PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

Bagaimana Media Massa Menggiring Opini Publik?

Bagaimana Media Massa Menggiring Opini Publik? (Bagian I)

Teman2 sekalian,
Mulai hari ini saya akan memposting tulisan berseri (mungkin lebih tepat disebut "status berseri") mengenai media massa. Walau bukan wartawan, tapi saya pernah belajar jurnalistik di pers kampus. Jadi sedikit banyaknya saya alhamdulillah tahu mengenai bagaimana cara media massa menggiring opini publik, melakukan pencitraan, dan sebagainya.

Oke kita mulai, ya...

======

BERITA VS PERISTIWA

Sebagai pengantar, saya coba jelaskan sedikit mengenai perbedaan antara "berita" dan "peristiwa".


Peristiwa adalah sesuatu yang sifatnya sangat objektif. Misalnya "ada orang yang ditabrak mobil di jalan raya." Itulah peristiwa. Apa adanya. Seratus persen objektif.

Berita adalah "peristiwa yang disampaikan".
Tapi mohon maaf, yang saya tulis ini bukan definisi. ya. Soal definisi, sampai hari ini belum ada orang yang berhasil membuat definisi yang pas untuk berita. Jadi "peristiwa yang disampaikan" hanya sebuah frase untuk menjelaskan seperti apa kira2 berita itu. Itu bukan definisi.

Karena berita adalah "peristiwa" yang disampaikan", maka peristiwa yang aslinya 100% objektif, berubah jadi subjektif. Sebab di dalam penyampaian tersebut pasti banyak unsur subjektivitas dari si PENYAMPAI PERISTIWA yang terlibat.

Unsur subjektivitas ini bisa macam2 jenisnya, mulai dari yang berkadar paling ringan, hingga yang kadar paling tinggi.

Contoh subjektivitas:

1. Cara dan gaya menyampaikan yang berbeda:
- Tadi ada orang yang tertabrak mobil di jalan raya.
- Di jalan raya barusan saja, ada lho... orang yang tertabrak mobil.

2. Persepsi terhadap peristiwa tersebut:
- Tadi ada orang nyeberang kurang hati-hati, jadi dia ditabrak mobil. Makanya, hati2 dong kalau nyeberang!
- Tadi ada pengemudi mobil yang ceroboh banget. Orang lagi nyeberang pun ditabrak sama dia. Kurang ajar benget tuh sopir!

3. Pendapat, sikap atau opini terhadap peristiwa
- Tadi ada orang yang tertabrak mobil di jalan raya. Kasihan deh.
- Tadi ada orang yang tertabrak mobil di jalan raya. Rasain lu!

4. Pendapat yang sudah mengarah ke kepentingan golongan dst:
- Tadi ada orang yang tertabrak mobil di jalan raya. Kayaknya dia dari Mr. X. Biarin aja. Benci gue sama Mr.X

* * *

Nah, seperti itulah beda peristiwa dengan berita.
Intinya, semua berita yang dimuat di media manapun TANPA KECUALI, pasti subjektif. Entah itu subjektivitas yang paling rendah (seperti gaya dan teknik penulisan), hingga subjektivitas yang paling tinggi.

Walau suatu berita dimuat di media yang sejalan dengan ideloogi, pemikiran, agama, atau parpol  misalnya, pasti subjektivitas itu tetap ada.

Karena itu, salah satu sikap terbaik kita dalam menyikapi media adalah tidak langsung percaya 100%. Cek dan ricek ke sumber2 lain akan menjadi langkah yang sangat bijaksana.

BERSAMBUNG >>



===========================================


 (Jonru)
 *dengan sedikit perubahan*
Label artikel Bagaimana Media Massa Menggiring Opini Publik? | Kebusukan Media judul Bagaimana Media Massa Menggiring Opini Publik?...By : PEDULI FAKTA
Ditulis oleh: Peduli Fakta - Minggu, 26 Januari 2014

Belum ada komentar untuk "Bagaimana Media Massa Menggiring Opini Publik?"

Posting Komentar