PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

PERKARA UDUD/ROKOK DI SURIAH

PERKARA UDUD/ROKOK DI SURIAH

Segelintir mujahidin Suriah, Dan beberapa warga sipilnya belum bisa melepaskan hobi ngudud yang selama belasan atau puluhan tahun dilakoninya. Datangnya syariat jihad dan maut yang bergentayangan di sekitar mereka masih juga tidak mempan menghentikan kebiasaan kebal-kebul tersebut. Tentu banyak maksiat lebih besar dari itu, Kejahatan yang lain juga kadang terjadi disini, Tapi mari fokus dulu sama kegiatan mubadzir satu ini

Beberapa faksi besar dan fanatik atau disini biasa disebut Islamiyyin, Macam Jabhah An-Nushrah, Ahrarusy Syam, Ansharusy Syam, Jaisyul Islam, Dan beberapa lainnya, Resmi atau tidak, Telah menerapkan larangan merokok bagi anggotanya, Juga bagi warga di daerah kekuasaan mereka. Dan dari semuanya memang JN yang paling keras soal ini. Pada beberapa sub kelompok JN, Larangan itu bahkan disertai sanksi keras dan tegas terutama kepada anggotanya. Sedangkan pada grup lain kadar larangannya bertingkat-tingkat. Misal Jaisyul Islam, Jajaran komandannya dilarang keras. Lalu para syar'i mereka selain dilarang juga akan dipecat bila ngudud. Pasukan elit demikian pula hanya saja sanksinya ga terlalu berat. Tapi untuk serdadu reguler masih sebatas peringatan dan dakwah terus menerus

Terkait hukum rokok dan beberapa perkara lainnya, Menyikapinya terhadap masyarakat awam, Anggota mujahidin, Yang seringnya sehari-hari kalau pas lagi lepas dinas adalah masyarakat sipil dan awam, Serta muhajirin, Semua kelompok sepakat kalau sekarang ini merupakan fase dakwah. Ya, Perkara udud ini rupanya bukan perkara mudah, Ada semacam permakluman mereka bahwa keberhasilan jihad ini ketika seluruh muslim Suriah telah menjalankan dasar-dasar syariat Islam dengan kesadaran sendiri tanpa harus dipaksa. Dan jalan menuju kesana adalah dengan dakwah yang bijaksana (bil hikmah) serta dengan cara-cara yang baik (wal mauidhatil hasanah)

Beberapa aturan syariat telah ditegakkan disini, Kelompok-kelompok Islamiyyin sepakat membentuk mahkamah syariah bersama untuk menjalankannya, Dan para pendakwah, Da'i-da'i mujahid, Telah disebar ke seluruh penjuru. Menyeru orang-orang supaya kembali pada Allah, Menjalankan syariatnya, Serta menerapkan syariat hudud. Tapi dalam bertebaran di muka bumi, Para ketua mahkamah syariah terus mewanti-wanti agar para da'i bersikap hati-hati mendakwahkan syariat mulia ini, Jangan sampai timbul kebencian dan kemarahan masyarakat akibat cara yang salah. Para da'i itu memang bisa saja mengeraskan sikap serta menunaikan tangan besi, Toh apa kata mereka insyaAllah ditaati orang, Apalagi di belakang mereka berdiri kekuatan bersenjata yang tengah bersemangat menyempurnakan syariat. Tapi mereka telah belajar dari sejarah, Baik sejarah jihad sebelum mereka, Sejarah jihad di Suriah sendiri, Dan terutama sejarah jihad dijaman RasulUllah ShallAllahu A'laihi Wasallam. Yang mana beliau tegaskan bahwa kemenangan sejati bukan ketika berhasil menguasai musuh, Tapi ketika berhasil menguasai diri sendiri

Para da'i ga mau masyarakat bermuka dua, Di depan mereka sami'naa wa atha'naa (kami dengar dan kami patuh), Tapi di belakang mereka sami'naa wa ashainaa (kami dengar dan kami selisihi). Mereka ingin perbuatan jahat dan maksiat sebisa mungkin berhenti karena kesadaran masyarakat, Bukan karena todongan senjata. Memang ada hal-hal yang perlu dikerasi macam hobi masyarakat mengucapkan kalimat-kalimat pembatal keIslaman. Tapi untuk hal-hal seperti berhenti merokok, Shalat jama'ah di masjid, Memelihara jenggot, Dan lain sebagainya, Da'i-da'i mujahid tersebut ingin agar fasenya berjalan secara alami, Berasal dari kesadaran diri, Bukan tanpa paksaan apalagi kekerasan

Tentu mereka ga sebodoh kita di Indonesia yang menulis bahaya rokok di bungkus rokok, Tapi membiarkan pabrik rokok bebas beroperasi. Disini rutin diadakan razia rokok terutama di checkpoint-checkpoint. Kemarin ikut nongkrong di beberapa checkpoint mujahidin, Ngobrol dan nyari bahan cerita, Saya lihat sendiri puluhan slop rokok hasil sitaan didalam drum besar siap dibakar. Rokok-rokok itu didapat dari penggeledahan mobil-mobil angkutan umum atau mobil-mobil pribadi yang lalu lalang melintasi checkpoint. Pemiliknya disuruh push-up, Lalu dinasihati panjang lebar. Nasihat-nasihat itu saya dengar sendiri memang sungguh menyentuh hati, Bikin nangis dan menambah keimanan. Saya sendiri mau nangis rasanya disinggung tentang keutamaan tanah jihad, Dan bagaimana darah para mujahid tumpah untuk menegakkan syariat, Terus masa iya kita cuma berhenti ngerokok aja ga mau ?

