PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

Gus Dur di Mata Kiyai dan Ulama Islam


Di saat kebanyakan orang mengelu-elukan sosok Gus Dur sebagai Ulama, Kyai, Pahlawan Gereja, Guru Bangsa, Bapak Bangsa di sisi lain ada juga yang mengkritisinya. Di tengah simpati jutaan warga Indonesia dari Presiden, kiyai, santri sampai rakyat jelata terhadap meninggalnya Gus Dur, ternyata ada kiyai dan ulama yang kurang simpati terhadap Gus Dur, bahkan menyebut Gus Dur sebagai orang murtad karena pernyataan dan sikapnya yang dinilai keluar dari aqidah Islam.

Di Madura, sejumlah kiai dan ulama yang dikenal berlawanan pandangan dengan Gus Dur, baik dalam politik dan agama, secara manusiawi tetap mengungkapkan turut berduka cita atas wafatnya mantan presiden RI keempat tersebut. Tapi secara politik dan pemikiran keagamaan, mereka berharap tak ada lagi orang yang nyeleneh seperti Gus Dur.

..Semoga tidak ada lagi kiai nyeleneh secara pemikiran setelah Gus Dur,” ujar KH Kholil Muhammad, pengasuh Pondok Pesantren Gunung Jati Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur..


KH Kholil Muhammad, pengasuh Pondok Pesantren Gunung Jati Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Ia mengaku secara politik dan pemikiran keagamaan berseberangan dengan Gus Dur yang selalu kontroversial. Ia menilai pluralisme agama yang diusung Gus Dur sangat berbahaya bagi umat Islam.

“Semoga tidak ada lagi kiai nyeleneh secara pemikiran setelah Gus Dur,” ujarnya, Rabu (30/12).

Pernyataan paling mengejutkan bagi kalangan pemuja Gus Dur datang dari KH Abu Bakar Ba’asyir. Ulama yang juga amir Jama’ah Anshorut Tauhid ini bahkan tidak mau menyebut Abdurrahman Wahid dengan panggilan ”Gus,” karena menurutnya, di Jawa Timur, panggilan ini sangat terhormat yang hanya pantas disandang oleh para kiyai mulia.


"Maaf, saya tidak memanggil Gus, karena panggilan Gus itu hanya digunakan untuk anak kyai mulia di Jawa Timur", kata pengasuh Pesantren Al-Mukmin Ngruki Solo, di hadapan ribuan jamaah pengajian Ahad 3 Januari 2009, di Masjid Ramadhan Bekasi.

Kiyai kharismatik asal Solo Jawa Tengah ini berpendapat bahwa Abdurrahman Wahid bukan guru bangsa, karena amalan dan ucapannya semasa hidup kerap kali menunjukkan kemurtadan, antara lain menyebut Al-Qur’an sebagai kitab terporno di dunia.

..menurut keyakinan saya Mister Dur ini murtad karena dia telah mengatakan semua agama sama, padahal Allah mengatakan ’Innaddina 'indallahil Islam.’ Belum lagi perkataan dia soal Qur'an porno, dan pluralisme...

"Jadi, mengenai Mister Dur, menurut keyakinan saya Mister Dur ini murtad karena dia telah mengatakan semua agama sama, padahal Allah mengatakan ’Innaddina 'indallahil Islam.’ Belum lagi perkataan dia soal Qur'an porno, dan pluralisme. Orang yang berfaham pluralisme itu murtad karena pluralisme itu menganggap bahwasanya jika kita hidup bersama-sama, kita tidak boleh menggunakan syariat Islam,” jelas Ba’asyir sebagaimana dikutip muslimdaily.net.

Jadi, simpul Ba’asyir, orang yang berfaham pluralisme itu juga murtad, apalagi faham demokrasi. "Maka insya Allah pendapat saya, keyakinan saya Mr Dur itu murtad, tapi saya tidak memaksa orang berkata begitu. Itu insya Allah berdasarkan dalil-dalil yang kuat dan saya siap diskusi dengan tokoh NU, kyai atau siapa saja, saya tantang diskusi untuk persoalan ini, kalau perlu mubahalah,” tegas Ba’asyir.

Statemen Gus Dur murtad itu disampaikan oleh Ba’asyir karena beliau berulang kali ditanya jamaah pengajian mengenai fenomena orang-orang yang mengkultuskan Abdurrahman Wahid ini.

