PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

PERKARA UDUD/ROKOK DI SURIAH

Segelintir mujahidin Suriah, Dan beberapa warga sipilnya belum bisa melepaskan hobi ngudud yang selama belasan atau puluhan tahun dilakoninya. Datangnya syariat jihad dan maut yang bergentayangan di sekitar mereka masih juga tidak mempan menghentikan kebiasaan kebal-kebul tersebut. Tentu banyak maksiat lebih besar dari itu, Kejahatan yang lain juga kadang terjadi disini, Tapi mari fokus dulu sama kegiatan mubadzir satu ini

Beberapa faksi besar dan fanatik atau disini biasa disebut Islamiyyin, Macam Jabhah An-Nushrah, Ahrarusy Syam, Ansharusy Syam, Jaisyul Islam, Dan beberapa lainnya, Resmi atau tidak, Telah menerapkan larangan merokok bagi anggotanya, Juga bagi warga di daerah kekuasaan mereka. Dan dari semuanya memang JN yang paling keras soal ini. Pada beberapa sub kelompok JN, Larangan itu bahkan disertai sanksi keras dan tegas terutama kepada anggotanya. Sedangkan pada grup lain kadar larangannya bertingkat-tingkat. Misal Jaisyul Islam, Jajaran komandannya dilarang keras. Lalu para syar'i mereka selain dilarang juga akan dipecat bila ngudud. Pasukan elit demikian pula hanya saja sanksinya ga terlalu berat. Tapi untuk serdadu reguler masih sebatas peringatan dan dakwah terus menerus

Terkait hukum rokok dan beberapa perkara lainnya, Menyikapinya terhadap masyarakat awam, Anggota mujahidin, Yang seringnya sehari-hari kalau pas lagi lepas dinas adalah masyarakat sipil dan awam, Serta muhajirin, Semua kelompok sepakat kalau sekarang ini merupakan fase dakwah. Ya, Perkara udud ini rupanya bukan perkara mudah, Ada semacam permakluman mereka bahwa keberhasilan jihad ini ketika seluruh muslim Suriah telah menjalankan dasar-dasar syariat Islam dengan kesadaran sendiri tanpa harus dipaksa. Dan jalan menuju kesana adalah dengan dakwah yang bijaksana (bil hikmah) serta dengan cara-cara yang baik (wal mauidhatil hasanah)

Beberapa aturan syariat telah ditegakkan disini, Kelompok-kelompok Islamiyyin sepakat membentuk mahkamah syariah bersama untuk menjalankannya, Dan para pendakwah, Da'i-da'i mujahid, Telah disebar ke seluruh penjuru. Menyeru orang-orang supaya kembali pada Allah, Menjalankan syariatnya, Serta menerapkan syariat hudud. Tapi dalam bertebaran di muka bumi, Para ketua mahkamah syariah terus mewanti-wanti agar para da'i bersikap hati-hati mendakwahkan syariat mulia ini, Jangan sampai timbul kebencian dan kemarahan masyarakat akibat cara yang salah. Para da'i itu memang bisa saja mengeraskan sikap serta menunaikan tangan besi, Toh apa kata mereka insyaAllah ditaati orang, Apalagi di belakang mereka berdiri kekuatan bersenjata yang tengah bersemangat menyempurnakan syariat. Tapi mereka telah belajar dari sejarah, Baik sejarah jihad sebelum mereka, Sejarah jihad di Suriah sendiri, Dan terutama sejarah jihad dijaman RasulUllah ShallAllahu A'laihi Wasallam. Yang mana beliau tegaskan bahwa kemenangan sejati bukan ketika berhasil menguasai musuh, Tapi ketika berhasil menguasai diri sendiri

Para da'i ga mau masyarakat bermuka dua, Di depan mereka sami'naa wa atha'naa (kami dengar dan kami patuh), Tapi di belakang mereka sami'naa wa ashainaa (kami dengar dan kami selisihi). Mereka ingin perbuatan jahat dan maksiat sebisa mungkin berhenti karena kesadaran masyarakat, Bukan karena todongan senjata. Memang ada hal-hal yang perlu dikerasi macam hobi masyarakat mengucapkan kalimat-kalimat pembatal keIslaman. Tapi untuk hal-hal seperti berhenti merokok, Shalat jama'ah di masjid, Memelihara jenggot, Dan lain sebagainya, Da'i-da'i mujahid tersebut ingin agar fasenya berjalan secara alami, Berasal dari kesadaran diri, Bukan tanpa paksaan apalagi kekerasan

