanya dan Bukan DPO (22 Januari 2007)
13.Munajib (Jogja, 2007)
14.Air Setyawan (Bekasi, 2009)
15.Eko Peyang (Bekasi, 2009)
16.Ibrahim (Temanggung, 2009)
17.Urwah (Solo, 2009)
18.Susilo Adib (Solo, 2009)
19.Aji (Solo, 2009)
20.13 Tidak Diketahui Namanya (Aceh, 2010)
21.Iwan Suka (Aceh, 2010)
22.Anas (Bima, 2013)
23.T.Marzuki (Aceh, 2010)
24.Dulmatin (Pamulang, 2010)
25.Ridwan (Ciputat, 2010)
26.Hasan Noer (Ciputat, 2010)
27.Ridwan (Jakarta, 2010)
28.Hasan Blackbery (Jakarta, 2010)
29.Jajang (Aceh, 2010)
30.Enceng Kurnia (Aceh, 2010)
31.Maulana (Cawang, 2010)
32.Udin (Cawang, 2010)
33.Hasdi (Cawang, 2010)
34.Ujang (Cawang, 2010)
35.Mr. X (Cawang 12 Mei 2010)
36.Yuli Karsono (Klaten, 2010)
37.Saptono (Cikampek, 2010)
38.Mr. X (Cikampek, 2010)
39.Dani Ajo (Medan, 2010)
40.Deni Yuki (Medan, 2010)
41.Ridwan (Medan, 2010)
42.Johnson, Diakui Salah Tembak Oleh Densus 88 (Medan, 2010)
43.Hendro (Sukoharjo, 2011)
44.Sigit Qordowi (Sukoharjo, 2011)
45.Nur Imam, Pedagang Angkringan Saksi Mata Penembakan Sigit Qordowi
(Sukoharjo, 2011)
46.Fauzan (Poso, 2011)
47.Faruk (Poso, 2011)
48.Kholid Tumbigo (Poso, 2012)
49.MN, (Aceh, 2012)
50.Hendra Endar (Tangerang Selatan, 2012)
51.Dede (Tangerang Selatan, 2012)
52.Syamsudin (Makasar, 2012)
53.Kholili (Makasar, 2012)
54.HN (Bali, 2012)
55.AG (Bali, 2012)
56.UH (Bali, 2012)
57.DD (Bali, 2012)
58.Abu Hanif (Bali, 2012)
59.Farhan (Solo, 2012)
60.Muchsin (Solo, 2012)
61. J (Poso Utara, 2012)
62.Andri (Trenggalek, 2013)
63.2 Orang Tidak Diketahui Namanya (Trenggalek, 2013)
64.Asmar (Teras Masjid Al-Afiyah, Makasar, 2013)
65.Ahmad Kholil (Teras Masjid Al-Afiyah, Makasar, 2013)
66.Abdil Qodir (Teras Masjid Al-Afiyah, Makasar, 2013)
67.Arbain (Makasar, 2013)
68.Ramli (Makasar, 2013)
69.Roy (Dompu, 2013
70.Bahtiar (Dompu, 2013)
71.Andi (Dompu. 2013)
72.Budi Syarif (Bandung, 2013)
73.Bang Junet (Bandung, 2013)
74.Budi Angga (Bandung, 2013)
75.Abu Robban (Batang, 2013)
76.Sirajudin Eja (Dompu, 2013)
77.Rizal (Tulungagung, 2013)
78.Dayat (Tulungagung, 2013)
79.Hidayat (Ciputat, 2013)
80.Nurul Haq (Ciputat, 2013)
81.Fauzi (Ciputat,2013)
82.Rizal (Ciputat, 2013)
83.Hendi (Ciputat, 2013)
84.Edo (Ciputat, 2013)
85.Ahmad Bondan (Poso, 2013)
86.Suardi (Bone, 2013)
87.Nurdin, Ditembak Saat Melaksanakan Sholat (Dompu, 2014)
88.Ahfan (Poso Pesisir, 2014)
89.Tukang Kayu (Poso Pesisir, 2014)
90.lham Syafi'i (Bone Bone, 2015)
91.Rony (Kediri, 2015)
92.Daeng Koro (Parigi Utara, 2015)
93.Farid (Parigi Utara, 2015)
94.Eno Lampe (Poso, 2015)
95.Aziz Masamba (Poso, 2015)
96.Bado (Poso, 2015)
97.Siyono (Klaten, 2016)
98.Fajar Can (Bima, 2016)
99.Vonda (Poso, 2016)

TOTAL KORBAN BERJUMLAH 132 ORANG YANG TERCATAT. SEMOGA TIDAK ADA
YANG TERLEWAT. JIKA ADA YANG MENGETAHUI KORBAN LAIN DAN BELUM
TERCANTUM MOHON DITAMBAHKAN.
APAKAH KEBRUTALAN INI LAYAK UNTUK DIBIARKAN DAN KITA DIAM ATAS HAL
TERSEBUT ???
INGAT SEMUA KITA AKAN DITANYA DIHADAPAN ALLAH SUBHANAHU WA
TA’ALA JIKA KITA MEMBIARKAN KEBRUTALAN INI TERUS TERJADI
SAATNYA DENSUS 88 DIEVALUASI, DIAUDIT KINERJANYA DAN KEUANGANNYA
SECARA TOTAL. HENTIKAN KEBRUTALAN PEMBUNUHAN TERHADAP WARGA
NEGARA INDONESIA.

