PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

Pola Sekulerisasi Turki Dengan Pola Menghancurkan Indonesia

Pola Sekulerisasi Turki Dengan Pola Menghancurkan Indonesia

"Membersihkan Islam dari campur tangan politik."

Slogan di atas sekilas adalah mungkin bermakna memurnikan Islam, atau upaya mengembalikan Islam kepada keasliannya (ashalah-nya). Dan tafsir ini memang yg dikehendaki untuk berkembang di masyarakat awam. Padahal, tafsir si pembuat slogan di atas berbeda. 

Mustafa Kemal Ataturk (mantan panglima perang kekhalifahan Turki Utsmani di wilayah Anatolia pada Perang Dunia I antara Kehalifahan Utsmani dan Jerman melawan Inggris, Yunani dan Rusia) yg membuat slogan di atas. Dasar tujuannya adalah memisahkan Islam dengan politik (baca: negara/kekuasaan).

Lalu, untuk mewujudkan impiannya membangun Turki yg modern apakah Ataturk menggunakan cara-cara yg kasar? Revolusi atau kudeta misalnya? Tidak.

Ataturk muncul pada awalnya adalah sebagai 'orang biasa'. Ia kemudian bergabung dengan militer kekhalifahan Utsmani. Gaya kepemimpinannya yg khas, revolusioner, berani, ahli strategi perang dan lainnya, menjadikan karirnya di militer mengalami kecemerlangan. Ia adalah sosok yg menonjol, sehingga rakyat Turki Utsmani saat itu memandang dia sebagai tokoh yg fenomenal.

Ternyata, kefenomenalannya bukan sebuah hal yg alami. Fenomenalnya Ataturk ternyata by designed. Setidaknya, Inggris dan Yahudi-lah yg meng-create seorang Mustafa Kemal Ataturk untuk kemudian menjadi duri dalam daging kekhalifahan Turki Utsmani saat itu.

Masih ingat tentang pernyataan Sultan Abdul Hamid II terhadap permintaan Hertzl (Bapak Zionisme Internasional) dan Inggris untuk menyerahkan wilayah Palestina? Bahkan ia ditawari uang sebesar 150 juta dinar emas (sekitar 270 Trilyun Rupiah), ditawarkan mengenai pelunasan 'hutang negara' yg cukup besar saat itu, juga pendirian Universitas Daulah Utsmaniyah di Palestina dan bantuan armada laut. Ya, jawaban Sultan Abdul Hamid II adalah sebagai berikut:

"Sesungguhnya andaikata tubuhku disayat-sayat dengan pisau atau salah satu anggota badanku dipotong maka itu lebih aku sukai dari pada aku perkenankan kalian tinggal di bumi Palestina yang merupakan negara kaum muslimin. Sesungguhnya bumi Palestina telah direbut dengan pengorbanan darah. Dan sekali-kali bumi itu tidak akan dirampas dari mereka melainkan dengan pertumpahan darah. Dan sungguh Allah telah memuliakanku sehingga dapat berkhidmat kepada agama Islam selama tiga puluh tahun. Dan aku tidak akan mencoreng sejarah para leluhurku dengan aib ini".
Kemudian Sultan Abdul Hamid II melanjutkan, "Simpanlah uangmu itu hai Hertzl! Jika Abdul Hamid telah mati, maka kalian akan mendapatkan negeri Palestina dengan cuma-cuma".

Ternyata, jawaban Sultan Abdul Hamid II kepada Hertzl membuat ia gerah. Kemudian ia bersumpah akan menghilangkan Kekhalifahan Turki Utsmani (baca: Islam) dengan cara apa pun.

Setelah dengan cara kekerasan dan peperangan mengalami kegagalan, Hertzl menggunakan cara spionisasi dan penghancuran dari dalam. Dijadikanlah tokoh fenomenal baru yg sedang naik daun, Mustafa Kemal Ataturk sebagai 'boneka'nya.