Tentu mereka ga sebodoh kita di Indonesia yang menulis bahaya rokok di bungkus rokok, Tapi membiarkan pabrik rokok bebas beroperasi. Disini rutin diadakan razia rokok terutama di checkpoint-checkpoint. Kemarin ikut nongkrong di beberapa checkpoint mujahidin, Ngobrol dan nyari bahan cerita, Saya lihat sendiri puluhan slop rokok hasil sitaan didalam drum besar siap dibakar. Rokok-rokok itu didapat dari penggeledahan mobil-mobil angkutan umum atau mobil-mobil pribadi yang lalu lalang melintasi checkpoint. Pemiliknya disuruh push-up, Lalu dinasihati panjang lebar. Nasihat-nasihat itu saya dengar sendiri memang sungguh menyentuh hati, Bikin nangis dan menambah keimanan. Saya sendiri mau nangis rasanya disinggung tentang keutamaan tanah jihad, Dan bagaimana darah para mujahid tumpah untuk menegakkan syariat, Terus masa iya kita cuma berhenti ngerokok aja ga mau ?

Hasilnya memang masyaAllah efektif. Agak jarang disini saya lihat orang ngudud apalagi terang-terangan. Biasanya ngumpet atau paling tidak di daerah yang pemberlakuan hukum syariatnya kurang ketat, Atau dakwah kurang menyentuh masyarakat. Mereka yang berhenti ngudud kebanyakan karena keimanan dan ketaatan, Bukan karena paksaan

Walhasil, Bahkan di daerah perang sekalipun, Sikap bijak dan cara-cara yang baik dalam berdakwah tetap diutamakan. Masyarakat tidak akan berubah dengan todongan senjata. Berhenti mungkin iya, Tapi selama pemahaman serta keyakinan dan keinginan kuat belum tertanam, Berbagai kemaksiatan akan terus terjadi, Bahkan mungkin menjadi seperti bara dalam sekam, Siap meledak menghancurkan jerih payah jihad yang selama ini diperjuangkan

Nah, Disini aja para mujahid bijaksana serta berlemah lembut dalam menasihati, Masa antum disana main gebuk main cap aja ?

Kisah diatas ditulis untuk menggerakkan kita, Barangkali ada hikmah yang bisa kita ambil, Dan memang sebagai bagian dari usaha untuk mencari dana bagi membantu muslim Suriah

Mari bergerak, Jangan berhenti pada like, Share dan comment. Berikut ini ada sarana yang bisa kita gunakan untuk berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan di Suriah, Dan berbuat lebih baik lagi

Rek Donasi Suriah dan Rohingya

Suriah (Umum)
- MANDIRI 900 0019 330 720 (Kcp. Katamso, Yogyakarta)
- BCA 1691 967 749 (Kcu. Ahmad Dahlan, Yogyakarta)
- BRI 0029 0110 999 7500 (Kcu. Cik Ditiro, Yogyakarta)
- BNI 0317 563 523 (Kcp. Parang Tritis, Yogyakarta)
Semua atas nama IKRIMAH
- Konfirmasi : Ikrimah 081809406405

Suriah (Khusus kurban)
Perekor domba gemuk besar 250 USD, Sapi 2.000 USD
- BCA 0201251621 (KCP Teluk Betung Lampung)
- MANDIRI 114 000 511 3413 (KC Bandar Lampung)
- BRI 5590-01-010972-53-8 (unit Bandar Agung Lampung)
Semua atas nama DIMAS ADITYO
- Konfirmasi : Dimas Adityo 085758894656

Rohingya
BRI : 0178 0100 6069 504 a.n Said Anshar

JazakumUllah khairal jaza
Allah Yubaarik fiikum wa fii maalikum

Label artikel Fakta Rokok | Misi Medis Suriah | Peduli Fakta judul PERKARA UDUD/ROKOK DI SURIAH...By : PEDULI FAKTA
Ditulis oleh: Peduli Fakta - Selasa, 01 September 2015

1 Komentar untuk "PERKARA UDUD/ROKOK DI SURIAH"

Posting Komentar