PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

GAGAL FAHAMNYA LOGIKA MARIO TEGUH TERKAIT POLIGAMI by hafidz_ary


1. Miris baca status fb mario teguh soal poligami. Ketidak logisan yg dibungkus dg indah. Ada logika yg putus.


2. "Kenapa pak mario gak poligami padahal ekonomi mampu?" | krn setia bukan soal ekonomi, setia itu ttg cinta dan keadilan | ini mudah dibantah.


3. Setia itu tdk poligami, poligami itu tdk cinta, poligami itu tdk adil | begitu konklusi mereka


4. "Saya terlalu sayang bu linna dan sy laki2 yg adil, menduakan istri tdk adil" | dg kata lain poligami itu tdk sayang, poligami itu tdk adil.


5. Padahal sayang dan setia bukan ttg satu atau dua .. Apakah ibu yg punya anak kedua, maka tdk sayang dan tdk adil kpd anak pertama?


6. Apa ketika sy punya karyawan kedua, ketiga dst maka sy tdk syg kpd karyawan saya? Logika yg aneh


7. Ibu yg punya 10 anak , tetap bisa sayang , cinta dan setia 100 persen kpd semua anaknya


8. Setia itu bukan soal satu atau dua, tp soal tanggung jawab. Selama anda bertanggung jawab, anda setia.


9. Dan tanggung jawab terbesar adalah kpd Allah.


10. Bahwa ada anak yg cemburu merasakan dibedakan dg anak yg lainnya ... Tp ini bukan berarti nambah anak bentuk ketidakadilan. Soal teknis saja.


11. Apa bedanya ... Nambah anak, nambah istri, nambah karyawan, ... Semua judulnya nambah tanggung jawab ...


12. "Tapi rasul bisa pak | anda bukan rasul ... Ini logika yg mudah dibantah .. Ada satu saja manusia yg bukan rasul poligami dan sukses, ini gugur.


13. Ada definisi2 yg kacau ttg sayang, cinta dan adil.


14. Dan menariknya dg islam ... Allah jd alasan semua hal. Self control.


15. Kenapa kita mencintai istri kita? Karena kita mencinta pencipta istri kita.


16. Kenapa kita tdk berzina, kita tdk selingkuh? Bukan krn setia pd istri kita. Tapi krn kita setia pd yg menciptakan istri kita.


17. Kenapa kita bertanggung jawab kpd istri kita? Karena sesungguhnya ini tanggung jawab yg diberikan yg menciptakan dia.


18. Sehingga tanggung jawab adalah makna kesetiaan.


19. Mario Teguh menuduh tindakan poligami sbg tindakan tdk sayang istri, padahal dilakukan manusia terbaik di bumi ini : Rasul.


20. Rasulullah itu teladan ... Semua yg rasulullah lakukan kecuali sedikit yg sifatnya mu'jizat bs kita contoh.


21. Terkait poligami ... Perbedaan rasulullah dan yg bukan rasul cuma batasan jumlah saja. Ada kekhususan pd Rasulullah.


22. Pamit dulu tweeps , bungsuku tilpun minta dibelikan sampul buku. Nanti lanjut lg insya allah .


23. *sambil nunggu lampu merah ya | penolakan poligami cuma problem persepsi ...


24. Krn jk seluruh wanita sepakat menolak poligami, maka poligami tdk akan terjadi.


25. Kenapa pak Mario ngurusin poligami? Knp gak ngurusin soal zina, selingkuh, LGBT?


26. Poligami dibenci, seks bebas dan selingkuh dipuja puji sbg ekspresi cinta.


27. Nampaknya begitu ... Korban CHSI ... Semua lelaki itu penjahat, semua perempuan itu lemah.


28. Miris ... Solusi dimusuhi, problem dicintai.


29. Poligami itu berbagi cinta | berbagi waktu iya, berbagi cinta tdk. Seperti cinta ibu ke semua anaknya . Tidak berbagi. 100 persen semua.


30. Sering sekali dimintai bantuan mencarikan jodoh bagi perempuan2 di atas 30 th yg belum menikah ... Ini bukan perkara mudah.


31. Salah satu hobi sy dan istri adalah menjodohkan orang ... Puluhan yg dah dijodohin. Alhamdulillah. Tp makin kesini makin sulit.


32. Skrg biasanya sy tanya : Tidak jadi istri pertama, siap ndak? Krn laki2 yg bujang pada gak berani nikah, kalo pun ada, pilihnya yg usia dibawah.


33. Akhirnya perempuan yg tdk menikah ini hidup dan menghidupi dirinya sendiri ... Ini bukan konsep islam.


34. Dalam islam, perempuan itu tanggung jawab penuh laki2 . Sebelum menikah tg jwb ayahnya, stelah menikah tg jwb suaminya.


35. Gak boleh ada satu pun perempuan dibiarkan tanpa seorang laki2 yg bertanggung jawab menanggung hidupnya.


36. Kalo suami gak bisa, saudara laki2nya , kalo gak ada laki2 yg bs bertanggug jawab , mk negara bertanggung jawab atas kehidupan perempuan tsb.


37. Kasihan jika perempuan harus bekerja dr pg sampai malem utk memenuhi kebutuhan hidupnya .. Bukan fitrahnya.


38. Andaikan seperempat saja laki2 ksatria penuh tanggung jawab berpoligami ... Dan tdk diganggu persepsi publik maka banyak problem selesai.


39. So, logika mario teguh ttg poligami agak kusut, meski dibingkai kata indah.


40. Poligami mensyaratkan adil. Adil dlm hal2 kuantitatif, dalam perasaan tdk dituntut adil.


41. Ada rasa cinta kpd istri yg satu lebih dr istri2 yg lain, spt rasulullah, ini bukan ttg adil yg dimaksud.


42. Kita sbg ortu , juga kadang suka condong ke salah satu anak, biasanya ke yg paling kecil. Ini wajar.


43. Poligami harus dg yg tua, contoh Rasulullah | Hafsah dinikah rasulullah saat usia 18 tahun, Shafiyah dinikahi usia 17 th.


44. Mana yg harus diteladani, pak Mario yg tdk poligami krn menganggap poligami itu ketidaksetiaan atau Rasulullah pelaku poligami?


45. Memang luar biasa islam itu ... Mengubah bagaimana kita merasa, bagaimana kita berpikir, bagaimana kita bertindak.


46. Islam mengubah cita rasa ...


47. Islam mengubah cara kita memandang hidup ini.


48. Kenapa gak poligami? | takut diserang publik atau .,, persepsi istri belum kondusif ... Ini jawaban yg lebih masuk akal.


