PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

Ayu Utami



Justina Ayu Utami –begitu nama lengkap aktivis komunitas Utan Kayu ini– adalah lulusan Jurusan Sastra Rusia Fakultas Sastra Universitas Indonesia di tahun 1994. Kalau mendengar nama “Utan Kayu”, pastilah pikiran kita akan membayangkan sosok Goenawan Mohamad (yang namanya juga tercantum pada iklan petisi AKKBB), membayangkan komunitas JIL (Jaringan Islam Liberal) yang menawarkan kesesatan dan kekafiran berfikir.

Nama Ayu Utami mencuat sejak novelnya berjudul Saman memenangi sayembara penulisan roman Dewan Kesenian Jakarta 1998 dan Prince Claus Award 2000 dari Prince Claus Fund, sebuah yayasan yang bermarkas di Den Haag. 

Dari sejumlah kegiatannya, Ayu mengisi kolom Kodok Ngorek di harian Seputar Indonesiaedisi Ahad. Salah satu tulisannya pernah membahas soal laju pertumbuhan penduduk. Ayu Utami memposisikan diri sebagi orang yang memberikan kontribusi di dalam menekan laju pertumbuhan penduduk, dengan cara sengaja tidak punya anak.


Sebagai penganut paham kebebasan, ternyata Ayu Utami tidak bisa mengerti sikap temannya yang punya anak banyak (lima orang)tanpa sengaja. Ayu juga semakin tidak mengerti terhadap sikap seseorang yang disebutnya sebagai “Tuan F” yang dengan sengaja punya anak sangat banyak dari isri-istrinya yang juga banyak (empat wanita).

Melalui tulisannya berjudul Adopsi (Seputar Indonesia, 4 Mei 2008, hal. 13), Ayu Utami mencurahkan isi hati terdalamnya, sekaligus menumpahkan spontanitas intelektualnya, di dalam mengekspresikan ketidaksetujuannya dengan “Tuan F” (Fauzan Al-Anshari?) yang banyak anak dan banyak istri itu, melalui untaian kata yang bernada mengejek dan agak berbau porno, yaitu: “… Tuan F ini, agaknya, setiap kali bersetubuh membayangkan akan menaklukkan AS…”

Astaghfirullooh… Mungkin bagi Ayu Utami, kata-kata di atas tergolong biasa saja. Namun bagi orang yang bernurani bersih, kata-kata itu selain terkesan kasar, jorok, dan tidak menunjukkan kearifan, juga memberi kesan bahwa penulisnya memiliki cita rasa sastra yang rendahan.

Kita bisa berbeda ‘selera’ dalam soal ini. Tapi, ada satu kesan mendalam yang bisa diambil dari untaian kata-kata tadi, bahwa Ayu Utami sang penganut kebebasan berpendapat, kebebasan berekspresi, bahkan menjunjung kebebasan beragama dan berkeyakinan itu, ternyata masih belum bisa menerima ada sikap dan pendirian orang lain yang tidak sesuai dengan ‘seleranya’. Orang yang berbeda ‘selera’ dengan Ayu Utami selain membuatnya keheranan, juga dengan cepat dijadikan bahan ejekan atau olok-olok melalui untaian kata-kata yang berbau porno.

Sebelumnya, masih di harian yang sama, Ayu Utami melecehkan istilah poligami (salah satu hal yang dibolehkan dalam Islam, namun dibenci oleh orang-orang yang belum tentu senang terhadap Islam walau mengaku Muslim), melalui sebuah tulisannya yang diberi judul Sekte Poligami(Seputar Indonesia, 20 April 2008). Istilah poligami ditempelkan pada sekte-sekte penganut seks bebas yang kebebasannya lebih rendah dari perilaku binatang (lihat artikel berjudul Menista Istilah Poligami Demi Menutupi Kejahatan Ahmadiyah pada nahimunkar.com edisi April 24, 2008).

- See more at: http://www.nahimunkar.com/gerombolan-porno-dalam-akkbb/#sthash.nqb5ZGbO.dpuf
Label artikel Ayu Utami | TOKOH judul Ayu Utami...By : PEDULI FAKTA
Ditulis oleh: Peduli Fakta - Rabu, 01 Januari 2014

Belum ada komentar untuk "Ayu Utami"

Posting Komentar