Mulailah upaya penghancuran kekhalifahan Turki Utsmani (baca: Islam) dengan cara-cara sebagai berikut:


1. Kriminalisasi terhadap Sultan Abdul Hamid II selaku pemimpin ummat Islam sedunia. Sultan Abdul Hamid difitnah sebagai koruptor, tukang kawin, diktator dan lain sebagainya. Upaya kriminalisasi ini dilakukan dengan gencar memberitakan fitnah melalui koran-koran pada zamannya saat itu.
2. Perekayasaan sejarah Islam terutama sejarah kekhalifahan Turki Utsmani. Dan rekayasa sejarah ini dibagikan secara masiv berupa buku bacaan yg disebar di seluruh negeri muslim saat itu.
3. Menyebarkan citra buruk terhadap Islam. Bahwa Islam itu adalah identikndengan kekerasan dan lainnya. Sehingga masyarakat awam terpedaya bahwa agama adalah tidak penting, yg penting adalah bukti 'kebaikannya' di masyarakat.
4. Dimunculkan paham liberal yg membenarkan semua agama yg berkedok toleransi, hak asasi manusia dan lainnya.
5. Mengidentikkan Islam dengan Arab. Sehingga dijadikan opini umum bahw Islam adalah Arab dan Arab adalah Islam. Selanjutnya dihembuskan bahwa kebiasaan buruk masyarakat Arab adalah merupakan ajaran Islam.
6. Masyarakat dijauhkan dari nilai-nilai keislaman. Sekolah-sekolah agama dianggap tidak modern dan ketinggalan zaman. Sementara sekolah-sekolah liberal yg menghilangkan simbol bahkan pelajaran agama disebut sebagai sekolah modern.
7. Dimunculkan tokoh dari 'beragama Islam' namun tidak berpemikian Islam.
8. Penguasaan media/pers. Jika pers orang-orang kafir di Eropa berbicara, maka pers-pers di Kairo harus menyuarakan seperti itu juga.
9. Mengeluarkan stigma bahwa antara politik dan kekuasaan tidak ada hubungan atau tabu jika bergandengan dengan Islam. Islam adalah sakral, yg hanya mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhan saja.
10. Dan lain sebagainya.

Dan hasilnya, perlahan namun pasti, kekuatan politik Islam melemah. Puncaknya, tahun 1923 Mustafa Kemal Ataturk pun berhasil 'merebut' tampuk kekuasaan Turki saat itu. Dan setahun kemudian, kekhalifahan Turki Utsmani sebagai representasi kepemimpinan umat. Islam sedunia pun runtuh. Dan sudah bisa ditebak kemudian, Palestina pun jatuh ke tangan Zionis dan segera mendeklarasikan negara Israel.

Apa hubungannya dengan Indonesia? Jika kita mau jujur dan memperhatikan, apa yg sedang dialami oleh ibu pertiwi, terutama umat Islam bangsa Indonesia saat ini adalah bahwa kita sedang dalam skenario global yg sama persis dengan proses sekulerisasi Turki tahun 1900-an dulu.

Kita ingat banyak tokoh Islam Indonesia dikriminalisasi dengan korupsi, kekerasan, perkawinan dan lainnya. Lembaga dan organisasi-organisasi Islam dicekoki dengan ego organisasi dan atau penghancuran citranya. Penguasaan media ditambah dengan rekayasa berita. Dimunculkannya tokoh-tokoh boneka yg mendadak 'pro rakyat' dan seterusnya dan seterusnya. Skenarionya sama persis kan?
Pertanyaannya kemudian adalah apakah ini adalah kebetulan? 
Tundukkan pandanganmu !!!

Tundukkan pandanganmu !!!

Ketika pertama kali mengenal istriku, terbersit dalam pandanganku seakan Allah belum pernah menciptakan wanita sepertinya di dunia ini …!

Saat aku meminangnya, kulihat banyak sekali wanita sepadan pujaan hatiku

Saat aku menikahinya, kulihat banyak sekali wanita melebihi kecantikannya

Setelah lewat beberapa tahun hidup bersamanya, kulihat semua wanita lebih manis dari istriku !

Sang bijak bertutur: 
“Maukah aku beritahukan yang lebih mencengangkan dari semuanya itu?!”

Dengarlah:
Andai saja kamu menikahi seluruh wanita di dunia ini, niscaya kamu lihat anjing-anjing yang berkeliaran di jalanan lebih cantik dalam penglihatanmu dari semua wanita tersebut

Kenapa demikian ?!

Karena problemnya bukan pada istrimu !

Problemnya setiap manusia jika memiliki jiwa yang rakus, pandangan mata yang binal, dan jauh dari rasa malu kepada Allah, maka tidak akan mungkin dapat memuaskan pandangan matanya kecuali debu kuburannya…

Hai kaum lelaki ! Persoalanmu adalah kamu tidak mau menundukkan pandanganmu dari larangan Allah

Sekarang maukah kamu kutunjukan cara mengembalikan istrimu seperti keadaan semula, dia menjadi wanita tercantik di dunia?