49. Apakah yg monogami itu tanda setia? Apakah yg poligami itu tanda tdk setia? Ya belum tentu .., bisa sebaliknya.


50. Monogami bs tdk bertanggung jawab , poligami bs bertanggung jawab ., dan sebaliknya. Jd ini bukan ttg mono atau poli


51. Ini bukan ttg sy melakukan poligami atau tdk ... Ini ttg cara berpikir


52. Spt sukarno yg menolak gagasan poligami tp jd pelaku poligami , sdgkan m natsir setuju ide poligami, tp dia tdk melakukan poligami


53. Saya setuju dg konsep poligami dlm islam, tp apakah sy melakukan poligami atau tdk , itu soal lain


54. Begitu saja ... Twit meluruskan pendapat mario teguh soal poligami. Tidur yuk


55. Yg sy fahami dg status mario teguh ttg poligami adalah dia harus "populis" ... Ketika dia setuju poligami , dia akan kehilangan penggemar


56. Karena kita da'i , mengajak pada islam dan bukan cari tepuk tangannya manusia , kita sampaikan apa adanya ttg poligami .


57. Poligami itu solusi ... Tp dibenci . Difitnah sbg sama dg selingkuh


58. Poligami disamakan dg selingkuh , dianggap meluluk soal sex .


59. Sex dlm pernikahan , baik dg istri pertama , kedua , ketiga ... Bukanlah agenda dominan . Dlm 100 persen waktu , hy mengambil porsi sedikit.


60. Berbeda dg selingkuh atau menikmati prostitusi, sex menjadi satu2nya agenda . 100 persen waktu interaksi adalah utk ini . Dilakukan dg haram.


61. Sedangkan sex dlm poligami itu halal , sah dan bukan agenda dominan dlm kehidupan pernikahan.


62. Banyak sekali agenda dlm pernikahan, urusan nafkah , mendidik istri , anak, dll ... Urusan sex bukan agenda dominan.


63. Sehingga jauh sekali beda selingkuh dg poligami ... Dari niat, agenda acara , tanggung jawab , dan konsekuensi .


64. Sehingga yg hobi "jajan" , mana mau disuruh poligami, agendanya beda jauh.


65. Poligami ini solusi serius atas problem serius umat ... Harus dikejakan oleh org yg serius.

PeduliFakta.Blogspot.com
(https://twitter.com/hafidz_ary)
Klarifikasi Hartono Ahmad Jaiz Soal Berita 'ISIS Mau Ngebom Borobudur'

Klarifikasi Hartono Ahmad Jaiz Soal Berita 'ISIS Mau Ngebom Borobudur'

- Ustadz Hartono Ahmad Jaiz menampik tudingan sejumlah media liberal mainstream yang memberitakan soal Mujahidin Islamic State of Iraq and Sham (ISIS) yang kini menjadi IS (Islamic State) atau Daulah Islamiyah di Suriah.

Apa masalahnya?

Seperti yang ramai diberitakan sejumlah media nasional Detik.com, Viva.co.id, Metro TV, Sindonews.com serta Tribunnews.com konon berdasarkan ucapan Ustadz Hartono Ahmad Jaiz bahwa 'ISIS akan meledakkan Candi Borobudur' di Magelang, Jawa Tengah.

Benarkah?

Asal muasal ucapan Ustadz Hartono Ahmad Jaiz tak lain karena status yang diunggah pada tanggal 15 Agustus di Fanpage Facebook berjuluk “We Are Islamic State” 2014.

Berikut kutipan tulisan tersebut:

“Insya Allah akan dihancurkan oleh Mujahidin Khilafah Islamiyah!!!” demikian kutipan status tersebut sembari memuat artikel berjudul “Proyek Patung-patung di Indonesia Penghamburan Dana Demi Menabung Dosa” yang ditulis oleh Ustadz Hartono Ahmad Jaiz. Namun status yang telah lebih dari satu bulan diunggah ini sudah raib dari linimasa FB tersebut.

Menanggapi tudingan ini Ustadz Hartono mengirimkan klarifikasinya kepada Voa-Islam.com

Ustadz Hartono mengirimkan email klarifikasi kepada Voa-Islam agar tanggapannya atas simpang siur berita tersebut dimuat oleh Voa-Islam.com.

Ustadz menyatakan bahwa status yang diunggah itu adalah berasal dari tulisan lama yang ditulis dan telah dicetak pada 2007 silam.

Nah lho?

Ia menjelaskan bahwa itu diambil dari buku yang ditulisnya sendiri pada tahun 2007 berjudul Nabi-nabi palsu dan Para Penyesat Umat, yang diterbitkan Pustaka Al-Kautsar.

Demikian penjelasan Ustadz Hartono Ahmad Jaiz soal character assasination yang dialamatkan kepadanya, ia menyatakan bahwa ia sama sekali tidak terkait dengan kelompok mujahidin ISIS apalagi berencana meledakkan candi Borobudur. “Isu tersebut adalah bagian dari ISIS kemudian mau meledakkan Borobudur itu tidak benar."
Kejanggalan Isis Akan Mengancurkan Borobudur:

Jika umat Islam peka pada kegegabahan media sekuler mainstream ini sesungguhnya patut diduga ada yang memesannya, karena setidaknya ada lima kejanggalan.
1. Fanpage dibuat 14 Agustus 2014 dan kini sudah dihapus
Keanehan pertama, fanpage Facebook “We Are All Islamic State” baru dibuat pada Kamis, 14 Agustus 2014. Pada Jum’at, 15 Agustus 2014, fan page yang kini disukai 750 facebooker itu mengunggah status yang menyatakan Candi Borobudur akan dihancurkan oleh Mujahidin Khilafah Islamiyah. Anehnya, ia langsung diberitakan oleh Tribunnews dan Yahoo hari itu juga. Dan hari ini diberitakan oleh Sindonews.

Laman itu pun menjadi cepat populer setelah diberitakan ketiga media tersebut. Lebih dari 7000 facebooker menyebarkan berita “Rencana ISIS Menghancurkan Candi Borobudur Beredar di Media Sosial” di Tribunnews. Jadilah isu itu menyebar cepat di media sosial, termasuk juga Twitter dan Kaskus. Bahkan, ada pula informasi bahwa isu dari fan page itu telah masuk ke media cetak pagi tadi.

