PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

JANGAN LUPAKAN KISAH BERDARAH, KEBIADABAN DENSUS 88, Pak SBY !

JANGAN LUPAKAN KISAH BERDARAH, KEBIADABAN DENSUS 88, Pak SBY !

Akhir - akhir ini kita dibuat guncang oleh tingkah aparat keamanan yang memperlihatkan wajah aslinya

Dari TEWASNYA Riyadusholihin, anggota Ansor setelah ditembak polisi di GOR Delta Sidoarjo Jawa Timur hingga menuai protes dari kalangan Nahdiyin supaya pemerintah  mengusut tuntas para pelakunya.

setelah itu rakyat dibuat geger oleh pembantaian warga Mesuji yang diduga dilakukan personel Polri dan TNI.


selanjutnya belum tuntas masalah masuji kini Polisi menggempur pengunjuk rasa dengan tembakan hingga dua orang dilaporkan tewas terkena peluru, dan puluhan warga pengunjuk rasa lainnya luka-luka.
Kedua korban tewas itu dilaporkan bernama Arif Rahman (18) dan Syaiful (17), keduanya warga Desa Suni, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Beberapa jam kemudian, saksi mata menginformasikan seorang korban tewas lainnya dalam insiden di Pelabuhan Sape itu, yakni Immawan Ashary, kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) NTB.
Dengan demikian, korban tewas dalam insiden Pelabuhan Sape, Bima, mencapai tiga orang, dan puluhan lainnya luka-luka.(antara news)

dari pelanggaran HAM yg dilakukan Personel Polri tentu membuat presiden SBY angakt bicara 
melalui  Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Polri menghentikan segala bentuk kekerasan dalam menghadapi massa yang melakukan unjuk rasa. Perintah itu langsung diberikan kepada Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo.

"Presiden telah meminta Kapolri untuk menghindari segala bentuk kekerasan atau kontak fisik, apalagi dalam pembubaran massa yang melakukan aksi demonstrasi," kata Julian di Kantor presiden, Jakarta, Selasa 27 Desember 2011.(Vivanews)

tentu kejadian yg beruntun itu membuat rakyat melek akan kebrutalan yg dilakukan oleh aparat keamanan negri ini .
dan tentu ungkapan Presiden yang diwakilkan oleh Juru Bicara Presiden  sangat disayangkan pasalnya bukan hanya saat  akhir - akhir ini saja tetapi KISAH BERDARAH  YANG DILAKUKAN OLEH   DENSUS 88 seyogyanya harus disentuh juga.

inilah contoh  kebrutalan DENSUS 88



=> SI ONLINE
penggerebekan terduga teroris di  Desa Sanggrahan, Grogol, Sukoharjo, dini hari tadi, terkait dengan aksi bom bunuh diri di masjid Mapolresta Cirebon. Aparat sebelumnya telah menangkap 4 orang lebih dulu. "Aktivitas mereka terkait (bom) di Cirebon," ungkap Edward.

Penggerebekan juga menewaskan seorang pedagang angkringan, NI, yang kemudian diketahui bernama Nur Iman, yang diduga sebagai pedagang angkringan yang ikut tewas tertembak dalam penggerebekan teroris di Kampung Dukuh, Desa Sanggrahan, Grogol, Sukoharjo, dini hari tadi. Warga setempat meyakini Nur Iman tidak terkait dengan aksi terorisme.

"Setelah penembakan itu, Pak Nur Iman tidak diketahui keberadaannya. Kalau dia ikut tertembak, mungkin dia hanya korban salah tembak. Kami yakin Pak Nur tidak terlibat terorisme. Dia aktif sebagai pengurus kampung dan tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan," ujar Suharno, warga setempat saat ditemui detikcom di lokasi penggerebekan, Sabtu (14/5/2011).

=> voa-islam.com –
Dua orang yang diduga teroris tewas diterjang peluru Densus 88 Antiteror di Gang Asem, Jalan Setiabudi, Pamulang, Tangerang, Selasa (9/3/2010). Peristiwa penembakan siang bolong di Gang Asem itu menjadi misteri dan polemik, karena laporan polisi bertolak belakang dengan kesaksian warga yang menyaksikan detik-detik penembakan dengan mata kepalanya.

Manurut laporan polisi, dua orang itu terpaksa ditembak karena melawan dengan cara menembak petugas dari atas motor Suzuki Thunder biru yang mereka naiki. Padahal, menurut saksi mata, dua orang korban ditembak kepalanya saat terjatuh, tanpa melakukan penembakan apapun.

