PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

Bebas Finansial Ala Rosulullah

Bebas Finansial Ala Rosulullah

Kawan.., alkisah disebutkan bahwa pada suatu ketika ada seorang laki-laki yang dengan langkah gontai datang menghadap Rasulullah. Ia sedang didera problem finansial; tak bisa memberikan nafkah kepada keluarganya. Bahkan hari itu ia tidak memiliki uang sepeserpun.

Dengan penuh kasih, Rasulullah mendengarkan keluhan orang itu. Lantas beliau bertanya apakah ia punya sesuatu untuk dijual. “Saya punya kain untuk selimut dan cangkir untuk minum ya Rasulullah,” jawab laki-laki itu.

Rasulullah pun kemudian melelang dua barang itu.

“Saya mau membelinya satu dirham ya Rasulullah,” kata salah seorang sahabat.

“Adakah yang mau membelinya dua atau tiga dirham?” tanya Rasulullah.

Inilah lelang pertama dalam Islam. Dan lelang itu dimenangkan oleh seorang sahabat lainnya. “Saya mau membelinya dua dirham”

Rasulullah memberikan hasil lelang itu kepada laki-laki tersebut. “Yang satu dirham engkau belikan makanan untuk keluargamu, yang satu dirham kau belikan kapak. Lalu kembalilah ke sini.”

Setelah membelikan makanan untuk keluarganya, laki-laki itu datang kembali kepada Rasulullah dengan sebilah kapak di tangannya. “Nah, sekarang carilah kayu bakar dengan kapak itu…” demikian kira-kira nasehat Rasulullah. Hingga beberapa hari kemudian, laki-laki itu kembali menghadap Rasulullah dan melaporkan bahwa ia telah mendapatkan 10 dirham dari usahanya. Ia tak lagi kekurangan uang untuk menafkahi keluarganya.

Salman Al Farisi punya rumus 1-1-1. Bermodalkan uang 1 dirham, ia membuat anyaman dan dijualnya 3 dirham. 1 dirham ia gunakan untuk keperluan keluarganya, 1 dirham ia sedekahkan, dan 1 dirham ia gunakan kembali sebagai modal. Sepertinya sederhana, namun dengan cara itu sahabat ini bisa memenuhi kebutuhan keluarganya dan bisa sedekah setiap hari. Penting dicatat, sedekah setiap hari.

Nasehat Rasulullah yang dijalankan oleh laki-laki di atas dan juga amalan Salman Al Farisi memberikan petunjuk kepada kita cara dasar mengelola keuangan. Yakni, bagilah penghasilan kita menjadi tiga bagian; satu untuk keperluan konsumtif, satu untuk modal dan satu untuk sedekah. Pembagian ini tidak harus sama persis seperti yang dilakukan Salman Al Farisi.

KEPERLUAN KONSUMTIF

Untuk soal ini, rasanya tidak perlu diperintahkan pun orang pasti melakukannya. Bahkan banyak orang yang menghabiskan hampir seluruh penghasilannya untuk keperluan konsumtif. Tidak sedikit yang malah terjebak pada masalah finansial karena terlalu menuruti keinginan konsumtif hingga penghasilannya tak tersisa, bahkan akhirnya minus.

Yang perlu menjadi catatan, bagi seorang suami, membelanjakan penghasilan untuk keperluan konsumtif artinya adalah memberikan nafkah kepada keluarganya. Jangan sampai seperti sebagian laki-laki yang menghabiskan banyak uang untuk rokok dan ke warung, sementara makanan untuk anak dan istrinya terabaikan.

MODAL

Sisihkanlah penghasilan atau uang Anda untuk modal. Bahkan, kalaupun Anda adalah seorang karyawan atau pegawai. Sisihkanlah setiap bulan gaji Anda untuk menjadi modal atau membeli aset. Menurut Robert T. Kyosaki, inilah yang membedakan orang-orang kaya dengan orang-orang kelas menengah dan orang miskin. Orang kaya membeli aset, orang kelas menengah dan orang miskin menghabiskan uangnya untuk keperluan konsumtif. Dan seringkali orang kelas menengah menyangka telah membeli aset, padahal mereka membeli barang konsumtif; liabilitas.

Aset adalah modal atau barang yang menghasilkan pemasukan, sedangkan liabilitas adalah barang yang justru mendatangkan pengeluaran. Barangnya bisa jadi sama, tetapi yang satu aset, yang satu liabilitas. Misalnya orang yang membeli mobil dan direntalkan. Hasil rental lebih besar dari cicilan. Ini aset. Tetapi kalau seseorang membeli mobil untuk gengsi-gengsian, ia terbebani dengan cicilan, biaya perawatan dan lain-lain, ini justru menjadi liabilitas. Robert T Kiyosaki menemukan, mengapa orang-orang kelas menengah sulit menjadi orang kaya, karena berapapun gaji atau penghasilan mereka, mereka menghabiskan gaji itu dengan memperbesar cicilan. Berbeda dengan orang yang membeli aset atau modal yang semakin lama semakin banyak menambah kekayaan mereka.

Jangan dianggap bahwa aset atau modal itu hanya yang terlihat, tangible. Ada pula yang tak terlihat, intangible. Contohnya ilmu dan skill. Jika Anda adalah tipe profesional, meningkatkan kompetensi dan skill adalah bagian dari modal, bagian dari aset. Dengan kompetensi yang makin handal, nilai Anda meningkat. Penghasilan juga meningkat.

SEDEKAH

Jangan lupa sisihkan penghasilan Anda untuk sedekah. Mengapa? Sebab ia adalah bekal untuk kehidupan yang hakiki di akhirat nanti. Baik sedekah wajib berupa zakat maupun sedekah sunnah.

