PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

"Mengapa Kita Harus Merapatkan Shaf Ketika Sholat?" by @IslamDiaries


PeduliFakta.Blogspot.com -- Masih semangat kan? Yuk ah.. Jangan malas...
Wahai diri yg msh memamerkan menu sahur & berbuka. Ingat, dibelahan bumi lain msh ada yg semangat Puasa walau tanpa hidangan sahur & berbuka
Jika kamu dijauhkan dari perbuatan maksiat, maka itu adalah kenikmatan besar bagimu.
1. Bismillah. Rapatkan shaf dalam sholat. Maksudnya apa ya? Ini termasuk sesuatu yang penting loh...
2. Banyak loh orang2 yang sholat di Mesjid2 sekarang ini yang tidak rapatkan shaf nya? Apa benar? Kita bahas ya..
3. Agar dapat melaksanakan shalat berjamaah sesuai dengan syariat, imam maupun ma'mum, tidak lepas dari keadaan berikut ini :
4. 1). Ma'mum sendirian bersama imam (dalam hal ini, imam dengan satu orang ma'mum)
5. Bila seseorang berma'mum sendirian, maka posisinya berdiri di samping kanan SEJAJAR dengan imam.
6. Dasarnya adalah, kisah Ibnu Abbas dalam shalat bersama Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam yang berbunyi :
7. "Ibnu 'Abbas berkata: "Lalu aku bangun dan berbuat seperti yang beliau perbuat.
8. Kemudian aku pergi dan tegak di sampingnya, lalu beliau menempatkan tangan kanannya di kepalaku dan mengambilnya,
9. dan menarik telinga kananku, lalu shalat dua rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian dua rakaat,
10. kemudian dua rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian witir". [Muttafaqun 'alaihi]
11. 2). Imam bersama dua orang ma'mum.
12. Apabila imam mendapatkan ma'mum dua orang, maka hendaklah kedua ma'mum itu berdiri di belakang imam membentuk satu barisan.
13. Hal ini didasarkan pada hadits Jabir yang panjang, yang sebagiannya berbunyi:
14. "Kemudian aku datang sampai berdiri di sebelah kiri Rasulullah,
15. lalu beliau memegang tanganku dan menarikku hingga membuatku berdiri di sebelah kanannya.
16. Kemudian datang Jabbaar bin Shakhr, lalu ia berwudhu kemudian berdiri di sebelah kiri Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam,
17. lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memegang tangan kami dan mendorong kami hingga membuat kami berdiri di belakang beliau
18. [HR Muslim dalam Shahih-nya, no. 5328].
19. Perkara yang harus diperhatikan dengan serius dan tidak boleh diremehkan adalah permasalahan lurus dan rapatnya shaf (barisan shalat).
20. Masih banyak kita dapati di sebagian masjid, barisan shaf yang tidak rapat dan lurus
21. Dijelaskan di dalam hadits dari sahabat Abu Abdillah Nu’man bin Basyir, beliau berkata
22. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
23. “Hendaknya kalian bersungguh- sungguh meluruskan shaf-shaf kalian
24. atau Allah sungguh-sungguh akan memperselisihkan di antara wajah-wajah kalian” (HR. Bukhari 717 dan Muslim 436)
25. Diwajibkan seorang imam untuk tidak memulai shalat sampai ia meluruskan shaf dan memerintahkan para makmum untuk meluruskan shafnya.
26. [Lihat al Qaulul Mubîn Fî Akhthâ’il Mushallîn, Syaikh Mashûr Salmân, hlm. 208]
27. Ini bisa dilakukan oleh imam sendiri atau imam meminta orang lain meluruskannya. Dalilnya adalah sebagai berikut:
28. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dahulu mengusap bahu-bahu kami dalam shalat (ketika akan shalat) dan menyatakan:
29. Luruskan dan janganlah shaf kalian bengkok sehingga berakibat hati kalian berselisih. [HR Muslim].
30. Dalam hadits ini Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengucapkan
