PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

Bagaimana Media Massa Menggiring Opini Publik? (Bagian II)

Bagaimana Media Massa Menggiring Opini Publik? (Bagian II)

Setelah sebelumnya kita membahas masalah "peristiwa vs berita", kini kita membahas salah satu hal yang paling sering dibahas sehubungan dengan media massa, yakni pencitraan

=================

PENCITRAAN I:

Salah satu hal yang bisa dilakukan oleh media adalah melakukan pencitraan.

Contoh terbaru adalah mengenai banjir di Jakarta, yang oleh sebagian media disebut genangan. Kenapa harus disebut genangan? Kenapa tidak disebut banjir saja? Bukankah genangan dan banjir itu sangat jauh berbeda?


Kemungkinan besar, tujuannya adalah untuk memberikan pencitraan positif terhadap pemerintah, agar pemerintah tidak disalahkan, agar citra pemerintah tetap positif walau banjir terjadi di mana-mana.

Contoh lainnya adalah berikut ini:

Beberapa tahun lalu, di sebuah koran saya melihat sebuah foto yang memperlihatkan seorang ibu yang sedang diperiksa ketika hendak masuk ke dalam sebuah mal di Jakarta. Saat itu, isu teroris dan pengeboman sedang rame di Jakarta, sehingga penjagaan ketat diberlakukan di hampir semua gedung.

Lantas di keterangan foto tertulis kalimat sebagai berikut:

"Seorang WANITA BERJILBAB diperiksa oleh petugas keamanan di pintu masuk sebuah mall di Jakarta. Belakangan ini, banyaknya aksi terorisme membuat para pengelola mall menerapkan aturan yang sangat ketat terhadap para pengunjung."

* * *

Sebenarnya tak ada yang aneh dengan foto dan kalimat yang saya jelaskan di atas. Yang jadi pertanyaan kita adalah:

- Kenapa foto yang ditampilkan adalah foto seorang ibu berjilbab?
- Kenapa jilbab si ibu disebutkan pada keterangan foto?
- Tentu pengunjung yang masuk ke mal itu sangat banyak. Mungkin ratusan orang perhari.

Ketika si wartawan memotret, pasti foto yang dia hasilkan lebih dari satu. Mungkin dia juga memotret seorang kakek, seorang remaja pakai rok mini dan tanktop, dua orang anak kecil, seorang pendeta, seorang ibu pakai kebaya, seorang bapak pakai celana pendek, seorang remaja pakai jersey Arsenal, dan sebagainya.

Tapi kenapa foto yang ditampilkan justru foto seorang ibu berjilbab, dan di keterangan foto unsur "wanita berjilbab" SENGAJA ditulis?

Wartawan bukanlah orang bodoh yag menulis hal seperti di atas tanpa sengaja. Pasti semua itu ada maksudnya.

Jika si wartawan mau bersikap NETRAL, bisa saja dia menampilkan foto seorang kakek bertongkat yang diperiksa di depan pintu mal, lalu di keterangan foto dia menulis sbb:

"Seorang PENGUNJUNG diperiksa oleh petugas keamanan di pintu masuk sebuah mall di Jakarta. Belakangan ini, banyaknya aksi terorisme membuat para pengelola mall menerapkan aturan yang sangat ketat terhadap para pengunjung."

Dari penjelasan di atas, jelaslah bagi kita, bahwa menonjolkan unsur WANITA BERJILBAB pada foto tersebut memang disengaja. Ada kemungkinan, tujuannya adalah untuk membuat pencitraan Islam sebagai agama teroris.

Wallahualam

BERSAMBUNG >>

(Jonru)
Label artikel Bagaimana Media Massa Menggiring Opini Publik? | Kebusukan Media judul Bagaimana Media Massa Menggiring Opini Publik? (Bagian II)...By : PEDULI FAKTA
Ditulis oleh: Peduli Fakta - Minggu, 26 Januari 2014

Belum ada komentar untuk "Bagaimana Media Massa Menggiring Opini Publik? (Bagian II)"

Posting Komentar