Apa yang dilakukan Salman Al Farisi adalah amal yang luar biasa. Ia bersedekah senilai apa yang menjadi keperluan konsumtif keluarganya. Jadi kita kita punya gaji atau penghasilan tiga juta, lalu kebutuhan konsumtif keluarga kita satu juta, kita baru bisa menandingi Salman Al Farisi jika bersedekah satu juta pula. Namun karena ada hadits Rasulullah yang menyebutkan bahwa sedekah satu bukit tidak dapat menyamai sedekah satu mud para sahabat, kita tak pernah mampu menandingi sedekah Salman Al Farisi.

Harta sejati kita yang bermanfaat di akhirat nanti adalah apa yang kita sedekahkan. Lalu mengapa kita membagi penghasilan kita menjadi tiga bagian; konsumsi, modal dan sedekah? Mengapa tidak semuanya disedekahkan? Sebab konsumsi dan modal sesungguhnya juga pendukung sedekah kita. Jika keperluan konsumsi kita terpenuhi, maka fisik kita relatif lebih sehat. Dengan fisik yang sehat, kita bisa beribadah dan bekerja yang sebagian hasilnya untuk sedekah. Mengapa perlu mengalokasikan untuk modal/aset? Karena ia akan semakin memperbesar pemasukan kita dan dengannya kita menjadi lebih mudah untuk bersedekah dalam jumlah lebih besar dan juga lebih banyak beramal.

Semoga Bermanfaat..

Ketika Jokowi Menentang ''Anarkisme''

Jokowi Menentang "Anarkisme" oleh FPI, Tapi Membela Anarkisme oleh "Relawan" PDIP

Lihatlah foto yang saya lampirkan. Saksikan perbedaan sikap yang sangat bertolak belakang. Jangan lupa saksikan pula cara Jokowi bereaksi, bahasa seperti apa yang ia gunakan. Rasanya aneh, seorang pemimpin sekelas Presiden mengeluarkan pendapat dengan gaya preman seperti itu.

Berikut saya copy paste sumber beritanya.

========================

Jokowi: Salah sendiri tvOne manas-manasin
http://www.merdeka.com/pemilu-2014/jokowi-salah-sendiri-tvone-manas-manasin.html

Merdeka.com - Kandidat presiden nomor urut dua Joko Widodo ( Jokowi ) meminta media massa tidak ikut memanas-manasi suasana kampanye pemilihan presiden (pilpres). Hal itu dikatakan Jokowi terkait adanya tindakan pengepungan salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta dan Yogyakarta oleh massa PDIP karena pemberitaan stasiun televisi tersebut yang dianggap menyudutkan Jokowi atas isu keterkaitannya dengan PKI.

"Tapi kan medianya ikut bantu manas-manasin. Salah sendiri manas-manasin. Makanya jangan ikut manas-manasin. Jangan sekali-kali salahkan relawan," kata Jokowi saat konferensi pers di Bandung, seperti dikutip dari Antara, Kamis (3/7).

Jokowi mengatakan dirinya tidak memiliki kontrol penuh atas tindakan para relawan maupun simpatisan meski dalam setiap kesempatan kampanye dirinya mengaku selalu mengingatkan relawan agar selalu sabar.

"Meski sudah saya sampaikan di mana-mana bahwa kejelekan harus dibalas kebaikan, tapi kan tidak mungkin semuanya bisa kita handle. Mungkin kali ini memang sudah keterlaluan sampai mereka bereaksi," kata Jokowi .

Jokowi mengaku sudah sangat terbuka pada media terkait silsilah keluarganya sehingga tidak ada lagi yang perlu dijelaskan.

"Sebenarnya kita kurang sabar apa? Sejak awal kita diamkan tapi yang terakhir ini penghinaan besar karena bukan hanya ditujukan pada saya tapi pada keluarga saya juga. Jumlah relawan itu ribuan tidak mungkin kita suruh sabar semua," katanya.

Sebelumnya, Kantor tvOne Biro Daerah Istimewa Yogyakarta disegel massa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Rabu malam. Penyegelan terkait pemberitaan yang dianggap menyudutkan partai itu.

[hhw]

=======================

Jokowi: Ormas yang Anarkis, Kita Gebuk
http://news.detik.com/read/2014/10/09/162959/2714466/10/jokowi-ormas-yang-anarkis-kita-gebuk

Jakarta - Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) menanggapi adanya ormas-ormas yang sering bertindak melanggar hukum. Jokowi memastikan ormas-ormas seperti itu harus ditindak tegas.

"Kalau tindak anarkis, jelas, gebuk, penegakan hukum," ujar Jokowi di Balai Kita DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (9/10/2014).

Menurut Jokowi, apapun ormasnya, jika sudah bertindak di luar aturan harus ditindak tegas. "Siapa pun yang anarkis, digebuk. Diartikan aja sendiri," katanya tanpa menjelaskan detil.

Sementara itu, terkait dengan status ormas Front Pembela Islam (FPI) yang disebut oleh Wakil Gubernur DKI tidak terdaftar di Pemprov DKI, Jokowi malah balik bertanya.

"Kenapa dibiarin?" ujar Jokowi tanpa melanjutkan pernyataannya.

(jor/mok)

 Blunder Pencitraan Adian Napitupulu oleh Kompas

Blunder Pencitraan Adian Napitupulu oleh Kompas


Demam pencitraan akhir-akhir ini melanda para pejabat negara di Indonesia. Tidak hanya terjadi pada wajah-wajah lama perpolitikan Indonesia namun juga melanda wajah-wajah baru perpolitikan Indonesia saat ini.


Pencitraan yang dilakukan tokoh-tokoh politik Indonesia melibatkan media-media besar yang ada, tentunya dengan bayaran yang besar pula. Hal ini bukan tanpa alasan, karena dengan melakukan hal ini maka hal-hal kecil menjadi hal besar, bahkan yang tak seharusnya menjadi berita tapi dibuat-buat sehingga menjadi berita yang menjadi seseorang seakan-akan sederhana, sering memperhatikan rakyat, dengan bahasa penuh kebohongan lainnya.



