PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

Ndak Ikhlas


Ndak Ikhlas

"Solat kok, pengen masuk surga. Ndak ikhlas itu," kata orang humanis, Naingdi namanya.
"Emang kalo solat yang ikhlas itu gimana sih, Mba?" kyai Adung mulai jail.
"Ya ra usah minta surga. Biarkan Tuhan yang menilai solat kita," kata Naingdi lagi sambil asik baca buku filsafat Barat.
"Gitu ya?"
"Iya. Bahasa sufinya, mau dimasukan surga atau neraka, sing penting Allah ridha."
"Oooo. Maaf nih, Mba. Sampeyan kalo makan baca do'a kaga?"
"Baca dong. Meskipun saya ini humanis, saya rajin do'a."
"Ah, bo ong kali. Jangan-jangan sampeyan kaga bisa baca do'a makan."
"Hei Kyai kolot, dengerin nih," Naingdi sewot. "Allaahumma baarik lanaa fiimaa razaktanaa waqinaa 'adzaabannaar!"
"Apaan artinya?"
"Yang pasti, minta, agar rezeki yang kita makan dapat berkah. Arti persisnya ndak penting."

Wkwkwkwkwkwkwkwk ....

"Sampeyan percaya kaga makna do'a itu?"
"Percaya. Kalo tidak, untuk apa saya baca."
"Ya ya ya ... Sampeyan ternyata kaga ikhlas."
"Ndak ikhlas apanya?"
"Sampeyan terlalu humanis sih, bisa baca do'a makan, tapi artinya kaga tau."

Twing!

"Hei mba yang humanis, doa' mao makan itu artinya, " Ya Tuhan kami, berkahilah apa yang telah Engkau rizkikan pada kami dan jauhkanlah kami dari adzab api neraka."
"Terus, masalah buat saya?"
"Masalahnya, sampeyan kaga ikhlas, cuman makan doang, minta dijauhin adzab neraka. Makan, makan aja!"

Gubrag!

Naingdi kelilipan buku filsafat.

Ciputat, 17 Desember 2013.
(Abdul Mutaqin)
Label artikel ANTI LIBERALISME | Kyai Kocak Vs Liberal judul Ndak Ikhlas...By : PEDULI FAKTA
Ditulis oleh: Peduli Fakta - Sabtu, 08 Februari 2014

Belum ada komentar untuk "Ndak Ikhlas"

Posting Komentar