PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

Bagaimana Media Massa Menggiring Opini Publik? (Bagian III)

Bagaimana Media Massa Menggiring Opini Publik? (Bagian III)

Kita sudah membahas tentang pencitraan. Kali ini masih topik yang sama, namun ada sedikit perbedaan

====================

PENCITRAAN II:

Media massa bisa menggiring pikiran pembaca untuk berpandangan positif atau negatif terhadap suatu peristiwa.

Contoh:


1. Konser musik yang digelar tadi malam berlangsung meriah. Sejumlah penyanyi melakukan perform di atas panggung dengan gaya aksi mereka yang keren banget, dari jam 5 sore hingga jam 12 malam.

"Asyik banget deh, pokoknya," ujar Budi, salah seorang pengunjung dari Bandung.

2. Konser musik yang digelar tadi malam berlangsung meriah. Sejumlah penyanyi melakukan perform di atas panggung dengan gaya aksi mereka yang keren banget, dari jam 5 sore hingga jam 12 malam.

"Asyik sih," ujar Farid, salah seorang peserta. "Tapi gara2 konser itu, gue gak shalat magrib dan Isya deh. Lain kali, gue bakal mikir2 kalo ikut acara seperti itu."

Coba simak:
Berita nomor 1 memberi kesan positif terhadap acara konser. Sementara berita nomor 2 memberi kesan negatif. Padahal peristiwanya sama.

Itulah salah satu contoh pencitraan yang bisa dilakukan oleh media.

Masih ingat kan, perbedaan peristiwa dengan berita? Ya, betul! Peristiwa berupa konser musik merupakan sesuatu yang sangat objektif. Namun CARA si wartawan memberitakan bisa menimbulkan kesan bahwa konser musik itu positif atau negatif.

Dari penjelasan di atas, semoga kita jadi paham, kenapa saat ini banyak hal2 baik yang dianggap buruk, sementara hal-hal buruk dianggap baik. Ini tidak terlepas - antara lain - dari pengaruh media massa.

BERSAMBUNG >>


(Jonru)
Label artikel Bagaimana Media Massa Menggiring Opini Publik? | Kebusukan Media judul Bagaimana Media Massa Menggiring Opini Publik? (Bagian III)...By : PEDULI FAKTA
Ditulis oleh: Peduli Fakta - Minggu, 26 Januari 2014

Belum ada komentar untuk "Bagaimana Media Massa Menggiring Opini Publik? (Bagian III)"

Posting Komentar