Rahasianya adalah: Tundukkan pandanganmu …

Allah berfirman:

“Katakanlah kepada orang-orang beriman, agar mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka. Demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui semua yang kamu perbuat.” [QS. An-Nur]

 dari status facebook :
https://www.facebook.com/badilag.arobiyyah

Wassalam
Mahrus, Lc., M.H.
Staf Dirjen Badilag Urusan Timur Tengah
WA: +62 89-7673- 2949
FB: Mahrus AR
@Mahrus_AR
Sopir Travel Dan Pemikiran JIL

Sopir Travel Dan Pemikiran JIL

“selain karyawan dilarang masuk”

Gimana kalo kita demo PLN yg sangat tdk toleran, karena membatasi siapa yg boleh masuk? :D 

PLN ini sangat eksklusif , intoleran dan sangat tdk pluralistik , masak hanya yg berkepentingan yg boleh masuk

Kenapa manusia harus dibedakan antara yang karyawan PLN atau bukan? Apa saya yg bukan karyawan PLN lebih hina? Sehingga tdk bolek masuk?

Waktu saya meeting dg salah satu perusahaan jepang di indonesia, juga terdapat peringatan2 semacam ini “selain karyawan dilarang masuk”

Kenapa selain karyawan dilarang masuk? Apa mereka merasa benar sendiri? Kami yg bukan karyawan ini dianggap apa? Kafir? Sangat tidak toleran :D

Kenapa harus ada sikap2 eksklusif seperti itu, kenapa manusia harus dibedakan antara karyawan dan bukan karyawan? Sangat anti keberagaman

Saat menuju ke travel tadi, ada peringatan seperti itu, area terbatas dilarang masuk, saya foto aja. Ini menarik
“selain karyawan , dilarang masuk” , peringatan2 senada sperti ini , adalah bentuk anti keberagaman. :D

Kenapa dunia ini harus dibedakan antara karyawan dan bukan karyawan? Sangat tidak pluralis :D

Kenapa harus ada karyawan dan bukan karyawan? Muslim dan kafir? Kenapa harus dibedakan? :D ini bentuk eksklusivitas :p

Kenapa ada yg disebut non karyawan? Kenapa ada yg disebut kafir? Kenapa non karyawan dapat perlakuan berbeda? Ini diskriminatif !!! :D

Kenapa manusia harus didefinisikan statusnya gay atau tidak gay, karyawan non karyawan, koruptor dan non koruptor, muslim kafir, kenapa?

Kenapa manusia tidak disamakan statusnya semuanya: manusia. Tidak perlu ada embel2 koruptor, penjahat, pezina, pendeta, bebaskan aja semuanya?

Kenapa harus ada status koruptor? Kenapa harus ada labelisasi dan vonis? Bukankah manusia sama? 
Sangat tidak toleran !!! :D

Yang satu dilabeli kafir, yang satu dilabeli koruptor, yg lain dilabeli jomblo, ini sangat tidak toleran :D

Kenapa harus ada WNI WNA? Kenapa harus ada status2 yg diskriminatif dan eksklusif :D

Saya lagi reverse psychology , berpikir dengan cara JIL berpikir :D

Kenapa harus ada label istri dan bukan istri? Apakah yang bukan istri itu wanita hina sehingga tdk bs disebut istri? Intoleran !!!

Kenapa harus ada label tinggi rendah, sangat tdk pluralisme, kenapa tdk semua ba disebut bertinggi sama. *inspirasi dari puisi taufik ismail*
“mas, istrimu cantik” | “alhamdulillah, trima kasih” | tapi itu jelas labelisasi, ada cantik dan tidak, kenapa harus didefinisikan? Tidak toleran !!!

Bicara cantik dan tidak, tampan dan tidak, ini jelas sangat mengarah pada eksklusivitas, kenapa harus ada definisi itu !!!

Ini jasa marga juga intoleran, kenapa harus ada istilah jalan tol dan bukan, ada jalan dan bahu jalan, kenapa harus dibeda2kan?