Hal inilah yang dilakukan oleh politisi yang baru masuk senayan dari partai yang bergambar kerbau dan bermoncong putih, PDIP Perjuangan, Adian Napitupulu. Sebagai orang yang katanya berperan dalam meruntuhkan titah orde baru, tentunya wajah Adian Napitupulu menjadi tidak asing bagi siapa saja, namun nyatanya dia tetap membutuhkan yang namanya pencitraan.



Mulai dari kata “Bajingan kalian semua” di akun twitter pribadi miliknya, menolak menginap di hotel mewah sampai dengan memakai jas murah ketika mengikuti pelantikan sebagai anggota DPR. Namun sayangnya, mungkin redaktur media, dalam hal ini KOMPAS.com mungkin masih baru dan belum begitu memahami dunia pencitraan yang sedang digelutinya yang menjadikan pencitraan menjadi lucu dan seakan menjadi pembodohan kepada rakyat.



Memanfaatkan kebiasaan rakyat Indonesia yang malas membaca, Kompas membuat judul berita dan isi berita yang bertolak belakang sehingga Adian tampak bak politisi yang merakyat dan sederhana. Padahal judul berita dan isi berita tidak nyambung sama sekali.



Mulai dari berita dengan judul “Ini alasan Adian pakai jas Rp 80.000,- di pelantikan DPR” (Baca: Ini Alasan Adian Napitupulu Pakai Jas Murah Dipelantikan DPR) yang membuat tertawa. Rasanya Adian tak perlu memberikan alasan kenapa harus menggunakan jas dengan harga Rp 80.000,- pada pelantikan. Karena memang tidak ada aturan yang mewajibkan menggunakan jas mewah pada saat pelantikan sebagai anggota DPR. Anehnya, wartawa Kompas justru membuat awalan berita bahwa Adian tak mau ambil pusing dengan aturan yang diberikan kepada anggota DPR yang baru. Jika ada anggota DPR lainnya yang membaca ini tentunya akan membuat mereka tertawa.



Kemudian berita dengan judul “Jadi anggota DPR, Adian Napitupulu tolak menginap di hotel mewah” (Baca: Jadi Anggota DPR, Adian Napitupulu Tolak Menginap di Hotel Mewah) yang lagi-lagi berasal dari media Kompas. Antara judul dan isi berita sangatlah bertolak belakang. Pencitraan seorang Adian justru sangat tampak di berita ini, dengan dikatakan menolak di hotel mewah, padahal sesungguhnya Adian Napitupulu menolak menginap karena dimintai deposit oleh pihak hotel sebesar 1 juta rupiah. Apakah karena tidak membawa uang pada saat tersebut atau justru sedang menunjukkan arogansinya pada pihak hotel sebagai anggota DPR, Adian menyebutkan “Logika saja, kami dipilih mengawasi anggaran negara ribuan triliun, mengawasi 17.000 pulau dan 200 juta lebih penduduk Indonesia. Masa pihak hotel tak percaya kami untuk urusan handuk, asbak, dan sandal hotel?”, lebih parahnya wartawan Kompas justru membuat redaksi Adian mengecam aturan dari pihak hotel tersebut.



Yang seharusnya berita ini menjadi pencitraan justru mengarahkan pembaca pada fakta sebenarnya, dimana Adian merupakan orang yang tidak bisa taat pada aturan dan justru bersifat arogan dengan membanggakan dirinya sebagai anggota DPR. Bagaimana nantinya dengan aturan-aturan lainnya yang menurutnya justru merendahkan harga diri seorang anggota DPR.



Dari hal di atas, tentunya menjadi contoh yang buruk ketika melakukan pencitraan, apalagi justru dengan dana dan bahan yang sangat pas-pasan, sehingga bukan citra yang diraih justru mempertontonkan kebodohan diri sendiri kepada publik.
Dilema Khatib Partisan

Dilema Khatib Partisan

Dilema Khatib Partisan

Drs. Cepluk Multikultur berseri-seri. Pasalnya, dia diminta menjadi khatib Idul Adha tahun ini. Di akun Facebooknya, Ustadz Cepluk, begitu biasa dia disapa, sudah nulis status panjang. Sekedar ngasih tahu bahwa dia akan naik mimbar tahun ini. Sekaligus ngundang jamaah fesbukiyyah nawarin mereka ikut solat dan bisa dengerin khutbahnya. Biar dapet pencerahan tulisnya. Apalagi jadi khatib tahun ini posisi Ustadz Cepluk sudah tidak seperti setahun lalu. Sekarang dia bukan lagi ustadz an sich, tapi tokoh kader partai yang sangat loyal, anggota dewan, deket dengan orang-orang gedean dan orang penting.

"Ini sangat strategis," pikirnya.

Apalagi saat panitia menyodorkan tema "Idul Quban Dan Revolusi Mental Melawan Kejahatan Sosial", Ustadz Cepluk sangat antusias.

"Oke, saya terima permintaan saudara. Tema yang saudara minta, cocok sekali dengan visi saya," sambut Ustadz Cepluk pada panitia.

Panitia mengangguk-angguk senang. Pasalnya, panitia juga punya target. Ustadz Cepluk itu sudah mulai tenar. Anggota dewan. Sering nongol di tivi pula. Saat dia jadi khatib nanti, pasti jama'ah membludak. Nah kalo jama'ah membludak, uang sumbangan jama'ah pastinya juga membludak.

"Tolong ya, nanti saat saya khutbah direkam."
"Baik, Pak. Kalo perlu rekaman videonya akan kami unggah di YouTube."
"Bagus!" sambut Ustadz Cepluk senang.

***

Sehari menjelang Idul Adha.

