PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

GusDur RUU APP & Pelacur



Sosok yang satu ini tentu tidak asing lagi bagi kita. Tidak asing berkenaan dengan sesuatu yang berkaitan dengan porno-porno (bahkan isu santer tentang zina?). Ketika Ummat Islam memperjuangkan RUU APP (Rancangan Undang-undang Anti Pornografi dan Porno Aksi), Gus Dur justru bersikap kebalikannya, yaitu menentang RUU APP yang sedang diperjuangkan Ummat Islam.

Ketika diwawancarai JIL 10 April 2006, kepada Gus Dur diajukan pertanyaan, “Gus, ada yang bilang kalau kelompok-kelompok penentang RUU APP ini bukan kelompok Islam, karena katanya kelompok ini memiliki kitab suci yang porno?”

Kemudian Gus Dur memberikan jawaban sambil tertawa terkekeh-kekeh: “Sebaliknya menurut saya, Kitab suci yang paling porno di dunia adalah Alqur’an…” Kemudian Gus Dur melanjutkan, “…Di Alqur’an itu ada ayat tentang menyusui anak dua tahun berturut-turut. Cari dalam Injil kalau ada ayat seperti itu. Namanya menyusui, ya mengeluarkan tetek kan?! Cabul dong ini. Banyaklah contoh lain…”

Bagi Gus Dur sekedar ngomong porno ya tidak apa-apa, karena dalam pemberitaan ia dikabarkan pernah (atau suka) berzina (?). Setidaknya ada empat wanita yang menjadi partner Gus Dur, yaitu Aryanti, Putri (isteri Pilot), Siti Farikah, dan Ayu Laksmi (Tabloid ADIL, 7 September 2000).


Menurut mantan ajudan Gus Dur Al-Zastrouw Ngatawi, di layar SCTV awal September 2000, bahwa Gus Dur sering menerima tamu wanita, termasuk pelacur, untuk macam-macam urusan, dalam suasana akrab, dan dengan berpakaian sekedarnya (hanya berkaus singlet). Gus Dur juga suka ke diskotik, menerima tamunya. Pernyataan Al-Zastrouw itu dalam format membela Gus Dur yang saat itu sedang diguncang prahara terbongkarnya kasus perzinaan (?) Gus Dur dengan Aryanti Boru Sitepu. Maksudnya mau membela, malah jadi membuka ‘kebiasaan’ Gus Dur yang lain, yaitu suka ke Diskotik, menerima pelacur dalam busana seadanya. Lha, ternyata walau dia sebutannya kyai tapi suka ke Diskotik, dan tidak punya sopan-santun berbusana di dalam menerima tamu.

Emha Ainun Nadjib seorang budayawan pernah menggambarkan kedekatan Gus Dur dengan Aryanti sebagai berikut: “Wanita itu orang yang saya lihat paling dekat dan paling relaks dengan Gus Dur. Dia sering terlihat di tempat-tempat yang disinggahi Gus Dur, baik di hotel maupun di Bali.” (Suara Merdeka, Berita Utama, Jumat, 1 September 2000).

Lha kalau hal-hal yang berdekatan dengan zina saja dilakoni, apalagi sekedar membela yang porno-porno. Misalnya, membela Inul. Dalam membela Inul, Gus Dur beralasan, tidak ada seorang pun yang berhak melarang orang berekspresi selama tidak bertentangan dengan undang-undang. Namun, ketika ada upaya untuk membentuk undang-undang anti pornografi dan pornoaksi, Gus Dur justru menyatakan, rancangan undang-undang anti pornografi dan pornoaksi itu tidak perlu, karena soal pornografi dan pornoaksi, cukup diserahkan kepada masyarakat saja.

- See more at: http://www.nahimunkar.com/gerombolan-porno-dalam-akkbb/#sthash.nqb5ZGbO.dpuf

Label artikel Gusdur | TOKOH judul GusDur RUU APP & Pelacur...By : PEDULI FAKTA
Ditulis oleh: Peduli Fakta - Rabu, 01 Januari 2014

Belum ada komentar untuk "GusDur RUU APP & Pelacur"

Posting Komentar