Mengapa laman Facebook yang baru berumur puluhan jam dijadikan sumber berita dan bagaimana media-media itu menemukannya dengan cepat? Mempertimbangkan kredibilitas sumber berita dan faktor lainnya, bukankah ini janggal? seperti dilansir beritapopuler.com.
2. Mencatut Arrahmah.com
Dalam status “Inshaa Allah, akan di hancurkan oleh Mujahidin Khilafah Islamiyah !!!” bergambar Candi Borobudur itu, fan page “We Are All Islamic State” menyertakan artikel yang dirilis oleh Arrahmah.com pada Jum’at (14/8/2014) pagi. Tidak tahukah admin fan page bahwa Arrahmah adalah media yang gencar menolak ISIS?
3. Mencatut tulisan buku Ustadz Hartono Ahmad Jaiz yang dicetak 2007 silam
Artikel tentang haramnya patung yang disertakan fan page “We Are All Islamic State” dalam status tersebut adalah tulisan Hartono Ahmad Jaiz.

Ustadz menyatakan bahwa status yang diunggah itu adalah berasal dari tulisan lama yang ditulis dan telah dicetak pada 2007 silam, diambil dari buku yang ditulisnya sendiri pada tahun 2007 berjudul Nabi-nabi palsu dan Para Penyesat Umat, yang diterbitkan Pustaka Al-Kautsar.

4. ISIS, pengalihan isu atau mendiskreditkan Islam dan jargon Khilafah Islamiyah
Isu ISIS terus digoreng dan terkesan dibesar-besarkan oleh sejumlah media dan pihak-pihak tertentu. Isu ISIS terbukti mampu mendominasi pemberitaan melebihi isu tentang kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel di Gaza dan isu kecurangan Pilpres. Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) TNI Djoko Santoso termasuk salah satu pihak yang mencurigai isu ISIS adalah bagian dari pengalihan isu.

Selain itu, isu ISIS juga dicurigai sebagai alat untuk mendiskreditkan Islam, terutama yang menghendaki penerapan Islam secara kaffah. Dengan gencarnya pemberitaan ISIS, Islam bisa diidentikkan dengan kekerasan dan simbol-simbol Islam bisa diidentikkan dengan terorisme.

5. Teroristainment Dibangkitkan Secara Sistematis

Seperti ditulisa Voa-Islam sebelumnya, Hanibal Wijayanta dalam diskusi Dewan Pers, Wartawan Utama dan Produser Eksekutif Liputan ANTV ini  telah meliput penanganan kasus terorisme yang berbeda-beda, yakni sebelum Bom Bali I, setelah Bom Bali I Hingga Bom Marriott II, dan setelah Bom Marriott II.

"Sebagai informasi tambahan yang penting dan detail tentang beberapa kasus penanggulangan terorisme oleh polisi dan BNPT dari aparat lain --intelejen, militer, kejaksaan, maupun dari kepolisian sendiri-- dari sudut pandang mereka, juga saya paparkan sedikit, dengan maksud bahwa sebenarnya masalah terorisme juga ada dalam pantauan institusi lain." ungkap Hanibal.

Hanibal memaparkan juga bahwa "dari sepak terjang aparat kepolisian itu sebenarnya beberapa jenderal, agen utama intelijen, maupun perwira menengah yang selalu saya mintai pendapat setiap ada kasus, juga menemukan beberapa petunjuk bahwa beberapa kasus penanganan terorisme telah ditangani secara tidak pas."

Saya juga mengungkapkan perilaku kebanyakan wartawan kita yang tidak kritis, tidak curious terhadap informasi tunggal yang diberikan aparat.

Hanibal mengungkapkan "perilaku kebanyakan wartawan kita yang tidak kritis, tidak curious terhadap informasi tunggal yang diberikan aparat. Banyak pula wartawan yang malas riset, malas mengamati perilaku aparat, saksi, maupun saksi abal-abal. Kecenderungan wartawan yang tidak pernah membaca latar belakang besar di balik berbagai kasus terorisme juga saya singgung. Adanya praktek "embedded journalism" yang dilakukan oleh dua televisi berita juga saya ungkap, dan saya ceritakan juga kelucuan yang sering terjadi. Sayang kawan dari salah satu televisi berita kemudian meninggalkan arena diskusi, sementara kawan dari TV satunya memilih duduk manis sambil senyam-senyum saja sampai akhir acara."

Hanibal kembali mengungkapkan "bahwa karena berbagai kejanggalan yang kasat mata itu, sebenarnya sebagian wartawan yang kritis mulai faham dan kemudian merasa malas untuk meliput kasus terorisme. Apalagi mereka juga menemukan pola-pola ciduk-pelihara-sikat dan bobok celengan yang semakin jelas dalam kasus-kasus terakhir. Malangnya, para korban seperti Pak Tony ikut kena dampak. Mereka jadi seolah dilupakan sama sekali."

Sebagai closing statement, "Saya juga ungkapkan bahwa banyak pejabat, bekas pejabat dan aparat militer maupun polisi yang telah mendukung saya untuk membukukan berbagai pengalaman liputan kami, tapi hingga kini saya belum sempat untuk merangkum semua kisah itu. Yang jelas, saya ingin negeri ini menjadi semakin baik, saya tak ingin kita panen bom terus-terusan sebagaimana terjadi sejak tahun 2000-an hingga awal tahun 2014, sementara para pelaku/so called terroris sesungguhnya hanya bagian dari korban permainan yang lebih rumit lagi."
Lagi-lagi mudahnya konspirasi jaringan media sekuler mendeskreditkan umat Islam, dosa atas fitnah pada Ustadz Hartono Ahmad Jaiz ini akan tercatat sebagai sejarah bahwa ketimpangan media sekuler pada umat Islam terus dipelihara.

Lagi-lagi mudahnya konspirasi jaringan media sekuler mendeskreditkan umat Islam, dosa atas fitnah pada Ustadz Hartono Ahmad Jaiz ini akan tercatat sebagai sejarah bahwa ketimpangan media sekuler pada umat Islam terus dipelihara. Sikap ini tidak profesional, malas mewawancarai narasumber, tak berimbang dan mengabaikan asas praduga tak bersalah. Berbeda jika kaum nasrani dan aseng yang berbuat kedzaliman. Seharusnya tidak terjadi pada media nasional berbiaya miliaran ini.

Naudzubillah, Islamophobia terus dilestarikan media dan cukongnya.