"Halo ustadz, saya Memet. Panitia salat Ied. Jangan lupa ya Ustadz, esok salat Ied jam setengah tujuh udah mulai. Ustadz khutbah."
"Lha? Besok khutbah?"
"Lha? Kan sebulan sebelumnya ustadz sudah menyatakan oke."
"Wadduh! Saya masih di Surabaya. Rapat konsolidasi partai. Kok, saya bisa lupa gini ya."

Twew!

Ustadz Cepluk memang super sibuk sejak sebelum pemilu legislatif. Sangat super sibuk menjelang pilpres. Untunglah calon presiden jagoannya menang telak. Nah karena sibuk jadi tim sukses dan menangani relawan, Ustadz Cepluk sampe lupa dia sudah punya janji jadi khatib Idul Adha tahun ini.
"Gimana dong Ustadz? Ribuan jamaah pasti kecewa kalo Ustadz batal naik mimbar. Bisa babak belur panitia."
"Jama'ahnya ribuan?"
"Perkiraannya begitu Ustadz. Promosi di Facebook dan Twitter ampuh. Sehari bisa lima puluhan yang konfirmasi nelpon panitia minta alamat lokasi salat. Belum lagi penduduk tiga kelurahan. Separuhnya saja yang hadir, sudah seribu dua ratusan."
Ustadz Cepluk melongo, tapi juga seneng. Lha, naskah khutbahnya bagaimana? Seketika Ustadz Cepluk mikir berat. Cling! Bohlam di kepalanya nyala. Idenya muncul. Ustadz Cepluk lega.
"Halo, jadi gimana Ustadz?"
"Oke oke. Malam ini juga saya terbang ke Jakarta. Tolong saya dijemput besok pagi."
"Baik, Ustadz. Syukron."

***

Ba'da Shubuh.

"Halo, Ustadz Noval?"
"Ya. Halo."
"Ustadz, Cepluk nih. Mao tanya, ente khutbah di mana pagi ini?"
"Oh Ustadz Cepluk. Saya di Maharaja. Ada apa?"

Ustadz Cepluk cerita ngalor ngidul ngetan ngulon. Ujung-ujungnya minta joinan teks khutbah. Noval maklum, bekas kawannya dulu itu sudah jadi orang penting. Banyak agenda sampe lupa bikin teks khutbah.

"Tapi, apa naskah saya cocok dengan Ustadz?"
"Ustadz bahas apa?"
"Berkorban kaitannya dengan revolusi mental."
"Wah, cocok, cocok. Tolong e-mailkan ya. Sekarang."
"Tapi ..."
"Udah engga usah tapi tapi. Saya tunggu. Oh iya, tolong ikhlaskan ya, naskah ustadz saya pake."

***

Lima menit menjelang salat.

Jamaah membludak. Jika dijumblah-jambleh, ada sekitar dua ribuan jama'ah. Panitia sudah menghitung-hitung, andaikan separuh saja jama'ah masing-masing berinfak 10.000, berarti sudah sepuluh juta infak terkumpul.
Lain panitia, lain Ustadz Cepluk. Ustadz Cepluk agak gelisah. i-Padnya sudah bolak-balik dibuka tutup. Rupanya e-mail dari ustadz Noval belom juga dia terima. Ustadz Cepluk sudah narik nafas berulang-ulang. Barulah matanya berbinar-binar lima menit menjelang salat saat i-Padnya bersiul tanda ada e-mail masuk. Waktu lima menit benar-benar waktu mepet. Saat i-Padnya dibuka, baru baca judulnya, imam sudah mau mulai takbir. Lega. Ustadz Cepluk sumringah.

Jama'ah terpukau. Khutbah Ustadz Cepluk luar biasa. Judulnya Revolusi Mental Ala Ibrahim 'alaihissalaam. Lama-kelamaan bahkan jama'ah pada heran, salut dan terharu.

"Sudah saatnya," seru Ustadz Cepluk, "umat meniru Ibrahim yang berani menghancurkan berhala dan maksiat, bukan malah mendukung maksiat. Berhala modern banyak wujudnya. Sekarang berhala itu bisa jadi jelmaan prostitusi. Dukung aparat menghilangkan praktek prostitusi, bukan malah jadi beking prostitusi," ucap Ustadz Cepluk dalam khutbahnya.

"Jika ada kelompok, organisasi, partai politik, LSM yang terang-terangan atau malu-malu mendukung si Dolly misalnya, mereka harus direvolusi mentalnya," lanjut Ustadz Cepluk lagi. Tapi suara Ustadz Cepluk mulai turun temponya.

"Berhala-berhala modern bisa juga berbentuk aliran-aliran sesat, kelompok pendukung nabi palsu, para phobia Islam, atau kumpulan orang-orang yang alergi dengan segala yang berbau larangan pornografi dan porno aksi, maka berhati-hatilah. Mereka-mereka itu lah yang perlu direvolusi mentalnya. Termasuk mental saudara-saudara juga perlu direvolusi jika saudara masih bergabung atau setuju dalam kelompok itu," tegas khutbah Ustadz Cepluk. Suara Ustadz Cepluk makin terus turun temponya.
"Berhala sekarang ini bisa jadi bentuknya adalah korupsi. Saudara-saudara, gunakan akal dan pikiran, jangan asal pilih, jangan asal ikut-ikutan, coba lihat itu, ada anggota dewan yang gagal dilantik karena kesangkut kasus korupsi. Kalau kemarin ada di antara kita yang memilih partai yang paling mererod koruptornya, mental saudara-saudara juga perlu direvolusi," sebut Ustadz Cepluk yang makin pelan suaranya. Tapi jama'ah malah antusias campur heran. Kok suara Ustadz Cepluk makin sirep.

Jama'ah terkesima. Mungkin kalau itu bukan khutbah, mereka pasti sudah bertepuk tangan riuh rendah.

