PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

Lebih Mencintai Tokoh Idola Ketimbang Rasulullah?

Lebih Mencintai Tokoh Idola Ketimbang Rasulullah?

Acara YKS menghina Benyamin S, warga Jakarta langsung ngamuk-ngamuk, sehingga acara tersebut pun akhirnya dilarang tayang.

Saat Gus Dur dikritik, banyak warga NU yang langsung marah.

Florence menghina orang Jogja, dan dia pun langsung mendapat sanksi sosial dari para penghuni socmed.

Namun saat Rasulullah dihina, kita tenang-tenang saja, santai-santai saja.

* * *

Kita seringkali marah dan ngamuk2 bila tokoh idola kita dihina. Namun ketika Rasulullah yang dihina, kita diam saja, santai-santai saja.

Apakah kita lebih mencintai tokoh idola kita ketimbang Rasulullah?

"Saya lebih mencintai Rasulullah, kok. Tapi Rasulullah tak perlu dibela. Beliau kan orangnya sangat sabar, sangat baik akhlaknya, sangat pemaaf. Beliau sendiri tenang2 saja ketika dihina."

Ya, mungkin banyak orang yang menjawab seperti itu.

Sekilas, jawaban itu terasa sangat tepat. Tapi sebenarnya, jawaban itu bisa dengan mudah kita balikkan kepada tokoh idola Anda yang dihina.

"Tokoh idola yang bernama A itu tak perlu dibela. Beliau kan orangnya sabar, bijaksana, pemaaf. Dia pasti tetap sabar dan tidak marah ketika dihina seperti itu. Jadi buat apa kita ikut2an marah?"

Hm... terasa aneh, kan sekarang?

Pertanyaan balik seperti itu membuat kita segera sadar, bahwa alasan seperti yang tertulis di atas hanyalah semacam ngeles atau pembenaran untuk sebuah kekeliruan.

Ketika seseorang dihina lalu kita marah, maka itulah salah satu bukti rasa cinta kita terhadapnya. Jika seseorang dihina tapi kita tenang2 saja, artinya rasa cinta kita sangat perlu diragukan.

Apakah kita masih layak disebut sebagai pencinta Rasulullah, jika ketika beliau dihina pun kita masih bisa tenang2 saja? Sedangkan ketika tokoh idola kita dihina, kita ngamuk-ngamuk luar biasa.

Mari Berpikir.

-Jonru-

Label artikel jonru judul Lebih Mencintai Tokoh Idola Ketimbang Rasulullah?...By : PEDULI FAKTA
Ditulis oleh: Peduli Fakta - Minggu, 31 Agustus 2014

Belum ada komentar untuk "Lebih Mencintai Tokoh Idola Ketimbang Rasulullah?"

Posting Komentar