Hasilnya memang masyaAllah efektif. Agak jarang disini saya lihat orang ngudud apalagi terang-terangan. Biasanya ngumpet atau paling tidak di daerah yang pemberlakuan hukum syariatnya kurang ketat, Atau dakwah kurang menyentuh masyarakat. Mereka yang berhenti ngudud kebanyakan karena keimanan dan ketaatan, Bukan karena paksaan

Walhasil, Bahkan di daerah perang sekalipun, Sikap bijak dan cara-cara yang baik dalam berdakwah tetap diutamakan. Masyarakat tidak akan berubah dengan todongan senjata. Berhenti mungkin iya, Tapi selama pemahaman serta keyakinan dan keinginan kuat belum tertanam, Berbagai kemaksiatan akan terus terjadi, Bahkan mungkin menjadi seperti bara dalam sekam, Siap meledak menghancurkan jerih payah jihad yang selama ini diperjuangkan

Nah, Disini aja para mujahid bijaksana serta berlemah lembut dalam menasihati, Masa antum disana main gebuk main cap aja ?

Kisah diatas ditulis untuk menggerakkan kita, Barangkali ada hikmah yang bisa kita ambil, Dan memang sebagai bagian dari usaha untuk mencari dana bagi membantu muslim Suriah

Mari bergerak, Jangan berhenti pada like, Share dan comment. Berikut ini ada sarana yang bisa kita gunakan untuk berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan di Suriah, Dan berbuat lebih baik lagi

Rek Donasi Suriah dan Rohingya

Suriah (Umum)
- MANDIRI 900 0019 330 720 (Kcp. Katamso, Yogyakarta)
- BCA 1691 967 749 (Kcu. Ahmad Dahlan, Yogyakarta)
- BRI 0029 0110 999 7500 (Kcu. Cik Ditiro, Yogyakarta)
- BNI 0317 563 523 (Kcp. Parang Tritis, Yogyakarta)
Semua atas nama IKRIMAH
- Konfirmasi : Ikrimah 081809406405

Suriah (Khusus kurban)
Perekor domba gemuk besar 250 USD, Sapi 2.000 USD
- BCA 0201251621 (KCP Teluk Betung Lampung)
- MANDIRI 114 000 511 3413 (KC Bandar Lampung)
- BRI 5590-01-010972-53-8 (unit Bandar Agung Lampung)
Semua atas nama DIMAS ADITYO
- Konfirmasi : Dimas Adityo 085758894656

Rohingya
BRI : 0178 0100 6069 504 a.n Said Anshar

JazakumUllah khairal jaza
Allah Yubaarik fiikum wa fii maalikum

Ade Armando dan Kebencian Terhadap Islam

Ade Armando dan Kebencian Terhadap Islam

By: Nandang Burhanudin
****

Di era Jokowi, semua terkuak. Penyanyi yang dahulu "kental" dengan ideologis perlawanan seperti Iwan Fals, kini sangat jelas, ideologi apa yang selama ini diperjuangkan. Sama halnya dengan Ade Armando, sosok yang cukup didengar dalam masalah kebebasan pers dan menghargai perbedaan pandangan. Namun kini menampakkan jati diri sebenarnya, bahwa dahulu ia "menampilkan kesan netral" sebab ketegasan Pak Harto yang "menghadiahi hotel prodio" bagi siapapun yang menodai agama (Islam).

Namun ocehannya di medsos, benar-benar menampilkan kebencian mendalam terhadap Islam dan umatnya. Adapun kebencian di lubuk hatinya, teramat besar. Entahlah, apakah ocehan-ocehan anehnya bagian dari strategi kaum Liberalis-Sekularis-Aliran sesat. Atau hanya "keganjenan intelektual" di tengah pesta pora kaum Islamphobia atas kemenangan Jokowi di panggung kekuasaan.

Bila di negara-negara Arab, kini marak kaum intelektual yang menjadi murtaziqoh (mercenaries/tentara bayaran), maka setali tiga uang di Indonesia pun sama. Prinsip yang dianut sama: Kencingi zamzam, engkau akan terkenal. Benci Islam sebenci-bencinya, dirimu akan kesohor. Lecehkan syariat sehina-hinanya, dirimu akan disebut intelektual handal dan disediakan media yang siap membesarkan.

Mempermasalahkan dana ibadah umroh atau haji, atau mengerdilkan Al-Qur'an, adalah bagian "proyek multinasional" yang teramat gurih. Mereka tahu, umat Islam akan bereaksi keras. Urat saraf akan tegang. Cukup untuk melupakan pelbagai sumber daya alam yang dikeruk Asing dan Aseng. Atau melupakan kebengisan penjajah berwajah pribumi yang berkolaborasi dengan penjajah berwajah China.