Supir travel saya ini sangat pluralis, dia hampir selalu jalan di bahu jalan sepanjang tol cikampek. Dia mengerti jalan dan bahu jalan itu sama

Supir yang pluralis ini mengerti betul , baik jalan dan bahu jalan itu sama, sama2 menuju gerbang tol :D

Jalan dan bahu jalan itu sama, sama2 jalan, membedakannya adalah perilaku diskriminatif

Ini juga ngapain saya pake seat belt, selama nyupirnya bener, insya allah aman, kebenaran ttg “pake seat belt” itu relatif. Yg penting esensi

Ini juga sangat anti kesetaraan: barang dibedakan antara yg berharga dan tidak pic.twitter.com/0gbcmb4h

Ketika laptop dan tas disebut berharga, apa barang2 lain yg tidak disebutkan berharga berarti tdk berharga? Apa barang2 ini tidak merasa terkucil?

Kenapa dunia ini penuh dengan definisi dan klasifikasi, ini jelas2 sangat intoleran

Kenapa semua org tdk seperti supir di samping saya, dia menabrak definisi jalan dan bahu jalan. Ini pluralis sejati

Kenapa hidup ini harus dipenuhi dengan definisi2 dan klasifikasi? Kenapa semua tidak disamakan saja? Kenapa dunia ini diskriminatif?

Apa hak nya jasa marga melakukan labelisasi, ini jalan dan ini bahu jalan?

Saya suka banget nih supir disamping saya ini, dia bener2 pluralis sejati. Dia merubuhkan definisi lajur kiri, kanan dan bahu jalan

Kadang dia menyalip dari kiri, kadang kanan, kebanyakan dari bahu jalan. Dia benar2 menolak semua definisi ttg lajur jalan. Ini progresif

Semakin menolak definisi, semakin modern , progresif dan semakin cendikiawan lah supir disebelah saya ini. “kesetaraan lajur” itu istilahnya

Rasanya Senang sekali disupiri oleh supir cendikiawan nan intelek, batas2 definisi tradisional tentang jalan jelas sudah hilang. Ini menarik

Kami sedang menyalip dari bahu jalan, ini progresif revolusioner bukan? Ini mendobrak ketekstualan pic.twitter.com/4Yjc8Krx

Saya coba memahami cara berpikirnya, mungkin menurut supir intelek nan cendikia ini, kiri dan kanan ini relatif . Ini sudah benar

Mungkin … ini supir paling pluralis yang pernah saya temui, selain saya sendiri tentunya :D

Hmm … Andaikan semua supir di negeri ini sepluralis dan serelatif supir travel ini cara berpikirnya

Jika ada istilah jalan dan bahu jalan , apa yang bahu jalan tidak iri kenapa dia dilabeli bahu?

Membayangkan jika semua pengemudi di Indonesia ini berpikir seperti supir di sebelah saya ini, maju, modern, pluralis, relatif :D

Lembaga yang paling intoleran itu menurut saya KPK , kenapa manusia dibedakan antara koruptor dan bukan? Kenapa manusia harus dikotak2an? #eh
*ngetwit sambil deg2an di samping supir #sepilis , intelek nan cendikia

Pasti supir disamping saya ini banyak banget baca bukunya, sehingga gaya menyupirnya bisa sepluralis ini

Dunia ini penuh sikap intoleran , PLN yang membatasi siapa yg boleh masuk area kerjanya, KPK sibuk dengan definis korupsinya, dunia yg intoleran

Kiri kanan sama saja, jalan bahu jalan sama saja, Islam kristen sama saja *salto

Supir sebelah saya ini pasti lulusan amerika, bisa sampe sepluralis ini cara berpikirnya. Beasiswa darimana ya kuliahnya? Apa foundation gitu?

Barusan nelp hp istri saya, minta jemput. Baru ngomong sebentar, mati. Saya telp ke rumah: “say .. 
Halo?” | iya pak | wah, trnyata pembantu saya
“Mana ibu teh?” | “di kamar pak” | “coba panggil ya” | hmm … Kenapa harus dibedakan antara istri dan pembantu? Ini intoleran !!! Pasti !!!