"Sidang Ied rahimakumullah. Yang terakhir, Ibrahim itu santun, akhlaknya karimah dan ucapannya lembut. Ibrahim hanya tegas pada kemusyrikan, galak pada berhala dan segala yang menyekutukan Allah dan kemunkaran. Tetapi segalak-galaknya Ibrahim pada kemusyrikan, beliau tidak pernah kasar pada penyembah patung sekalipun. Memang patung-patung musyrikin itu dihancurkan. Tapi saat tangan-tangan kukuh Ibrahim menghancurkan berhala-berhala itu dengan liukkan kapaknya, mulutnya tidak mengumbar sumpah serapah, "Bangsat! Bajjingan kalian semua!" Tidak saudara-saudara. Jika ada manusia yang levelnya tidak lebih tinggi dari telapak kaki Ibrahim saja memuntahkan umpatan semacam itu, bukan hanya mentalnya yang wajib direvolusi, tapi mulut dan lidahnya harus diganti dengan yang baru. Hatinya harus direndam dengan byclean pemutih. Dan otaknya harus diinstall ulang."

Do'a.

Jamaah puas tercerahkan. Panitia puas infak melimpah. Apalagi ada sate kambing dan sup iga sapi jadi lauk istimewa hari itu. Hanya Ustadz Cepluk yang pucat pasi. Esoknya Ustadz Cepluk dikabari, videonya sudah diunggah di YouTube. Ustadz Cepluk mendadak meriang.

Selamat merayakan Idul Adha 1435 H.

Malam Minggu yang berkesan di rumah santri, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta, 2014.

ARTI KAFIR DAN BAGAIMANA SIKAP MUSLIM TERHADAPNYA


Kafir, berasal dari kata dasar yang terdiri dari huruf kaf, fa' dan ra'. Arti dasarnya adalah "tertutup" atau "terhalang". Secara istilah, kafir berarti "terhalang dari petunjuk Allah". Orang kafir adalah orang yang tidak mengikuti pentunjuk Allah SWT karena petunjuk tsb terhalang darinya. Kafir adalah lawan dari iman. Dalam Quran terutama surah an-Nuur, Allah SWT menganalogikan kekafiran dengan kegelapan, dan keimanan dengan terang benderang, serta petunjuk (huda) sebagai cahaya.


Kategorisasi manusia dalam hal mensikapi petunjuk dari Allah SWT memang hanya dua: Bertaqwa dan Kafir (lihat surah Al-Baqarah ayat 2 sd 6). Dan kelompok kafir sendiri ada beberapa macam lagi, misalnya menurut sikap terhadap kitab-kitab yang pernah diturunkan: ada "Ahli Kitab" dan ada "Musyrikin" (lihat surah Al-Bayyinah). Sementara dalam hal kesadaran mereka terhadap kebenaran adapula kategori "fasik", yaitu mereka yang sudah faham mana yang benar dan mana yang salah tapi tetap saja melakukan kerusakan (Al-Baqarah ayat 26 dan 27).


Diantara orang yang mengaku beriman sendiripun ada orang-orang yang ingin menipu Allah dan ingin menipu orang-orang beriman lainnya, yaitu mereka pura-pura iman padahal mereka ingkar ... mereka disebut kaum "munafik" (Al-Baqarah ayat 8 sd 20).

Bagaimana menyikapi orang-orang kafir tsb? Mari ikuti lagi tuntunan Quran:

1. Berusaha menghilangkan "penutup" yang menyebabkan mereka kafir, dengan cara mendakwahi mereka.

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik..." (QS.16:125)
"Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka..." (QS.42:15)

2. Tetap berbuat baik terhadap mereka, terutama yang memiliki hubungan kekerabatan.

"Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, ..." (QS.31:15)
keterangan: ayat ini berbicara tentang orangtua yang kafir, dan kita tetap diperintah untuk memperlakukan mereka dengan baik.

"Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan." (QS.76:8)

keterangan: adapun "orang yang ditawan" dalam ayat ini juga tiada lain adalah orang-orang kafir.

"Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." (QS.60:8)


3. Tidak memaksa mereka untuk menjadi muslim.

"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat..." (QS.2:256)
"Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir..." (QS.18:29)
"Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya..." (QS.2:272) 

4. Berbuat adil dan tidak mendzalimi mereka, selama mereka tidak memerangi muslimin.

"Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." (QS.60:8)
"...Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa..." (QS.5:8)
"Doa seorang yang teraniaya (diperlakukan tidak adil), meskipun ia orang kafir, tidak ada tirai yang menutupinya (untuk dikabulkan)." (HR. Ahmad dalam "musnad"nya).

5. Memerangi mereka, tatkala mereka memerangi muslimin. 

"Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu; dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. 


Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.

Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim." (QS.2:190-193)

"Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu, (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah..." (QS.22:39-40) 

6. Tidak menjadikan mereka sebagai kawan, pemimpin atau penolong, kalau mereka memerangi muslimin.

"Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (QS.60:9) "Janganlah orang-orang mu'min mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu'min. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah..." (QS.3:28)
keterangan: "wali" bentuk jamaknya adalah "auliyaa" yang artinya teman yang akrab, pemimpin, penolong atau pelindung. 

"Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong," (QS.4:89)


7. Menyambut tawaran damai dari mereka setelah terlibat peperangan.

"tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu (menyerah) maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka." (QS.4:90)

"Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS.8:61)

Mengenai hubungan dengan non-muslim, Quran telah secara jelas membedakannya, dan membagi kaum kafir itu menjadi dua golongan:

A. Golongan "Muharribin" (yang memerangi)

Yaitu kafirin yang memerangi umat Islam karena agama mereka, yang mengusir muslimin dari kampung-kampung halaman mereka, dan yang membantu pihak-pihak yang mengusir atau mendlzalimi ummat Islam. Termasuk disini juga mereka yang menghalangi muslimin dari melaksanakan kewajiban syari'at. 