Para pembela dalam polemik Gus Dur Murtad

Sepekan setelah muslimdaily.net menampilkan statemen Gus Dur murtad, reaksi berdatangan dari beberapa kalangan nahdiyin. Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sangat menyayangkan statmen Abu Bakar Ba'asyir soal Gus Dur murtad. Hal tersebut dikatakan Ketua PB PMII Andien Joharudin, Minggu (10/1/2010) di Matraman, Jakarta.

"Kami sangat sayangkan statmen provokatif beliau, di mana semua agama dan negara sedang kehilangan sosok Gus Dur, beliau malah membuat suasana duka menjadi ricuh," katanya.

PB PMII akan mengambil tindakan jika Abu Bakar Ba'asyir terus mengeluarkan statmen provokatif.

"Untuk pertama kita akan mengajak dialog dengan beliau jika masih mengeluarkan nada provokatif," tandas Andien.

..Sebaiknya, jika mereka benar-benar mengagumi Gus Dur, jangan tempuh jalur kekerasan. Jadikanlah dialog ilmiah sebagai titik temu perbedaan. Jika tak mampu berdialog ilmiah, biarkan saja dan jangan dipikirin. Ingat kata Gus Dur: Gitu aja kok repot!...

Beberapa pemuda NU Tangerang, memiliki langkah yang berbeda dengan sikap PB PMII yang akan menempuh jalur dialog dan argumentasi ilmiah untuk mengklarifikasi statemen tentang Gus Dur murtad.

Mereka mengangap pernyataan Abu Bakar Ba’asyir sama saja telah menghina warga NU. Bahkan menurut Nurdin, salah satu tokoh pemuda NU di Pondok Aren, Tangerang Selatan, mengatakan akan memboikot dan mengusir Abu Bakar Ba’asyir di datang ke wilayah Tangerang, khususnya Tangerang Selatan.

"Kita akan mengusir Abu Bakar Ba’asyir kalau menginjak wilayah Tangerang Selatan," katanya, Sabtu (9/1/2010).

Pernyataan Nurdin ini memang agak menggelikan. Sebagai orang yang mengaku pengagum dan pendukung Gus Dur, tak selayaknya mereka menempuh jalur premanisme ketika menyikapi sebuah perbedaan. Bukankah Gus Dur yang selama ini mereka kagumi selalu membela minoritas, dan pernyataan Ba’asyir itu adalah pernyataan minoritas di negeri ini?

Sebaiknya, jika mereka benar-benar mengagumi Gus Dur, jangan tempuh jalur kekerasan. Jadikanlah dialog ilmiah sebagai titik temu perbedaan. Jika tak mampu berdialog ilmiah, biarkan saja dan jangan dipikirin. Ingat kata Gus Dur, ”Gitu aja kok repot!”

Salah satu alasan Gus Dur disebut murtad, karena pernah menyebut Al-Qur’an Porno

Nampaknya, polemik kemurtadan Gus Dur dari Islam ini menambah daftar kontroversi dalam hidup dan matinya.

Bukti terkuat yang dijadikan argumen para ulama dan kiyai untuk menyebut Gus Dur murtad adalah statemen Gus Dur di radio 68H yang menyebut Al-Qur’an sebagai kitab suci yang paling porno di dunia.

Buntut dari pernyataan itu, lebih dari 500 ulama dan kiyai se-Jawa dan Madura, mengadukan Gus Dur ke Mabes Polri. Pengaduan ratusan kiyai ini tercatat dengan nomor TBL/99/VI/2006/Siaga I tertanggal 13 Juni 2006 (http://www.kapanlagi.com/h/0000120135_print.html).

..Buntut dari pernyataan itu, lebih dari 500 ulama dan kiyai se-Jawa dan Madura, mengadukan Gus Dur ke Mabes Polri...

Dalam pengaduannya di Mabes Polri, ratusan ulama itu diwakili oleh KH Ahmad Chamid Baidhowi, pengasuh Pondok Pesantren Al-Wadah, Rembang, Jawa Tengah. Ia didampingi tiga penasihat hukumnya yakni Sugito, Adnan Assegaf dan Asad Yusuf.

