PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

Sopir Travel Dan Pemikiran JIL

“selain karyawan dilarang masuk”

Gimana kalo kita demo PLN yg sangat tdk toleran, karena membatasi siapa yg boleh masuk? :D 

PLN ini sangat eksklusif , intoleran dan sangat tdk pluralistik , masak hanya yg berkepentingan yg boleh masuk

Kenapa manusia harus dibedakan antara yang karyawan PLN atau bukan? Apa saya yg bukan karyawan PLN lebih hina? Sehingga tdk bolek masuk?

Waktu saya meeting dg salah satu perusahaan jepang di indonesia, juga terdapat peringatan2 semacam ini “selain karyawan dilarang masuk”

Kenapa selain karyawan dilarang masuk? Apa mereka merasa benar sendiri? Kami yg bukan karyawan ini dianggap apa? Kafir? Sangat tidak toleran :D

Kenapa harus ada sikap2 eksklusif seperti itu, kenapa manusia harus dibedakan antara karyawan dan bukan karyawan? Sangat anti keberagaman

Saat menuju ke travel tadi, ada peringatan seperti itu, area terbatas dilarang masuk, saya foto aja. Ini menarik
“selain karyawan , dilarang masuk” , peringatan2 senada sperti ini , adalah bentuk anti keberagaman. :D

Kenapa dunia ini harus dibedakan antara karyawan dan bukan karyawan? Sangat tidak pluralis :D

Kenapa harus ada karyawan dan bukan karyawan? Muslim dan kafir? Kenapa harus dibedakan? :D ini bentuk eksklusivitas :p

Kenapa ada yg disebut non karyawan? Kenapa ada yg disebut kafir? Kenapa non karyawan dapat perlakuan berbeda? Ini diskriminatif !!! :D

Kenapa manusia harus didefinisikan statusnya gay atau tidak gay, karyawan non karyawan, koruptor dan non koruptor, muslim kafir, kenapa?

Kenapa manusia tidak disamakan statusnya semuanya: manusia. Tidak perlu ada embel2 koruptor, penjahat, pezina, pendeta, bebaskan aja semuanya?

Kenapa harus ada status koruptor? Kenapa harus ada labelisasi dan vonis? Bukankah manusia sama? 
Sangat tidak toleran !!! :D

Yang satu dilabeli kafir, yang satu dilabeli koruptor, yg lain dilabeli jomblo, ini sangat tidak toleran :D

Kenapa harus ada WNI WNA? Kenapa harus ada status2 yg diskriminatif dan eksklusif :D

Saya lagi reverse psychology , berpikir dengan cara JIL berpikir :D

Kenapa harus ada label istri dan bukan istri? Apakah yang bukan istri itu wanita hina sehingga tdk bs disebut istri? Intoleran !!!

Kenapa harus ada label tinggi rendah, sangat tdk pluralisme, kenapa tdk semua ba disebut bertinggi sama. *inspirasi dari puisi taufik ismail*
“mas, istrimu cantik” | “alhamdulillah, trima kasih” | tapi itu jelas labelisasi, ada cantik dan tidak, kenapa harus didefinisikan? Tidak toleran !!!

Bicara cantik dan tidak, tampan dan tidak, ini jelas sangat mengarah pada eksklusivitas, kenapa harus ada definisi itu !!!

Ini jasa marga juga intoleran, kenapa harus ada istilah jalan tol dan bukan, ada jalan dan bahu jalan, kenapa harus dibeda2kan?

Supir travel saya ini sangat pluralis, dia hampir selalu jalan di bahu jalan sepanjang tol cikampek. Dia mengerti jalan dan bahu jalan itu sama

Supir yang pluralis ini mengerti betul , baik jalan dan bahu jalan itu sama, sama2 menuju gerbang tol :D

Jalan dan bahu jalan itu sama, sama2 jalan, membedakannya adalah perilaku diskriminatif

Ini juga ngapain saya pake seat belt, selama nyupirnya bener, insya allah aman, kebenaran ttg “pake seat belt” itu relatif. Yg penting esensi

Ini juga sangat anti kesetaraan: barang dibedakan antara yg berharga dan tidak pic.twitter.com/0gbcmb4h

Ketika laptop dan tas disebut berharga, apa barang2 lain yg tidak disebutkan berharga berarti tdk berharga? Apa barang2 ini tidak merasa terkucil?