Arya Wekadarna

"Raja Bali ini orang kafir yang memusuhi Islam..!"
.
Lelaki yang juga President World Hindu Youth Organisation (WHYO) ini telah seringkali melecehkan Islam. Pria berusia 32 tahun ini terang-terangan menuduh orang-orang Islam sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) di Bali dan melalui merekalah virus HIV/AIDS disebarkan untuk menghancurkan generasi muda Hindu Bali. Arya Wedakarna tegas memfitnah Islam bahwa gerakan penyebaran HIV/AIDS adalah jihad tersembunyi yang dilakukan kelompok kecil fundamentalis Islam. Cacian dan fitnah murahan Arya Wedakarna tak berhenti sampai disitu, ia bahkan menuding berdirinya warung-warung pecel lele, nasi pedas, tukang cukur, sertifikasi halal bagi hotel dan restoran di Bali adalah upaya untuk menghancurkan Bali. Menjelang hari raya Idul Adha pekan lalu, seorang tokoh Hindu Bali, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, mengimbau supaya umat Islam di Bali tidak memotong sapi sebagai hewan kurban. Alasannya sapi adalah hewan yang disucikan kaum Hindu.
.
"Tokoh Hindu Bali Ini Pernah Fitnah Islam sebagai Penyebar Virus HIV di Bali"
.
Jakarta (SI ONLINE) – Menjelang hari raya Idul Adha pekan lalu, seorang tokoh Hindu Bali, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, mengimbau supaya umat Islam di Bali tidak memotong sapi sebagai hewan kurban. Alasannya sapi adalah hewan yang disucikan kaum Hindu ”Dalam rangka Idul Adha 2012 nanti, saya menghimbau semeton (saudara, red) Islam agar tidak menyembelih sapi sebagai kurban. Mungkin bisa diganti dengan dengan hewan lainnya.
.
Ini penting, karena di Bali, Sapi adalah hewan yang disucikan, dan juga dipercaya sebagai kendaraan Dewa Siwa. Dan mayoritas orang Bali adalah penganut Siwaisme,” kata President The Hindu Center Of Indonesia seperti dikutip Tribunnews.com, Rabu (24/10/2012). Rupanya, Rektor Universitas Mahendradatta Bali ini, bukan kali ini saja membuat pernyataan yang menyakiti umat Islam. Menurut seorang Muslim Bali yang mengirimkan sebuah artikel yang ditulis Arya Wedakarna kepada Suara Islam Online, lelaki yang juga President World Hindu Youth Organisation (WHYO) ini telah seringkali melecehkan Islam.
.
Salah satu contohnya, dalam artikelnya berjudul “HIV/AIDS, Jihad Model Baru di Bali?”, yang dimuat tabloidTOKOH edisi edisi 9-15 januari 2012, pria berusia 32 tahun ini terang-terangan menuduh orang-orang Islam sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) di Bali dan melalui merekalah virus HIV/AIDS disebarkan untuk menghancurkan generasi muda Hindu Bali. “Tentu cafe liar ini dilengkapi dengan SDM para pekerja seks komersial (PSK) yang saya yakini (lagi) didominasi oleh perempuan non-Hindu dan pendatang luar Bali,” tulisnya di paragraf kedua artikel itu.
.
Meski tidak tegas menyebut para PSK itu adalah perempuan-perempuan Islam, tetapi pernyataan Ketua DPD PNI Marhaenisme Bali itu dipertegas lagi dalam tulisannya di paragraf empat. Arya Wedakarna tegas memfitnah Islam bahwa gerakan penyebaran HIV/AIDS adalah jihad tersembunyi yang dilakukan kelompok kecil fundamentalis Islam. “Dan kini, saya dituntut makin percaya, ternyata gerakan penyebaran HIV/AIDS ini adalah gerakan jihad tersembunyi yang dilakukan oleh kelompok kecil fundamentalis Islam yang sama-sama menjadi sponsor Bom Bali I dan Bom Bali II,” tulisnya.
.
“Kenapa? Menurut mereka, Bali tidak akan pernah bisa hancur karena Bom, ini di buktikan Bom bali I dan Bom Bali II Tidak mampu menghancurkan kekuatan taksu Bali. Bali sebagai pulau Hindu yang disayangi Dunia,” lanjutnya. Cacian dan fitnah murahan Arya Wedakarna tak berhenti sampai disitu, ia bahkan menuding berdirinya warung-warung pecel lele, nasi pedas, tukang cukur, sertifikasi halal bagi hotel dan restoran di Bali adalah upaya untuk menghancurkan Bali. “Tetapi, kini ada senjata model baru untuk menghancurkan Bali yakni gerakan ekonomi seperti gerakan pecel lele, nasi tempong, nasi pedas, tukang cukur, gerakan labelisasi Halal di setiap Hotel dan restoran di bali (saya akan bahas di setiap tulisan berikutnya),” tulisnya.
.
Arya Wedakarna menjelaskan bahwa dalam hal penyebaran HIV/AIDS, diduga orang-orang Bali, anak-anak muda Bali ketika mereka datang ke cafe, maka PSK tidak menyarankan untuk memakai kondom, tapi sebaliknya jika kaum pendatang yang memanfaatkan PSK, maka sangat disarankan memakai Kondom. “Mungkin gadis PSK itu sudah di cuci otaknya, agar Bali ini 10 tahun ke depan banyak suami-suami, anak-anak muda yang mati nelangsa karena HIV/AIDS,” tandasnya. Sebelumnya, di paragraf yang sama ia juga menuduh program Keluarga Berencana (KB) yang digalakkan pemerintah merupakan cara untuk mengurangi populasi warga Hindu. Karena kebodohannya, dia menyebut ada umat agama lain boleh berpoligami hingga lima orang. Entah agama mana yang dia fitnah. “Belum lagi aksi pemerintah dan program KB-nya yang sukses mengurangi jumlah Krama Hindu dengan paksaan selalu punya anak dua (yang di satu sisi umat lain boleh berpoligami dengan istri maksimal lima orang). Tentu hal ini akan merugikan keluarga Hindu yang terlanjur punya dua anak, tapi putranya mati karena AIDS atau rabies,” katanya.
.
Background Si kafir :
.
Siapa Arya Wedakarna? Lantas, siapa sebenarnya sosok yang bernama lengkap Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III , SE (MTRU), M.Si itu? Rupanya biodata sosok muda itu bisa ditemukan dalam websitenya, http://vedakarna.com/ Di sana dijelaskan bahwa Arya Wedakarna adalah lelaki kelahiran Denpasar, 23 Agustus 1980. Gelarnya Raja Majapahit Bali Abhiseka Ratu Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan I. Berulang kali dia mendapatkan penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI). Tercatat ia pernah menyabet gelar sebagai doktor termuda di Indonesia saat berusia 27 tahun dan rektor termuda di Indonesia dengan usia 28 tahun. Ia sekarang menjabat sebagai Rektor Universitas Mahendradatta Bali, yang dikatakannya sebagai universitas tertua di Bali yang didirikan oleh ayahnya, Shri Wedastera Suyasa, bersama Presiden Sukarno. Pendidikan SD-SMAnya ditempuh di Bali. Tahun 2000 ia menempuh pendidikan di Melbourne Languange Center, Australia. Pada 2002 ia kembali ke Indonesia dan masuk ke Jurusan Manajemen Transportasi Udara di Universitas Trisakti. Kemudian ia menyelesaikan S-2 dan S-3 nya di Universitas Satyagama Jakarta. Ia mengklaim memiliki keahlian dalam bidang transportasi udara dan manajemen pemerintahan. Arya Wedakarna juga pernah terjun ke dunia hiburan. Ia menjadi model dan bintang film serta sinetron.