API KARTINI ,TAUFIK ISMAIL DAN PRAMODYA

API KARTINI ,TAUFIK ISMAIL DAN PRAMODYA

API KARTINI

Beberapa hari lalu kita dibuat kaget dengan berita Taufiq Ismail yang dituduh sebagai provokator. Puisi Taufiq Ismail dituduh "memfitnah" PKI dalam sebuah seminar. Kita jadi bengong, Kok PeDe banget panitia dan peserta seminar Komunisme itu membalikan fakta ?! Sepertinya posisi mereka semakin menguat sehingga berani unjuk gigi :-(

Taufiq Ismail yang dulu aktif menyerang Pramudya yang aktif di Lekra tentu tak rela jika Ilham Aidit mengaku sebagai pihak terdzalimi. Udah nyata-nyata PKI membantai ribuan warga Indonesia, Eeee ngakunya pihak terdzalimi

Tau nggak sih, Dulu Lekra mati-matian mengusung penokohan Kartini. Bahkan Pramudya membentuk tim riset khusus "API KARTINI" utk kepentingan tersebut. Tim riset ini bolak-balik Jakarta - Jepara - Rembang - Solo - Semarang - Blora. Jauh sebelum Soekarno mentahbiskan Kartini sebagai pahlawan di tahun 1964, Gerwani sudah membuat majalah Kartini

Majalah tersebut menjadikan Kartini role model wanita Indonesia. Berhubung masa itu PKI beserta anteknya menguasai Indonesia, Maka mudah saja bagi PKI mngusulkan nama tersebut menjadi pahlawan

Bukan, Bukan saya menuduh Kartini komunis. Sama sekali bukan. Saya hanya ingin menunjukan betapa Lekra, Gerwani dan PKI begitu getol mengusung dan mentahbiskan Kartini. Hasil riset tim API KARTINI itu menghasilkan buku "Panggil Aku Kartini Saja" ditulis oleh Pramudya Ananta Toer. Buku ini merupakan pandangan kaum kiri terhadap Kartini

Bukan, Bukan saya mengecilkan API KARTINI. Saya cuma kurang puas saja... Karena begitu banyaaaaaakkkkk perempuan pejuang Indonesia lainnya yang lebih riil perjuangannya dari Kartini. Ada Rohana Kudus, Malahayati, Ratu Kalinyamat, Siti Aisyah We Tenriolle, Dll. Perjuangan mereka riil, Bukan sebatas wacana saja... Tapi mereka terlupakan...

Tim riset Undip beserta Pemda Jepara pernah mengusulkan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan... Tapi usul ini belum disetujui. Padahal Ratu Kalinyamat sangat berjasa menghadang penjajahan Portugis di Indonesia. Ratu Kalinyamat dengan gagah berani menyerang Portugis di Selat Malaka hingga dua kali. Sebanyak 7000 prajurit Jawa syahid dalam penyerbuan ini. Makam mereka memenuhi selat malaka. Tak terhitung yang terkubur di laut...

Atau Siti Aisyah We Tenriolle, Ratu Cendekia dari Sulawesi. Ia sudah membuat sekolah utk perempuan jauuuuuhhhh sebelum Kartini lahir. Ia juga menulis epos "LaGaligo" yang merupakan epos terpanjang di dunia melebihi Mahabharata.
Apa kita orang Jawa pernah mendengar nama We Tenriolle ? Tidak kan...

Atau Rahmah El-Yunusiyyah yang mendapat gelar Syaikhah (profesor) dari Univ Al-Azhar Kairo. Kurikulum buatan Rahmah di Perguruan Diniyah Putri Padang Panjang dicontoh oleh Al-Azhar... Masya Allah... Luar biasa sekali

Dan masih banyaaaaakkkk sederetan nama-nama perempuan Indonesia lainnya yang pantas mendapat gelar pahlawan. Untuk lebih jelasnya silakan baca buku saya yang berjudul "Perempuan Pejuang, Jejak Perjuangan Perempuan Islam Nusantara dari Masa ke Masa"

Buku ini saya susun sebagai bentuk penghargaan terhadap para perempuan pejuang Indonesia yang terlupakan..."

Ditulis oleh ibu Widi Astuti