Kenapa dunia ini penuh dengan definisi dan klasifikasi, ini jelas2 sangat intoleran

Kenapa semua org tdk seperti supir di samping saya, dia menabrak definisi jalan dan bahu jalan. Ini pluralis sejati

Kenapa hidup ini harus dipenuhi dengan definisi2 dan klasifikasi? Kenapa semua tidak disamakan saja? Kenapa dunia ini diskriminatif?

Apa hak nya jasa marga melakukan labelisasi, ini jalan dan ini bahu jalan?

Saya suka banget nih supir disamping saya ini, dia bener2 pluralis sejati. Dia merubuhkan definisi lajur kiri, kanan dan bahu jalan

Kadang dia menyalip dari kiri, kadang kanan, kebanyakan dari bahu jalan. Dia benar2 menolak semua definisi ttg lajur jalan. Ini progresif

Semakin menolak definisi, semakin modern , progresif dan semakin cendikiawan lah supir disebelah saya ini. “kesetaraan lajur” itu istilahnya

Rasanya Senang sekali disupiri oleh supir cendikiawan nan intelek, batas2 definisi tradisional tentang jalan jelas sudah hilang. Ini menarik

Kami sedang menyalip dari bahu jalan, ini progresif revolusioner bukan? Ini mendobrak ketekstualan pic.twitter.com/4Yjc8Krx

Saya coba memahami cara berpikirnya, mungkin menurut supir intelek nan cendikia ini, kiri dan kanan ini relatif . Ini sudah benar

Mungkin … ini supir paling pluralis yang pernah saya temui, selain saya sendiri tentunya :D

Hmm … Andaikan semua supir di negeri ini sepluralis dan serelatif supir travel ini cara berpikirnya

Jika ada istilah jalan dan bahu jalan , apa yang bahu jalan tidak iri kenapa dia dilabeli bahu?

Membayangkan jika semua pengemudi di Indonesia ini berpikir seperti supir di sebelah saya ini, maju, modern, pluralis, relatif :D

Lembaga yang paling intoleran itu menurut saya KPK , kenapa manusia dibedakan antara koruptor dan bukan? Kenapa manusia harus dikotak2an? #eh
*ngetwit sambil deg2an di samping supir #sepilis , intelek nan cendikia

Pasti supir disamping saya ini banyak banget baca bukunya, sehingga gaya menyupirnya bisa sepluralis ini

Dunia ini penuh sikap intoleran , PLN yang membatasi siapa yg boleh masuk area kerjanya, KPK sibuk dengan definis korupsinya, dunia yg intoleran

Kiri kanan sama saja, jalan bahu jalan sama saja, Islam kristen sama saja *salto

Supir sebelah saya ini pasti lulusan amerika, bisa sampe sepluralis ini cara berpikirnya. Beasiswa darimana ya kuliahnya? Apa foundation gitu?

Barusan nelp hp istri saya, minta jemput. Baru ngomong sebentar, mati. Saya telp ke rumah: “say .. 
Halo?” | iya pak | wah, trnyata pembantu saya
“Mana ibu teh?” | “di kamar pak” | “coba panggil ya” | hmm … Kenapa harus dibedakan antara istri dan pembantu? Ini intoleran !!! Pasti !!!

Alhamdulillah, sampe pasteur, berpisah dari supir intelek nan cendikia. Sekarang menunggu dijemput istriku yg cantik :)

Istriku ndak jadi jemput, nemenin anak2 belajar, mau ulangan besok. Jadi ditemenin supir taxi, supir yg kolot dan tdk pluralis, terlalu tekstual

Label artikel @hafidz_ary | Kultweet judul Sopir Travel Dan Pemikiran JIL...By : PEDULI FAKTA
Ditulis oleh: Peduli Fakta - Kamis, 27 November 2014

Belum ada komentar untuk "Sopir Travel Dan Pemikiran JIL"

Posting Komentar