Alhamdulillah, sampe pasteur, berpisah dari supir intelek nan cendikia. Sekarang menunggu dijemput istriku yg cantik :)

Istriku ndak jadi jemput, nemenin anak2 belajar, mau ulangan besok. Jadi ditemenin supir taxi, supir yg kolot dan tdk pluralis, terlalu tekstual

Secara Psikologis Ada Tipe Orang Yang Takut Mencari Kebenaran

Secara Psikologis Ada Tipe Orang Yang Takut Mencari Kebenaran

Berikut contohnya dalam bentuk analogi:

Katakankah ada seorang gadis bernama A yang sangat mencinta seorang pria bernama B. Dia sangat yakin bahwa B orang baik, penyayang, romantis, sangat mencintainya dengan tulus.
Padahal B aslinya seorang pendusta, tukang tipu, bejad, bajingan, playboy kelas kakap, pokoknya serba negatif deh.

Lantas, banyak teman A yang menceritakan FAKTA NYATA mengenai B. Awalnya A tidak percaya. Namun karena banyaknya orang yang menceritakan fakta tersebut, lama kelamaan A jadi bimbang, "Benar gak sih, pria yang kucintai seperti itu orangnya?"

Walau dilanda kebimbangan seperti itu, A MERASA BERAT untuk mencari tahu. Dia membayangkan, "Betapa sakitnya hati ini jika suatu saat nanti aku mengetahui kebejatan si B."

Si A tak mau sakit hati. Maka dia mencoba MEMELIHARA KENYAMANAN DIRI dengan cara tidak mencari tahu mengenai siapa B sebenarnya.

Dia menutup diri terhadap segala informasi dan FAKTA NYATA mengenai B. Dia hanya mau mendengar berita-berita yang baik, manis, dan menyenangkan tentang B. Dia hanya mau mendengarkan cerita bahwa B itu baik, penyayang, sopan, sangat menyayanginya dengan tulus."
Karena itulah, gadis bodoh bernama A ini hanya mau menonton Metro TV.
Gempa Sosial Dibalik Pilpres 2014

Gempa Sosial Dibalik Pilpres 2014

Bismillah. Sejak Pilpres kemarin terjadi hal-hal menggemparkan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Disadari atau tidak, kenyataan itu sudah terjadi dan massif berkembang di tengah masyarakat.

Perlu dipahami, di Indonesia ada sekitar 70 juta pengguna internet (dengan berbagai varian dan fasilitas). Ini berdasar penelitian sebagian lembaga surve market. Di antara pengguna ini ada yang AKTIF, HOBI, dan masih USIA MUDA. Mereka ini menjadi komunitas kritis yang banyak tahu, banyak baca artikel internet, dan spontan gayanya.

Kemudian di antara pengguna internet itu banyak yang menjadi pelanggan medsos seperti Facebook, Twitter, BBM, Whatsapp, dan lain-lain. Mereka pengguna aktif dan banyak terlibat diskusi, share, chat, dan sebagainya. Mereka ini boleh dikata sebagai “komunitas medsos” yang sangat berpengaruh di dunia maya.

Nah, sejak Pilpres lalu muncul fenomena menggemparkan seperti di bawah ini:

*) Nama baik media-media mainstream hancur-lebur. Mereka berlebihan dalam mendewa-dewakan kandidat pemimpin, serta sangat agressif menyerang kandidat lain.

*) Citra wartawan dan pers rusak parah, karena sangat partisan & tendensius. PWI, AJI, dan seterusnya seperti tak berdaya.

*) Partai & tokoh-tokoh politik banyak dituduh sebagai antek asing dan aseng. Ya karena sikap mereka sendiri.

*) Para pengamat politik dicaci-maki sebagai jongos konglo-konglo hitam. Sosok seperti Ikrar Nusa Bakti, Asvi Warman Adam, Boy Hargens, Fajroel Rahman, dan seterusnya sudah dianggap partisan dan berkedok pengamat.

*) Lembaga-lembaga surve dibuang ke tempat sampah. Deny JA, Saiful Mujani, dan seterusnya sudah tak dianggap.

*) Lembaga seperti KPK dianggap kacung, tebang pilih, kerja sesuai pesanan. Apalagi kemarin Abraham Samad lantang menuduh Ketua DPR terpilih terkait kasus korupsi. Padahal dia tidak menjadi tersangka, hanya saksi.

*) Reputasi KPU dan Bawaslu dipertanyakan. Bahkan independensi MK juga diragukan.

Inilah sekelumit gempa-gempa sosial yang melanda kehidupan bangsa di masa-masa skarang ini. Selain itu, polarisasi basis massa yang pro liberalisme dan pro kemandirian bangsa, semakin tampak jelas. Hitam putih.

