PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

Berpikir Beda


"Itu pinsil," kata Kyai Adung.

"Salah, Kyai. Ini kayu," kata si pengidap sepilis.

"Iye. Ato kalo engga kayu, itu arang, Kyai," kata temennya si pengidap itu.

"Lha, tapi mafhumnya, semua orang sepakat itu pinsil. Buat ngegambar ato nulis. Semua orang tahu itu."

"Ha ha ha ...makanya jangan kolot, Kyai. Kebenaran itu banyak jalannya. Kyai boleh saja sebut pensil. Tapi jangan salahkan orang kalo mau nyebut itu kayu atau arang. Agama juga gitu. Jalan kebenaran itu luas. Bukan milik Islam doang. CObalah berpikir beda."

"Jangan bawa-bawa agama dulu dah. Pensil aja dulu. Ane bukan nyalahin, hanya saja, ijma'nya batang kayu yang mirip sumpit dan ada arengnya ini disebut pinsil. Coba kalo ada orang mao bikin gambar, terus minta pada anak sampeyan "Tong, bapak mao bikin gambar kampret nih. Ambilin kayu ya!" Itu anak pastinya bingung."

"Itu karena anaknya kurang cerdas. Mestinya anak itu mikir, kayu yang bisa buat gambar adalah pinsil."

"Lha, itu ujung-ujungnya pinsil juga. Petong!" 

"Maksudnya, alur perpikirnya begitu."

"Yah, sussah ngomong ama tai!" celetuk Kyai Adung.

"Siapa yang tai!?"

"Ya sampeyan."

"Saya Mesrowo. Saya orang. Bukan tai!" Mesrowo sewot.

"Heh, Pak Mesrowo, coba sampeyan belek itu perut sampeyan. Ada tainya kaga?!"

Gubrak!
Ciputat, 06 Februari 2014.

(Abdul Mutaqin)
Label artikel ANTI LIBERALISME | Kyai Kocak Vs Liberal judul Berpikir Beda...By : PEDULI FAKTA
Ditulis oleh: Peduli Fakta - Sabtu, 08 Februari 2014

Belum ada komentar untuk "Berpikir Beda"

Posting Komentar