=> voa islam.com
Drama kebiadaban pasukan Densus 88 kembali dipertontonkan di pentas negeri yang mengaku menjujung tinggi HAM (Hak Asasi Manusia). Hal tersebut terjadi ketika Densus menangkap terduga Teroris bernama Dian Adi Priyana (DAP) di Pasar Nyamuk Cipondoh Tangerang Selatan, Sabtu (12/11/2011) lalu.
Kepada voa-islam.com, Ummu Yasmin, istri dari terduga teroris Dian Adi Priyana yang menyaksikan penangkapan dan penyiksaan terhadap suaminya menceritakan detik-detik kebiadaban Densus.
Pagi itu, sekira pukul 07.30 WIB, terduga teroris Dian Adi Priana yang disebut polisi terkait dengan jaringan Abdullah Omar sedang mengantar istri dan dua anaknya dengan mengendarai motor ke pasar untuk belanja. Ketika sampai di dekat SDN 3 Cipondoh, sekitar 50 meter dari rumah kontrakannya, tiba-tiba motornya diberhentikan secara paksa oleh Tim Densus 88. Setelah dihentikan paksa kemudian motornya dibelokkan ke arah got, lalu salah seorang anggota Densus 88 menodongkan senjata ke arah Dian dengan sangat kasar. Sementara itu, anggota Densus lainnya menyeretnya dari motor, memukul, menendang dan menginjak-injaknya sampai mulutnya berdarah.
Biadabnya, penganiayaan yang tak manusiawi tersebut dilakukan di depan istri dan dua anak Dian yang bernama Azzam (4,5) dan Syamil (1,5).
Tak sampai di situ, dengan kejinya, kedua anak balita itu juga mendapatkan perlakuan kasar dari tim Densus 88, sama seperti ayah mereka. Azzam yang terluka karena motor terjatuh ke got itu terus menangis melihat ayahnya dipelakukan kasar. Semantara Syamil yang baru berumur 1,5 tahun direnggut dengan paksa oleh tim Densus 88 sampai pelipisnya legam.
Sesaat kemudian, puluhan petugas dari Detasemen Borgol tersebut mengerubuti terduga teroris Dian Adi Priyana bersama istri dan kedua anaknya yang terus menangis karena ketakutan. Tak mau ambil pusing, Ummu Yasmin dan kedua anaknya pun diangkut ke dalam mobil Avanza warna putih, sementara Dian sendiri dinaikkan ke mobil lain warna hitam. Dari dalam mobil, Ummu Yasmin dan kedua anaknya mendengar teriakan takbir dari Dian yang sedang disiksa oleh anggota Densus 88. Teriakan takbir tersebut membuat anggota Densus 88 marah kemudian mereka mengambil lakban dari mobil yang ditumpangi oleh Ummu Yasmin dan kedua anaknya.

=> VOA - Islam.com
Aksi Densus 88 menangkap Khairul Ghazali saat sedang salat membuat Komisi III DPR naik darah. Densus 88 dianggap telah mencoreng nama baik Polri karena menangkap dan menembak terduga teroris saat sedang salat.
Sebagai sebuah kesatuan elit yang terlatih dan profesional, hendaknya Densus 88 tidak brutal dan serampangan dalam melakukan operasi penangkapan teroris.
..."Wong orang lagi salat kok ditangkap, memangnya orang salat bisa membunuh. Jaga saja sampai selesai baru ditangkap. Sambil menunggu selesai salat, istri dan anak si tersangka dievakuasi dulu. Kalau brutal apa bedanya Densus dengan teroris,..." tegas Wakil Ketua Komisi III DPR Tjatur Sapto Edy, Rabu (29/9).

walaupun Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan melakukan penyelidikan terkait dugaan pelanggaran HAM terhadap terduga teroris yang ditembak mati saat melakukan salat oleh Densus 88. tetapi SBY CUEK TIDAK MENGGUBRIS

DLL.

BEGITU JUGA  pengamat terorisme, Sidney Jones,
muslimdaily.net 
Operasi Densus 88 seringkali berujung pada kematian target operasi. Dalam banyak kasus, kematian buruan Densus 88 sangat tidak wajar minus investigasi lebih lanjut. Dan tidak ada pembuktian hukum apakah si 'teroris' benar-benar bersalah atau tidak.

"Setiap kali ada teroris yang meninggal di tangan Densus 88, seharusnya ada penyelidikan dan investigasi lebih lanjut mengenai korban dan operasinya itu sendiri." kata pengamat terorisme, Sidney Jones, Senin (23/5) di Kampus UIN Ciputat, Jakarta.

Menurut pengamatan Jones, dalam beberapa kasus, operasi yang berujung kematian masih wajar. Contoh yang wajar adalah, operasi penangkapan Dr. Azhari karena Azhari melakukan perlawanan.

"Tapi dalam banyak kasus lain, saya kira tidak wajar pembunuhan itu. Densus seharusnya masih bisa menangkap hidup-hidup." tandasnya kepada wartawan setelah ia memberi kuliah umum pada "Lecture Series on Democracy: Radikalisme Agama dan Demokrasi".

Jones menambahkan, jika para teroris tersebut ditangkap hidup-hidup, bisa dilakukan penyelidikan untuk memperoleh informasi-informasi tambahan mengenai jejaring teroris.

"Penembakan dan pembunuhan terhadap teroris itu justru merugikan pengungkapan terorisme itu sendiri" ujar Jones.

walaupun banyak kalangan yg memprotes tindakkan DENSUS 88 tetapi SBY tak pernah angkat bicaran untuk mengoreksi KEBIADABAN DENSUS 88.
Label artikel JANGAN LUPAKAN KISAH BERDARAH | KEBIADABAN DENSUS 88 judul JANGAN LUPAKAN KISAH BERDARAH, KEBIADABAN DENSUS 88, Pak SBY !...By : PEDULI FAKTA
Ditulis oleh: Peduli Fakta - Minggu, 01 Januari 2012

Belum ada komentar untuk "JANGAN LUPAKAN KISAH BERDARAH, KEBIADABAN DENSUS 88, Pak SBY !"

Posting Komentar