PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

A. Mustofa Bisri (gusmus)


A. Mustofa Bisri adalah seorang kyai yang mengelola Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Kyai yang biasa dipanggil dengan sapaan Gus Mus ini adalah alumnus Al Azhar University, Kairo. Ketika di tahun 2003 masyarakat ramai mempermasalahkan goyang ngebor ala Inul Daratista, sang kyai tampil sebagai salah satu pembela. Ekspresi pembelaannya dicurahkan melalui sebuah lukisan yang diberi judul Berdzikir Bersama Inul. Pada lukisan itu, digambarkan sejumlah kyai yang sedang berdzikir dalam posisi mengelilingi Inul yang sedang melakukan aksi goyang ngebor-nya.

Lukisan berukuran 60 cm x 50 cm itu dipamerkan pada acara Pekan Muharram 1424 H di Masjid Agung Al Akbar, Surabaya, yang diselenggarakan Harian Duta Masyarakat (4-9 Maret 2003). Selain KH A.Mustofa Bisri alias Gus Mus, juga dipamerkan lukisan karya Danarto (pengikut Lia Eden?), Djoko Pekik, (alm) Amang Rahman, Zawawi Imron dan lain-lain.


Lukisan Gus Mus itu sempat memancing emosi sebagian warga Surabaya. Pengurus masjid menerima ancaman dari sekelompok orang yang mengatasnamakan pemuda Islam. Isi ancamannya, masjid akan dibakar jika panitia tidak menurunkan lukisan porno tersebut. Ancaman itu diterima pengurus masjid melalui telepon pukul 13.00 WIB, Kamis (6 Maret 2003). 

Menurut Danarto, pelukis kenamaan di Jakarta yang juga kawan Gus Mus, “Saya menilai Gus Mus ingin membela seorang wanita bernama Inul yang sedang tertindas karena di sana-sini muncul pencekalan akibat gaya tariannya.”

Oh, jadi dalam rangka membela Inul yang goyang ngebor-nya dipermasalahkan banyak orang itu, maka Gus Mus membuat lukisan yang dipamerkan di dalam masjid. Astagfirullah al’adziiem. Urusan yang porno-porno kayak gitu koq dibawa-bawa ke masjid!

Kecenderungan Gus Mus terhadap yang porno-porno juga terlihat ketika dia memberikan ilustrasi tentang kebebasan berfikir ala sepilis (sekulerisme, pluralisme agama –menyamakan semua agama— dan liberalisme) yang menurut fatwa MUI dikategorikan sesat dan haram. Bagi Gus Mus, pluralisme agama, liberalisme, dan sekularisme adalah gagasan (ide) dan pemikiran, sehingga tidak bisa diharamkan. Kecuali bila pemikiran itu diejawantahkan dalam tindakan yang merusak dan merugikan orang banyak, baru bisa diharamkan. “Kalau Sampean punya gagasan akan menzinahi bintang film, ia baru haram kalau Anda laksanakan. Kalau masih gagasan, tidak apa-apa.”

Pernyataan itu dikemukakan Gus Mus yang pernah menjabat sebagai Rois Syuriah PB NU kepada Novriantoni dari Kajian Islam Utan Kayu (KIUK) yang mewawancarainya pada hari Kamis tangggal 4 Agustus 2005, dalam rangka mengomentari fatwa MUI tentang sesatnya JIL. 

Dari pernyataan Gus Mus itu, maka semakin terbuktilah bahwa kyai itu belum tentu ulama, dan meski seseorang itu digelari ulama, belum tentu ia ulama yang mengikuti Rosululloh SAW. (lihat tulisan berjudul Kyai Belum Tentu Ulama edisi 6 April 2008).

Apa yang dinyatakan Gus Mus itu jelas berselisihan dengan hadits-hadits shahih berikut:
1550 حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا أَدْرَكَ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ فَزِنَا الْعَيْنَيْنِ النَّظَرُ وَزِنَا اللِّسَانِ النُّطْقُ وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ أَوْ يُكَذِّبُهُ.
1550 Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Nabi shallallahu ‘alahi wasallam bersabda: Allah subhanahu wata’ala telah mencatat bahwa anak Adam cenderung terhadap perbuatan zina. Keinginan tersebut tidak dapat dielakkan lagi, di mana dia akan melakukan zina mata dalam bentuk pandangan, zina mulut dalam bentuk pertuturan, zina perasaan yaitu bercita-cita dan berkeinginan mendapatkannya manakala kemaluanlah yang menentukannya berlaku atau tidak. (Muttafaq ‘alaih).

عَن أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِكُلِّ بَنِي آدَمَ حَظٌّ مِنْ الزِّنَا فَالْعَيْنَانِ تَزْنِيَانِ وَزِنَاهُمَا النَّظَرُوَالْيَدَانِ تَزْنِيَانِ وَزِنَاهُمَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلَانِ يَزْنِيَانِ وَزِنَاهُمَا الْمَشْيُ وَالْفَمُ يَزْنِي وَزِنَاهُ الْقُبَلُ وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ أَوْ يُكَذِّبُهُ )مسند أحمد:8507(
“Likulli banii aadama haddhun minaz zinaa: fal ‘ainaani tazniyaani wa zinaahuman nadhru, walyadaani tazniyaani wazinaahumal bathsyu, warrijlaani tazniyaani wazinaahumal masy-yu, walfamu yaznii wazinaahul qublu, walqolbu yahwii wa yatamannaa, walfarju yushod
diqu dzaalika au yukaddzibuhu.” 

Artinya: Hadits dari Abu Hurairah, bahwa Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Setiap bani Adam ada potensi berzina: maka dua mata berzina dan zinanya melihat, dua tangan berzina dan zinanya memegang, dua kaki berzina dan zinanya berjalan, mulut berzina dan berzinanya mencium, hati berzina dan berzinanya cenderung dan mengangan-angan, sedang farji/ kemaluan membenarkan yang demikian itu atau membohongkannya.” (Hadits Musnad Ahmad 8507, juz 2 hal 243, sanadnya shohih, dan hadits-hadits lain banyak, dengan kata-kata yang berbeda namun maknanya sama). 

Benarlah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dan bohonglah A. Mustofa Bisri.

- See more at: http://www.nahimunkar.com/gerombolan-porno-dalam-akkbb/#sthash.nqb5ZGbO.dpuf

Label artikel A. Mustofa Bisri (gusmus) | TOKOH judul A. Mustofa Bisri (gusmus)...By : PEDULI FAKTA
Ditulis oleh: Peduli Fakta - Rabu, 01 Januari 2014

Belum ada komentar untuk "A. Mustofa Bisri (gusmus)"

Posting Komentar