31. Ucapan.. bukan untuk mewajibkan agar ucapan beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam ini ditiru ketika meluruskan shaf.
32. Namun tujuannya adalah memerintahkan para sahabatnya meluruskan shaf.
33. Karena itu beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam mengungkapkannya dalam banyak ungkapan namun berisi perintah meluruskan shaf.
34. Diantara yang beliau ucapkan selain lafazh diatas adalah :
35. Luruskan shaf, ratakan bahu-bahu kalian, tutupi celah dan bersikap lunaklah terhadap tangan tangan saudara kalian
36. (mudah diatur untuk meluruskan dan merapatkan shaf).
37. [HR Abu Daud dan shahih dalam Shahîh Abu Daud, no. 620].
38. Dari sini dapat disimpulkan bahwa seorang imam memerintahkan utk meluruskan shaf
39. Salah satu kesalahan yang sering terjadi, seorang imam menghadap kiblat dan dia mengucapkan dengan lantang,”Rapat dan luruskan shaf,”
40. Kemudian dia langsung bertakbir. Dia tidak lihat kebelakang dulu. Lah.. Gimana bisa tau udah lurus atau rapatnya?
41. Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu berkata,
42. “Adalah salah seorang kami MENEMPELKAN BAHUnya ke bahu kawannya, KAKInya dengan kaki kawannya.”
43. Dalam satu riwayat disebutkan,
44. “Aku telah melihat salah seorang kami menempelkan bahunya ke bahu kawannya, kakinya dengan kaki temannya.
45. Jika engkau lakukan pada zaman sekarang, niscaya mereka bagaikan keledai liar (tidak suka dengan hal itu)
46. [HR Abu Ya`la dalam Musnad, no. 3720 dan lain-lain, sebagimana dalam Silsilah Shahihah, no. 31]
47. Tapi banyak kita liat dewasa ini, begitu kita rapatkan shaf dengan menempelkan kaki dan bahu. Malah banyak yang ngerasa RISIH! Sedih ya.
48. Berkata Syaikh Masyhur bin Hasan-hafizhahullah-,
49. “Jika para jama’ah tidak mengerjakan apa yang dikatakan oleh Anas dan Nu`man Radhiyallahu 'anhu,
50. maka celah-celah tetap ada di shaf. Kenyataanya, jika shaf dirapatkan, tentu shaf dapat diisi oleh dua atau tiga orang lagi
51. Akan tetapi, jika mereka tidak melakukannya, niscaya mereka akan jatuh ke dalam larangan syari’at. Diantaranya;
52. 1). Membiarkan celah untuk syetan dan Allah Azza wa Jalla putuskan perkaranya,
53. sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
54. “Luruskanlah shaf kalian, dan luruskanlah pundak-pundak kalian, dan tutuplah celah-celah.
55. Jangan biarkan celah-celah tersebut untuk syetan. Barangsiapa yang menyambung shaf, niscaya Allah akan menyambung (urusan)nya.
56. Barangsiapa yang memutuskan shaf, niscaya Allah akan memutus (urusan)nya.”
57. [ HR Abu Daud dalam Sunan, no. 666, dan lihat Shahih Targhib Wa Tarhib, no. 495.]
58. 2). Perpecahan hati dan banyaknya perselisihan diantara jama’ah.
59. 3). Hilangnya pahala yang besar, sebagaimana diterangkan dalam hadits shahih, diantaranya sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
60. "Sesungguhnya Allah dan MalaikatNya mendo’akan kepada orang yang menyambung shaf"
61. [HR Ahmad dalam Musnad, 4/269, 285,304 dan yang lainnya. Hadistnya shahih. . Lihat Akhtha-ul Mushallin, halaman 210-211]
62. Jadi kalo gak mau ada perselisihan.... Yuk Luruskan Shaf !! Jangan SUSAH untuk Rapat dan Luruskan shaf ....
63. Semoga kita selalu terus ingat dan diingatkan kepada perkara perkara yang dianggap kecil.. tapi ternyata luar biasa dampaknya..


Label artikel Islam | Kultweet judul "Mengapa Kita Harus Merapatkan Shaf Ketika Sholat?" by @IslamDiaries...By : PEDULI FAKTA
Ditulis oleh: Peduli Fakta - Selasa, 22 Juli 2014

Belum ada komentar untuk ""Mengapa Kita Harus Merapatkan Shaf Ketika Sholat?" by @IslamDiaries"

Posting Komentar