PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

Bagaimana Media Massa Menggiring Opini Publik? (Bagian IV)

Bagaimana Media Massa Menggiring Opini Publik? (Bagian IV)

Setelah sebelumnya kita membahas pencitraan, sekarang kita bicarakan soal OPINI. Bolehkah sebuah media beropini? Kalau boleh, bagaimana caranya?

======================

CARA MEDIA DALAM BEROPINI (bagian I)


Secara etika jurnalistik, seorang wartawan tidak diperbolehkan untuk menulis opini pribadi mereka di dalam tulisan (berita).

CONTOH I:
"Jokowi, gubernur yang telah sukses sebagai pemimpin itu, baru saja blusukan ke sebuah lokasi banjir di Jakarta Timur."
" Jokowi, gubernur yang telah gagal jadi pemimpin itu, baru saja blusukan ke sebuah lokasi banjir di Jakarta Timur."

CONTOH II
"Jokowi baru saja blusukan ke sebuah lokasi banjir di Jakarta Timur. Menurut A, dia seorang gubernur yang sukses."
"Jokowi baru saja blusukan ke sebuah lokasi banjir di Jakarta Timur. Menurut B, dia seorang gubernur yang gagal."

Apa bedanya?
Pada contoh 1, opini disampaikan langsung oleh si wartawan, dan itu tidak boleh. Sebab wartawan tak boleh beropini secara langsung di dalam berita yang dia tulis.

Sedangkan pada contoh 2, secara etika jurnalistik itu diperbolehkan (dan memang seharusnya seperti itu). Sebab opini tersebut disampaikan lewat ucapan seorang nara sumber.

Artinya:
JIka si wartawan punya opini, pendapat dst, seharusnya dia sampaikan lewat ucapan para tokoh yang sejalan dengan opininya. Dia bisa mewawancarai tokoh2 yang satu ide atau satu pendapat dengannya.

NB: Sayangnya, etika jurnalistik yang satu ini sudah banyak dilanggar. Banyak sekali media massa saat ini yang beropini secara langsung.

BERSAMBUNG >>

(Jonru)
Label artikel Bagaimana Media Massa Menggiring Opini Publik? | Kebusukan Media judul Bagaimana Media Massa Menggiring Opini Publik? (Bagian IV)...By : PEDULI FAKTA
Ditulis oleh: Peduli Fakta - Minggu, 26 Januari 2014

Belum ada komentar untuk "Bagaimana Media Massa Menggiring Opini Publik? (Bagian IV)"

Posting Komentar