Mungkinkah ini hakikat “the real truth power”? Wallahu a’lam.

(Sang Owl).

Rahasia Perokok

Rahasia Perokok

Dalam situs Voa-islam.com dimuat pernyataan dari kalangan pengurus NU, bahwa mereka tak akan mengharamkan rokok selamanya, sampai Hari Kiamat. Jika pun ada sikap, paling menghukumi makruh (tidak disukai).

KOMENTAR KAMI:

Bismillah. Pro-kontra rokok sudah lama, sudah tua. Penemu rokok kretek di negeri kita, katanya para santri zaman Belanda dulu.

Kami tidak akan bicara dari perspektif ANTI ROKOK. Tapi kami akan berusaha melihat dari pihak PRO ROKOK, seperti kyai-kyai NU, dan lain-lain.

Mengapa mereka begitu SENGIT MENOLAK status haramnya rokok?

Sejatinya, pada rokok ada zat addictive yang membuat manusia KECANDUAN.

Intinya begini: Tatkala seseorang menghisap asap rokok; lama-lama partikel-partikel asap itu masuk paru-paru, lalu masuk darah. Ketika partikel ini semakin menumpuk di darah, jadi sumber aneka penyakit.

Tapi secara biologis, partikel-partikel asap rokok memang menimbulkan SAKIT pada diri perokok. Sakitnya seperti kepala pusing, gemetar, berkeringat, bingung, perasaan tak tenang, dll. Nah, smua sakit itu akan SEGERA HILANG, saat seseorang mulai merokok.

Jadi orang merokok itu bukan KARENA SUKA, tapi karena ingin MENGHILANGKAN SAKIT dari dirinya. Ibarat bocah pipis di celana, pasti ingin cepat-cepat ganti celana.

DAPAT DISIMPULKAN, industri rokok itu seperti industri “rasa sakit”. Membuat orang sakit dengan kecanduan; lalu menawarkan solusi penghilang sakit, lewat rokok. Rokok penyebab sakit, sekaligus penawarnya.

Kerja rokok di tubuh seperti kerja NARKOBA. Tapi tidak separah narkoba, dan tidak mematikan dengan cepat. Hal ini sulit dihentikan, kecuali dengan kemauan keras; dan izin Allah.

Ya ini biar kita paham situasi, dari sudut para PEROKOK. Mungkin terapi bekam atau DETOKSIFIKASI bisa membantu mengurangi derita para perokok.

Ada yang menyarankan, untuk mulai berhenti merokok, gantilah dengan makan makanan yang asin-asin. Katanya, makanan asin bisa menjadi “obat” rasa pahit di lidah atau tenggorokan tatkala tidak merokok.

Wallahu a’lam.

Sumber: postingan FB.

Profesor Pratikno dan Karakter Orang Indonesia

Profesor Pratikno dan Karakter Orang Indonesia

==> Kalau umumnya pengamat melihat posisi Susi Pudjiastuti di jajaran Kabinet Kerja. Kami coba melihat sisi lain yang tak kalah pentinya, yaitu sosok Menteri Sekretaris Negara, Prof. Praktikno, mantan Rektor UGM.

==> Ketika beliau diumumkan menjadi anggota Kabinet Kerja, kami langsung mengelus dada. “Ya Allah, bagaimana tokoh satu ini? Kemarin teriak-teriak tentang dominasi asing terhadap aset bangsa, sekarang malah jadi menteri sebuah rezim yang banyak diyakini ditopang kekuatan asing?”

==> Profesor Pratikno sempat membuat heboh, ketika mengatakan bahwa 70 % aset bangsa dikuasai oleh asing. Pernyataan ini langsung menjadi perhatian besar masyarakat peduli bangsa.