Terhadap golongan ini, ummat Islam wajib memberlakukan point no.5, 6 dan 7.

B. Golongan "Musalim" (yang berdamai) atau Golongan "Mu'ahidin" (yang membuat perjanjian).

Adalah kaum kafirin yang tidak terlbat pada setiap usaha yang ada di penjelasan point.B, dan sama sekali tidak turut andil dalam konspirasi apapun untuk memusuhi muslimin. (Lihat lagi Surah Al-Mumtanah ayat 8-9).

Terhadap golongan ini, ummat Islam harus melaksaknakan point.1 sd 4.
Golongan ini,juga dibagi dua klasifikasi lagi, yaitu: 

  1. Mereka yang mempunyai perjanjian damai sementara. maka terhadap mereka diwajibkan untuk menjaga perdamaian itu dan melindungi mereka sampai batas waktu perjanjiannya habis.
  2. Mereka yang mempunyai perjanjian tetap selama-lamanya. Merekalah yang disebut sebagai "Ahlu Dzimmah", yaitu orang-orang yang mendapat jaminan Allah SWT, jaminan Rasul SAW, dan jaminan dari komunitas muslimin.

Dalam level negara/pemerintahan, Ahlu Dzimmah memiliki hak sebagaimana hak kaum muslimin (termasuk politik), dan memiliki kewajiban sebagaimana kewajiban muslimin (kecuali dalam hal yang menyangkut konsekuensi syari'at masing2). Ahlu Dzimmah wajib dibela dan dilindungi sebagaimana muslimin membela dan melindungi saudaranya sesama muslim. 


Amirul Mukminin 'Umar ibnul Khattab pernah menghapus istilah "Jizyah" bagi Ahlu Dzimmah dari nasrani arab Bani Taghlib, ketika mereka keberatan pungutannya disebut demikian. Dan pungutan tsb oleh 'Umar disebut sebagai "zakat" sesuai permohonan mereka agar tidak dibedakan dari kaum muslimin. Khalifah 'Umar menyetujui permohonan ini sambil mengatakan "Mereka itu orang yang dungu, mereka rela muatan artinya, dan menolak namanya." (Fiqhuz Zakat II/708). 


Imam Al-Auza'i mendukung dan bersama Ahlu Dzimmah di Libanon yang bersikap menentang seorang gubernur dari kerabat dinasti Abasiyah yang berlaku tidak adil.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah menghadap Kaisar Mongol Timur Leng dan meminta pembebasan tawanan. Ketika Timur Leng menawarkan hanya membebaskan tawanan yang muslim, Ibnu Taimiyah menolak hal itu, kecuali Timur Leng mau membebaskan juga Ahlu Dzimmah yang ditawan bersama kaum muslimin.
Melihat aturan Islam terhadap kaum kafir, dan bukti-bukti sejarah pelaksanaan hal ini, maka toleransi mana lagi yang lebih tinggi kecuali toleransi yang diajarkan oleh Quran dan Sunnah??


KAFIR BY @HAFIDZ_ARY

Kafir itu tdk muslim. Sesederhana itu.

Masih ada aja yg meributkan "kafir" ... Luar biasa Allah swt memilih kata kafir ... Meski "kafir" org ndak mau dipanggil "kafir"

Saking gak suka nya disebut "kafir" dimunculkan istilah "suka mengkafirkan yg berbeda"

Kemudian membuat imajinasi bahwa kita "mengkafirkan" yg berbeda pendapat ... Atau skedar berbeda pilihan partai politik

Padahal "kafir" itu kosa kata alquran milik internal islam utk mengklasifikasikan org di luar Islam . Sesederhana itu

Ini seperti org Indonesia punya istilah WNI dan WNA utk mengklasifikan org internal atau eksternal. 
Dlm Islam istilahnha muslim dan kafir

Warga internal Indonesia disebut WNI , warga internal Islam disebut muslim.

Warga eksternal Indonesia disebut WNA, warga eksternal Islam disebut kafir. Sesederhana itu

Sbgmn ada perbedaan hak dan kewajiban WNI dan WNA , ada perbedaan Hak dan kewajiban muslim dan kafir

WNA ada larangan jadi PNS , laki2 kafir ada larangan utk menikahi wanita muslim.

Krn WNA tdk boleh jd PNS maka si NA boleh kita zalimi? Ga boleh. Krn kafir gak boleh menikahi muslimah, maka kafir boleh dizalimi? Gak

Meski ada istilah WNI dan WNA, namun WNI tetap harus berlaku baik thdp WNA. Meski ada istilah muslim dan kafir, muslim aajib baik pd kafir

Kalo WNA nya menzalimi atau memerangi WNI ? Baru boleh diperangi | kalo kafirnya memerangi muslim? Baru boleh diperangi. Sesederhana itu

Kenapa harus sewot dg istilah "kafir"? Apa org asing sewot dg istilah "WNA" ?

Kalo si WNA nya ini baik, dermawan, jujur apa msh tetap disebut WNA ? Ya . Gak boleh disebut 
WNI? Ya.

Apa kalau si kafir nya ini melakukan kebaikan spt dermawan, jujur , santun harus tetap dianggap kafir? Iya. Gak boleh dianggap muslim? Ya

Krn istilah WNI dan WNA bukan soal dermawan dan baik , tp soal internal eksternal Indonesia. 