Ade Armando, Ulil Abshar Abdalla, Zuhairi memang diarahkan untuk melakonkan peran "bulsit" (penimbul situasi). Menciptakan suasan kebencian yang dikemas dengan jargon-jargon yang susah dimengerti. Apapun sebutannya, meracuni adalah misinya.

Jamaknya seperti di Mesir. Balatentara berbayar ini bahu membahu. Menebar jala-jala jebakan. Kebencian terus ditebar di kalangan umat Islam. Satu persatu dibenturkan. Sebagai misal. Semua elemen dirayu untuk memusuhi dan membenci IM, hingga kudeta terhadap Presiden Mursi dan IM dihabisi. Sebelum itu, mereka memecah dulu kaum Salafy. Kemudian memecah belah kalangan Al-Azhar. Semua sukses dilakukan dan Mesir kini terbelah. Menjadikan HAMAS sebagai musuh dan Israel sebagai kekasih. Ulama-ulama yang telah mengabdi lebih dari 60 tahun dan dikenal penuh dedikasi, kini dipinggirkan.

Praktik di Mesir inipun akan dilakukan di Indonesia. Membenturkan NU-Muhammadiyah, NU vs Wahabi (kelompok Islam antiSyiah). Hingga seorang Ade Armando, membabat habis aib PKS, partai yang dikenal khalayak sebagai partai yang lahir dari rahim gerakan Islam yang masih eksis. Ade Armando menutup mata atas kejahatan-kejahatan BIG, SUPER, dan MAHA yang dilakukan partai berbasis Islam lainnya. Bahkan sama sekali tidak pernah kritis terhadap kejahatan terstruktur, massif, dan terencana dari partai Nasionalis-Kristen seperti PDIP atau parpol lainnya.

Ade Armando lupa, bahwa sebagai muslim, dirinya sepatutnya paham bahwa dalam Islam ada pintu taubat nashuha. Toch pada kenyataannya, sosok seperti LHI, Arifinto, jika pun pernah melakukan kesalahan. Mereka bisa jadi kini tengah menjalani pembersihan diri atas kekhilafan dan salah yang pernah dijalani. Lalu bagaimana dengan koruptor-koruptor MEGAskandal lainnya, yang kini "cuap-cuap" sebagai manusia suci? Apakah yakin mereka tidak menikmati video porno atau terbebas dari perzinahan? (bukan nikah halal seperti yang dilakukan LHI).

Silahkan anda mencibir apapun terhadap tulisan di atas. Namun pada faktanya, kehadiran Islam di panggung kekuasaan memang dihalangi. Levni, mantan menteri Kehakiman Israel dan Moshe Dayan mantan Menhan Israel menegaskan, "Tugas kami adalah menghalangi siapapun dari kalangan Islamis, agar tidak meraih kekuasaan di manapun."

Dokter di Siberia mengobati pasien ketagihan seks, narkoba, dan miras dengan cambuk rotan (hudud)?

Dokter di Siberia mengobati pasien ketagihan seks, narkoba, dan miras dengan cambuk rotan (hudud)?

The Siberian Times, Januari 2013.

Tak seperti kebanyakan klinik rehabilitasi biasa, di klinik Dr. German Pilipenko dan Professor Marina Chukhrova, para penderita ketagihan seks dan ketagihan bekerja akan diberi konseling dan disebat dengan rotan sebanyak 60 kali sebagai terapinya.

Dokter di Siberia sembuhkan pasien ketagihan seks, narkoba, dan miras dengan cambuk rotan (hudud)? 

Terapi sebat rotan itu mungkin terlihat kejam, tetapi kedua pakar itu menegaskan, perwatan ini bukan hukuman untuk mempermalukan mereka. Berikut hasil wawancara The Siberian Times pada Januari 2013 mengenai teknik hudud (dalam hal ini sebat rotan, red.) dalam penyembuhan pasien pecandu seks, narkoba, dan miras.

Dr. German Pilipenko: “Kami menemukan analogi verbal untuk setiap rasa, dan menciptakan kata-kata pendukung dari dalam diri pasien untuk dirinya sendiri. Kami membantu menciptakan semacam dialog internal sehingga setiap stress dapat dipahami secara jelas bagaimana rasanya, siapa saja penyebabnya, bagaimana cara menanggulanginya, dan bagaimana mereka akan melewati situasi tersebut.”

Perlakuan ini, klaimnya, “merupakan sebuah metode kuno yang disebut ‘wortel dan tongkat’, yang bekerja dalam dua cara. Kami memberi tanda berupa 1 rasa sakit untuk 1 kesalahan (yang dilakukan pasien) di tubuh pasien, dan merangsang tindakan koreksi di kemudian hari dari pasien tersebut, sehingga pasien dapat melakukan sesuatu yang lebih baik di masa depan, memenuhi impian-impian mereka.”

“Rasa sakit yang ditimbulkan berperan sebagai peringatan sehingga individu pasien tidak akan membiarkan rasa tersinggung, terganggu, marah, malas, merasa diisolasi atau putus asa menghalangi jalannya menuju prestasi-prestasi selanjutnya.”

“Kami menolong dengan cara berbicara dengan mereka melalui pengalaman menyakitkannya, meyakinkan mereka bahwa tak akan ada lagi kebingungan atau rasa takut dari merasa sakit, melainkan mereka akan beroleh kejelasan dalam memahami bagaimana mereka harus mengatasi sakit ini dalam keadaan pikiran yang jernih dan mengamati reaksi diri sendiri terhadap kesalahan dan akibatnya.”

