PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

Framing Media yg Gagal di Ujung Kepemimpinan yg Gagal

"Kalijodo kembali dikuasai preman. Mesin parkir raib." (Trib*nnews 24/4)

Maksud hati ingin memframing opini masyarakat bahwa tanpa kepemimpinan si penista agama, maka Jakarta kembali semrawut. Sayangnya, framing ini terlalu prematur. Gubernur baru belum bekerja. Bahkan, pelantikannya saja masih 6 bulan ke depan. Artinya, kembalinya premanisme di Kalijodo misalnya seperti diberitakan, masih dalam kewajiban dan tanggung jawab gubernur yg sekarang.

Di sisi lainnya, framing ini justru menguatkan kecurigaan bahwa akan ada skenario dan rekayasa kejadian premanisme pasca lengsernya gubernur petahana sang penista agama. Akan ada segala macam daya dan upaya untuk mengganggu stabilitas daerah dan juga program pembangunannya.

Curigai munculnya tagihan janji kampanye yg juga prematur. Curigai negosiasi seorang Menteri tentang reklamasi yg juga prematur. Curigai semua yg datangnya prematur dah tiba-tiba. Kita sedang berada di sebuah kondisi yg serba terbalik sebagaimana digambarkan oleh filusuf terkenal dari Bikini Bottom University, Sponge Bob SquarePant.

lbaratnya begini, ada seorang preman kemudian diangkat menjadi petugas keamanan di sebuah komplek perumahan. Kemudian dia berseloroh, "Sejak saya menjadi petugas keamanan, komplek perumahan ini aman. Entah kalau nanti saya diberhentikan."

Dari seloroh petugas keamanan di atas, siapakah sebetulnya yg menyebabkan kondisi tidak aman di komplek perumahan itu sebelumnya? Dan siapakah tersangka kondisi tidak aman di saat yg akan datang? Kita sudah tahu bersama jawabannya, kan?

***
Wa makaru wamakarallahu Wallahu khairul makirin.

#AMl

Label artikel Kebusukan Media | Peduli Fakta judul Framing Media yg Gagal di Ujung Kepemimpinan yg Gagal...By : PEDULI FAKTA
Ditulis oleh: Peduli Fakta - Senin, 24 April 2017

Belum ada komentar untuk "Framing Media yg Gagal di Ujung Kepemimpinan yg Gagal"

Posting Komentar