PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

Kemenangan Rakyat Dirampas oleh KPU !!!

Bismillahirrahmaanirrahiim.

PeduliFakta.Blogspot.com ---Kemenangan di depan mata yg tiba tiba dirampas. Hasil tabulasi format C1 TNI/Polri, menunjukkan Prabowo-Hatta sudah unggul 54 % lawan Jokowi-JK dengan 46 %. Ini sangat nyata, sampai akun TM2000 sudah buru-buru memberikan ucapan SELAMAT kepada Prabowo Hatta. Artinya, peluang kemenangan itu sudah dikonfirmasi.

Begitu juga dengan rekap format C1 PKS juga menunjukkan hal itu, sehingga Pak Hidayat Nur Wahid menegaskan kemenangan pasangan Prabowo-Hatta. Harus dicatat, rekap PKS cukup obyektif, termasuk ketika mereka mengalami “kekalahan” dalam Pemilu Legislatif April 2014 lalu.

Allah Tidak Menyukai Orang-orang Khianat
Allah Tidak Menyukai Para Pengkhianat
Tapi semua itu tiba-tiba DIRAMPAS oleh KPU dengan dalih: “Kalo gak setuju silakan gugat ke MK” atau “pihak yg kalah harus legowo”. Ini benar-benar sangat menyakitkan.Perjuangan rakyat, dengan segala pengorbanan, kelelahan, penderitaan, dan sebagainya; tiba-tiba dirampas begitu saja. Kemenangan di depan mata, tiba-tiba direnggut dengan sangat zhalim. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.
Sebagai wasit dan panitia pemilu, KPU penuh dengan tikus-tikus penipu. Husni Kamil bukan sosok netral, dia dekat dengan Jusuf Kalla dan tim sukses pro Jokowi. Hadar Gumay pernah mmbocorkan soal debat capres. Seorang hacker tertentu menjelaskan betapa parahnya sistem rekapitulasi online KPU. Umumnya para user KPU memakai akun gratisan untuk masuk ke sistem IT-nya. Masya Allah, apa gunanya dana triliunan rupiah? Kok masih pakai akun gratis?

Tentu kita masih ingat peristiwa “surve yg ditukar” kemarin. Ketika data quick count di MetroTV dalam hitungan beberapa menit brubah drastis, jadi Jokowi 52% dan Prabowo 47 %. Hanya dalam hitungan menit, kemudian diikuti oleh publikasi quick count lainnya.

Ingat juga kedatangan Clinton secara mendadak ke Jakarta. Mau apa Anda Pak Clinton? Mau mengurusi masalah Monica Lewinsky lagi? Tidak ada angin, tidak ada badai, tiba-tiba datang ke Jakarta.

Ingat juga ancaman-ancaman kerusuhan jika Jokowi kalah, sampai membuat TNI/Polri menerapkan status siaga I di Jakarta. Lalu fakta ditangkapnya 37 hacker asal Korea-China di Semarang. Belum terjadi kejadian seperti ini sebelumnya. Untuk apa mereka di sini? Mau ikut ibadah Ramadhan? Aneh.
Satu ksimpulan: “Semua ini adalah makar besar-besaran untuk merampas pilihan rakyat Indonesia, agar NKRI tidak pernah MERDEKA selamanya.”

Satu kata: L A W A N !!!

Dengan ucap Bismillah dan mengharap pertolongan-Nya. Allahu Akbar !!!

Kita siap kalah jika JUJUR caranya. Jika MENIPU dan CURANG…dapat dipastikan negeri ini akan SEMAKIN HANCUR karena KORUPSI. Ingat penipuan dan kecurangan adalah dasar pemerintahan KORUP. Anda mau berharap apa dari pemerintahan yang dibangun di atas kecurangan dan penipuan?

Sebelum rakyat Indonesia lebih menderita lagi, mari kita lawan PERAMPASAN KEMENANGAN ini.

Kalau kita menunda atau membiarkan mereka menang dengan jumawa: apakah dalam 5 tahun ke depan kita tidak akan dicurangi lagi? Siapa menjamin bahwa mereka akan lebih jujur pada 5 tahun lagi? Jangan-jangan setelah itu mereka akan gunakan semua aset-aset keamanannya untuk memberantas lawan-lawan politik. Nas’alullah al ‘afiyah.

Innallaha laa yahdi kaidal kha’inin” (sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk pada tipu daya orang-orang khianat).

By Abah.

Sumber: pengembangan dari status di akun Facebook.

http://abisyakir.wordpress.com/

http://pedulifakta.blogspot.com/2014/07/beredar-video-amatir-kecurangan-pilpres.html

http://pedulifakta.blogspot.com/2014/07/beredar-foto-ketua-kpu-bersama-timses.html

http://pedulifakta.blogspot.com/2014/07/skandal-kejahatan-it-kpu-di-bongkar.html

http://pedulifakta.blogspot.com/2014/07/video-fakta-hasil-pilpres-2014.html

Label artikel Joko Widodo | Jokowi | KPU | PILPRES | Prabowo | video judul Kemenangan Rakyat Dirampas oleh KPU !!!...By : PEDULI FAKTA
Ditulis oleh: Peduli Fakta - Sabtu, 26 Juli 2014

1 Komentar untuk "Kemenangan Rakyat Dirampas oleh KPU !!!"

Posting Komentar