PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

Dialog Netizen VS Dobolers (menjawab logika bodoh)

Dobolers : Kalian belum bisa move on ya?

Netizen : Kamu lah yang belum move on, karena segala sesuatunya masih dihubungkan dengan Pilpres..

Dobolers : Kalian barisan sakit hati !

Netizen : Masa? Saya gak pernah sakit hati tuh.. Justru saya bangga tidak salah pilih, tidak di-PHP, dan yang terpenting tidak ada beban moral atas penderitaan rakyat saat ini.. Kamu sendiri gimana rasanya di-PHP? Sakitnya tuh "disini" ya?

Dobolers : Kalian gak ikut milih kok ikut kritik ?

Netizen : Andai saja kenaikan BBM, utang negara, listrik, sembako, elpiji, KHUSUS UNTUK PENDUKUNG JOKOWI, maka saya jamin 100% tidak akan ada kritikan. Kenapa saya sekarang kritik, karena saya gak ikut milih dia tapi kena imbasnya !!!

Dobolers : Kalau gak suka, pindah negara saja !!

Netizen : Memangnya negara ini punya MBAHMU? Mana sertifikat tanahnya? Enak aja main usir segala.

Dobolers : Memangnya apa yang sudah kamu lakukan untuk negara ini ?

Netizen : Saya sudah bayar pajak penghasilan tiap bulan, pajak kendaraan bermotor tiap tahun, pajak bumi dan bangunan tiap tahun, pajak pertambahan nilai tiap kali belanja, dan pajak lainnya. Itulah sumber devisa negara, termasuk untuk menggaji presiden. Lalu apa yang sudah pemerintah lakukan pada rakyatnya? Pernah gak mikirin rakyat? Pernah gak mikirin efek domino kenaikan BBM, elpiji, listrik? Pernah gak mikirin susahnya cari pekerjaan karena ekonomi kita yang semakin lemah dan rupiah semakin terpuruk? Apakah kartu-kartu ajaibnya itu bisa bikin rakyat sejahtera? Mikir !!! Tandatangan KEPRES aja gak dibaca dulu, apalagi mikirin perut rakyat.

Dobolers : Kalian minta subsidi terus !!

Netizen : Dalam UUD 45 Pasal 33 dijelaskan bahwa kekayaan negara harus dipergunakan sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat. Subsidi bukanlah hal yang haram. Justru kewajiban pemerintah yang harus membantu rakyatnya, terutama rakyat miskin. Sekarang kayaknya sudah kebalik, bukan pemerintah yang mensubsidi rakyat, tapi rakyat yang mensubsidi pemerintah.

Dobolers : Emangnya jadi presiden gampang ?? Susah tau !!

Netizen : Ya kalo ga sanggup, tinggal ngundurin diri aja. Gitu aja kok repot.

Dobolers : Kalian cuma bisa mengkritik tanpa memberikan solusi !!

Netizen : Bukankah presiden dan bawahannya digaji oleh rakyat untuk bekerja. Buat apa ada presiden dan menteri kalau tidak mampu memberikan solusi? Apakah harus menuntut rakyat melulu untuk memberikan solusi? Sudah digaji, masih minta solusi. Kalau begitu untuk apa ada presiden jika semua masalah dikembalikan ke rakyatnya sendiri?

Dobolers : Tapi kan baru beberapa tahun masa dikritik, tunggu 5 tahun dulu lah..

Netizen : Misalnya kamu punya mobil mogok, trus masuk bengkel, diurus sama montir, si montir kerja nya gak beres, eh bukannya tambah baik malah tambah rusak, Apakah kamu harus menunggu MOBILMU HANCUR DULU, baru boleh komplen?

Dobolers : Achhh.. kalau Prabowo jadi presiden juga paling sama juga ancurnya.. atau bisa jadi lebih parah...

Netizen : Itulah bedanya kami dengan kalian.. Bagi kami, siapapun yang jadi presiden, tetap harus dikritisi jika kerjaannya tidak benar.. tidak peduli siapa orangnya.. tidak seperti kalian yang "Cinta Buta".. Tapi syukurlah.... kamu sudah mulai sedikit sadar atas kondisi negara saat ini..

Dobolers : Sadar apanya?

Netizen : itu kamu bilang "sama juga hancurnya.. atau lebih parah".. berarti saat ini kamu mengakui kehancuran itu.. Selamat datang di kehancuran Brow...

Label artikel Anti Komunisme | Joko Widodo | Jokowi | Kebohongan dibalik apa yang disebut subsidi BBM | Peduli Fakta judul Dialog Netizen VS Dobolers (menjawab logika bodoh) ...By : PEDULI FAKTA
Ditulis oleh: Peduli Fakta - Sabtu, 29 Juli 2017

Belum ada komentar untuk "Dialog Netizen VS Dobolers (menjawab logika bodoh) "

Posting Komentar