PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

Bagaimana Media Massa Menggiring Opini Publik? (Bagian VII)

Bagaimana Media Massa Menggiring Opini Publik? (Bagian VII)

Misalnya saya menulis, "Si A pintar main basket," mungkin ada orang yang mempersepsikan itu sebagai pujian, namun ada juga yang mungkin mempersepsikan itu sebagai sindiran bahkan hinaan.

Itulah persepsi!
Persepsi tidak selalu benar. Tapi persepsi yang terus-menerus diberitakan justru bisa dianggap sebagai kebenaran, padahal mungkin itu salah.

=======================


MEMPERMAINKAN PERSEPSI

Persepsi pulalah yag sering dipermainkan oleh media untuk memengaruhi opini publik.

Contoh:
"Wartawan kami kemarin sore memergoki Ustaz A sedang duduk di ruang tunggu bandara, bersebelahan dengan seorang perempuan cantik berpakaian sexy."

Orang yang membaca tulisan seperti ini, kemungkinan besar akan langsung berpersepsi, "O, berarti ustadz A ada affair nih dengan si wanita sexy itu."

Padahal kalau kita mau berpikir jernih:
Bandara itu tempat umum. Siapa saja bisa berada di situ. Ketika seorang ustadz duduk bersebelahan dengan seorang perempuan cantik berpakaian sexy, apakah sudah pasti mereka ada hubungan? Siapa tahu itu hanya kebetulan mereka duduk berjejer. Siapa tahu mereka tidak saling kenal sama sekali.

Coba simak baik-baik kalimat di atas. Di situ ada kata "memergoki". Kata ini merupakan KUNCI UTAMA yang digunakan oleh si media untuk menggiring pembaca memiliki persepsi ke arah tertentu.

Coba sekarang kita ganti kalimat di atas menjadi sebagai berikut:

"Wartawan kami kemarin sore bertemu Ustaz A yang sedang duduk di ruang tunggu bandara."

Sudah, begitu saja. Tak ada info mengenai perempuan sexy. Sebab ada banyak kemungkinan kenapa mereka bisa duduk bersebelahan di ruang tunggu bandara.

Bisa saja si ustadz duluan duduk di situ, lalu beberapa menit kemudian si perempuan sexy duduk di sebelahnya, sebab di tempat lain sudah penuh.

Dan hanya BEBERAPA DETIK setelah itu, si wartawan melihat mereka. Lalu si wartawan menulis berita seperti di atas.

Bisa saja seperti itu kan, kejadiannya,

Jika memang seperti itu kejadiannya, jelaslah bagi kita bagaimana upaya si wartawan menggiring opini publik, agar kita memiliki persepsi tertentu mengenai si ustadz dan wanita sexy tersebut.

Yang saya tulis ini memang hanya kisah fiktif. Namun sejujurnya, saat ini banyak sekali berita di media massa yang isinya hanya mempermainkan persepsi seperti itu.

BERSAMBUNG >>

(Jonru)
*dengan sedikit perubahan*
Label artikel Bagaimana Media Massa Menggiring Opini Publik? | Kebusukan Media judul Bagaimana Media Massa Menggiring Opini Publik? (Bagian VII)...By : PEDULI FAKTA
Ditulis oleh: Peduli Fakta - Minggu, 26 Januari 2014

Belum ada komentar untuk "Bagaimana Media Massa Menggiring Opini Publik? (Bagian VII)"

Posting Komentar