PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

Mewaspadai Keterlibatan Orang Komunis & Liberal Menyusun Kurikulum Pendidikan


Kadang timbul pertanyaan dalam benak kita kenapa sekarang anak - anak generasi muda kita kok sudah mulai menurun kualitas moralnya,mulai jauh dari nilai-nilai Agama.

Jawabnya mudah saja, hal itu disebabkan karena saat ini sudah ada orang - orang berpaham komunis dan liberal yang dilibatkan dalam menyusun kurikulum materi pendidikan di berbagai lembaga pendidikan. Dengan demikian apa yang akan menjadi bahan pelajaran anak - anak sekolah kita akan mengikuti alur pikir mereka.

Mungkin diantara kita masih ingat tentang kasus munculnya buku - buku pelajaran sekolah yang tidak menuliskan materi G30S/PKI dan kemudian ditarik kembali oleh Dikbud? begitulah cara mereka bekerja, membidik kurikulum materi pelajaran yang dijadikan rujukan bagi seluruh lembaga pendidikan untuk dirubah sesuai pandangan mereka. Dengan demikian generasi muda kita tidak akan pernah mengenal apa itu G30S/PKI yang ada G30S (tanpa PKI) yang tentunya bisa kita tebak kemana arah materinya.


Tanggal 25 November 2012 pernah tersiar kabar bila seorang berpaham komunis dan liberal pernah di libatkan dalam penyusunan kurikulum bernama Goenawan Mohamad. Berikut saya tuliskan kembali pemberitaannya di bawah ini :

Goenawan Mohamad Penjaja Marxisme dan Paham Merusak Agama Dilibatkan Susun Kurikulum

Goenawan Mohammad dedengkot liberal yang aktif menjajakan faham marxisme dan menyuntikkan pemahaman yang merusak agama (Islam) justru dilibatkan dalam menyusun kurikulum pelajaran sastra di Indonesia.

Dunia pendidikan akan di bawa ke mana?

Keliberalan Goenawan Mohamad sudah sampai ke taraf mengkampanyekan pemikiran tokoh lesbian internasional, Irshad Manji. Hingga Irshad Manji, Pendiri Tempo Goenawan Mohamad dan Ketua Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat sekaligus petinggi Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdala, yang mengundang tokoh Lesbian Irshad Manji terpaksa dievakuasi. Ini karena acara bedah buku mereka yang mendukung Homoseks, Lesbian, dan perkawinan sesama jenis sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Nabi Luth.

Langkah polisi membubarkan acara diskusi peluncuran buku berjudul ‘Allah, Liberty and Love’ karya Irshad Manji di Komunitas Salihara, Jakarta Selatan, Jumat (4/5) malam, tidak menyalahi aturan. Kepolisian juga menyangkal jika pembubaran dilakukan di bawah tekanan organisasi masyarkat (ormas) yang mengatasnamakan agama Islam. (kabarislam, Mei 10, 2012).

Menungsa koyo ngono malah arep dipasrahi nyusun kurikulum sekolah, kuwi apa Indonesia arep didadekake edan kabeh? (Manusia seperti itu akan diserahi menyusun kurikulum sekolah, itu apakah Indonesia akan dijadikan gila semua?).

Coba dipertimbangkan dulu wahai Bapak Menteri Pendidikan Nasional… Bila tetap diteruskan, maka apakah tidak takut kepada ayat ini?

فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ (١٠)وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ (١١)أَلا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَكِنْ لا يَشْعُرُونَ (١٢)

10. Dalam hati mereka ada penyakit[23], lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.

11. dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi[24]“. mereka menjawab: “Sesungguhnya Kami orang-orang yang Mengadakan perbaikan.”

12. Ingatlah, Sesungguhnya mereka Itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. (QA Al-Baqarah: 10-12).

[23] Yakni keyakinan mereka terdahap kebenaran Nabi Muhammad s.a.w. lemah. Kelemahan keyakinan itu, menimbulkan kedengkian, iri-hati dan dendam terhadap Nabi s.a.w., agama dan orang-orang Islam.

[24] Kerusakan yang mereka perbuat di muka bumi bukan berarti kerusakan benda, melainkan menghasut orang-orang kafir untuk memusuhi dan menentang orang-orang Islam.

Bila Bapak Menteri Pendidikan Nasional masih sayang-sayang kepada agamanya (Islam), dan merasa bertanggung jawab kepada generasi muda di Indonesia yang sedang mengenyam pendidikan, maka sebaiknya takut kepada ayat-ayat Allah Ta’ala, dan sayang-sayang kepada generasi kita agar jangan sampai diserahkan untuk dirusak orang. Itu bukan hanya berakibat untuk kehidupan di dunia ini, namun resikonya akan dibawa ke akherat kelak.
Label artikel Anti Komunisme | Mewaspadai Keterlibatan Orang Komunis & Liberal Menyusun Kurikulum Pendidikan | PKI judul Mewaspadai Keterlibatan Orang Komunis & Liberal Menyusun Kurikulum Pendidikan...By : PEDULI FAKTA
Ditulis oleh: Peduli Fakta - Senin, 30 Desember 2013

Belum ada komentar untuk "Mewaspadai Keterlibatan Orang Komunis & Liberal Menyusun Kurikulum Pendidikan"

Posting Komentar