==> Banyak sekali pihak-pihak yang mencatat tentang pernyataan Profesor Pratikno itu, antara lain link berikut:

http://www.antaranews.com/berita/404321/asing-kuasai-70-persen-aset-negara

http://www.jurnal3.com/asing-kuasai-80-aset-vital-indonesia-resmi-dijajah/

http://www.scribd.com/doc/194527378/Refleksi-Akhir-Tahun-2013-docx

==> Kalau link di atas suatu saat hilang, kami coba rekam kembali berita yang dimuat oleh situs Antaranews.com, yaitu sebagai berikut:

“Kondisi bangsa kita saat ini sudah mengkhawatirkan sehingga tanpa dukungan dan kebijakan oleh semua elemen bangsa maka lambat laun seluruh aset akan jatuh ke tangan orang asing,”

Kendari (ANTARA News) – Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) Prof Dr Pratikno mengatakan hingga saat ini aset negara sekitar 70–80 persen telah dikuasi bangsa asing. “Kondisi bangsa kita saat ini sudah mengkhawatirkan sehingga tanpa dukungan dan kebijakan oleh semua elemen bangsa maka lambat laun seluruh aset akan jatuh ke tangan orang asing,” katanya saat membawakan arahan pada Seminar Nasional yang diselenggarakan Keluarga Alumni UGM (KAGAMA) menyambut pra Munas XII 2014 di Kendari, Sabtu.

Ia mencontohkan, aset di bidang perbankan misalnya, bangsa asing telah menguasai lebih dari 50 persen. Begitu pula di sektor lain seperti migas dan batu bara antara 70-75 persen, telekomunikasi antara 70 persen dan lebih parah lagi adalah pertambambangan hasil emas dan tembaga yang dikuasi mencapai 80-85 persen. “Kecuali sektor perkebunan dan pertanian dalam arti luas, asing baru menguasai 40 persen. Namun demikian kita harus waspada agar tidak semua aset negara itu harus dikuasi asing,” katanya.

Oleh karena itu, kata Rektor UGM itu, untuk mempertahankan aset-aset yang belum dikuasai asing tersebut, perlu kebijakan dan terobosan yang lebih hati-hati dalam melahirkan keputusan sehingga aset yang belum dikuasi itu tetap milik bangsa Indonesia.

Ia mengatakan, memang sebuah ironi apabila rakyat Indoneia masih belum merasakan wujud kemakmuran merata dan berkeadilan. Di usia kemerdekaan 68 tahun, meskipun kaya raya dengan sumber daya alam namun hingga kini masih banyak didaulat oleh perusahaan negara asing. Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga hadir pada seminar nasional dengan judul Otonomi daerah dan konflik Pengelolaan Lahan mengatakan di era otonomi daerah saat ini seakan menjadi anak tiri yang selalu disalahkan. “Pertanyaan saya bahwa, apa yang salah dengan otonomi daerah. Atau jangan-jangan kita lebih suka kembali ketata kelola pemerintahan yang sentralistis dan otoriter,” katanya.

Menurut mantan anggota DPR-RI dari PDIP itu, langkah yang harus diambil untuk memwujudkan kedaulatan pangan khususnya daerah yang saat ini dipimpinnya di antaranya mengendalikan laju alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian. Untuk itu, kata Ganjar, seminar nasional ini diharapkan melahirkan kebijakan baru yang bisa diwujudkan dalam upaya pemandirian bangsa. (A056/H-KWR. Editor: Ruslan Burhani. COPYRIGHT © ANTARA 2013).

==> Maka, menurut kami sangat aneh, kalau sang profesor kini jadi bermain di kabinet dukungan asing. Kemarin dia mengkritik asing, kini ikut-ikutan cari nafkah di kafilah dukungan asing. Ironis sekali.

==> Katakanlah orang akan berkata: “Dengan jadi menteri, mudah-mudahan dia bisa menghambat regulasi-regulasi yang menguntungkan dominasi asing.”

==> Pertanyaan kami: Wong dia hanya menjabat Menteri Sekretaris Negara; apa bisa berperan menghadang aturan-aturan pro asing? Sebagai mantan rektor, apa dia punya nyali untuk membuat gebrakan. Dari pengalaman yang sudah-sudah, sulit untuk meng-handle aturan sesuai keinginan kita. Bukan sekali dua kali lho ada pejabat menteri dengan back ground rektor. Tapi rata-rata “masuk angin”.

==> Ya beginilah KARAKTER KHAS orang Indonesia. Tidak konsisten, dua muka, plin plan, cari aman, dan seterusnya. Maka itu tak heran negeri ini 70-80 % dikuasai asing. Wong mental manusianya memang tempe.

==> Maaf ya kalau agak kasar. Tapi bagi kami, sejak lama orang Indonesia itu gayanya begitu. Cari aman melulu untuk diri dan kelompoknya sendiri. Sayang sekali.

==> Terimakasih untuk perhatian dan konsistensinya. Jazakumullah khair.

(Shakera).