Begitu juga soal muslim kafir

Sebaik2nya WNA tdk mengubah statusnya jd WNI ... Krn ini cuma ttg internal eksternal. Sebaik2nya kafor tdk mengubah statusnya jd muslim

Gimana cara WNA bs jd WNI? Tdk dengan menjadi jujur, baik hati dan tdk sombong, tp diurus administrasi yg disyaratkan jd WNI

Sebagaimana WNA mau disebut WNI ada prosdurnya , maka jk org kafir mau disebut muslim juga ada prosedurnya. Dg jd jujur dan baik hati? Bukan

Gimana supaya seorang kafir jd disebut muslim? Prosedurnya ya syahadat

Kalo ada WNA bilang "kan sy jujur dan baik hati, kenapa sy masih dibilang WNA?" ... Maka jelas ini WNA yg bodoh... Gak ngerti cara jd WNI

Begitupun kalo ada kafir yg bikang gitu ..,"si ini kan dermawan, kenapa gak bs disebut muslim?" ... 

Yg bicara ini gak ngerti

WNA yg ikut campur ttg aturan internal Indonesia ttg WNI dan WNA adalah WNA yg bodoh. 

Termasuk jk kafir yg ikut campur ttg definisi kafir

Kemudian si WNA ribut mengubah definisi WNI , bahwa siapapun yg jujur, baik hati dan tdk sombong adalah WNI ��

WNA kok ikut campur ttg definisi internal indonesia ttg WNA . 

Kafir kok ikut campur ttg definisi internal Islam ttg kafir

Sedermawan dermawannya org kafir bahkan dia hibahkan harta sepenuh bumi, tdk mengubah status kekafirannya.

Sebaik2nya amal seorang kafir , tdk mengubah status kekafirannya jk tdk syahadat.

Sedermawan dermawannya seorang WNA , tdk mengubah statusnya sebagai WNA. Krn WNI WNA bukan soal dermawan

Kan si WNA ini berjasa utk banyak manusia Indonesia? Kok gak bs disebut WNI? Karena WNI dan WNA bukan soal berjasa atau tdk
WNI dan WNA soal status kewarganegaraan , sama dg muslim dan kafir , ini soal status "kewarganeraan"

Sejahat2nya WNI tdk mengubah status jadi WNA . Sejahat2nya tindakan muslim tdk mengubah status jd kafir, kecuali mengerjakan amal kekafiran

Di dunia ... Status muslim kafir , mirip dg WNI WNA . Di akhirat yang gak mirip ... Berbeda sekali

Apakah WNI boleh memaksa WNA jd WNI? Gak. Sama juga ... Muslim gak boleh maksa kafir jd muslim.
WNI wajib berbuat baik kpd WNA, muslim juga wajib berbuat baik kpd kafir.

Boleh gak WNI bergaul dan bekerjasama dg WNA dlm urusan kebaikan? Boleh. Muslim juga diperbolehkan bekerjasama dg kafir dlm urusan kebaikan

Dalam soal keadilan hukum apakah WNI punya hak yang sama? Ya .. Begitupun dg muslim dan kafir ... Soal keadilan muslim dan kafir py hak sama
WNI memandang WNA sbg manusia .. Muslim juga memandang kafir sbg manusia. Beda dg yahudi yg memandang diluar yahudi sbg binatang

Sama juga dg dulu org2 kulit putih memandang kulit hitam sebagai binatang atau manusia yg belum selesai evolusinya. #darwinismesosial

Thdp perlakuan di dunia ... Kafir gak usah khawatir dg status kafir . WNA juga gak perlu khawatir dg stafus WNA nya

Yg harus dikhawatirkan dr kekafiran adalah khidupan setelah kematian, juga dampak kehidupan dunia jk tdk hidup dg aturan Islam.

Terkait perlakuan muslim akibat status kekafiran sih gak usah dikhawatirkan .. Ini seperi WNI dan 
WNA aja kok.

Yg hrs dikhawatirkan kafir akibat kekafirannya bukan perlakuan muslim thdp kafir , tp dampak kehidupan si kafir akibat tdk diatur oleh Islam

Apakah WNI akan otomatis jd wna ketika memaksa WNA jd WNI ? Gak lah , WNI dan WNA bukan tentang maksa memaksa

Jd gak usah pusing dg istilah muslim kafir karena sebab diskriminasi ... Yg harus pusing adalah hidup tanpa aturan Islam dan hidup setelah mati

Gak usah memusingkan dampak perlakuan muslim akibat kafir , krn dlm pergaulan sikap muslim ke kafir nyaris ga ada beda dg muslim ke muslim

Yg harus dipusingkan dr kekafiran adalah kenapa kok bs meyakini kekafiran ... Bukankah hal tsb bikin konflik di akal?

Kenapa tuhan tiga ? Kenapa manusia yg lemah dan tdk tahu sekaligus jd tuhan yg Maha Kuat dan Maha Mengetahui? Ini kontradiktif

So ... Yg harus dipusingkan adalah "kok bisa2nya akal menerima gagasan kekafiran yg isinya kontradiksi dimana2?

AYO HAPUS PROSTITUSI DI INDONESIA

Mayoritas perempuan yg terlibat prostitusi mengalami PTSD (Post Traumatic Syndrome Disorder) atau Stress Pasca Trauma. GangguanJiwa

Penelitian menyebutkan bahwa INDIKATOR gangguan mental yg muncul pada prostitusi menyerupai bentuk-bentuk gangguan pada KEKERASAN SEKSUAL!
Indikator gangguan mental pada kekerasan seksual yang juga terdapat pada perempuan pelaku prostitusi, seperti...

Pelaku prostitusi ~ Korban kekerasan seksual.
Mengalami kesulitan untuk menjadi intim dengan orang lain.
Indikator

Selain itu pelaku prostitusi atau korban kekerasan seksual sering mengalami kilas balik ke masa lalu.
Mimpi buruk juga sering hadir dalam tidurnya.
Harus diakui juga bahwa pelaku prostitusi sering mengalami ketakutan yg tidak wajar!
Pelaku prostitusi seperti orang yg sedang "berduka" ~ Mempunyai emosi yang terluka.
Pelaku prostitusi juga punya gangguan mental yg lain!
Penelitian di Irlandia menyebutkan bahwa 38% perempuan yg terlibat prostitusi punya kecenderungan BUNUH DIRI!

