PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

Ideologi Dalam Kaos Oblong Che Guevara

SIAPAPUN kita, tampaknya pernah memakai kaos oblong. Tua-muda, lelaki dan permepuan. Jika tidak di rumah, ya di ruangan publik. Ya, kaos oblong mmemang simpel, tidak ribet, adem, dan terutama murah-meriah. Jika kita perhatikan, apa saja yang biasanya ada di sebuah kaos oblong?

Banyak! Mulai dari pabrik kata-kata humor, sekadar teraan nama warehouse yang mengeluarkan produk tersebut, juga gambar-gambar tokoh-tokoh terkenal. Mulai dari Britney Spears, Madonna, Slank, sampai yang paling sering Che Guevara. Nah, nama yang terakhir ini, sepertinya bisa dikatakan sebagai “ikon” kaos oblong yang paling sering nongol, dan tentunya disuka.

Kita memang tidak kenal Che Guevara. Tapi jika selewat, dari kaos-kaos yang banyak dipakai anak muda dari buku-bukunya, lumayan akrab juga. Apa boleh buat, Che Guevara telah menjadi tokoh legendaris abad XX dan XXI. Dia jadi ikon revolusi yang potretnya melekat di kaos oblong, poster, pin, dan aksesori lainnya. Kalimat “Hasta la victoria siempre!” yang ditulisnya kepada Fidel Castro saat meninggalkan Kuba telah menjadi salam heroik anak-anak muda. Entah kenapa, Che menjadi begitu idolized di kalangan remaja.
Pada usia empat tahun Che diboyong keluarganya ke Kordoba dan tinggal di kota Alta Gracia. Di sinilah Che menghabiskan masa kecilnya. Tapi, tidak seperti kebanyakan anak pada umumnya, Che tidak bisa mengikuti sekolah dasarnya hingga ia berusia tujuh tahun. Penyakit asma yang dideritanya memaksa Che untuk tinggal di rumah. Baru pada tahun-tahun berikutnya Che bisa mengikuti pelajaran di sekolah. Di sinilah, pada usia 11 tahun, debut politiknya tampak dengan mengorganisir kawan-kawannya untuk menyerang setiap lampu tunggal di seluruh kota dengan ketapel. Saat itu para pekerja lampu melakukan pemogokan di seluruh provinsi dan sebuah perusahaan berupaya menyewa orang untuk menghentikannya.

Semenjak kecil, sampe remaja, Che sudah diset untuk jadi seorang ideolog. Hidup Che dihabiskan dari satu rapat ke rapat yang lainnya. Dari satu “pembinaan” ke “pembinaan” lainnya yang tidak pernah henti-henti. Waktu istirahat Che lebih sedikit daripada anak-anak remaja seusiannya. Dan waktu belajar Che lebih banyak daripada anak-anak seusianya. Hingga akhirnya jadilah Che seorang sosialis dan komunis sejati.
Ada yang lebih hakiki ketika mengenakan sebuah kaos oblong. Jangan sekadar mengenakan belaka, tapi kita tidak peduli dengan apa yang ada dalam kaos tersebut. Kaos itu—apapun, mencerminkan siapa dan bagaimana diri kita pada lingkungan sekitar. Apalagi kita sebagai seorang Muslim yang mestinya punya sikap dan pilihan yang konsisten. Jadi, jelas, kita sebagai orang Islam akan dengan bangga make kaos oblong dengan gambar Che Guevara? Karena kaos oblong itulah, ideologi kita!
Label artikel Anti Komunisme | Bicara Tentang Kearifan Lokal judul Ideologi Dalam Kaos Oblong Che Guevara...By : PEDULI FAKTA
Ditulis oleh: Peduli Fakta - Selasa, 08 April 2014

Belum ada komentar untuk "Ideologi Dalam Kaos Oblong Che Guevara"

Posting Komentar