“Metode kami seperti kejadian sekali seumur-hidup yang akan diingat pasien selamanya. Ini menolongnya untuk melihat diri dan sumber daya pribadinya, yang akan membuatnya lebih sehat dan lebih bahagia.”

“Ini seperti cara kerja vaksinasi yang membuat sistem imunitas menjadi semakin kuat. Jadi kami membuat ‘pukulan anti-stress’ ke sistem syaraf pasien. Metode kami membantu pasien memperpendek reaksi emosional terhadap penyebab stress, dan membuat pasien menyadarinya, sekaligus dapat mengendalikannya.”

“Sejumlah besar penyakit psikosomatis dapat ditangani dengan metode cepat dan dinamis ini. Kami mendapati banyak pasien merasa terganggu dengan dirinya sendiri dan dengan dunianya, merasa tak berdaya, apatis, rentan, dan lelah. Kami bantu mereka mengubah cara mereka merespon stress, dan menolong mereka mengatasi segala situasi mengawatirkan lainnya di masa yang akan datang.”

Maasyaa Allah, ternyata teknik sebat yang merupakan syariat hudud dalam Islam begitu sarat akan hikmah dan manfaat pengobatan. Namun barangkali, akibat keterbatasan akal kebanyakan manusia belum semua orang dapat menalarnya. Maka sebagai Mukmin, kita harus yakin bahwa Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya tidak akan memutuskan suatu hal, kecuali kebaikannya jauh lebih besar, daripada keburukannya. 

Perintah Allah Al-Hakim atas hudud ini tentu bersumber dari pengetahuan-Nya Yang Maha Luas. Selain itu, sebagaimana ditegaskan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bahwa Allah Ta’ala sangat menyayangi makhluknya melebihi sayangnya ibu kepada anaknya (HR. Bukhari: 5999 dan Muslim: 2754). (adibahasan/arrahmah.com)

- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2015/08/26/dokter-di-siberia-sembuhkan-pasien-ketagihan-seks-narkoba-dan-miras-dengan-hudud.html#sthash.yURooNUQ.dpuf
SEJARAH & KEBIADABAN PKI DARI MASA KE MASA..!!

SEJARAH & KEBIADABAN PKI DARI MASA KE MASA..!!

BELAJAR DARI SEJARAH
(PKI Thn. 1960 s/d Sekarang).

Untuk kewaspadaan nasional jangan lupa dengan sejarah agar dijadikan pelajaran jangan melakukan kesalahan yang sama.

1. Tahun 1960 : Soekarno meluncurkan slogan NASAKOM (Nasional, Agama dan Komunis) yang didukung penuh oleh PNI, NU dan PKI. Dengan demikian PKI kembali terlembagakan sebagai bagian dari Pemerintahan RI.

2. Tanggal 17 Agustus 1960 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.200 Th.1960 tertanggal 17 Agustuts 1960 tentang PEMBUBARAN MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia) dengan dalih tuduhan keterlibatan Masyumi dalam pemberotakan PRRI, padahal hanya karena ANTI NASAKOM.

3. Pertengahan Tahun 1960 : Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa PKI semakin kuat dengan keanggotaan mencapai 2 (dua) juta orang.

4. Bulan Maret 1962 : PKI resmi masuk dalam pemerintahan Soekarno, DN Aidit dan Nyoto diangkat oleh Soekarno sebagai Menteri Penasehat.

5. Bulan April 1962 : Kongres PKI.

6. Tahun 1963 : PKI memprovokasi Presiden Soekarno untuk Konfrontasi dengan Malaysia, dan mengusulkan dibentuknya Angkatan Kelima yang terdiri dari BURUH dan TANI untuk dipersenjatai dengan dalih ”mempersenjatai rakyat untuk bela negara” melawan Malaysia.

7. Tanggal 10 Juli 1963 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.139 th.1963 tertanggal 10 Juli 1963 tentang PEMBUBARAN GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia), lagi-lagi hanya karena ANTI NASAKOM.

8. Tahun 1963 : Atas desakan dan tekanan PKI terjadi Penangkapan Tokoh-Tokoh Masyumi dan GPII serta Ulama Anti PKI, antara lain : KH. Buya Hamka, KH.Yunan Helmi Nasution, KH. Isa Anshari, KH. Mukhtar Ghazali, KH. EZ. Muttaqien, KH. Soleh Iskandar, KH. Ghazali Sahlan dan KH. Dalari Umar.

9. Bulan Desember 1964 : Chaerul Saleh Pimpinan Partai MURBA (Musyawarah Rakyat Banyak) yang didirikan oleh mantan Pimpinan PKI, Tan Malaka, menyatakan bahwa PKI sedang menyiapkan KUDETA.

10. Tanggal 6 Januari 1965 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Surat Keputusan Presiden RI No.1 / KOTI / 1965 tertanggal 6 Januari 1965 tentang PEMBEKUAN PARTAI MURBA, dengan dalih telah memfitnah PKI

11. Tanggal 13 Januari 1965 : Dua sayap PKI yaitu PR (Pemuda Rakyat) dan BTI (Barisan Tani Indonesia) menyerang dan menyiksa peserta Training PII (Pelajar Islam Indonesia) di Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, sekaligus melecehkan pelajar wanitanya, dan juga merampas sejumlah Mush-haf Al-Qur’an dan merobek serta menginjak-injaknya.