.
Jejak Permusuhan Arya Wedakarna terhadap Islam...!
.
Jakarta (SI Online) - Bukan Arya Wedakarna namanya kalau tak memusuhi Islam dan umat Islam. Berkali-kali lelaki Bali ini memprovokasi umat Islam. Tak segan-segan dia menentang semua hal yang dinilai terkait dengan syariat Islam.
.
Terbaru, pada 7 Agustus 2014 lalu melalui akun facebooknya, Arya Wedakarna, menulis status yang menyatakan penolakannya terjadap perbankan syariah di Bali.
.
“Aliansi Hindu Muda Indonesia dan Gerakan Pemuda Marhaen (GPM) hari ini berdemonstrasi di depan Kantor Bank Indonesia Denpasar untuk moratorium/stop izin Bank Syariah di pulau seribu pura. Bersuaralah anak anak muda Hindu. Pertahankan ekonomi Pancasila ! Lanjutkan !!!”, tulis President World Hindu Youth Organisation (WHYO) itu.
.
Sikap anti terhadap Islam ini bukan kali pertama ini ditunjukkan Arya. Lelaki berusia 34 tahun ini telah seringkali melecehkan Islam.
Salah satu contohnya, dalam artikelnya berjudul “HIV/AIDS, Jihad Model Baru di Bali?”, yang dimuat tabloid TOKOH edisi edisi 9-15 Januari 2012, pria berusia 32 tahin ini terang-terangan menuduh orang-orang Islam sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) di Bali dan melalui merekalah virus HIV/AIDS disebarkan untuk menghancurkan generasi muda Hindu Bali.
“Tentu cafe liar ini dilengkapi dengan SDM para pekerja seks komersial (PSK) yang saya yakini (lagi) didominasi oleh perempuan non-Hindu dan pendatang luar Bali,” tulisnya di paragraf kedua artikel itu.
.
Meski tidak tegas menyebut para PSK itu adalah perempuan-perempuan Islam, tetapi pernyataan Ketua DPD PNI Marhaenisme Bali itu dipertegas lagi dalam tulisannya di paragraf empat. Arya Wedakarna tegas memfitnah Islam bahwa gerakan penyebaran HIV/AIDS adalah jihad tersembunyi yang dilakukan kelompok kecil fundamentalis Islam.
.
“Dan kini, saya dituntut makin percaya, ternyata gerakan penyebaran HIV/AIDS ini adalah gerakan jihad tersembunyi yang dilakukan oleh kelompok kecil fundamentalis Islam yang sama-sama menjadi sponsor Bom Bali I dan Bom Bali II,” tulisnya.
.
“Kenapa? Menurut mereka, Bali tidak akan pernah bisa hancur karena Bom, ini di buktikan Bom bali I dan Bom Bali II Tidak mampu menghancurkan kekuatan taksu Bali. Bali sebagai pulau Hindu yang disayangi Dunia,” lanjutnya.
.
Cacian dan fitnah murahan Arya Wedakarna tak berhenti sampai disitu, ia bahkan menuding berdirinya warung-warung pecel lele, nasi pedas, tukang cukur, sertifikasi halal bagi hotel dan restoran di Bali adalah upaya untuk menghancurkan Basli.
.
“Tetapi, kini ada senjata model baru untuk menghancurkan Bali yakni gerakan ekonomi seperti gerakan pecel lele, nasi tempong, nasi pedas, tukang cukur, gerakan labelisasi Halal di setiap Hotel dan restoran di bali (saya akan bahas di setiap tulisan berikutnya),” tulisnya.
.
Arya Wedakarna menjelaskan bahwa dalam hal penyebaran HIV/AIDS, diduga orang-orang Bali, anak-anak muda Bali ketika mereka datang ke cafe, maka PSK tidak menyarankan untuk memakai kondom, tapi sebaliknya jika kaum pendatang yang memanfaatkan PSK, maka sangat disarankan memakai Kondom.
.
“Mungkin gadis PSK itu sudah di cuci otaknya, agar Bali ini 10 tahun ke depan banyak suami-suami, anak-anak muda yang mati nelangsa karena HIV/AIDS,” tandasnya.
.
Sebelumnya, di paragraf yang sama ia juga menuduh program Keluarga Berencana (KB) yang digallakn pemerintah merupakan cara untuk mengurangi populasi warga Hindu. Karena kebodohannya, dia menyebut ada umat agama lain boleh berpoligami hingga lima orang. Entah agama mana yang dia fitnah.
.
“Belum lagi aksi pemerintah dan program KB-nya yang sukses mengurangi jumlah Krama Hindu dengan paksaan selalu punya anak dua (yang di satu sisi umat lain boleh berpoligami dengan istri maksimal lima orang). Tentu hal ini akan merugikan keluarga Hindu yang terlanjur punya dua anak, tapi putranya mati karena AIDS atau rabies,” katanya.
Cacian dan fitnah murahan Arya Wedakarna tak berhenti sampai disitu, ia bahkan menuding berdirinya warung-warung pecel lele, nasi pedas, tukang cukur dari kaum pendatang, serta sertifikasi
halal pada hotel dan restoran di Bali adalah upaya untuk menghancurkan Bali.
.
Menjelang hari raya Idul Adha pada 2012 lalu, ia mengimbau supaya umat Islam di Bali tidak memotong sapi sebagai hewan kurban. Alasannya sapi adalah hewan yang disucikan kaum Hindu.
.
“Saya menghimbau semeton Islam agar tidak menyembelih sapi sebagai kurban. Mungkin bisa diganti dengan dengan hewan lainnya. Ini penting, karena di Bali, Sapi adalah hewan yang disucikan, dan juga dipercaya sebagai kendaraan Dewa Siwa. Dan mayoritas orang Bali adalah penganut Siwaisme,” katanya seperti dikutip Tribunnews.com, Rabu (24/10/2012).
.
Tak berhenti sampai disitu, Arya juga mengimbau kepada perusahaan-perusahaan dan pejabat di Bali jika ingin membagikan dana CSR supaya tidak berupa sapi.
.
”Karena umat Hindu harus memberi contoh dan teladan sebagaimana tatwa yang diajarkan Sang Sulinggih. Mari hargai perasaan umat Hindu sehingga persatuan bisa dijaga,” ungkap President World Hindu Youth Organization (WHYO) ini.
.
Arya Wedakarna juga menyudutkan ruang gerak muslim di Bali. Baru-baru ini, para siswi dan karyawati muslim di Bali disulitkan dengan himbauan untuk tidak boleh menggunakan jilbab di beberapa sekolah umum dan perusahaan swasta di Bali.
.