Dalam laporan ini, Gus Dur dituduh melanggar pasal 156A KUHP tentang penistaan agama. Sebagai buktinya, Kyai Baidhowi melampirkan kutipan surat kabar yang memuat pernyataan Gus Dur bahwa Al-Quran merupakan kitab suci paling porno di dunia. Dalam koran tertanggal 16 April 2006 tersebut Gus Dur menyebut Al-Qur’an sebagai kitab yang paling porno di dunia karena ada ayat yang memuat anjuran untuk menyusui bayi. Menyusui itu, menurut Gus Dur, merupakan bentuk porno karena memperlihatkan payudara.
Selain itu, Kyai Baidhowi juga menyerahkan salinan tanda tangan lebih dari 500 ulama se Jawa-Madura yang juga mengecam pernyataan Gus Dur.

Tudingan GusDur yang menyebut Qur’an porno itu telah ditanggapi banyak penulis. Al-Ustadz Hartono Ahmad Jaiz dalam buku ”Al-Qur’an Dihina Gus Dur,” secara komprehensif menuangkan asal-usul tudingan Gus Dur hingga kesalahan dan jawabannya berdasarkan pendapat para ulama Salafus Shalih yang diambil dari berbagai kitab Tafsir dan Hadits Nabi.

Di bagian akhir, Ustadz Hartono secara khusus mengutip fatwa para ulama terhadap orang yang mengolok-olok Allah SWT, Al-Qur’an dan Agama Islam (halaman 9-110).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya, ”Ada orang yang mengolok-olok atau menghina Allah, ayat-ayat-Nya (Al-Qur’an) dan Rasul-Nya. Apa hukumnya?”

Syaikh Utsaimin menjawab: ”Perbuatan ini, walaupun dilakukan dengan bersenda-gurau, banyolan dan lelucon, maka itu adalah perbuatan kafir dan munafik. Tidak boleh seseorang mempermainkan Al-Qur’an, memperolokkannya, menertawakannya dan menghinakannya.

Kalau ada orang yang melakukannya, maka dia jadi kafir karena dia menunjukkan penghinaan kepada Allah, para Rasul, Kitab Suci dan Syariat-Nya.”

Salah satu ayat yang dijadikan argumen oleh Syaikh Utsaimin adalah

Al-Qur’an surat At-Taubah 65-66: ”Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman.”

Tak hanya ulama dan kiyai saja yang menyoal tuduhan Al-Qur’an porno yang ditudingkan Gus Dur. Para muallaf yang mantan Kristen pun beramai-ramai membantah tudingan Gus Dur. Salah satu muallaf yang meluruskan tudingan Gus Dur adalah Wencelclaus Insan LS Mokoginta.

Muallaf berdarah Cina-Manado ini menulis buku ”Mana yang Porno, Alkitab ataukah Al-Qur’an?” yang diterbitkan oleh Pustaka Birrul Walidain (Juni, 2006).

..Tidak boleh seseorang mempermainkan Al-Qur’an, memperolokkannya, menertawakannya dan menghinakannya. Kalau ada orang yang melakukannya, maka dia jadi kafir...
Kini jasad Gus Dur sudah berkalang tanah. Sebelum Izrail mencabut nyawanya, Gus Dur belum sempat mencabut pernyataan Al-Qur’an Porno. Gus Dur juga belum pernah menulis buku jawaban balik terhadap buku-buku yang menyoal statemen Al-Qur’an Porno. Sehingga publik menilai uraian buku tersebut benar.

Walhasil, kita pasrahkan sepenuhnya kepada Allah Yang Mahatahu dan Mahaadil,. Bila benar bahwa Gus Dur menghina Al-Qur’an sebagai kitab suci terporno di dunia, biarlah Allah yang membalasnya dengan balasan yang tak kalah menghinakannya daripara penghinaan Gus Dur.

Tapi jika Gus Dur tak bermaksud menghina Al-Qur’an, publik bertanya-tanya, mana bantahannya, dan kapan beliau mencabut pernyataannya? Untuk meminta klarifikasi langsung kepada Gus Dur, apa maksud dan keyakinannya ketika menyebut Al-Qur’an Porno, pintu sudah tertutup. Karena kini, di alam kuburnya, Gus Dur tak perlu klarifikasi amal dan ucapannya kepada manusia. Klarifikasinya hanya disampaikan kepada Munkar dan Nakir, sang malaikat qubur. [taz/dari berbagai sumber]
Label artikel Gus Dur di Mata Kiyai dan Ulama Islam | Gusdur | TOKOH judul Gus Dur di Mata Kiyai dan Ulama Islam...By : PEDULI FAKTA
Ditulis oleh: Peduli Fakta - Sabtu, 28 Desember 2013

Belum ada komentar untuk "Gus Dur di Mata Kiyai dan Ulama Islam"

Posting Komentar