12. Awal Tahun 1965 : PKI dengan 3 juta anggota menjadi Partai Komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT. PKI memiliki banyak Ormas, antara lain : SOBSI (Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), Pemuda Rakjat, Gerwani, BTI (Barisan Tani Indonesia), LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakjat) dan HSI (Himpunan Sardjana Indonesia).

13. Tanggal 14 Mei 1965 : Tiga sayap organisasi PKI yaitu PR, BTI dan GERWANI merebut perkebunan negara di Bandar Betsi, Pematang Siantar, Sumatera Utara, dengan menangkap dan menyiksa serta membunuh Pelda Sodjono penjaga PPN (Perusahaan Perkebunan Negara) Karet IX Bandar Betsi.

14. Bulan Juli 1965 : PKI menggelar pelatihan militer untuk 2000 anggotanya di Pangkalan Udara Halim dengan dalih ”mempersenjatai rakyat untuk bela negara”, dan dibantu oleh unsur TNI Angkatan Udara.

15. Tanggal 21 September 1965 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.291 th.1965 tertanggal 21 September 1965 tentang PEMBUBARAN PARTAI MURBA, karena sangat memusuhi PKI.

16. Tanggal 30 September 1965 Pagi : Ormas PKI Pemuda Rakjat dan Gerwani menggelar Demo Besar di Jakarta.

17. Tanggal 30 September 1965 Malam : Terjadi Gerakan G30S / PKI atau disebut juga GESTAPU (Gerakan September Tiga Puluh) :

a. PKI menculik dan membunuh 6 (enam) Jenderal Senior TNI AD di Jakarta dan membuang mayatnya ke dalam sumur di LUBANG BUAYA – Halim, mereka adalah : Jenderal Ahmad Yani, Letjen R.Suprapto, Letjen MT Haryono, Letjen S. Parman, Mayjen Panjaitan dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo.

b. PKI juga menculik dan membunuh Kapten Pierre Tendean karena dikira Jenderal Abdul Haris Nasution.

c. PKI pun membunuh AIP KS Tubun seorang Ajun Inspektur Polisi yang sedang bertugas menjaga rumah kediaman Wakil PM Dr. J. Leimena yang bersebelahan dengan rumah Jenderal AH Nasution.

d. PKI juga menembak putri bungsu Jenderal AH Nasution yang baru berusia 5 (lima) tahun, Ade Irma Suryani Nasution, yang berusaha menjadi perisai ayahandanya dari tembakan PKI, kemudian ia terluka tembak dan akhirnya wafat pada tanggal 6 Oktober 1965.

e. G30S / PKI dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung yang membentuk tiga kelompok gugus tugas penculikan, yaitu : Pasukan Pasopati dipimpin Lettu Dul Arief, dan Pasukan Pringgondani dipimpin Mayor Udara Sujono, serta Pasukan Bima Sakti dipimpin Kapten Suradi.

f. Selain Letkol Untung dan kawan-kawan, PKI didukung oleh sejumlah perwira ABRI / TNI dari berbagai angkatan, antara lain :

- Angkatan Darat : Mayjen TNI Pranoto Reksosamudro, Brigjen TNI Soepardjo dan Kolonel Infantri A. Latief

- Angkatan Laut : Mayor KKO Pramuko Sudarno, Letkol Laut Ranu Sunardi dan Komodor Laut Soenardi

- Angakatan Udara : Men / Pangau Laksyda Udara Omar Dhani, Letkol Udara Heru Atmodjo dan Mayor Udara Sujono

- Kepolisian : Brigjen Pol. Soetarto, Kombes Pol. Imam Supoyo dan AKBP Anwas Tanuamidjaja.

http://voa-islam.com/read/citizens-jurnalism/2015/08/19/38667/sebarkan-ini-dia-kebiadaban-pki/#sthash.VaGchOaT.sPsPVbj3.dpuf

18. Tanggal 1 Oktober 1965 : PKI di Yogyakarta juga membunuh Brigjen Katamso Darmokusumo dan Kolonel Sugiono. Lalu di Jakarta PKI mengumumkan terbentuknya DEWAN REVOLUSI baru yang telah mengambil alih kekuasaan.

19. Tanggal 2 Oktober 1965 : Soeharto mnegambil alih kepemimpinan TNI dan menyatakan Kudeta PKI gagal dan mengirim TNI AD menyerbu dan merebut pangkalan udara Halim dari PKI.

20. Tanggal 6 Oktober 1965 : Soekarno menggelar Pertemuan Kabinet dan Menteri PKI ikut hadir serta berusaha melegalkan G30S, tapi ditolak, bahkan terbit Resolusi Kecaman terhadap G30S, lalu usai rapat Nyoto pun langsung ditangkap.

