PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

Kebusukan Media l by Hafiz Ary

Media menentukan siapa yg baik dan siapa yg jahat , yg baik bs dihukum jahat oleh media , yg jahat bs dicitrakan baik.

Operasi media membuat sesuatu yg bukan realita dianggap realita.

Media yg menentukan seseorang terbaik atau tidak, bersalah atau tdk, kosong atau isi, tdk peduli apapun realitanya.

Bersalah atau tdk ditentukan di ruang rapat dewan redaksi ... bukan dipengadilan.

Pencitraan koruptor adalah partai Islam pun bagian dr operasi media , padahal kita tau sendiri realitanya , siapa partai terkorup.

Skrg Islam dilabelkan ISIS, zaman SBY dilabelkan teroris , zaman suharto dilabelkan teroris , zaman belanda dilabelkan pemberontak , radikal.

Media menebar persepsi "masyarakat skrg sudah cerdas" , seolah2 mereka sudah mencerdaskan masyarakat. Pdhl yg trjadi sebaliknya.

Kenyataannya sdbaliknya media membuat masyarakat jd memusuhi yg benar dan mendukung yg salah .

Penyesatan opini semacam ini juga sudah terjadi di zaman para nabi .. Shingga nabi dipersepsikan salah.

Para nabi diopinikan sbg org gila, pemecah belah , penebar kebencian, tukang sihir dll.

Hari ini opininya muslim adalah ISIS, zaman SBY, muslim itu  teroris. Zaman suharto , muslim itu subversif.

KPK , densus , BNPT dalam rangkaian demonisasi Islam .. Jk tdk salah, dibuatlah spy seolah2 salah, jk pun salah dibesar2 bhw ini salah Islam.

Penegakan syariah Islam sbg kesepakatan pembentukan konsepsi negara pun dikhianati oleh sukarno.

Di zaman suharto diberlakukanlah asas tunggal , subversif menjadi label yg menjustifikasi pemberangusan Islam dan aktivis Islam.

Zaman suharto , media milik negara , informasi dikuasai oleh negara . Hari ini negara dimiliki penguasa media .

Demonisasi Islam ini terjadi di masyarakat barat juga terjadi di dunia Islam.

Ketidakfahaman dunia akan Islam , krn penyesatan opini, menjadi kerugian sendiri bagi dunia.

Bagian dr strategi demonisasi ini adalah standar ganda . Jk muslim bersalah maka Islam disalahkan, jk non muslim bersalah mk bkn salah agama.

Jk utk kepentingan barat , maka demokrasi didukung , jk mengancam kepentingan barat maka demokrasi dihancurkan. Kasus kudeta mursi mesir.

Dibuatlah daftar teroris , dimana makna teroris adalah semua yg mengancam kepentingan barat, dimana zionis dan salibis di belakangnya.

Sehingga Hamas adalah teroris , IM adalah teroris , sehingga refah turki dan FIS aljazair dihabisi.

Kenapa hamas disebut teroris? Krn lawan Israel. Kenapa IM disebut teroris? Krn langkahnya di mesir mengganggu kepentingan israel.

Taliban juga disebut teroris krn melawan invasi barat ke afganistan, dibesar2kanlah citra bahwa taliban teroris radikal kejam.

Amerika dulu bikin rambo 3 utk opini bahwa mrk pahlawan afghanistan, tp juga bikin "true lies" utk propaganda islam teroris.

Sebagian Umat Islam yg menjadi korban penyesatan opini pun tdk sadar , mrk justru bergabung melawan Islam.

Inilah pentingnya berpikir , tabayyun ... islam memerintahkan ini .

Krn bodoh, sebagian umat Islam berpikir hamas teroris , IM teroris , taliban teroris , dst.

Sebagian umat Islam pun percaya bahwa partai islam korup , menolak fakta sesungguhnya yg disembunyikan media , partai terkorup adalah partai sekuler.

Label artikel Bagaimana Media Massa Menggiring Opini Publik? | Gusdur dibesarkan media | hafidz_ary | ide memiskinkan media sekuler | Kebusukan Media | Kultweet judul Kebusukan Media l by Hafiz Ary...By : PEDULI FAKTA
Ditulis oleh: Peduli Fakta - Kamis, 09 April 2015

Belum ada komentar untuk "Kebusukan Media l by Hafiz Ary"

Posting Komentar