-----------------------------------

* Sumber :
.
http://www.nahimunkar.com/raja-bali-ini-orang-kafir-yang-memusuhi-islam/

http://muslimdaily.net/opini/mengupas-jejak-intoleransi-tokoh-hindu-bali-arya-wedakarna.html

- See more at: http://www.nahimunkar.com/jejak-permusuhan-arya-wedakarna-terhadap-islam/#sthash.2hECr8m0.dpuf
(nahimunkar.com)

- See more at: http://www.nahimunkar.com/yang-melarang-pemakaian-kerudung-dan-pendirian-bank-syariah-bisa-di-meja-hijaukan/#sthash.iaZqdizH.dpuf

Lebih Mencintai Tokoh Idola Ketimbang Rasulullah?

Lebih Mencintai Tokoh Idola Ketimbang Rasulullah?

Acara YKS menghina Benyamin S, warga Jakarta langsung ngamuk-ngamuk, sehingga acara tersebut pun akhirnya dilarang tayang.

Saat Gus Dur dikritik, banyak warga NU yang langsung marah.

Florence menghina orang Jogja, dan dia pun langsung mendapat sanksi sosial dari para penghuni socmed.

Namun saat Rasulullah dihina, kita tenang-tenang saja, santai-santai saja.

* * *

Kita seringkali marah dan ngamuk2 bila tokoh idola kita dihina. Namun ketika Rasulullah yang dihina, kita diam saja, santai-santai saja.

Apakah kita lebih mencintai tokoh idola kita ketimbang Rasulullah?

"Saya lebih mencintai Rasulullah, kok. Tapi Rasulullah tak perlu dibela. Beliau kan orangnya sangat sabar, sangat baik akhlaknya, sangat pemaaf. Beliau sendiri tenang2 saja ketika dihina."

Ya, mungkin banyak orang yang menjawab seperti itu.

Sekilas, jawaban itu terasa sangat tepat. Tapi sebenarnya, jawaban itu bisa dengan mudah kita balikkan kepada tokoh idola Anda yang dihina.

"Tokoh idola yang bernama A itu tak perlu dibela. Beliau kan orangnya sabar, bijaksana, pemaaf. Dia pasti tetap sabar dan tidak marah ketika dihina seperti itu. Jadi buat apa kita ikut2an marah?"

Hm... terasa aneh, kan sekarang?

Pertanyaan balik seperti itu membuat kita segera sadar, bahwa alasan seperti yang tertulis di atas hanyalah semacam ngeles atau pembenaran untuk sebuah kekeliruan.

Ketika seseorang dihina lalu kita marah, maka itulah salah satu bukti rasa cinta kita terhadapnya. Jika seseorang dihina tapi kita tenang2 saja, artinya rasa cinta kita sangat perlu diragukan.

Apakah kita masih layak disebut sebagai pencinta Rasulullah, jika ketika beliau dihina pun kita masih bisa tenang2 saja? Sedangkan ketika tokoh idola kita dihina, kita ngamuk-ngamuk luar biasa.

Mari Berpikir.

-Jonru-

Kumpulan Kesalahan Gusdur

Kumpulan Kesalahan Gusdur

Kerusuhan ambon, yang mana ketika itu dia menjadi presiden ri menyatakan bahwa tidak ada pembantaian muslim di ambon, yang mana dia menyatakan bahwa korban dari pihak islam hanyalah 3 - 5 orang dan pihak dari kristen adalah lebih dari 3000 orang, yang mana secara tidak langsung justru menyatakan bahwa islamlah yang membantai kristen di ambon padahal kejadian yg sesungguhnya adalah kebalikannya.

Gus dur hendak merubah hadist yang menyuruh umat islam untuk saling memberi salam dengan ucapan assalamu'alaikum dengan disuruh gus dur dirubah menjadi selamat siang, selamat malam, selamat pagi, dst.

Ketika di indonesia ribut ribut soal kandungan babi di dalam bumbu penyedap masakan merek ajinomoto, yang memang diakui oleh produsen ajinomoto mempergunakan enzim hati babi dalam pembuatan produknya. gus dur menyatakan bahwa produk tersebut adalah halal.

Ketika gus dur menjadi presiden indonesia, gus dur hendak membuka hubungan diplomatik dengan israel & Gus dur berhasil membuka hubungan dagang langsung indonesia dengan pembantai umat islam (israel) pada masa pemerintahannya.

Ketika semua ulama di seluruh indonesia mengecam goyang inul - goyang ngebor, sebagai goyang yang porno, gus dur justru membela inul.

Gus dur menyatakan bahwa Al - Qur'an adalah kitab suci yang PORNO, hanya dengan dalil bahwa ada ayat Qur'an yang berbunyi kira-kira: "sempurnakanlah kamu menyusui bayimu hingga 2 tahun", yang mana di tafsir oleh Gus dur itu berarti memamerkan payudara perempuan, dan itu berarti Al ~ Qur'an adalah kitab suci yang porno.

Kini MUI dan semua ulama se indonesia sepakat bahwa Ahmadiyah adalah sesat, justru Gus dur membela Ahmadiyah.

Ketika semua umat islam mendukung RUU Anti Porno Grafi dan Porno Aksi agar segera di sahkan, Gus dur justru bahu membahu dengan pendukung gereja yang mendukung pembatalan RUU Anti Porno Grafi dan Porno Aksi.