21. Tanggal 13 Oktober 1965 : Ormas Anshor NU gelar Aksi unjuk rasa Anti PKI di seluruh Jawa.

22. Tanggal 18 Oktober 1965 : PKI menyamar sebagai Anshor Desa Karangasem (kini Desa Yosomulyo) Kecamatan Gambiran, lalu mengundang Anshor Kecamatan Muncar untuk pengajian. Saat Pemuda Anshor Muncar datang, mereka disambut oleh Gerwani yang menyamar sebagai Fatayat NU, lalu mereka diracuni, setelah keracunan mereka dibantai oleh PKI dan jenazahnya dibuang ke Lubang Buaya di Dusun Cemetuk Desa / Kecamatan Cluring Kabupaten Banyu
wangi. Sebanyak 62 (enam puluh dua) orang Pemuda Anshor yang dibantai, dan ada beberapa pemuda yang selamat dan melarikan diri, sehingga menjadi saksi mata peristiwa. Persitiwa tragis itu disebut Tragedi Cemetuk, dan kini oleh masyarakat secara swadaya dibangun Monumen Pancasila Jaya.

23. Tanggal 19 Oktober 1965 : Anshor NU dan PKI mulai bentrok di berbagai daerah di Jawa.

24. Tanggal 11 November 1965 : PNI dan PKI bentrok di Bali.

25. Tanggal 22 November 1965 : DN Aidit ditangkap dan diadili serta dihukum mati.

26. Bulan Desember 1965 : Aceh dinyatakan telah bersih dari PKI.

27. Tanggal 11 Maret 1966 : Terbit Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yang memberi wewenang penuh kepada Soeharto untuk mengambil langkah pengamanan Negara RI.

28. Tanggal 12 Maret 1966 : Soeharto melarang secara resmi PKI.

29. Bulan April 1966 : Soeharto melarang Serikat Buruh Pro PKI yaitu SOBSI.

30. Tanggal 13 Februari 1966 : Bung Karno masih tetap membela PKI, bahkan secara terbuka di dalam pidatonya di muka Front Nasional di Senayan mengatakan : ”Di Indonesia ini tidak ada partai yang pengorbanannya terhadap Nusa dan Bangsa sebesar PKI…”

31. Tanggal 5 Juli 1966 : Terbit TAP MPRS No.XXV Tahun 1966 yang ditanda-tangani Ketua MPRS – RI Jenderal TNI AH Nasution tentang Pembubaran PKI dan Pelarangan penyebaran paham Komunisme, Marxisme dan Leninisme.

32. Bulan Desember 1966 : Sudisman mencoba menggantikan Aidit dan Nyoto untuk membangun kembali PKI, tapi ditangkap dan dijatuhi hukuman mati pada tahun 1967.

33. Tahun 1967 : Sejumlah kader PKI seperti Rewang, Oloan Hutapea dan Ruslan Widjajasastra, bersembunyi di di wilayah terpencil di Selatan Blitar bersama kaum Tani PKI.

34. Bulan Maret 1968 : Kaum Tani PKI di Selatan Blitar menyerang para pemimpin dan kader NU, sehingga 60 (enam puluh) orang NU tewas dibunuh.

35. Pertengahan 1968 : TNI menyerang Blitar dan menghancurkan persembunyian terakhir PKI.

36. Dari tahun 1968 s/d 1998 : Sepanjang Orde Baru secara resmi PKI dan seluruh mantel organisasinya dilarang di seluruh Indonesia dengan dasar TAP MPRS No.XXV Tahun 1966.

37. Dari tahun 1998 s/d 2015 : Pasca Reformasi 1998 Pimpinan dan Anggota PKI yang dibebaskan dari penjara, beserta keluarga dan simpatisannya yang masih mengusung IDEOLOGI KOMUNIS, justru menjadi pihak paling diuntungkan, sehingga kini mereka meraja-lela melakukan aneka gerakan pemutar balikkan fakta sejarah dan memposisikan PKI sebagai PAHLAWAN pejuang kemerdekaan RI. Dan Ideologi Komunis tidak akan pernah mati, selama Syetan masih ada di dunia ini.

38. Di Jogokaryan Kotagede Yogyakarta, PKI bikin ludruk/kesenian rakyat lakonya ; MATINE GUSTI ALLAH = MATINYA TUHAN ALLAH.

==========================================

" JASMERAH "

Pengkhianatan G 30 S-PKI

https://www.youtube.com/watch?v=ddYExsNtX6w

==========================================

" APA YANG KALIAN LAKUKAN SEKARANG AKAN MENENTUKAN APA YANG AKAN TERJADI ESOK "

SMOGA BERMANFAAT & SMOGA CEPET MENYADAR KAN DIRI

Hedonic Treadmill

Hedonic Treadmill

Pertanyaan: Kenapa makin tinggi income seseorang, ternyata makin menurunkan peran uang dalam membentuk kebahagiaan? Kajian-kajian dalam ilmu financial psychology menemukan jawabannya, yg kemudian dikenal dengan nama: “hedonic treadmill”.

Gampangnya, hedonic treadmill ini adl seperti ini : saat gajimu 5 juta, semuanya habis. Saat gajimu naik 30 juta per bulan, eh semua habis juga.Kenapa begitu? Krn ekspektasi n gaya hidupmu pasti ikut naik, sejalan dg kenaikan penghasilanmu.Dengan kata lain, nafsumu utk membeli materi/barang mewah akan terus meningkat sejalan dg peningkatan income-mu. Itulah kenapa disebut hedonic treadmill: seperti berjalan diatas treadmill, kebahagiaanmu tidak maju-maju !