25% perempuan yg terlibat prostitusi menderita DEPRESI.
Perempuan yg terlibat prostitusi hampir TIDAK mempunyai cara untuk mempertahankan diri.
Perempuan yang terjerumus prostitusi mengalami DISOSIASI.
Psikologi

Disosiasi ~ Suatu mekanisme pertahanan alam bawah sadar untuk melupakan peristiwa traumatik dan menakutkan.
Terjadi pula pada perempuan yg diperkosa!
Secara tidak sadar menutupi kepribadian aslinya & menjadi pribadi yg lain.
Penelitian di Zurich pada prostitusi di Eropa, Asia & Afrika menunjukkan bahwa mereka termasuk dalam masalah kesehatan utama negara2 disana.
Secara umum masalah kesehatan mental perempuan yg terlibat prostitusi PASTI berkaitan dengan beraneka jenis bentuk kekerasan!

Harus kita sadari bahwa prostitusi berefek pada masyarakat luas!
Sama seperti mencuri (korupsi) ! :(

Kembali ke penelitian tentang prostitusi.

Mari sahabatku semua cermati. Saya tunjukkan yg sebenarnya terjadi dengan kejiwaan saudari kita pelaku prostitusi

Cluster 1: Perempuan bekerja penuh waktu dlm prostitusi outdoor ~ Mengalami kekerasan dan pemerkosaan.
Cluster 2: Perempuan prostitusi yg bekerja di salon, cafe, hotel & sejenisnya.
Cluster 3: Perempuan asli EROPA yg berada di lingkungan prostitusi.
Cluster 4: Perempuan NON EROPA yg berada di kompleks / lingkungan prostitusi ~ Cermati ini! 
Lihatlah saurdariku!!!

Kaget?
Perempuan non Eropa ~ Termasuk ASIA di kompleks prostitusi ternyata mengalami tingkat gangguan mental tertinggi dibanding yg lain!
Kalau saya tidak salah ada di pelajaran semasa SD. INDONESIA itu termasuk ASIA kan ya?
Ada juga yg pasti komentar:
"Itu kan minoritas , prostitusi itu SEDIKIT. Bukan prioritas utama bangsa untuk diurus"
Wahai saudariku yg kucinta.
Wahai saudaraku yg kuhormati.
Mari kita lihat sesedikit apa prostitusi di Indonesia.
Sumber ILO-IPEC tahun 2007
Pelaku prostitusi di bawah 18 tahun
1244 anak di Jakarta
Bandung 2511
Yogyakarta 520
Surabaya 4990
Semarang 1623

Jumlah asli bisa beberapa kali lipat lebih besar ~ Banyak prostitusi tersembunyi, ilegal dan tidak terdata.

Masih mau bilang prostitusi tidak layak jadi prioritas untuk diatasi?
Sebelum Indonesia ikut-ikutan mendukung prostitusi
Saya kisahkan yg terjadi di negara tetangga.
Canada legalkan prostitusi tapi...
UU Canada terbukti tidak efektif mengurangi prostitusi dan melindungi perempuan prostitusi.
Yang melegalkan prostitusi terbukti tidak dapat mengontrol tindakan kriminal yg berbanding lurus dengan banyaknya prostitusi !
Yang melegalkan prostitusi tidak mampu melindungi perempuan dari kekerasan. Pelegalan justru meningkatkan sex trafficking!

Itu kegelisahan negara-negara Eropa!
Mereka menuai penyakit sosial karena prostitusi yg membudaya!
Lain dengan negara eropa lainnya...
Karena kegelisahan penyakit sosial yg makin membudaya.
Contoh; Swedia melakukan tindakan!

Di Swedia, anak2 diajarkan di sekolah ~ Menjajakan sex tdk hanya ilegal, tapi juga tdk dapat diterima <~ Kekerasan thd perempuan
Swedia dengan Undang-undang ~ TIDAK BOLEH melakukan tindakan prostitusi meski dengan alasan by choice (atas pilihan pribadi)!

UU Swedia fokus pada HUKUMAN untuk pengguna jasa prostitusi, perempuan prostitusi dan trafficers-nya / germonya!
Tegas!

Bagi Swedia, TIDAK ADA PILIHAN!
Alih-alih mencoba untuk mengelola / mengendalikan prostitusi, mereka bertekad untuk MENGHAPUS prostitusi!
Swedia menetapkan langkah-langkah HUKUM dan SOSIAL untuk mencabut akar-akar eskploitasi seksual. prostitusi
Top!

Sampe sini, saya tanya lagi nih...
Mau ikutan melegalkan prostitusi diikuti penyakit sosial!
Atau semangat menghapus?

Swedia dianggap paling berhasil oleh negara-negara eropa lainnya dalam menanggulangi protitusi

Cara efektif Swedia yg dilakukan adalah dengan MENGHUKUM semua orang yg berhubungan dengan prostitusi

Pendekatan Swedia ini (Hukum & Sosial) sudah mulai diikuti oleh negara lain yaitu Norwegia juga Islandia.

Cara Swedia sedang dipertimbangkan untuk dijalankan oleh negara tetangga lainnya yaitu Perancis & Irlandia.

Bahkan ISRAEL juga ingin ikutan cara Swedia untuk menghapus prostitusi (dalam pertimbangan).
Jarang-jarang saya suka cara mikir ISRAEL (pertimbangan penghapusan prostitusi). Hehehe :p
Negara-negara itu sudah mengalami kehancuran karena penyakit sosial!
Mereka ingin memperbaiki!
Sejarah mau di ulang Indonesia?

Saya yakin saudari-saudariku pelaku prostitusi bukan perempuan-perempuan yg mudah putus asa.

Saya yakin saudari-saudariku pelaku prostitusi bisa menjadi perempuan mulia!

AYo Stop Prostitusi sekarang juga....!