Gus dur hadir di dalam sebuah Misa di stadion Utama Senayan dan terlibat langsung di dalam kegiatan ritual yang dilakukan oleh umat kristen pada waktu itu, yang mana pada waktu itu di podium Gus Dur menyatakan mendukung tuntutan gereja tentang penolakan:

1. Penerapan Undang-undang Sisdiknas yang mewajibkan bagi semua siswa mendapatkan pelajaran agama sesuai dengan agamanya, yang mana gereja menentang pemberian pelajaran agama islam di sekolah kristen.
2. Penerapan Piagam Jakarta, yang pada intinya menerapkan syariah islam di indonesia.
3. Gus dur menolak campur tangan negera dalam kegiatan keagamaan di indonesia yang mana gereja sejak dahulu menentang campur tangan negara dalam mengatur kegiatan keagamaan

Siapa Sebenarnya Koalisi Jagoan Korupsi

Siapa Sebenarnya Koalisi Jagoan Korupsi

Mari Berhitung :

★ Korupsi Koalisi Merah Putih

Rp 7,2 T » Kasus Lumpur Lapindo
Rp 1,3 M » Kasus impor daging sapi
Rp 10 juta » Kasus Mahasiswi Maharani
Rp 1 T » Kasus Kuota Haji KeMenAg
Rp 14 M » Kasus Pengadaan Alquran
Rp 79,4 M » Tukar guling hutan Bogor
Rp 89,3 M » Pengadaan Radio SKRT
___________ +
Rp 8,38 Triliun » Total Nilai Korupsi

★Korupsi koalisi Jokowi
(dari banyak Kasus, yang dihitung cukup 2 saja) yaitu :

Rp 600 Triliun » Kasus BLBI
Rp 38,11 Triliun » Kasus BPPN
_________ +
Rp 638,11 Triliun

» Angka ini belum termasuk (jika ditambah) dengan:

1. Kasus disolo
2. kasus bus transjakarta
3. Dijualnya Indosat
4. Kasus Dijualnya Kapal Pertamina
5. Kasus Dijualnya sangat murah
Ladang Gas Tangguh
6. Kasus kredit macet perusahaan2
keluarga JK (saat JK Wapres) dan
7. Kasus Suap pemilihan Deputy
Bank Indonesia

… Kalau ditambah sudah pasti makin panjang (besar) jumlah angkanya,

»» Ternyata juara korupsi di menangkan oleh team Koalisi
JOKOWI «

----------

Besar ataupun kecil ,korupsi tetap haram.

Tetapi marilah kita berpikir jernih,siapa yg paling layak menyandang koalisi koruptor.

Belum lagi kasus HAM dikubu jokowi juga banyak,sampai istri munir dan anak widji tukul protes dan marah ,kecewa dengan jokowi karena mau mengangkat AM Hendropriyono di dalam kabinetnya.Sementara AM Hendropriyono diduga kuat sebagai dalang pembunuhan aktifis HAM Munir dan Hendro juga diduga sbg aktor pembantaian Talangsari.

Benarkah Indonesia Sangat Intoleran kepada Kaum Minoritas?

Benarkah Indonesia saat ini adalah negara yang sangat intoleran? Pertanyaan mendasar yang harus dijawab oleh semua orang. Karena ini terkait fenomena sosial yang masyarakat Indonesia rasakan sehari-hari.

Jawaban atas itu tentu akan berbeda-beda. Apalagi kalau dijawabnya dengan jawaban "kualitatif". Jawaban ini juga yang disampaikan misalnya oleh Romo Franz Magnis dalam surat protesnya kepada ACF terkait rencana penganugerahan World Statesman Award” pada akhir Mei kepada Presiden RI SBY. Kritikan Franz sangat keras dengan nada tinggi. Di antaranya dengan menggunakan kalimat: This is a shame, a shame for you. (untuk melihat surat lengkap Romo Franz Magnis linknya di sini).

Tulisan ini bukan untuk menyanggah pernyataan Romo Franz Magnis, bukan juga untuk membela pemerintah, karena saya tidak punya kapasitas untuk itu. Tapi, ketika saya baca polemik ini, jadi teringat pada status Facebook saya jauh-jauh hari sebelum masalah ini muncul. Karena ada relevansinya, yaitu masalah toleransi di Indonesia dari aspek data riil. Bukan berdasarkan penilaian individu.

Dulu saya pernah menulis status FB bunyinya begini: "Jangan bicara toleransi kalau belum tahu jumlah rumah ibadah di Indonesia. Ini bocorannya...bla..bla (data itu yang akan saya tampilkan di sini).

Sumber: Data rumah ibadah 2010, data dapat mengalami peningkatan hingga 2013 (sumber kementerian agama)

Data di atas dipublikasikan secara terbuka oleh Kementerian Agama di link ini. Data ini juga dikutip oleh Human Right Watch dalam laporannya yang menyoroti pelanggaran terhadap minoritas agama di Indonesia (di link ini).

Data ini juga saya peroleh langsung dari Istana Negara, dari salah seorang anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang menangani bidang Hubungan Antar Agama pada tanggal 4 April 2013, untuk keperluan wawancara penelitian yang dilakukan oleh dosen saya.

Mari kita lihat, saya ambil perbandingan antara mesjid dan gereja, yang seringkali dipertentangkan:

1. Jumlah mesjid 255,147. Dengan jumlah muslim 207 juta lebih berarti rasionya satu masjid digunakan oleh 812 orang (1:817).