Nafsu materi tidak akan pernah terpuaskan.
Saat income 10 juta/bulan, mau naik Avanza. Saat income 50 juta/bulan pengen berubah naik Alphard. Itu salah satu contoh sempurna tentang jebakan hedonic treadmill.

Hedonic treadmill membuat ekspektasimu akan materi terus meningkat. Itulah kenapa kebahagiaanmu stagnan, meski income makin tinggi.
Ada eksperimen menarik: seorang pemenang undian berhadiah senilai Rp 5 milyar dilacak kebahagiaannya 6 bulan setelah ia mendapat hadiah.Apa yang terjadi? 6 bulan setelah menang hadiah 5 milyar, level kebahagaiaan orang itu SAMA dengan sebelum ia menang undian berhadiah.Itulah efek hedonic treadmill.

Jadi apa yang harus dilakukan agar kita terhindar dari jebakan hedonic treadmill?
Lolos dari jebakan nafsu materi yg tidak pernah berujung ?

Terapkan lah gaya hidup yg bersahaja ! sekeping gaya hidup yg tidak silau dengan gemerlap kemewahan materi.
Mengubah orientasi hidup ! makin banyak berbagi , semakin banyak memberi kepada orang lain, teruji justru semakin membahagiakan... Bukan -lah banyak mengumpulkan materi yg membuat kebahagiaanmu terpuaskan !
When enough is enough.

Kebahagiaan itu kadang sederhana : misal masih bisa menikmati secangkir kopi panas, memeluk anggota keluarga yg sehat, tersenyum memulai hari hari, menyapa dan mengasih tip ke tukang sampah, lanjut membaca "makanan" spiritual sepanjang perjalanan menuju tempat tugas berbakti utk bangsa dan agama, maka betapa indahnya hidup ini !
Selamat menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya kawan.

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu)” (QS al-Takâtsur [102]: 1-3)

"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia semakin kikir.” (QS al-Mârij [70]: 19-21).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Kekayaan itu bukanlah lantaran banyak harta bendanya, akan tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kebahagiaan jiwa.” (HR al-Bukhari).

Kita memohon kepada Allah untuk menjadi hamba yg pandai bersyukur dan merasa cukup akan nikmat-Nya, serta dihindarkan dari sifat yg selalu marasa kurang dan kurang

Semoga bermanfaat...

Peran Laskar Hizbullah dan Sabilillah dalam Kemerdekaan RI yang Tersisihkan

Islamedia – Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak bisa dilepaskan dari peran para pejuang muslim, atau lebih tepatnya kaum santri. Kurun 1943-1945 hampir semua pondok 
pesantren membentuk laskar-laskar, dan yang paling populer adalah Laskar Hizbullah dan Sabilillah.

Pada kurun waktu tersebut kegiatan Pondok Pesantren adalah berlatih perang dan olah fisik. Bahkan peristiwa-peristiwa perlawanan sosial politik terhadap penguasa kolonial, pada umumnya dipelopori oleh para kiai sebagai pemuka agama, para haji, dan guru-guru ngaji.

Pada 21 Oktober 1945, berkumpul para kiai se-Jawa dan Madura di kantor ANO (Ansor Nahdlatul Oelama). Setelah rapat darurat sehari semalam, maka pada 22 Oktober dideklarasikan seruan jihad fi sabilillah yang belakangan dikenal dengan istilah “Resolusi Jihad”.

Sejarah negeri ini ternyata tidak pernah berkata jujur tentang peran Laskar santri yang terhimpun dalam Hizbullah maupun laskar kiai yang tergabung dalam Sabilillah, dalam berperang melawan penjajah. Ketika itu Hizbullah berada di bawah Masyumi, dimana KH. Hasyim Asy’ari menjabat sebagai Ketua Masyumi.

Laskar Hizbullah (Tentara Allah) dan Sabilillah (Jalan Allah) didirikan menjelang akhir pemerintahan Jepang, dan mendapat latihan kemiliteran di Cibarusah, sebuah desa di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Laskar Hizbullah berada di bawah komando spiritual KH. Hasyim Asy’ari dan secara militer dipimpin oleh KH. Zaenul Arifin. Adapun laskar Sabilillah dipimpin oleh KH. Masykur. Konon, pemuda pesantren dan anggota Ansor NU (ANU) adalah pemasok paling besar dalam keanggotaan Hizbullah.

Peran kiai dalam perang kemerdekaan ternyata tidak hanya dalam laskar Hizbullah-Sabilillah saja, tetapi banyak diantara mereka yang menjadi anggota tentara PETA (Pembela Tanah Air) yang merupakan cikal bakal terbentuk TKR, ABRI atau TNI. Menurut penelitian Agus Sunyoto, dari enam puluh bataliyon tentara PETA, hampir separuh komandannya adalah para kiai.

