PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

Jangan Mau ditipu Ahok Dan Media

http://m.news.viva.co.id/news/read/711434-dki-di-bawah-ahok-tak-masuk-10-besar-keterbukaan-publik

Lucu ya.
Saban hari kompas,detik,tempo jejelin berita ahok,dari yg penting hingga ga penting. Smua bacot ahok dari yg relevan hingga ga relevan dg tupoksinya diberitain. Ditambah pula dg bumbu judul dan opini ala buzzer. Ditambah bumbu2 ala sinetron ada tokoh protagonis dan antagonis,secara kita senang sama yg begini2 ini. Mana fakta mana opini uda abu2. Ada mantan wartawan senior yg ngitungin sehari tu bisa 20 kali kompas posting berita ahok. Ada juga senior yg nyebut seperti inilah internet troll. Entah opini apa yg digiring dari pemberitaan yg masif itu,pembaca baik warga dki atau bukan seolah ditunjukkan bahwa pemerintahan DKI yg dijalankan ahok itu transparan dan akuntabel.

Nyatanya? Penilaian Komisi Informasi Publik menyatakan peringkat keterbukaan informasi untuk kategori pemda, DKI sama sekali ga masuk 10 besar. Peringkat pertama hingga kesepuluh yakni, Aceh (94,111), Jawa Timur (88,639), Kalimantan Timur (81,188), NTB (80,417), Jawa Tengah (74,861), Jawa Barat (72,994), Kalimantan Barat (71,623), Banten (71,172), Sumatera Selatan (70,397), dan DI Yogyakarta (61,206).

Silahkan cek juga situs kemenPAN http://www.menpan.go.id/berita-terkini/120-info-terkini/4173-rapor-perkembangan-nilai-akuntabilitas-kinerja-k-l-provinsi Terkait rapor perkembangan nilai akuntabilitas kinerja pemprov DKI menempati urut ke 18 saja. Nomor satu pemprov DIY.

Lantas klaim transparan dan akuntabel itu ukurannya dari mana kalo nyatanya seperti itu? Trus selama ini pemberitaan media2 tsb maksudnya apa? Adakah angle pemberitaan ala buzzer,judul2 berlebihan dilakukan media2 tsb pada prov lain? Modus yg sama dilakukan ketika joko dulu gubernur dki dan digosok2 nyapres,segala angle berita ada.

Tiga tahun sejak joko menjabat gubernur dilanjutkan ahok,penyerapan APBD rendah 40%an sama dg provinsi2 muda. Lah ya kita diberi excuse sama ahok didukung pula supporternya,yg penting joko-ahok ga korupsi. La ya kasus korupsi busway cina hasil tender jaman siapa? Usb eh ups,scanner?? Terakhir pembelian lahan RS Sumber waras. Meski kasus2 tsb ada yg terbukti dilakukan anakbuah atau kepala dinas dibawahnya. Jadi dimanakah excuse gapapa ga dibelanjain yg penting ga dikorupsi? BPK pun dibully opini masyarakat karena membuka dugaan penyimpangan pembelian rs sumber waras. Padahal kasus pengadaan RS daerah yg merugikan negara dan dikorup gubernurnya jg terjadi di provinsi bengkulu,dan ada kontribusi hasil audit BPK.

Lucunya argumen "gapapa ga dibelanjain yg penting ga dikorupsi" terbantahkan sendiri. Wong bbrp waktu lalu pak joko sendiri menekan kepala daerah agar menggenjot penyerapan anggaran daerah utk mendorong perekonomian. Lah di perusahaan swasta juga,klo anda dikasi budget terus anda ga bisa manfaatin sesuai target ya taon depan budgetnya dipotong.

Pemberitaan ga henti2nya dr media mainstream2 itu yang akhirnya turut menghasilkan Excuse2 konyol seperti itu dan dibenarkan pula. Alamaaakkkk. Cukuplah sekali dulu aja dikibulin modus2 pemberitaan media mainstream spt itu.

Label artikel Ahok | Peduli Fakta judul Jangan Mau ditipu Ahok Dan Media ...By : PEDULI FAKTA
Ditulis oleh: Peduli Fakta - Minggu, 17 Januari 2016

Belum ada komentar untuk "Jangan Mau ditipu Ahok Dan Media "

Posting Komentar