2. Jumlah pemeluk Kristen Protestan adalah 16.528.513 (6,96 %) dengan jumlah gereja 50.565 (15,15 %) atau 1:327,

3. Jumlah pemeluk Katolik adalah 6.907.873 (2,91 %) dengan jumlah gereja 11.191 (3,35 %) atau 1:617

Dari data itu, jumlah masjid di Indonesia adalah terbesar di dunia, di Saudi saja cuma ada 20 ribuan saja.Jumlah gereja di Indonesia adalah terbesar kedua di dunia setelah Amerika (338 ribu gereja). Inggris hanya 37 ribu dan Jerman hanya 30 ribu (data ini saya peroleh dari berbagai sumber yang tersebar di banyak situs online resmi pencatatan statistik dunia). Bisa dibuktikan melalui pencarian Google.Menurut Masykuri Abdillah (Anggota Wantimpres bidang Hubungan Antar Agama), jika dibandingkan dengan di negara-negara Barat, jumlah (prosentase) rumah ibadah milik kelompok agama minoritas di Indonesia jauh lebih besar daripada di negara-negara itu, termasuk Amerika Serikat dan Inggris sebagai negara Barat yang paling mendukung multi-kulturalisme. Data-data di media menunjukkan, bahwa di Inggris umat Islam berjumlah sekitar 2,8 juta jiwa dan memiliki masjid sekitar 1.400 atau 1: 2.000, di Amerika Serikat umat Islam berjumlah sekitar 6,2 juta jiwa dan memiliki masjid sekitar 2100 atau 1:2.952, sedangkan di Jerman umat Islam berjumlah 4,300,000 dan memiliki masjid sekitar 159 atau 1: 27.044. Meski AS sangat mendukung kebebasan beragama, dalam kenyataannya, pendirian rumah ibadah bagi kelompok minoritas tidak lebih mudah daripada di Indonesia. Laporan The Pew Research Center pada 27 September 2012 lalu menyebutkan secara rinci 53 lokasi yang diusulkan pendirian masjid tetapi belum memperoleh izin karena mendapatkan resistensi dari warga masyarakat. Bahkan website The American Muslim pada 12 Oktober 2012 menyebutkan jumlah yang jauh melebihi 53 masjid, termasuk yang diganggu atau diserang. Kesulitan pendirian rumah ibadah bagi non-Muslim di sejumlah negara Timur Tengah, pendirian masjid di negara-negara Eropa Selatan dan Eropa Timur umumnya juga mengalami kesulitan. Di Italia, misalnya, jumlah umat Islam mencapai 1,3 juta jiwa, tetapi sampai kini hanya diperbolehkan berdiri 3 buah masjid (atau 1:433.333), dan inipun bertempat di pinggir kota yang jauh dari pemukiman penduduk. Di negara ini agama Islam belum bisa diakui resmi sebagai sebuah agama, walaupun proposal untuk pengakuan ini sudah lama diajukan. Bahkan sampai kini masih ada sejumlah negera Eropa yang tidak memperbolehkan sama sekali pendirian masjid, seperti Slovakia dan Slovenia.Sementara di Yunani dan Denmark, usulan pendirian masjid sudah lama diajukan, tetapi baru disetujui oleh pemerintah dan parlemen pada 2012, walaupun kini masih ditolak oleh kalangan gereja. Hanya saja, kesulitan umat Islam dalam mendirikan masjid itu tidak disertai dengan protes atau aksi-aksi demonstratif seperti yang banyak terjadi di Indonesia. Memang di negara-negara tersebut diperbolehkan menjadikan suatu ruangan atau bagian dari bangunan sebagai tempat ibadah, dan ini dianggap sebagai bukti adanya kebebasan beragama. Di Indonesia, penggunaan ruangan atau bangunan untuk beribadah yang tidak berbentuk rumah ibadah sebenarnya juga menjadi jalan keluar, jika usulan pendirian rumah ibadah belum memenuhi persyaratan, sesuai dengan PBM (Peraturan Bersama Menteri) pasal 18. Hanya saja, sebagian kelompok agama tetap menuntut izin pendirian rumah ibadah atas nama kebebasan beragama.

Adapun tingkat toleransi warga Indonesia terhadap perbedaan agama ternyata tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di banyak negara demokratis lainnya. Pada Juni 2012 lalu, misalnya, CSIS mengadakan survei tentang tingkat toleransi umat beragama di Indonesia. Hasilnya sebanyak 59,5 persen responden tidak berkeberatan bertetangga dengan orang beragama lain. Sekitar 33,7 persen lainnya menjawab sebaliknya. Terkait dengan soal pembangunan rumah ibadah agama lain di lingkungannya, sebanyak 68,2 persen responden menyatakan lebih baik hal itu tidak dilakukan, dan hanya 22,1 persen yang tidak berkeberatan.

Kondisi tersebut sebenarnya masih sedikit lebih baik daripada kondisi di AS, sebagaimana survei yang dilakukan oleh Pew Research Center (PRC) pada 2010. Jumlah orang Amerika yang memiliki pendapat tidak suka/nyaman terhadap Islam (unfavorable opinion of Islam) sedikit mengalami kenaikan menjadi 38 persen (tahun 2005, 36 persen), sementara yang memiliki pendapat suka/nyaman (favorable opinion) mengalami penurunan menjadi 30 persen (tahun 2005, 41 persen). Sedangkan dalam hal pendirian masjid, 51 persen warga AS tidak setuju pendirian masjid, dan hanya 34 persen yang menyetujuinya. Padahal jumlah masjid di negara ini masih sedikit, yakni 1 masjid untuk 2.952 orang dibandingkan di Indonesia yang jumlah gerajanya sangat banyak, yakni satu gereja (Protestan) untuk 327 orang.

Di Indonesia, kesulitan pendirian rumah ibadah bukan saja pada kelompok minoritas nasional (Gereja dan lain-lain) tapi juga di beberapa daerah pendirian masjid pun susah, yaitu ketika muslim menjadi minoritas di tempat itu.

Jadi, pada kondisi tertentu, semua pemeluk agama adalah minoritas. Ada baiknya saya kutip di bawah ini tulisan yang saya ambil di link ini:

"Pada saat dan tempatnya, semua kita adalah minoritas. Paling tidak kalau sudah sampai ke soal pembangunan tempat beribadah. Pada pertemuan tentang peran polisi dan masyarakat sipil dalam melindungi kebebasan beragama yang berlangsung di Surabaya akhir Februari 2013, seorang peserta dari Muhammadiyah mengeluh.

Menurutnya setiap kali kata minortas muncul, yang dimaksudkan selalu umat Kristiani, Budhis, Hindu, dan aliran kepercayaan. Ini minoritas-minoritas yang sudah terkenal.

Sebenarnya Muhammadiyah di banyak tempat di Surabaya adalah minoritas. Mereka mengalami hal serupa yang dihadapi minoritas terkenal di atas: kesulitan membangun tempat ibadah. Dia pun bercerita tentang masjid Muhammadiyah yang tak bisa dibangun di lingkungan mayoritas warga Nahdlatul Ulama (NU) di Surabaya. Peserta lain, perwira dari Polda Jatim, mengiyakan betapa peliknya sengketa pembangunan masjid Muhammadiyah dimaksud".

Toleransi adalah pilar kehidupan sosial yang harus terus dijaga, tak ada tawar-menawar lagi. Kasus-kasus intoleransi, seperti yang terjadi pada beberapa kelompok minoritas, memang selalu ada dan terdengar oleh kita. Tapi ini bukan berarti dapat digeneralisasi bahwa masyarakat Indonesia secara global tidak toleran. Karena data-data di atas berbicara lain. Di sini, semua orang harus setuju bahwa intoleransi itu harus ditiadakan. Toleransi harus ditingkatkan. Hal ini tugas dari semua orang, baik para tokoh agama, pemerintah, maupun masyarakat umum. Bukan dengan cara saling menyalahkan.**[hs]