Patut diketahui, Hizbullah dan Sabilillah adalah laskar rakyat paling kuat yang pernah hidup di bumi Indonesia. Meskipun dalam sejarah, keberadaan laskar tersebut disisihkan. Buktinya, perjuangan mereka tidak ditemukan dalam museum-museum.[berbagai sumber/islamedia/YL]

Syarat Berdebat dengan Dr. Zakir Naik

Syarat Berdebat dengan Dr. Zakir Naik

Dalam sebuah sesi tanya jawab, seorang pendeta kampung menantang Dr. Zakir Naik untuk berdebat,
"Aku ingin berdebat denganmu, bukan satu hari, tapi tujuh hari, aku bisa menjawab semua argumentasimu tentang kekristenan"
Dr. Zakir Naik menjawab,
"Kau tau, ada ratusan hingga ribuan orang didunia yang ingin berdebat denganku, namun engkau juga harus tau, ada syarat yang harus dipenuhi untuk bisa berdebat denganku,
Aku mau berdebat dengan siapa saja yang dirinya dapat mengumpulkan setidaknya 10 ribu orang peserta, Jadi jika kau bisa mengadakan seminar publik yang didalamnya terkumpul setidaknya 10 ribu orang kristen, maka aku bersedia berdebat denganmu atau dengan siapapun (yang memenuhi kriteria tersebut)...
atau.. (jika kau tidak mampu) kau bisa memberikan materi (bahan debat) kepada pendeta/doktor kristen, semisal Billy Graham, kau tau Billy Graham? dia bisa mengumpulkan 100 ribu orang,
Kalau kau? kau siapa? aku bahkan tidak mengenalmu! buat apa aku membuang-buang waktu untuk melayanimu?!"
(Keterangan : Billy Graham adalah salahsatu Pendeta Kondang Tersohor yang ditantang oleh Zakir Naik, namun tidak ada jawaban)
Dr. Zakir Naik melanjutkan,
Tapi jika kau tetap ingin berdebat, datanglah ke Bombay (Pusat Yayasan IRF asuhan Dr. Zakir Naik), murid-muridku dengan senang akan menjawab semua argumentasimu, jangan khawatir, kami punya banyak murid...
Itulah yang aku katakan jika ada orang (yang tidak terkenal) menantangku, "Berdebatlah dengan muridku"
Kemudian, Dr. Zakir Naik menjelaskan,
"Jika ada yang ingin berdebatku, dengan izin Allah Ta'ala, kami bisa mengumpulkan 100 hingga 300 ribu peserta, makanya aku tidak mau berdebat denganmu, hanya akan menghabiskan waktuku, dan hanya akan membuatmu terkenal"
"Jadi beritahu aku jika kau mau datang, walau kau sudah berumur 69 tahun tidak masalah, murid-murid muda kami menunggumu, kau bisa datang dan kau bayar biaya sewa aulanya, oke? jika memang kau orang hebat, pasti banyak orang yang akan mau jadi sponsormu (memberi dana), jadi bagaimana pastur, kapan kau mau datang?
Pastur yang dari awal hanya melongo menjawab, "Jujur saja, aku tidak bisa mengumpulkan audien" tongue emotikon
-----
Pelajaran yang dapat dipetik dari jawaban Zakir Naik adalah,
Debat Agama Islam-Kristen tidaklah berguna jika tidak dilakukan oleh para Ahli dibidangnya, jika kita mendebat orang lain di sosmed hanya akan menjadi debat kusir dan saling hujat, tidak ilmiyah
Syaikh Ahmed Deedat atau Dr. Zakir Naik, mengadakan debat publik dengan pendeta tujuannya adalah 'menghabisi' para pendeta terkenal didepan ribuan pendukungnya sendiri (orang kristen), bahkan di zaman Syaikh Ahmed Deedat, beliau malah berdebat langsung di gereja-gereja..
Mungkin para pendeta yang didebat tersebut tidak sadar dan tidak mau mengakui akan kesesatannya walaupun semua argumentasinya kalah dibuat tidak berkutik,
Tapi apa efeknya? ratusan ribu bahkan jutaan orang kristen menjadi shock mengetahui betapa lemah dan amburadulnya konsep agama mereka, yang kemudian mereka merenung lalu sadar dan masuk islam...
Jadi, tidak ada gunanya berdebat di group-group sosmed, hanya akan menjadi debat kusir dan buang-buang waktu saja, tidak ada manfaatnya...
Adapun video-video debat yang tersebar, apa gunanya untuk kita yang muslim? salahsatu alasanya, yaitu supaya kita bisa sadar betapa beruntungnya kita terlahir muslim, terlahir dalam agama Islam, agama sempurna...
Jadi, dengan kesadaran itu, semoga dapat menjauhkan kita dan keluarga kita dari virus-virus liberal yang menganggap "semua agama sama", dan tentu saja dengan mempelajari Ilmu Islam itu sendiri,
Adapun mempelajari kitab-kitab orang kafir, maka ini tidak dibenarkan, kecuali dilakukan oleh pakarnya, oleh seorang yang 'alim dengan tujuan membantah orang-orang kafir,
Adapun kita yang tidak punya kepentingan, cukup mempelajari ilmu Islam, Al-quran dan As-Sunnah
------
SERU! Koleksi Paling Lengkap DVD Video Ahmed Deedat dan Dr. Zakir Naik [Total 7 DVD]

Telp / SMS / WhatsApp - 0813 2552 9798
PIN BB - 26AF3A8E

INFO Lengkap ~ >> www.DebatIslam.Com <<